7 Efek Samping Kebanyakan Makan Bawang Putih

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Bagi kebanyakan ibu rumah tangga yang suka memasak ala rumahan, bawang putih menjadi bumbu favorit untuk dimasak karena rasa dan aromanya yang menyengat. Bawang putih memang dipercaya memiliki khasiat alami yang baik untuk kesehatan tubuh, selain dimakan mentah, bawang putih juga bisa dibuat cemilan lain seperti acar, tumisan, dibakar dan sebagainya.[1]

Berikut ini beberapa manfaat kesehatan potensial dari bawang putih mentah[2]:

  • Meningkatkan kekebalan.
  • Mendukung kesehatan jantung.
  • Menstabilkan kadar gula darah.
  • Melindungi kesehatan otak.

Dengan aroma dan bahan yang kuat ini memiliki berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh, namun, terlepas dari manfaat dan fungsinya. Yang harus diketahui juga efek apabila kebanyakan makan bawang putih yang beresiko.Meskipun bawang putih menjadi tambahan yang sehat untuk diet seimbang, namun jika makan terlalu banyak bisa menyebabkan beberapa efek samping, seperti[1] :

1. Peningkatan risiko perdarahan

Salah satu efek samping yang serius jika makan terlalu banyak bawang putih yaitu terjadinya peningkatan risiko perdarahan, terutama jika Anda mengkonsumsi pengencer darah atau sedang menjalani operasi.[1]

Hal ini karena bawang putih memiliki sifat antitrombotik, yang artinya dapat mencegah pembentukan gumpalan darah.[1]

Meski perdarahan karena bawang putih jarang terjadi, namun ada satu laporan mengenai kasus di mana seseorang mengalami peningkatan perdarahan setelah teratur makan 12 gram bawang putih atau sekitar 4 siung – per hari sebelum operasi.[1]

Dalam kasus lain, seseorang mengalami perubahan warna dan terjadi memar yang berlebihan setelah operasi. [1]Kemungkinan penyebabnya karena suplemen makanan yang dikonsumsi, yang mengandung minyak ikan dan 10 mg konsentrat bawang putih, yang keduanyabisa mempengaruhi pembentukan bekuan darah.[2]

Jadi, pentingnya bertanya dan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan bawang putih ini. Jika Anda sedang mengonsumsi obat atau akan menjalani operasi, maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter kesehatan sebelum menambahkan bawang putih ke dalam makanan.[1]

2. Nafas bau bawang putih

Bawang putih mengandung berbagai senyawa belerang, yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.[1]

Tapi, senyawa ini dapat menyebabkan bau mulut, terutama jika dimakan dalam jumlah banyak. [1]Ini berlaku untuk bawang putih mentah, tapi jika dengan memasak bisa mengurangi kandungan senyawa belerang yang ada di dalam bawang putih[1]

Tapi, Anda bisa mencoba beberapa pengobatan sederhana untuk menghilangkan bau mulut yang melanda.[1]

3. Masalah pencernaan

Seperti bawang merah, daun bawang, dan asparagus, bawang putih juga mengandung fruktan ( merupakan polimer fruktosa dan jauh lebih kecil daripada polimer glukosa pada pati ) yang tinggi, sejenis karbohidrat yang bisa menyebabkan kembung, gas, dan sakit perut di beberapa orang.[1]

Faktanya, ketika orang yang memiliki intoleransi makan makanan tinggi fruktan, ini tidak sepenuhnya bisa diserap oleh usus kecil. Sebaliknya, zat ini akan berjalan ke usus besar dan di fermentasi di usus Anda. Dan ini proses yang dapat menyebabkan masalah pencernaan.[1]

Begitu juga, bagi orang yang melakukan diet rendah FODMAP, diet eliminasi yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi makanan tertentu yang memicu masalah pencernaan. Dan hal ini disarankan untuk membatasi asupan bawang putih.[1]

4. Maag

Jika Anda memiliki penyakit gastroesophageal reflux (GERD), Anda mungkin akan mempertimbangkan untuk mengurangi asupan bawang putih.[1]

GERD yaitu sebuah kondisi umum yang terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, menyebabkan gejala seperti mulas dan mual.

Bawang putih dapat menurunkan nada sfingter esofagus bagian bawah (LES), yang merupakan kemampuan otot-otot di bagian bawah kerongkongan untuk menutup dan mencegah asam masuk. Pada gilirannya, ini bisa memicu refluks asam lambung terjadi.[1]

Namun, makanan tertentu juga bisa mempengaruhi dengan GERD secara berbeda. Jika Anda terlalu makan banyak bawang putih tidak menimbulkan gejala, kemungkinan Anda tidak perlu membatasi asupannya.[1]

5. Menimbulkan bau nafas

Efek samping kebanyakan makan bawang putih yang harus diwaspadai yaitu menimbulkan bau mulut. Ini karena kandungan senyawa sulfur, yang membuat memiliki aroma yang kuat dan sangat khas.[1]

6. Alergi

Risiko terjadinya alergi seperti rasa gatal dan ruam bisa terjadi pada siapa saja yang memiliki kulit sensitif. Orang yang memiliki alergi bawang putih tidak bisa mencium, menyentuh atau menghirup aromanya.[1]

7. Menimbulkan rasa sakit kepala

Efek samping lain yang bisa disebabkan karena mengkonsumsi terlalu banyak bawang putih yaitu easa sakit kepala. Hal ini karena bawang putih melepaskan neuropeptida sehingga bisa menimbulkan keluhan sakit kepala pada penderitanya.[1]

Berapa banyak yang harus Anda makan?

Walau[un tidak ada rekomendasi resmi tentang berapa banyak bawang putih yang harus Anda makan, penelitian menunjukkan jika makan 1-2 siung (3-6 gram) per hari mungkin akan memiliki manfaat kesehatan yang baik. Jika Anda merasakan ada efek samping setelah makan lebih dari jumlah ini, maka pertimbangkan untuk mengurangi asupannya.[2]

Dalam bentuk suplemen, dosis hingga 3.600 mg ekstrak bawang putih juga terbukti efektif.[2]Memasak bawang putih sebelum dimakan juga dapat membantu mencegah efek samping seperti napas bawang putih, masalah pencernaan, dan refluks asam lambung.[2]

Jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang mendasari atau sedang mengonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum melakukan diet Anda atau mengkonsumsi suplemen herbal jenis apa pun. Pertimbangkan untuk mengurangi asupan atau menghentikan konsumsi jika Anda melihat efek samping negatif setelah makan bawang putih mentah.[2]

Bawang putih sangat bergizi dengan berbagai manfaat kesehatan. Namun, jika Anda makan terlalu banyak, itu bisa menyebabkan efek samping seperti bau mulut, refluks asam, masalah pencernaan, dan peningkatan risiko perdarahan.[2]

Oleh karena itu, sebaiknya sesuaikan mengkonsumsinya dalam jumlah sedang dan kurangi asupan Anda jika sudah mulai mengalami efek samping.[2]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment