Makanan, Minuman dan Herbal

Ledum Palustre: Manfaat – Efek Samping dan Tips Penggunaan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sekilas Tentang Ledum Palustre

Ledum palustre merupakan tanaman berbunga dari genus Rhododendron dalam keluarga Ericaceae. Tumbuhan tersebut memiliki nama ilmiah Rhododendron tomentosum.

Pada umumnya, ledum palustre juga dikenal sebagai teh labrador rawa atau rosemary liar. Tumbuhan ini biasanya ditemukan di tanah gambut di Eropa utara, Asia dan Amerika Utara. [1,3]

Karakteristik Ledum Palustre

Ledum Palustre

Sama halnya dengan genus Rhododendron lainnya, ledum palustre juga memiliki karakteristik yang hampir mirip. Ledum palustre merupakan semak cemara yang tingginya mencapai 50-150 cm.

Tumbuhan ini memiliki cabang yang tegak dan banyak dengan akar berbentuk gelendong tebal dan kuat. Daunnya kecil berbentuk lonjong hingga linier dan berwarna hijau.

Sedangkan bunganya terdiri dari lima kelopak dan biseksual. Pembungaannya biasanya terjadi di bulan Mei sampai Juni. 

Buah pada ledum palustre ini berbentuk kapsul bulat telur dengan ukuran panjang sekitar 4,5-5,5 mm. [2,3]

Kandungan Gizi Pada Ledum Palustre

Berikut ini kandungan gizi yang terdapat pada ledum palustre:

NamaJumlahUnit
Myrcene8,6%
Limonene11%
Terpinene0.2%
Lepalin0.4%
Cimene1,2%
Sabinene0.3%
Carvone0,8%

Tumbuhan ledum palustre diketahui memiliki berbagai macam kandungan gizi di dalamnya, salah satu kandungan gizi yang cukup dominan yaitu myrcene. Kandungan myrcene merupakan salah satu senyawa antioksidan kuat yang dapat melindungi sel dari kerusakan oksidatif [1,2].

Kandungan Senyawa Pada Ledum Palustre

Sebagai tumbuhan herbal, tentunya ledum palustre memiliki kandungan senyawa yang beragam. Kandungan senyawa yang terdapat pada ledum palustre meliputi, ledol, ascaridole, palustrol, myrcene, terpen, dan lain sebagainya.

Senyawa-senyawa itulah yang membuat tumbuhan ini memiliki berbagai aktivitas bilogis, seperti antioksidan, anti-inflamasi, antidiabetes, antimikroba, dan antikanker. Oleh karena itu, tak heran apabila tumbuhan yang satu ini dimanfaatkan dalam homeopati untuk pengobatan berbagai penyakit, seperti mengobati berbagai masalah pernapasan, luka tusukan akibat benda tajam atau gigitan, rematik. [1,4]

Ledum palustre memiliki berbagai kandungan senyawa, meliputi ledol, ascaridole, palustrol, myrcene, dan terpen sehingga tumbuhan ini dimanfaatkan dalam homeopati untuk pengobatan berbagai penyakit, seperti mengobati berbagai masalah pernapasan, luka tusukan akibat benda tajam atau gigitan, dan rematik.

Manfaat Kesehatan Pada Ledum Palustre

Kandungan senyawanya yang beragam membuat ledum palustre memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Hal ini juga dibuktikan dengan perannya dalam homeopati di pengobatan tradisional selama bertahun-tahun lamanya.

Untuk itu, simaklah berikut ini beberapa manfaat kesehatan pada ledum palustre:

  • Sebagai Anti Inflamasi

Beberapa jenis tumbuhan herbal, tak jarang memiliki manfaat yang satu ini. Salah satunya ialah ledum palustre yang dikenal memiliki manfaat sebagai anti inflamasi.

Seperti yang kita ketahui, anti inflamasi memiliki peran yang cukup besar dalam mengurangi radang pada nyeri sendi. Sifat sebagai anti inflamasinya ini diduga diperoleh dari kedua senyawa utamanya yaitu ledol dan ascaridole.

Kedua senyawa inilah yang membuat ledum palustre memiliki manfaat sebagai anti inflamasi yang cukup kuat. [2,6]

  • Menyembuhkan Luka

Selain memiliki manfaat sebagai anti inflamasi, ledum palustre juga dapat menyembuhkan luka. Hal tersebut dikarenakan ledum palustre mengandung senyawa yang kaya akan anti inflamasi dan antimikroba.

Ledum palustre juga dinilai mampu membantu mempercepat proses penyembuhan pada luka di sel-sel kulit dan menyembuhkan jaringan yang rusak. Tak hanya itu, tumbuhan yang satu ini pun bermanfaat dalam proses penyembuhan pembengkakan dan edema setelah operasi.

Oleh karena itu, tak ada salahnya apabila menjadikan ledum palustre sebagai salah satu alternatif alami untuk menyembuhkan luka. [2,6]

Ledum palustre dapat membantu mempercepat proses penyembuhan pada luka di sel-sel kulit dan menyembuhkan jaringan yang rusak karena di dalamnya terdapat aktivitas sebagai anti inflamasi dan antimikroba.
  • Mengobati Rheumatoid Arthritis

Manfaat selanjutnya dari ledum palustre yaitu dapat mengobati rheumatoid arthritis. Penyakit ini termasuk ke salah satu penyakit yang hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya.

Selama ini, obat yang digunakan cenderung untuk mengurangi atau memperlambat kerusakan pada sendi. Rheumatoid arthritis sendiri merupakan peradangan sendi yang menimbulkan bengkak, kaku dan nyeri sendi.

Kondisi ini diakibatkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri. Namun, kondisi ini dapat diatasi dengan ledum palustre.

Hal ini dikarenakan aktivitasnya sebagai anti inflamasi dan analgesik yang terdapat di dalamnya. Selain itu, kedua aktivitas tersebut juga membuat tumbuhan yang satu ini memiliki efektivitas yang cukup tinggi dengan efek samping yang minim.

Oleh karena itu, tak heran apabila ledum palustre dimanfaatkan sebagai obat homeopati dalam mengobati rheumatoid arthritis. [3,5]

  • Mengatasi Berbagai Masalah Pernapasan

Manfaat lainnya dari ledum palustre ialah dapat mengatasi berbagai masalah pernapasan. Hal ini dikarenakan ditemukan adanya senyawa berupa terpene di dalam ledum palustre.

Dimana, senyawa itulah yang membuat tumbuhan yang satu ini memiliki manfaat untuk mengatasi berbagai masalah pernapasan. Beberapa masalah pernapasan yang dapat diatasi oleh ledum palustre ini meliputi batuk, pilek, asmasakit tenggorokan, dan hidung tersumbat. [2,3]

Kandungan senyawa terpene di dalam ledum palustre membuat tumbuhan yang satu ini dapat dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai masalah pernapasan, seperti batuk, pilek, asma, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat.

Manfaat terakhir dari ledum palustre yaitu dapat mengontrol kadar glukosa darah. Hal tersebut dikarenakan ledum palustre mengandung antioksidan yang kuat.

Dimana, antioksidan tersebut mampu menangkal radikal bebas dan mencegah terjadinya oksidasi sel-sel sehat dalam tubuh. Selain itu, antioksidan tersebut juga dapat membantu mengelola gejala diabetes dengan cara meningkatkan penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh sehingga dapat menurunkan kadar gula darah.

Aktivitas tersebut juga dapat meningkatkan aktivitas insulin dalam tubuh. Oleh karena itu, ledum palustre dapat digunakan untuk mengontrol kadar glukosa darah sehingga mengurangi gejala pada diabetes. [3]

Efek Samping Pada Ledum Palustre

Selain manfaatnya yang beragam, bukan berarti ledum palustre tidak memiliki efek samping dari penggunaannya. Berikut ini beberapa efek samping yang timbul dari penggunaan ledum palustre:

  • Iritasi

Penggunaan dari ledum palustre menimbulkan beberapa efek samping, salah satunya ialah iritasi. Efek samping ini dapat terjadi dikarenakan mengonsumsi ledum palustre melebihi jumlah yang diperbolehkan.

Iritasi yang terjadi biasanya berupa iritasi perut dan usus. Apabila tidak segera ditangani, tumbuhan ini akan mengakibatkan kelumpuhan bahkan kematian.

Untuk itu, gunakanlah dosis yang tepat sebelum mengonsumsi obat herbal yang satu ini. Hal ini tidak lain bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang dapat membahayakan tubuh. [8]

Selain dapat menimbulkan iritasi, ledum palustre juga dapat menimbulkan aborsi. Meskipun belum ada penyebab pasti mengapa tumbuhan ini dapat menyebabkan aborsi, namun efek samping ini dapat terjadi apabila ledum palustre dikonsumsi secara berlebihan.

Selain itu, obat herbal ini kurang cocok untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Hal ini dikarenakan ledum palustre mengandung zat sebagai aborsi sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pada ibu dan anaknya. [8]

ledum palustre dapat menimbulkan efek samping berupa iritasi dan aborsi. Dimana, kedua efek samping tersebut dapat terjadi apabila mengonsumsi ledum palustre secara berlebihan.

Tips Penggunaan Pada Ledum Palustre

Ledum palustre memiliki peran yang cukup penting dalam homeopati. Hal tersebut tentunya disertai dengan cara penggunaan yang tepat.

Berikut di bawah ini tips penggunaan pada ledum palustre:

  • Teh Labrador

Beberapa tumbuhan herbal dapat dijadikan sebagai teh herbal, termasuk ledum palustre. Teh herbal yang terbuat dari ledum palustre ini biasanya disebut sebagai teh labrador.

Untuk cara penyajiannya, serupa dengan teh herbal lainnya. Pertama, panaskan air dalam panci. Lalu, ambil segenggam daun ledum palustre segar atau kering dan masukkan ke dalam air yang sudah dididihkan sebelumnya.

Setelah itu, kecilkan api dan rebus selama kurang lebih 15 menit atau hingga warnanya berubah menyerupai jeruk. Diamkan selama beberapa saat dan saring teh labrador.

Teh herbal ini pun siap untuk disajikan dan diminum. Untuk mempermanis cita rasanya, Anda dapat menambahkannya dengan gula atau sirup maple.

Teh ini biasanya diminum untuk menghangatkan tubuh dan juga digunakan untuk obat karena memiliki efek yang menyehatkan. Di samping itu, teh herbal ini pun memiliki aroma yang menenangkan. [7,8]

  • Obat Tetes

Selain dapat dijadikan sebagai teh herbal, ledum palustre juga tersedia dalam bentuk obat tetes. Penggunaan obat tetes ini tentunya hanya boleh digunakan pada penggunaan luar.

Obat tetes ini berfungsi untuk menyembuhkan berbagai luka, seperti luka tusukan hingga gigitan. Dosis pada obat ini cukup bervariatif tergantung pada kondisi, usia, dan hal-hal lain. 

Dalam beberapa kasus, dosis yang diberikan yaitu 3-5 tetes dilarutkan dalam air dan digunakan 2-3 kali sehari. Namun, pada beberapa kasus lain ada yang diberikan  hanya sekali dalam seminggu, bulan atau bahkan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Jadi, sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan obat yang satu ini untuk mendapatkan dosis yang akurat. [7,8]

Ledum palustre dapat dijadikan teh herbal atau teh labrador dengan cara penyajian yang serupa dengan teh herbal lainnya. Selain itu, ledum palustre juga tersedia obat tetes yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis luka, seperti seperti luka tusukan hingga gigitan.

Tips Penyimpanan Pada Ledum Palustre

Selain cara penggunaannya yang tepat, cara penyimpanan pada ledum palustre juga harus diperhatikan. Hal ini tidak lain untuk menjaga kandungan yang terdapat di dalamnya sehingga dapat berperan secara maksimal di dalam tubuh.

Selain itu, hal tersebut juga membuat tumbuhan ini memiliki umur simpan yang lama seingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama pula. Berikut ini tips penyimpanan pada ledum palustre:

  • Dalam Bentuk Kering

Penyimpanan pada beberapa tumbuhan herbal dilakukan dengan cara dikeringkan, termasuk ledum palustre yang satu ini. Hal ini dikarenakan tumbuhan herbal ini tidak dapat dikonsumsi secara langsung.

Untuk itu, harus dilakukan proses terlebih dahulu dengan cara dikeringkan. Cara pengeringannya serupa dengan proses pengeringan lainnya.

Bagian yang dibutuhkan dalam proses pengeringan yaitu bunga atau daunnya. Proses pengeringan ini biasanya memakan waktu yang cukup lama.

Hal ini dikarenakan proses pengeringannya dilakukan di bawah terik matahari. Setelah kering, jangan lupa untuk menyimpan di dalam wadah tertutup.

Hal ini dilakukan untuk menjaga kandungan senyawa di dalamnya agar tidak terkontaminasi dengan zat-zat lain. Dengan cara tersebut, tumbuhan ini pun dapat disimpan dan digunakan dalam jangka waktu yang lama. [7]

Dengan menyimpan ledum palustre dalam bentuk kering, membuat kandungan senyawa di dalam tumbuhan ini tetap terjaga sehingga dapat disimpan dan digunakan dalam jangka waktu yang lama.

1. Rita Butkiene, Valda Sakoclute, Dalva Latvenalle, Danute Mockute. Composition of young and aged shoot essential oils of the wild Ledum palustre L. vol. 19. No. 2. P. 19–24. Chemija; 2018.
2. Bhuwanendra Singh, Jitendra Gupta, Rohit Mohan, Reena Gupta, Kanchan Pal. Hypouricemic Significance of Ledum Palustre (Marsh Tea): A Review. 14(5):2907-2. Research Journal of Pharmacy and Technology; 2021.
3. Anna Dampc, Maria Luczkiewicz. Rhododendron tomentosum (Ledum palustre). A review of traditional use based on current research. Volume 85: 130-143. Fitoterapia; 2013.
4. Ge Qu, Bao Feng Li, Hai Ming Zhao, Feng Guo Du, Guang Ren Sun,  Rui Jian Wang. Chemical Composition and Application as Biomaterials of Essential Oils from Ledum palustre of Changbai Mountain China. Volumes 568-570: 1907-1910. Applied Mechanics and Materials; 2014.
5. Anna Jesioneka, Adam Kokotkiewicza, Anna Mikosik-Roczynskab, Klaudia Ciesielska-Figlonb, Piotr Luczkiewiczc, Adam Bucinskid, Agnieszka Dacae, Jacek M. Witkowskib, Ewa Bryle, Bozena Zabiegalaf, Maria Luczkiewicz. Chemical variability of Rhododendron tomentosum (Ledum palustre) essential oils and their pro-apoptotic effect on lymphocytes and rheumatoid arthritis synoviocytes. 139: 1-12. Fitoterapia; 2019.
6. Sameh Baananou, Edita Bagdonaite, Bruno Marongiu, Alessandra Piras, Silvia Porcedda, Danilo Falconier, Naceur A. Boughattas. Supercritical CO2 extract and essential oil of aerial part of Ledum palustre L. – Chemical composition and anti-inflammatory activity. Volume 29, Issue 11: 999-1005. Formerly Natural Product Letters; 2015.
7. Anna Jesionek, Maria Łuczkiewicz. Labrador tea - the aromatic beverage and spice: A review of origin, processing and safety. 95(8). Journal of the Science of Food and Agriculture; 2014.
8. Asta Judzentiene, Jurga Budiene, Jurgita Svediene, Rasa Garjonyte. Toxic, Radical Scavenging, and Antifungal Activity of Rhododendron tomentosum H. Essential Oils. 25: 1-17. Molecules; 2020.

Share