Makanan, Minuman dan Herbal

11 Pantangan Makanan untuk Penderita Skoliosis

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Skoliosis ialah kondisi di mana tulang belakang melengkung ke samping, baik ke kanan ataupun ke kiri. Pada kebanyakan kasus, penyebab skoliosis tidak diketahui. Penanganan skoliosis meliputi terapi fisik dan diet dengan gizi seimbang[1].

Bagi penderita skoliosis, diet tidak sehat tidak hanya berpotensi mengakibatkan peningkatan berat badan, tapi juga berisiko memperburuk sakit dan lengkungan skoliosis. Penelitian juga telah mengindikasikan bahwa diet yang buruk termasuk faktor yang dapat memicu progres skoliosis[1, 2].

Diet yang ideal bagi penderita skoliosis ialah diet nutrisi seimbang dan diperkaya nutrisi yang mendukung densitas tulang dan perkembangan neurotransmitter. Selain itu, penderita skoliosis sebaiknya menghindari konsumsi makanan tertentu yang dapat memperburuk gejala[2].

Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita skoliosis:

1. Gula dan Sirup Jagung

Gula (sukrosa) dan sirup jagung (high fructose corn syrup/HFCS) merupakan jenis pemanis tambahan yang paling umum digunakan. Kedua bahan ini juga termasuk bahan makanan yang dapat memperburuk inflamasi[3].

Gula terdiri atas 50% glukosa dan 50% fruktosa, sementara sirup jagung mengandung sekitar 45% glukosa dan 55% fruktosa[3].

Mengkonsumsi gula berlebihan juga berdampak buruk karena kandungan fruktosa yang tinggi. Mengkonsumsi fruktosa dalam jumlah berlebihan berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit[3].

Terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi gula dan sirup jagung dapat meningkatkan inflamasi yang mengarah pada bertambah buruknya kondisi skoliosis.

2. Karbohidrat Olahan

Karbohidrat olahan ialah sumber karbohidrat yang mana sebagian besar serat di dalamnya telah dihilangkan. Konsumsi olahan karbohidrat dapat memicu terjadinya inflamasi[3].

Karbohidrat olahan dapat ditemukan dalam permen, roti, pasta, kue kering, kukis, soft drink manis, tepung putih, dan berbagai makanan olahan dengan tambahan gula[3].

3. Alkohol

Alkohol termasuk dalam pantangan yang harus dihindari oleh penderita skoliosis. Konsumsi alkohol dapat memicu terjadinya inflamasi yang mana akan memperburuk kondisi[2].

Pada satu studi, ditemukan bahwa tingkat marker CRP (jenis marker inflamasi) meningkat pada orang yang mengkonsumsi alkohol. Peningkatan CRP makin tinggi saat konsumsi alkohol meningkat[3].

Orang yang mengkonsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat mengalami masalah keluarnya toksin bakteri dari usus besar ke dalam tubuh. Kondisi ini dapat memicu menyebarluasnya inflamasi yang mengarah pada kerusakan organ[3].

Selain memicu inflamasi, konsumsi alkohol juga membawa dampak buruk bagi kesehatan tulang. Kalsium dapat mengeluarkan kalsium dari tubuh. Saat kadar kalsium dalam tubuh menurun, tubuh akan mengekstrak kalsium dari tulang agar bisa menjalankan fungsi dengan normal. Akibatnya densitas tulang akan mengalami penurunan kepadatan[4, 5].

 Konsumsi alkohol dalam jumlah besar dan jangka waktu lama diketahui berkaitan dengan dalam massa tulang rendah, penurunan pembentukan tulang, peningkatan insidensi fraktur, dan melambatnya pemulihan fraktur[4].

4. Daging Olahan

Daging olahan meliputi produk seperti sosis, bacon, ham, daging asap, dan dendeng sapi. Daging olahan mengandung AGE (advanced glycation end product) dalam kadar lebih tinggi dibandingkan daging segar. AGE terbentuk saat bahan makanan dimasak pada suhu tinggi[3].

Senyawa AGE dapat menyebabkan inflamasi, yang mana akan memperburuk kondisi dan rasa sakit pada penderita skoliosis.

5. Makanan Tinggi Kandungan Garam

Makanan dengan kandungan garam (natrium) tinggi termasuk salah satu pantangan bagi penderita skoliosis. Garam diketahui menyebabkan ekskresi kalsium berlebihan melalui ginjal[4].

Kalsium diperlukan untuk mempertahankan kekuatan dan kekompakan tulang. Ekskresi (pengeluaran) kalsium berarti lebih banyak kalsium yang dibuang dari tubuh[4].

Skoliosis mengakibatkan penurunan kesehatan tulang. Sehingga menjaga kekuatan tulang merupakan prioritas utama bagi penderita skoliosis. Oleh karena itu, penting bagi penderita skoliosis untuk mendapatkan asupan kalsium yang mencukupi[2].

6. Makanan dengan Zat Aditif

Produk makanan olahan atau kemasan umumnya mengandung tambahan zat aditif dan senyawa sintetik lain, seperti pewarna, perasa, pengawet, dan pemanis buatan.

Konsumsi makanan dengan banyak tambahan zat aditif dapat menyebabkan inflamasi berlebihan, yang mana akan memperburuk gejala skoliosis[6].

Oleh karena itu, penderita skoliosis sebaiknya menghindari konsumsi makanan olahan atau kemasan. Biasakan untuk mengkonsumsi makanan segar yang diolah atau dimasak di rumah sehingga tidak mengandung zat aditif[6].

7. Minuman Bersoda

Minuman bersoda sebaiknya dihindari oleh penderita skoliosis sebab konsumsi soda dalam jumlah besar dapat berdampak negatif bagi kesehatan tulang. Minuman bersoda dengan kandungan gula tinggi dapat menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium[4, 6].

Meminum 7 botol atau lebih cola per minggu berkaitan dengan penurunan densitas mineral tulang dan peningkatan risiko fraktur[4].

8. Kafein

Mengkonsumsi kafein secara berlebihan dapat menyebabkan hilangnya kalsium dari tulang, sehingga menyebabkan penurunan kekuatan tulang. Sekitar 6 mg kalsium hilang untuk setiap 100 mg kafein yang dikonsumsi[4, 6].

Penderita skoliosis dianjurkan untuk menghindari makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti cokelat, kopi, teh, dan minuman bersoda[6].

9. Bayam

Bayam termasuk bahan makanan kaya kalsium, tapi bayam juga tinggi kandungan oksalat. Oksalat dapat mengikat kalsium sehingga tidak dapat digunakan oleh tubuh[4, 5].

Bagi penderita skoliosis, konsumsi bayam sebaiknya dibatasi dalam porsi sedang agar tidak mengganggu proses penyerapan kalsium yang diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang.

10. Kedelai

Konsumsi kacang kedelai dapat menghambat tubuh untuk mengabsorpsi kalsium. Kacang memiliki kandungan senyawa yang disebut phytates dalam konsentrasi tinggi. Phytate dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengabsorpsi kalsium[4, 5].

Selain itu, kacang kedelai juga mengandung oksalat, yang mana dapat mengikat kalsium. Penderita skoliosis sebaiknya membatasi konsumsi kacang kedelai dan produk makanan lain berbahan dasar kacang kedelai[5].

11. Junk Food dan Gorengan

Junk food dan berbagai jenis gorengan merupakan makanan yang tinggi kadar minyak tidak sehat, seperti lemak trans dan lemak jenuh. Bukan itu saja, jenis makanan ini juga tinggi kadar lemak trans artifisial[3].

Lemak trans artifisial dibuat dengan menambahkan hidrogen ke lemak tidak jenuh untuk mendapatkan lemak yang lebih stabil atau solid. Dalam label kemasan, lemak trans sering kali ditulis sebagai partially hydrogenated oil[3].

Kebanyakan margarin mengandung jenis lemak ini. Margarin umum digunakan dalam junk food, gorengan, dan jenis makanan berlemak lain[3].

Lemak trans atrifisial dapat mengakibatkan inflamasi yang mana dapat memperburuk kondisi skoliosis. Mengkonsumsi lemak trans artifisial berkaitan dengan kadar marker inflamasi seperti CRP (C-reactive protein) yang lebih tinggi dari normal.

Pada satu studi ditemukan bahwa kadar CRP 78% lebih tinggi di antara wanita yang paling banyak mengkonsumsi lemak trans[3].

1. Alice Brenton. Best Foods To Eat To Avoid Progression Of Scoliosis. Teen Scolinet; 2017.
2. Dr. Clayton Stitzel. What to Eat & What Not to Eat to Reduce the Risk of Scoliosis Progression. Treating Scoliosis; 2016.
3. Franziska Spritzler. 6 Foods That Cause Inflammation. Healthline; 2019.
4. Elizabeth Shimer Bowers, reviewed by Meeta Shah, MD. 9 Foods That Are Bad for Your Bones. Everyday Health; 2017.
5. Geetika Sachdev. Did you know? These 4 nutrients can reduce the absorption of calcium in your body. Health Shot; 2021.
6. Erika. Best Diet for Scoliosis. Scoliosis SOS Clinic; 2019.

Share