Makanan, Minuman dan Herbal

Ligustrum Cina: Manfaat – Efek Samping dan Tips Penggunaan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sekilas Tentang Ligustrum Cina

Tumbuhan Ligustrum Cina merupakan tanaman hias yang berasal dari Eropa dan Afrika Utara. Pemanfaatan tumbuhan ini juga beragam, mulai dari perannya dalam pengobatan tradisional hingga dijadikan sebagai tanaman pagar.

Tumbuhan Ligustrum Cina tumbuh secara alami pada beberapa jenis tanah yang terdegradasi. Biasanya diasosiasikan dengan semak atau spesies pohon lainnya di dataran dan daerah berbukit dengan iklim hangat hingga kering.

Tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Ligustrum vulgare tersebut juga dikenal dengan sebutan Privet umum. Tumbuhan Ligustrum Cina sendiri termasuk ke dalam keluarga Oleaceae yang di dalamnya terdapat sekitar 28 genera dan 700 spesies.

Tumbuhan Ligustrum mengandung banyak senyawa penting yang berguna bagi tubuh, seperti fenolat, flavonoid, oleuropein, cyclopamine, echinacoside, dan masih banyak lagi. Dikarenakan kandungannya tersebut, manfaatnya juga beragam mulai dari membantu dalam penyembuhan luka hingga mengobati tumor otak.[1,2]

Karakteristik Pada Ligustrum Cina

Ligustrum Cina

Tumbuhan Ligustrum Cina merupakan semak hias yang ketinggiannya dapat mencapai empat hingga lima meter. Tumbuhan yang kadang-kadang dilaporkan sebagai semak cemara fakultatif ini memiliki daun yang agak kasar dan berukuran tiga hingga enam sentimeter.

Sedangkan bunganya berwarna putih, memiliki panjang 3–6 cm dan menghasilkan aroma yang khas dan menyengat. Tangkai bunganya pendek dan sangat tipis berukuran 0,5-1mm.

Buah beri tumbuhan Ligustrum Cina berwarna hitam dan berukuran kecil dengan diameter 6–8 mm. Satu tangkainya biasanya berisi satu sampai empat biji.

Spesies yang satu ini dapat diperbanyak dengan cara vegetatif maupun generatif. Namun, perkembangbiakannya melalui biji lebih cepat berkecambah dan tumbuh.

Tumbuhan ini juga dapat dengan mudah diperbanyak dengan layering dan stek. [2,3]

Kandungan Gizi Pada Ligustrum Cina

Berikut ini kandungan gizi yang terdapat di dalam ligustrum cina:

NamaJumlahUnit
Quecertin4,3%
Olivil5.5%
Luteolin4.6%
Apigenin4.7%
Coumarid1.3%
Flavonoid

Menurut data pada tabel kandungan gizi diatas menunjukkan bahwa tumbuhan ligustrum cina memiliki kandungan quecertin yang cukup tinggi. Quecertin merupakan salah satu kandungan yang dapat digunakan sebagai anti kanker pada tubuh dikarenakan dapat membunuh sel kanker [1].

Kandungan Senyawa Pada Ligustrum Cina

Meskipun penelitian tentang Tumbuhan Ligustrum Cina terbatas, namun penggunaannya sebagai pengobatan tradisional cukup terkenal. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh kandungan yang terdapat di dalamnya.

Tumbuhan Ligustrum Cina mengandung beberapa senyawa penting, seperti fenolat dan flavonoid, serta kandungan senyawa utamanya, yaitu oleuropein. Senyawa-senyawa itulah yang memberikan banyak manfaat baik bagi tubuh.

Contohnya saja, kandungan senyawa menimbulkan efek antioksidan dan anti-inflamasi sehingga berpengaruh terhadap penyembuhan luka. [1,4]

Kandungan senyawa di dalamnya membantu untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit di dalam tubuh.

Manfaat Kesehatan Pada Pada Ligustrum Cina

Peran tumbuhan Ligustrum Cina dalam pengobatan tradisional tentunya cukup terkenal. Kandungannya di dalamnya membuat tumbuhan tersebut memiliki manfaat yang beragam.

Seiring dengan perkembangan zaman, banyak penelitian yang mencoba mengungkap manfaatnya dibalik senyawa-senyawa yang terkandung dalam tumbuhan Ligustrum Cina tersebut. Untuk itu, simaklah berikut ini beberapa manfaat kesehatan pada Tumbuhan Ligustrum Cina:

  • Sebagai Anti-Inflamasi

Seperti yang telah dijelaskan di atas, tumbuhan Ligustrum Cina memiliki berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh. Salah satu manfaat dari tumbuhan Ligustrum Cina tersebut yaitu sebagai anti inflamasi.

Perannya sebagai anti-inflamasi sendiri dapat dibilang sudah digunakan sejak lama. Bahkan, karena efektivitas yang dapat terbilang cukup tinggi membuat tumbuhan ini menjadi salah satu alternatif dari obat yang biasanya digunakan.

Sifat anti inflamasi tersebut diperoleh oleh beberapa senyawa yang terkandung di dalamnya. Salah satunya yaitu adanya ekstrak metanol yang ditemukan dalam tumbuhan Ligustrum Cina.

Selain itu, juga terdapat kandungan senyawa lainnya yang juga membuat efek dari anti inflamasinya bertambah. Senyawa-senyawa tersebut meliputi secoiridoid, prostaglandin dan echinacoside pada daunnya juga menambah efek dari anti-inflamasi tersebut dengan cara menghambat produksi lipoksigenase dan leukotrien B4 (LTB4).

Maka dari itu, permanfaatannya sebagai anti inflamasi cukup terkenal dalam pengobatan tradisional. [6,7]

  • Sebagai Antioksidan

Selain berperan sebagai anti inflamasi, manfaat selanjutnya dari tumbuhan Ligustrum Cina ialah sebagai antioksidan. Antioksidan ini memiliki peran yang penting dalam tubuh.

Secara sederhana, antioksidan adalah suatu molekul yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas yang membahayakan kesehatan bagi tubuh. Untuk itu, perannya dalam tubuh dapat terbilang cukup besar.

Dalam tumbuhan Ligustrum Cina, ternyata ditemukan kandungan fenolik yang tinggi. Dimana senyawa tersebutlah yang membuat tumbuhan ini memiliki efek antioksidan.

Selain itu, juga terdapat senyawa utama, yaitu Oleuropein yang sifat antioksidannya setara dengan vitamin C and α-tocopherol. Untuk itu, tak heran jika Tumbuhan Ligustrum Cina menjadi salah satu sumber antioksidan bagi tubuh. [6,7]

  • Pengobatan Tumor Otak

Selain bermanfaat sebagai antioksidan dan anti inflamasi, manfaat lain dari tumbuhan Ligustrum Cina adalah untuk mengobati penyakit tumor otak. Seperti yang kita ketahui, penyakit tumor otak merupakan penyakit yang tergolong jinak maupun ganas.

Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh gejala yang dialami oleh penderita itu sendiri. Penyebab dari tumor otak ini dikarenakan oleh jaringan otak itu sendiri yang mengalami perubahan atau mutasi genetik di dalam otak.

Ternyata, penyakit ini dapat diobati dengan tumbuhan Tumbuhan Ligustrum Cina. Hal tersebut dikarenakan kandungan senyawa Cyclopamine, yang berperan dalam pengobatan tumor otak.

Senyawa tersebut juga dipercaya lebih efektif dalam mengatasi penyakit tersebut dan meminimalisir efek samping yang mungkin terjadi. Cara kerja dari obat herbal tumbuhan lIgustrum Cina tersebut dengan menghambat beberapa penyebab dari penyakit tumor otak ini.

Oleh karena itu, tumbuhan Ligustrum Cina dapat dijadikan salah satu alternatif dari penyakit ganas ini. [5]

  • Penyembuhan Luka

Selain beberapa manfaat yang telah dijelaskan diatas, manfaat lainnya dari tumbuhan Ligustrum Cina yaitu untuk menyembuhkan luka. Hal ini masih erat kaitannya dengan manfaat-manfaat sebelumnya pada tumbuhan ini.

Dimana tumbuhan Ligustrum Cina ini memiliki efek sebagai antioksidan dan anti inflamasi. Selain itu, hal ini juga dipengaruhi oleh adanya kandungan echinacoside yang ternyata juga memberikan pengaruh terhadap penyembuhan luka.

Bahkan, tumbuhan Ligustrum Cina dipercaya memberikan efek yang ampuh dan lebih cepat dalam penyembuhan luka. Untuk itu, tumbuhan Ligustrum Cina ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam penyembuhan luka. [7]

Kandungan echinacoside di dalam Ligustrum Cina membantu tubuh dalam proses penyembuhan luka.
  • Sebagai Anti Mikroba

Manfaat terakhir dari tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Ligustrum vulgare tersebut adalah sebagai anti mikroba. Hal ini disebabkan oleh adanya ekstrak etanol yang ditemukan dari tumbuhan Ligustrum Cina ini sendiri.

Meskipun aktivitasnya terbilang lemah dalam melawan bakteri Gram-positif, esktrak etanol dapat terbilang menunjukkan efek yang signifikan. Selain itu, adanya aktivitas sebagai sitotoksik terhadap sel-sel yang merugikan bagi tubuh menambah efeknya sebagai anti mikroba.

Ditemukan juga etil asetat pada ekstrak daun Ligustrum Cina yang dapat menghambat perkembangan enzim pengubah angiotensin dan endopeptidase netral secara signifikan. Oleh karena itu, Tumbuhan Ligustrum Cina dapat dikatakan sebagai anti mikroba. [7]

Kandungan estrak etanol dan etil asetatnya di dalamnya membuat Ligustrum Cina menjadi sumber anti mikroba.

Efek Samping Pada Ligustrum Cina

Terlepas dari manfaatnya yang sangat beragam, tentunya obat herbal dari tumbuhan Ligustrum Cina ini memiliki beberapa efek samping. Hal ini dapat terjadi apabila dalam penggunaan obat herbal dari tumbuhan ini kurang tepat atau tidak sesuai.

Untuk itu, sebaiknya perhatikan beberapa efek samping yang mungkin timbul dari obat herbal ini agar kita dapat lebih berhati-hati dalam mengonsumsinya. Berikut ini efek samping yang mungkin terjadi ketika mengonsumsi Tumbuhan Ligustrum Cina:

Sebagian besar orang yang mengonsumsi obat herbal dari tumbuhan Ligustrum Cina tidak mengalami efek samping yang parah. Namun, sebaiknya kita tetap memperhatikan efek samping tersebut agar tidak membahayakan kesehatan tubuh.

Efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan obat herbal tumbuhan Ligustrum Cina adalah alergi. Orang yang memiliki alergi terhadap keluarga Oleaceae disarankan untuk menghindari tumbuhan semak yang satu ini dikarenakan masih dalam satu famili.

Gejala alergi yang timbul biasanya flu dan reaksi mirip asma. Untuk itu, sebaiknya tidak mengonsumsi obat herbal dari tumbuhan tersebut.[8]

  • Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Selain menimbulkan efek samping berupa alergi, efek samping yang dapat ditimbulkan selanjutnya yaitu ditujukan bagi ibu hamil dan menyusui. Hal ini dikarenakan belum ada penelitian lebih lanjut tentang keamanan obat tersebut.

Untuk itu, penggunaannya tidak dianjurkan bagi ibu hamil maupun menyusui. Hal tersebut dilakukan guna menjaga keamanan bayi dan juga ibunya. [2,8]

Lakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsi obat ini agar tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan tubuh.

Tips Penggunaan Pada Ligustrum Cina

Mengingat akan banyaknya manfaat dari tumbuhan Ligustrum Cina, tentunya harus disertai dengan cara penggunaan yang tepat juga. Berikut ini tips penggunaan yang tepat pada Tumbuhan Ligustrum Cina :

Salah satu penggunaan dari tumbuhan Ligustrum Cina dapat dimanfaatkan sebagai teh herbal. Teh herbal ini berguna sebagai anti-inflamasi dan astringent, caranya cukup mudah yaitu dengan menyiapkan sebanyak 30 gram daun kering Ligustrum Cina.

Lalu tuangkan 500 ml air matang. Teh herbal tersebut dapat diminum tiga kali sehari. Biasanya teh herbal tersebut juga dicampur dengan bahan herbal lain, seperti astragalus.

Namun, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter agar penggunaannya tidak membayakan bagi tubuh. Selain itu, jangan meminum teh ini bersamaan dengan obat lain karena dapat mengurangi kemanjuran  atau menyebabkan toksisitas. [8]

  • Air Rebusan

Selain dapat digunakan sebagai teh herbal, tumbuhan Ligustrum Cina dapat dikonsumsi dengan cara direbus. Bagian dari tumbuhan Ligustrum Cina yang dapat direbus yaitu akar dan daunnya.

Cara ini merupakan salah satu cara yang umum dilakukan dari penggunaan obat herbal. Batas aman yang dianjurkan dari air rebusan ini berkisar antara 2 hingga 4 ons cairan.

Namun, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar tidak menimbulkan efek samping yang berlebih.[8]

Cara penggunaan yang tepat membantu kandungan yang terdapat di Ligustrum Cina dapat bekerja secara maksimal.

Tips Penyimpanan Pada Ligustrum Cina

Selain cara penggunaan pada Tumbuhan Ligustrum Cina haruslah tepat, begitupun dengan cara penyimpanannya. Hal ini dilakukan untuk memperpanjnag umur simpan dari tumbuhan Ligustrum Cina itu sendiri.

Selain itu, hal tersebut juga berfungsi untuk menjaga kandungan di dalamnya agar dalam berperan secara maksimal di dalam tubuh. Maka dari itu, simaklah berikut di bawah ini tips penyimpanan yang benar pada Tumbuhan Ligustrum Cina :

  • Dalam Bentuk Bubuk

Tumbuhan Ligustrum Cina merupakan salah satu tumbuhan yang dapat disimpan dalam bentuk bubuk. Hal ini dikarenakan umur simpannya pendek.

Untuk itu, dengan diolah menjadi bentuk bubuk diharapkan agar umur simpannya bertambah dan manfaat di dalamnya juga tetap terjaga. Tempatkan bubuk dari tumbuhan Ligustrum Cina dalam wadah tertutup atau kedap udara.

Selain itu, tempatkan di kondisi tempat yang kering. [8]

Cara penyimpanan yang tepat membuat tumbuhan Ligustrum Cina dapat digunakan dalam jangka panjang dan kandungan di dalamnya tetap terjaga.

1. Monika E Czerwinska, Katarzyna Duszak, Andrzej Parzonko. Chemical Composition And Uva Protecting Activity Of Extracts From Ligustrum Cina Leave. 58/2: 45–55. ACTA BIOLOGICA CRACOVIENSIA Series Botanica; 2016.
2. Enescu C.M., Loghin C.C., Ştefan V. Wild privet (Ligustrum vulgare L.): A Multipurpose Species with an important role in Forest Land Reclamation. Volume 19(1), 70- 73. Journal of Horticulture, Forestry and Biotechnology; 2015.
3. Guy L. Nesom. Taxonomic Overview Of Ligustrum (Oleaceae) Naturalizaed in north America North Of Mexico. 91(3): 467-482. Phytologia; 2009.
4. Milica Zlatković, Michael John Wingfield, Nenad Keča, Fahimeh Jami, Bernard Slippers. Diplodia seriata on Ligustrum vulgare L. in Serbia. Vol. 13(12): 1687-1689. Natural Product Communications; 2018.
5. George Dan Mogoşanu, Sandra Alice Buteică, Ştefana Oana Purcaru, Octavian Croitoru, Ada Maria Georgescu, Florentina Serban, Ligia Gabriela Tătăranu, Oana Alexandru, Anica Dricu. Rationale and in vitro efficacy of Ligustrum vulgare hydroalcoholic extract for the treatment of brain tumors. 9(8):8286-8296. Int J Clin Exp Pathol; 2016.
6. Teresa Delgadoa, Vanessa B. Paulab, Maria Graça Camposc, Nelson Farinhaa, André Caeiroe, Leticia M. Estevinhob, Ofélia Anjos. Screening of Biological Activities of Ligustrum lucidum Berries: a Comparative Approach. Vol. 13 (12):1685 - 1690. Natural Product Communications; 2018.
7. Anna Mackováa, Pavel Mučajia, Ute Widowitzb, Rudolf Bauer. In vitro Anti-inflammatory Activity of Ligustrum vulgare Extracts and Their Analytical Characterization. Vol. 8 (11):1509 - 1512. Natural Product Communications; 2013.
8. Aquélis Armiliato Emer, Marisa de Cacia Oliveira, Michelle, Melissa Althaus-Ottmann. Biochemical composition and germination capacity of Ligustrum lucidum ait. seeds in the process of biological invasion. Vol. 34(3): 353-357. Acta Scientiarum. Biological Sciences; 2012.

Share