Tindakan Medis

Ventilator: Manfaat, Risiko dan Cara Penggunaan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Semenjak pandemi covid-19, ventilator tidak asing di telinga kita, terutama saat terjadi lonjakan Covid-19 varian delta. Mungkin di masa itu anda sering mendengar kurangnya ventilator di rumah sakit, padahal banyak pasien covid-19 yang membutuhkannya.

Ventilator dikenal juga dengan sebutan alat respirator, mesin pernapasan dan ventilator mekanik. Ventilator merupakan alat yang fungsinya untuk membantu proses pernapasan saat seseorang tidak dapat bernapas normal, alat ini akan memompa oksigen ke paru-paru. [1]

Ventilator sebenarnya tak hanya dipakai untuk penderita pneumonia atau pada penderita covid-19, pasien yang baru menjalani operasi tertentu kadang-kadang juga membutuhkan ventilator. [2]

Jenis Ventilator

Ventilator dipasangkan ke pasien yang membutuhkan bantuan pernapasan, ada beberapa jenis ventilator yang berbeda, namun tujuan semua ventilator sama, yaitu untuk memberikan tekanan okisgen melalui jalan pernapasan menuju paru-paru.

Jalan pernapasan yang dimaksud adalah hidung, mulut, kerongkongan dan laring serta bronkus. Ada empat jenis ventilator, yaitu: [2]

  • Ventilator masker
  • Ventilator mekanik
  • Alat resusitasi manual
  • Ventilator trakeostomi

Dokter akan memilih jenis ventilator mana yang paling sesuai dengan kondisi atau kebutuhan pasien.

Siapa Yang Membutuhkan Ventilator

Gagal napas adalah keadaan yang sangat darurat dan sangat membahayakan keselamatan jiwa. Kurangnya oksigen yang masuk melalui jalan pernapasan dapat berakibat fatal pada otak, jantung, hati serta organ penting lainnya. Ventilator dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan oksigen yang tidak bisa didapatkan akibat terganggunya proses pernapasan yang seharusnya dapat terjadi alami.

Ada banyak penyebab mengapa seseorang bisa mengalami gagal napas, seseorang dengan kondisi medis tertentu atau seseorang yang mengalami suatu cedera serius bisa jadi membutuhkan ventilator. Beberapa kondisi di bawah ini bisa menyebabkan terganggunya pernapasan sehingga membutuhkan bantuan ventilator: [2]

Selain kondisi medis dan cedera, prosedur operasi tertentu yang menggunakan anastesi total kadang-kandang juga membutuhkan bantuan ventilator. Ventilator dibutuhkan karena beberapa obat bius dapat membuat pasien kesulitan bernapas dengan normal saat sedang dalam pengaruh bius. [1]

Manfaat Ventilator

Ventilator hanya bermanfaat bagi orang yang sangat membutuhkan bantuan pernapasan akibat tidak bisa bernapas normal. Ventilator akan menggantikan proses alami pernapasan pada seseorang dengan cara memompa udara menuju paru-paru.

Ventilator membantu menyelamatkan nyawa seseorang yang mengalami gagal napas, ventilator hanya dapat digunakan di rumah sakit karena hanya petugas medis yang dapat memasangnya, penggunaan ventilator pada pasien juga membutuhkan pengawasan tenaga medis atau dokter untuk mengatur tekanan oksigen yang tepat. Sebagai responden darurat, ambulans biasanya juga memiliki ventilator. [1, 2]

Risiko Menggunakan Ventilator

Ventilator adalah alat yang membantu menyelamatkan jiwa disaat seseorang tidak dapat bernapas alami atau mengalami kondisi medis tertentu, namun bukan berarti penggunaan ventilator tidak memiliki risiko. Permasalahan tersebut bisa disebabkan karena alat ventilatornya atau sebuah kondisi bisa terjadi karena penggunaan ventilator. [3]

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat penggunaan ventilator antara lain: [3]

  • Infeksi

Tabung pernapasan yang terpasang bersama ventilator juga memiliki risiko kemasukan bakteri, sehingga kantung udara pada dinding paru-paru dapat terkena infeksi. Tabung pada ventilator juga dapat menjadi penghalang batuk pada pasien sehingga kotoran pada paru-paru sulit menghilang.

Infeksi pada paru-paru ini bisa menyebabkan pneumonia, hal ini sangat berisiko bagi pasien karena kebanyakan pasien sudah memiliki kondisi medis yang tidak baik sebelum menggunakan ventilator. Infeksi juga dapat terjadi area lain seperti sinus. Jika infeksi terjadi, dokter pasti akan memberikan antibiotika untuk melawan bakteri.

  • Kerusakan Paru-paru

Salah satu alasan mengapa ventilator wajib dipasang dan diawasi oleh tenaga medis yang berkompeten karena diperlukan pengukuran tekanan oksigen yang tepat, kecepatan dan jumlah oksigen yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Pengukuran oksigen yang tidak tepat atau terlalu banyak dapat memperburuk kondisi paru-paru.

Kerusakan paru-paru dapat terjadi jika paru-paru terlalu lemah atau tekanan udara terlalu berlebihan, kerusakan paru-paru akibat ventilator seringkali disebut VALI atau cedera paru-paru.

  • Imobilitas

Pasien yang menggunakan ventilator tentu dalam keadaan tidak sadar atau ditidurkan, kondisi ini membuat pasien tidak bergerak karena harus tetap berada di tempat tidur.

Kondisi demikian dapat memicu infeksi kulit, otot melemah dan berisiko mengalami penggumpalan darah. Itulah mengapa, pasca ventilator dilepas pasien membutuhkan rehabilitasi fisik.

  • Kerusakan Pita Suara

Ketika saatnya ventilator dilepas prosesnya bisa melukai pita suara, radang pada saluran tenggorokan mungkin terjadi dan suara pasien biasanya serak.

Cara Penggunaan Ventilator

Ventilator memiliki beragam tipe atau jenis, maka cara penggunaannya juga berbeda-beda. Berikut cara penggunaan ventilator berdasarkan jenisnya. [2]

  • Ventilator Masker

Ventilator masker adalah jenis ventilator yang paling ringan, ventilator ini digunakan seperti masker wajah yang menutup hidung dan mulut yang dialiri oksigen. Ventilator ini digunakan pada orang yang kekurangan oksigen dalam kadar rendah. Ventilator jenis ini digunakan pada pasien covid-19 yang mengalami kesulitan bernapas.

  • Ventilator Mekanik

Ventilator mekanik adalah alat atau mesin yang menggantikan proses bernapas pada pasien. Penggunaan ventilator jenis ini hanya digunakan pada pasien yang sudah tidak dapat bernapas dengan sendirinya.

Cara kerjanya yaitu selang dipasang di sepanjang kerongkongan, tujuannya untuk memompa udara ke dalam paru-paru agar mendapatkan pasokan oksigen dan mengeluarkan karbondioksia, seperti halnya bernapas secara normal.

Untuk memasang ventilator mekanik dibutuhkan tenaga medis yang berkompeten, selama pasien menggunakan ventilator juga membutuhkan pengawasan tenaga medis untuk mengatur alat ventilator. Pasien covid-19 yang sudah kritis sangat membutuhkan ventilator mekanik.

  • Alat Resusitasi Manual

Alat ventilator ini bentuknya seperti kantong yang digunakan oleh tenaga medis dengan cara seperti memompa untuk memasukkan udara ke paru-paru. Alat ini biasanya dipakai jika pasien dalam keadaan darurat. Digunakan hanya sementara hingga ventilator mekanik dipasangkan.

  • Ventilator Trakeostomi

Trakseostomi adalah teknik melubangi kerongkongan dengan tujuan membuat atau membuka saluran pernapasan. Tabung atau selang diletakkan pada lubang tersebut untuk menggantikan pernapasan melalui hidung dan mulut.

Ventilator mekanik juga dapat disambungkan melalui lubang tersebut, biasanya hal ini dilakukan jika pasien membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menggunakan ventilator.

Seseorang dengan kondisi medis tertentu membutuhkan dukungan ventilator mekanik sepanjang hidupnya, misalnya seperti kondisi koma. Maka ventilator jenis ini bisa juga dipasang sebagai perawatan jangka panjang di rumah, tentu saja dengan pengawasan dokter atu tenaga medis.

1. Fred Aleskerov, MD & Noreen Iftikhar, MDWhat Is a Ventilator and When Is It Needed?. Healthline; 2021.
2. Megan Soliman, MD & Helen MillarWhat ventilators do and their role in COVID-19. Medical News Today; 2021.
3. Brunilda Nazario, MD. Complications of Ventilator Use. Web MD; 2021.

Share