Makanan, Minuman dan Herbal

Daun Kentut: Manfaat – Efek Samping dan Tips Penggunaan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sekilas Tentang Daun Kentut

Tumbuhan daun kentut merupakan salah satu tumbuhan yang termasuk ke famili Rubiaceae. Disebut dengan daun kentut dikarenakan bau busuk yang tercium ketika daunnya ditumbuk atau dihaluskan.

Hal ini dikarenakan adanya senyawa berupa metil merkaptan yang terkandung di dalamnya sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap, menyerupai kentut. Tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Paederia foetida linn. ini juga sering dikenal dengan beberapa nama, seperti gandhavadulia dan skunkvine.

Tumbuhan asal India ini dapat tumbuh dengan cepat dan biasanya tumbuh di pepohonan atau semak belukar di ketinggian 1800 meter. Daun kentut juga telah digunakan dalam pengobatan tradisional Ayuverda untuk mengobati berbagai penyakit selama dekade terakhir. [2,5]

Karakteristik Pada Daun Kentut

Daun Kentut

Sama halnya dengan jenis Paederia lainnya, daun kentut memiliki karakteristik yang hampir mirip. Tumbuhan herbal ini tumbuh merambat dan memiliki panjang 1,5 hingga 7 meter.

Daunnya sederhana berbentuk bulat telur dengan 6-10 cm dan lebar 3,5-5 cm. Daun pada tumbuhan ini tersusun secara berlawanan dengan pangkalnya yang berbentuk menyerupai hati.

Ketika muda, batangnya berwarna keunguan atau coklat kemerahan. Sedangkan ketika tua, batangnya berwarna coklat kekuningan sampai keabu-abuan, dan halus dan mengkilat.

Daun dan batang pada tumbuhan ini memiliki bau yang tidak sedap, terutama saat dihancurkan. Perbungaan terdiri dari terminal, majemuk dan memiliki daun kelopak tambahan yang sangat bervariasi.

Bunganya biseksual dan memiliki kelopak silindris hingga berbentuk lonceng. Umumnya, bunga pada daun kentut berwarna merah muda keabu-abuan atau ungu.

Sedangkan buahnya berwarna coklat mengkilap dengan diameter 4-6 mm. Dinding buahnya tipis, kering dan rapuh. [2,3]

Kandungan Gizi Pada Daun Kentut

Berikut ini kandungan gizi yang terdapat pada daun kentut:

NamaJumlahUnit
Kuesertin2.86%
Myricetin2.08%
Kaempferol5.97%
Isorhametin2.7%
Asam Ascorbic2.52mg
Acetone28.5mg

Menurut tabel kandungan gizi diatas menunjukkan bahwa daun kentut memiliki kandungan kuesertin yang cukup tinggi. Hal ini memungkinkan daun kentut dapat digunakan untuk mengatasi sel-sel kanker didalam tubuh dikarenakan kuesertinmemiliki sifat sitotoksik yang dapat membunuh sel kanker [1].

Kandungan Senyawa Pada Daun Kentut

Sebagai tanaman herbal, tentunya daun kentut memiliki kandungan senyawa yang luar biasa di dalamnya. Di dalam daun kentut terdapat beberapa senyawa penting, yaitu iridoid glikosida, sitosterol, stigmasterol, alkaloid, karbohidrat, protein, amino, steroid, dan sebagainya.

Senyawa-senyawa itulah yang membuat daun kentut memiliki banyak manfaat untuk mengobati berbagai penyakit yang membahayakan tubuh. Salah satunya, senyawa fenolik di dalamnya menimbulkan aktivitas antioksidan yang berperan penting bagi kesehatan tubuh. [4,5]

Daun kentut mengandung berbagai senyawa penting di dalamnya yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Manfaat Kesehatan Pada Daun Kentut

Terlepas dari kandungan senyawanya yang beragam, tentunya daun kentut memiliki manfaat yang beragam pula. Hal ini dikarenakan kandungan senyawa di dalamnya yang mampu memberikan efek yang baik bagi tubuh.

Untuk itu, berikut di bawah ini beberapa manfaat kesehatan pada daun kentut:

  • Sebagai Antioksidan

Dalam penggunaannya, daun kentut memiliki manfaat yang beragam. Salah satunya dapat dijadikan sebagai antioksidan.

Seperti yang kita ketahui, antioksidan memiliki peran yang penting dalam menangkal radikal bebas. Dimana radikal bebas tersebut dapat menjadi salah satu penyebab timbulnya berbagai penyakit.

Untuk itu, diperlukan adanya antioksidan untuk melawan radikal bebas tersebut. Daun kentut dapat dijadikan sebagai salah satu sumber antioksidan yang baik.

Hal tersebut dikarenakan adanya senyawa fenolik di dalamnya. Bahkan, karena kadar fenoliknya yang tinggi membuat tumbuhan ini memiliki aktivitas antioksidan yang cukup baik. [2,6]

Kandungan fenolik pada daun kentut membuatnya memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang cukup baik. 
  • Sebagai Anti Inflamasi

Selain memiliki manfaat sebagai antioksidan, daun kentut juga memiliki manfaat lain, yaitu sebagai anti inflamasi. Dimana, anti inflamasi atau yang lebih sering disebut sebagai antiradang ini dapat mengurangi rasa nyeri.

Pada ekstrak daun kentut ini dipercaya memiliki aktivitas anti inflamasi yang cukup baik. Hal ini diperoleh dari ekstrak metanol daun kentut yang menunjukkan penghambatan yang signifikan, yaitu sekitar 59 persen.

Oleh karena itu, tumbuhan tersebut dinilai memiliki efektivitas yang cukup tinggi. Bahkan, daun kentut dinilai dapat mengobati amavata, penyakit yang serupa dengan rheumatoid arthritis.

Jadi, tak ada salahnya jika menjadikan tumbuhan yang satu ini sebagai anti inflamasi. [2,6]

Manfaat lainnya dari daun kentut yaitu dapat menyembuhkan diare. Penggunaannya untuk mengobati penyakit tersebut telah dikenal sejak lama.

Kemanjuran obat herbal dari daun kentut ini juga tak perlu diragukan lagi. Di dalam daun kentut ditemukan adanya beberapa senyawa penting meliputi tanin, alkanoid, flavonoid, dan sterol.

Dimana senyawa-senyawa itulah yang bertanggung jawab atas efek antidiare yang ditimbulkan dari daun kentut. Efek antidiare tersebut dinilai mampu melakukan penghambatan yang signifikan dari mortilitas gastrointestinal dan kegiatan enteropooling sehingga dapat mengobati diare. [2,7]

Daun kentut dapat mengobati diare karena didalamnya terdapat beberapa senyawa penting, seperti tanin, alkanoid, flavonoid, dan sterol.
  • Obat Cacingan

Manfaat selanjutnya dari tumbuhan yang berasal dari India ini yaitu sebagai obat cacingan. Penyakit cacingan sendiri merupakan infeksi cacing di dalam tubuh manusia.

Biasanya penyakit ini timbul dikarenakan beberapa faktor, diantaranya memakan makanan mentah atau berjalan tanpa alasa kaki. Dimana, tanpa disadari di dalamnya terkandung cacing.

Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan daun kentut. Hal ini dikarenakan daun kentut memiliki sifat antihelmintik sehingga dapat mengobati cacingan.

Sifat itulah yang akan mematikan cacing dalam tubuh dan mengeluarkannya bersama feses. [2]

Manfaat terakhir dari tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Paederia foetida linn. ini ialah dapat meredakan batuk. Tentunya, setiap orang pernah mengalami kondisi tersebut.

Batuk dapat disebabkan oleh debu atau alergen lain yang masuk ke tenggorokan. Batuk terkadang juga dapat diindikasikan sebagai gejala munculnya penyakit lain.

Namun, tak perlu khawatir karena daun kentut ini dipercaya dapat meredakan batuk. Hal tersebut dikarenakan tumbuhan yang satu ini memiliki sifat antitusif.

Dengan sifat tersebut, tumbuhan ini mampu meredakan batuk secara signifikan yang ditandai dengan penurunan intensitas dan frekuensi batuk. Oleh karena itu, daun kentut dapat menjadi salah satu alternatif alami untuk meredakan batuk. [2,6]

Efek Samping Pada Daun Kentut

Selain memiliki manfaat yang luar biasa, daun kentut juga memiliki efek samping. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Salah satunya, dosis pada penggunaannya yang kurang tepat sehingga memberikan efek yang kurang baik bagi tubuh. Untuk itu, alangkah baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu efek samping yang mungkin dapat ditimbulkan dari penggunaan daun kentut ini.

Berikut di bawah ini beberapa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan daun kentut:

  • Kanker

Meskipun memiliki manfaat yang beragam, daun kentut juga memiliki efek samping dari penggunaannya. Salah satunya yaitu dapat memicu tumbuhnya sel kanker.

Hal ini dikarenakan kandungan flavonoid yang tinggi pada daun kentut. Apabila dikonsumsi secara berlebihan, secara tidak langsung akan merangsang pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Untuk itu, konsumsilah ramuan ini dalam dosis yang aman. Lakukan juga konsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi ramuan ini.

Hal ini bertujuan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. [6]

  • Gangguan Gastrointestinal

Selain memicu pertumbuhan sel kanker pada tubuh, daun kentut juga dapat mengakibatkan gangguan gastrointestinal. Meskipun daun kentut juga digunakan untuk mengobati diare, namun apabila daun kentut dikonsumsi secara berlebihan maka akan menimbulkan efek samping.

Oleh karena itu, konsumsilah daun kentut secukupnya agar tidak memberikan efek yang buruk bagi tubuh. Apabila menginginkan dosis yang akurat, sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter.

Hal tersebut juga dilakukan agar penggunaannya aman dan menimbulkan efek yang buruk bagi tubuh. [6]

Daun kentut akan menimbulkan efek samping apabila penggunaannya tidak tepat. 

Tips Penggunaan Pada Daun Kentut

Sejak dahulu, daun kentut telah digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit dalam pengobatan tradisional. Tentunya, hal tersebut disertai dengan cara penggunaan yang tepat pada daun kentut.

Hal tersebut dilakukan agar senyawa di dalamnya dapat berperan secara maksimal bagi tubuh. Berikut ini tips penggunaan pada daun kentut:

  • Air Rebusan

Daun kentut dapat digunakan dengan berbagai cara. Salah satunya yaitu dengan meminum air rebusannya.

Cara yang satu ini merupakan cara yang lumrah digunakan dalam pengobatan tradisional. Bagian tumbuhan dari daun kentut yang dapat direbus yaitu akar, daun, dan kulit kayunya.

Manfaat dari ramuan tersebut juga beragam. Contohnya, air rebusan daun kentut dapat digunakan rematik dan nyeri sendi. Sedangkan air rebusan kulit kayunya dapat mengobati emetik.

Cara pengolahannya juga cukup mudah, yaitu dengan menyiapkan beberapa helai daun kentut dan cuci bersih menggunakan air mengalir. Setelah itu, tuangkan air sebanyak 100 ml ke dalam panci.

Ketika sudah mendidih, masukkan daun kentut dan tunggu beberapa saat. Kemudian, matikan kompor, saringlah dan air rebusan daun kentut siap disajikan.

Ramuan dari daun kentut ini dapat diminum sekali dalam sehari. [2]

  • Dihaluskan

Selain dimanfaatkan air rebusannya, daun kentut juga dapat digunakan dengan cara dihaluskan. Bagian dari daun kentut yang biasanya dihaluskan ialah daunnya.

Metode yang satu ini biasanya digunakan pada penggunaan luar. Cara pengolahannya juga terbilang cukup mudah. Pertama-tama siapkan daun kentut yang sebelumnya telah dicuci dengan air mengalir.

Hal ini bertujuan agar bakteri yang menempel di daunnya terangkat. Setelah itu, tumbuk daun kentut hingga teksturnya halus dan tumbukan tersebut siap dioleskan.

Biasanya tumbukan daun ini digunakan untuk mengobati perut kembung. [2]

Cara penggunaan yang tepat pada daun kentut dilakukan agar manfaat di dalamnya dapat berperan secara maksimal. 

Tips Penyimpanan Pada Daun Kentut

Selain cara penggunaannya yang harus tepat, cara penyimpanan pada daun kentut juga perlu diperhatikan. Hal ini dilakukan agar senyawa di dalamnya tetap terjaga sehingga dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.

Untuk itu, berikut di bawah ini tips penyimpanan pada daun kentut:

  • Disimpan Dalam Bentuk Kering

Tumbuhan daun kentut merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki umur simpan yang pendek. Untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang, sebaiknya daun kentut dikeringkan terlebih dahulu.

Tentunya hal ini bertujuan untuk memperpanjang umur simpan dari daun kentut itu sendiri. Selain itu, hal tersebut juga dilakukan agar kandungan senyawa di dalamnya tetap terjaga sehingga dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Ketersediaan daun kentut kering ini juga banyak dijumpai di pasaran sehingga mudah didapatkan. Jangan lupa untuk menyimpan daun kentut ini di wadah tertutup dan lingkungan yang sejuk. [2]

Daun kentut disimpan dalam bentuk kering agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. 

1. Subhashree Satapathy, G. Pattnaik. Antioxidant and HPLC analysis of an Indian Medicinal Herb: Paederia foetida L. (Prasarini). Semantic Scholar; 2019.
2. Chauhan Khushbu, Patel Anar, Patel Mayuree, Macwan Carol, Solanki Roshni, Adeshara Subodh. Paederia foetida Linn. As a potential medicinal plant : A Review. 3(12),3135-3137. Journal of Pharmacy Research; 2010.
3. Sandeep Shetti, Dinesh Kumar Chellappan, Indra Prakash Sharma, Anandarajagopal Kalusalingam. Pharmacognostical profile of paederia foetida linn. leaves. Vol. 3(7): 2075-2081. International Journal Pharmaceutical Sciences and Research; 2012.
4. N. Uddin, M. K. Hossain, M. R. Haque, C. M. Hasan. Chemical Investigation of Paederia foetidae (Rubiaceae). Vol. 25, No.2: 1163-1164. Asian Journal of Chemistry; 2013.
5. DK Patel. Paederia Foetida Linn.: A Potential Climbing Medicinal Herb in Central India. 6(5): 118-124. International Journal Environmental Sciences & Natural Resources; 2017.
6. Liang Wanga, Yiping Jianga, Ting Han, Chengjian Zhenga, Luping Qin. A Phytochemical, Pharmacological and Clinical Profile of Paederia foetida and P. scandens. Vol. 9 No. 6: 879 - 886. Natural Product Communications; 2014.
7. Kishor Mazumder, Ziku K Dey, Suparna Dey, MD Solayman Hossain, Sadiur Rahman Sajon, KM Delowar Hossain. Phytochemical screening & evaluation of anti diarrheal mode of action of leaves extracts of Paederia foetida linn. 11(5):304‒309. International Journal of Complementary & Alternative Medicine; 2018.
8. Silpi Chanda, Indira P Sarethy, Biplab De, Kuldeep Singh. Paederia foetida - a promising ethno-medicinal tribal plant of north eastern India. 24(4): 801−808. Journal of Forestry Research; 2013.

Share