Hidup Sehat

11 Efek Samping Onani Bagi Kesehatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Masturbasi merupakan hal yang normal dalam aktivita seksual. Terdapat berbagai mitos mengenai efek samping masturbasi seperti kebutaan, impotensi di kemudian hari, disfungsi ereksi, infertilitas, yang

Onani atau masturbasi adalah hal yang sering dilakukan dan memiliki beberapa efek samping yang buruk. Onani adalah keadaan kondisi dimana seseorang menstimulasi organ kelamin untuk gairah seksual, dimana dapat mengarah kepada orgasme. [2]

Beberapa alasan seseorang melakukan onani adalah [1];

  • Rasa bosan dan kesepian
  • Pubertas terlalu dini
  • Adanya stimulus dari lingkungan, misalnya dari majalah, buku, film, gambar yang dilihat, serta percakapan di sekitar.
  • Pakaian yang tidak sesuai, misalkan penggunaan celana yang ketat dapat meningkatkan keinginan seseorang untuk melakukan onani.

Riset menemukan bahwa diantara remaja berusia 14 sampai 17 tahun di Amerika, sekitar 74% pria dan 48% wanita melakukan masturbasi. Diantara orang tua, 63% pria dan 32% wanita di usia 57 sampai 64 melakukan masturbasi. [2]

Seseorang memulai masturbasi diusia 8 sampai 10 tahun. Banyak remaja memiliki pandangan negatif mengenai onani, namun mereka tetap melakukannya. [1]

Onani tidaklah membahayakan. Beberapa orang mungkin mengalami kulit terluka atau sakit jika terlalu kasar. Gejala seseorang yang ketergantungan dengan onani adalah pucat, kantung mata besar, kelelahan yang dasyat, mudah lupa, ansietas, depresi, amarah, dan gemetar. [1,2]

Onani yang berlebihan memang dapat menyebabkan beberapa efek samping. Berikut adalah efek negatif dari onani. [2]

1. Adiktif Terhadap Onani

Sebagian besar ahli kesehatan percaya bahwa onani adalah aktivitas yang sehat, namun faktanya onani dapat menyebabkan kerusakan secara psikologi maupun biologis. Terlalu adiktif terhadap sesuatu pasti memiliki dampak buruk. [3]

2. Penurunan Sensitivitas Seksual

Jika seorang pria melakukan onani dengan agresif, seperti memegang penisnya terlalu kencang, maka mereka dapat mengalami penurunan sensasi seksual. [2]

3. Kanker Prostat

Onani dapat meningkatkan risiko dari kanker prostat. Studi tahun 2008 menemukan bahwa seorang pria yang sering melakukan aktivitas seksual diusia 20 tahunan sampai 30 tahunan dapat meningkatkan risiko kanker prostat, terutama jika pria tersebut melakukan onani secara reguler. [2]

4. Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Sekali seseorang telah menikmati serta terpenuhi aktivitas seksualnya melalui onani sendiri, mereka akan cenderung untuk meminta waktu sendiri secara terus-menerus bahkan di sela-sela pekerjaan. [3]

Pada beberapa individu, onani dapat berdampak lebih dari sekedar hasrat gairah saja. Efek tersebut dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari, seperti [2] :

  • Telat pergi kerja, sekolah, atau acara penting
  • Mengganggu rutinitas sehari-hari
  • Mengganggu hubungan dan tanggung jawab
  • Menyediakan pelarian dari masalah hubungan atau pengganti pengalaman berhubungan yang sebenarnya

5. Perasaan Bersalah

Beberapa orang yang khawatir bahwa onani konflik dengan agama, spiritual, atau budaya kepercaan, dapat berdampak pada perasaan bersalah. [2]

Diskusikan perasaan bersalah dengan teman, pekerja medis profesional, atau terapis yang fokus di masalah seksual untuk membantu meredakan perasaan bersalah yang berlebihan. [2]

6. Sakit Punggung

Pada beberapa kasus, seseorang yang onani terlalu banyak dilaporkan mengalami sakit punggung belakang. Bahkan, beberapa orang mengalami nyeri di area pelvis dekat tulang ekor. [3]

Rasa sakit dibagian kelamin ataupun testis juga bukanlah hal baru jika anda melakukan onani terlalu banyak. Terakhir, onani yang terlalu sering dapat menyebabkan penipisan serta kerontokkan rambut walaupun hal ini perlu diteliti lebih lanjut. [3]

7. Gangguan Fisik dan Organ Kelamin

Seseorang yang sering melakukan onani dapat menyebabkan penurunan kemampuan ereksi dan ketidakmampuan berhubungan dalam waktu yang lama. Kondisi ini disebabkan karena penggunaan otot pada area panggul dan organ kelamin yang berlebihan menyebabkan penis menjadi lebih lemah. [3]

Jika seorang pria onani dalam waktu yang singkat, pria tersebut mungkin mengalami sedikit pembengkakan di penis yang disebut edema. Pembengkakam ini umumnya dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. [2]

Pada beberapa kasus, seseorang yang onani dilaporkan tidak dapat menikmati hubungan seks dengan pasangannya kembali karena lebih nikmat untuk melakukannya sendiri. [3]

8. Infeksi Urin

Seseorang yang terlaporkan inkontinensia urin atau ketidakmampuan untuk mengontrol pelepasan urin dapat disebabkan karena onani yang berlebihan.

9. Kerusakan Fisik

  • Penurunan Kekuatan Fisik

Konsekuensi alami dari onani adalah kelelahan. Jika seseorang sudah terbiasa melakukan onani, orang tersebut akan selalu merasa lelah. Rasa lelah ini adalah hasil dari pelemahan tubuh manusia, penurunan kemampuan sistem imun untuk melawan penyakit, serta orang tersebut menua lebih cepat. [1]

  • Pengelihatan Memburuk

Onani dapat menyebabkan penurunan kemampuan pengelihatan secara bertahap. Studi menunjukkan bahwa orang yang melakukan onani memiliki kemungkinan merasa pusing, nyeri pada mata, dan bahkan penurunan kemampuan mata. [1]

  • Kerusakan Organ Kelamin dan Impoten

Onani dapat menyebabkan kerusakan besar terhadap organ seksual, diantaranya ejakulasi prematur, impoten, gangguan hormon seks dan gangguan kelamin, penyakit menular seksual, dan kemungkinan infertilitas.

10. Gangguan Mental dan Psikologi

  • Kekurangan Ingatan dan Mudah Lupa

Seperti yang telah disebutkan, satu dari konsekuensi masturbasi adalah kelemahan kekuatan fisik dimana sebuah akibat dari gangguan di otak. Seseorang yang mengalami ketergantungan dengan onani dapat linglung dan tidak bisa konsentrasi dengan baik, karena otaknya rusak akibat onani. [1]

  • Agresi dan Kemarahan

Seseorang yang mengalami ketergantungan terhadap onani dapat dengan mudah terganggu, tidak tertarik dengan pembicaraan di sekeliling, lekas marah, membenci nasihat orang-orang dan tidak logis. [1]

11. Gangguan Sosial

Seseorang yang mengalami ketergantungan dengan masturbasi cenderung memilih untuk sendirian dan tidak menikmati situasi dalam kelompok.

Kehidupan sosial orang yang sering melakukan onani ini menjadi melemah dan tidak lagi menjadi manusia yang kreatif. Kedepannya, penderita akan mengalami masalah sosial dengan keluarga dan lingkungan. [1]

Mitos Mengenai Onani

Banyak mitor yang beredar mengenai onani. Walaupun banyak diantaranya sudah dibantah beberapa kali, mitos ini kembali muncul lagi. [2]

Kebanyakan mitos mengenai onani tidak didukung oleh sains. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa onani menyebabkan efek samping yang dimitoskan. Masturbasi tidak akan menyebabkan [2] :

  • Buta
  • Telapak tangan berambut
  • Impoten berat
  • Disfungsi erektil
  • Pengecilan penis
  • Kelengkungan penis
  • Penurunan jumlah sperma yang drastis
  • Infertilitas
  • Gangguan mental
  • Kelemahan fisik yang berat

Beberapa pasangan khawatir mengenai hubungan mereka menjadi tidak memuaskan jika salah satu dari antaranya melakukan onani. Konsep ini hanyalah mitos.

Banyak pria dan wanita tetap melakukan onani sendiri ataupun bersama walaupun mereka sudah dalam suatu hubungan atau pernikahan. Hal ini tetap membuat mereka menikmati hubungan mereka. Akhir kata, onani boleh dilakukan asalkan tidak berlebihan. [2]

1. A. Shekarey, M. Sedaghat Rostami, Kh. Mazdai, A. Mohammadi. Masturbation: Prevention & Treatment. SciVerse Science Direct; 2011.
2. Janet Brito, Ph.D., LCSW, CST. & Hannah Nichols. Are There Side Effects to Masturbation? Medical News Today; 2020.
3. Sathya Narayanan. Masturbation Side Effects for Men and Women. Speaking Tree In; 2018.

Share