Makanan, Minuman dan Herbal

4 Makanan yang Harus Dihindari Pasca Operasi Katarak

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kehilangan suatu penglihatan dikarenakan katarak memang sangat umum terjadi. Tetapi untungnya hal tersebut dapat diatasi degan melakukan operasi katarak yang tidak menimbulkan rasa sakit. Dengan mengganti lensa alami pada mata dengan lensa buatan, operasi katarak ini diharapkan dapat mengembalikan penglihatan menjadi pulih.

Peneliti mengatakan bahwa katarak telah mengurangi penglihatan sebanyak 80 jutaorag serta membutakan 18 juta orang diantaranya di dunia. Angka yang sangat besar tersebut ditakutkan akan terus meningkat seiring meningkatnya demografis dan pemilik masalah metabolisme karbohidrat[1]. Namun, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, operasi katarak ini bisa menyembuhkan penglihatan secara perlahan.

Setelah menyelesaikan operasi mata katarak, Anda akan dapat melihat dengan lebih jernih daripada sebelumnya. Namun, Anda juga harus memperhatikan banyak hal. Salah satunya adalah mengetahui mana yang boleh dan tidak boleh dimakan pasca operasi katarak. Berikut ini jenis makanan yang harus dihindari pasca operasi katarak.

1. Karbohidrat

Makanan pertama yang sebaiknya harus Anda hindari setelah melakukan operasi mata katarak adalah makanan yang mengandung tinggi karbohidrat. Makanan yang tinggi karbohidrat pada umumnya dapat meningkatkan kadar glukosa dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan adanya kerusakan pembuluh darah yang ada di mata. Jika terjadi kerusakan pada pembuluh darah, maka waktu pemulihan pasca akan melambat.[2]

Data dari Melbourne Visual Impairment Project menunjukkan bahwa orang yang banyak mengonsumsi karbohidrat beresiko tiga kali lipat lebih besar terkena katarak dibanding yang paling sedikit mengonsumsi karbohidrat. Dari penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pantangan makanan pertama yang sebisa mungkin dihindari adalah makanan yang mengandung tinggi karbohidrat.[1]

Selain itu, pemicu katarak umumnya mereka yang memiliki penyakit diabetes. Seperti yang kita ketahui bahwa diabetes merupakan suatu penyakit dimana tingkat gula darah pada tubuh terlampau tinggi. Dengan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, maka kadar glukosa juga akan ikut meningkat. Hal tersebut merupakan salah satu pemicu katarak yang harus dihindari apalagi setelah melakukan operasi katarak.

2. Makanan yang Mengandung LIPID

Dalam Studi Mata Blue Mountains, sebanyak 30% penurunan risiko katarak kortikal dapat dialami oleh subjek yang mengonsumsi lebih dari 6,8 g/hari lemak tak jenuh ganda atau lipid. Sedangkan sebaliknya, peningkatan risiko katarak nuklear 2,3 kali lipat ditemukan di NVP/NHS untuk orang dengan asupan lemak yang sama lebih tinggi dari banyaknya kandungan sebelumnya[1].

Dalam studi penelitian EPIC juga mengatakan bahwa penyakit katarak jenis apa saja akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan kadar lemak jenuh. Selain dari penelitian yang telah disebutkan sebelumnya, masih banyak peningkatan katarak yang juga disebabkan oleh makanan yang mengandung LIPID tinggi[1].

Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan yakni tentang katarak, dapat disimpulkan bahwa lipid juga termasuk ke dalam salah satu makanan pantangan yang harus dihindari setelah operasi mata katarak. Apapun jenis kataraknya, sebisa mungkin untuk menghindari makanan tersebut sampai benar-benar sembuh total dari pemulihan operasi[1].

3. Protein

Analisis retrospektif menunjukkan bahwa subjek yang mengonsumsi sekitar 99 g protein per hari mengalami penurunan risiko katarak nuklear sebesar 50% (95% CI: 0,30-0,80) dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi sedikit protein per hari. Data tersebut diambil dari penelitian yang dilakukan oleh Blue Montains Eye Study dengan jumlah sebanayak 4.888 subjek. Dan juga  penelitian yang dilakukan oleh EPIC dengan jumlah subjek sebanyak 27.670. [1]

Hingga saat ini peneliti masih belum dapat menemukan kejelasan terkait mengapa peningkatan asupan protein dapat meningkatkan resiko katarak. Namun, faktanya peningkatan asupan protein mungkin saja mencerminkan peningkatan asupan energi total dimana hal tersebut justru cenderung meningkatkan resiko katarak.

Dari penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa setelah menjalani operasi katarak, ada baiknya untuk tidak mengonsumsi makanan berprotein cukup tinggi terlebih dahulu. Namun, ada baiknya jik Anda berkonsultasi terhadap dokter spesialis mata untuk mengonfirmasi hal tersebut.

4. Makanan Pedas

Pantangan makanan terakhir yang juga sebisa mungkin Anda hindari setelah melakukan operasi katarak adalah makanan pedas. Pada dasarnya, operasi mata tentu akan meninggalkan bekas luka pada mata. Bekas luka tersebut sebaiknya dibiarkan sampai sembuh dan tidak terkena hal-hal yang membuat luka lambat memulih[1].

Makanan pedas yang dikonsumsi umumnya akan membuat produksi keringat bermunculan, salah satunya di area wajah. Produksi keringat tersebut memiliki kandungan asam di dalamnya. Kandungan asam jika terkena mata justru akan membuat luka semakin lama pulih. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari makanan pedas setelah operasi katarak. Tunggu hingga bekas luka pasca operasi benar-benar telah membaik.[1]

Walaupun telah didukung oleh beberapa penilitian, tetapi tidak sepenuhnya orang percaya bahwa operasi katarak memiliki pantangan khususnya pada makanan. Ada juga pihak yang mengatakan bahwa saat ini sudah tidak ada pantangan makanan yang harus dihindari pasca operasi katarak. Untuk memastikannya, cobalah berkonsultasi kepada dokter spesialis mata terkait kebenarannya agar Anda mendapatkan informasi yang jelas dan terarah[1].

1) Karen A Weikel, Caren Garber, Alyssa Baburins, Allenn Taylor. Ncbi.nlm.nih.gov. Nutritional modulation of cataract. 2014.
2) Lisa Mclntire. Heartoftexaseye.com After Cataract Sugery: Dos and Dosn't, 2020.

Share