Makanan, Minuman dan Herbal

6 Efek Samping Kebanyakan Natrium Benzoat

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Natrium benzoat atau sodium benzoat dikenal sebagai bahan makanan yang digunakan untuk pengawet dalam makanan atau minuman olahan. Natrium benzoat berfungsi untuk memperpanjang umur simpan suatu makanan.[1]

Dalam industri makanan, natrium benzoat digunakan untuk mencegah pembusukan dari bakteri berbahaya, ragi, dan jamur, juga untuk menjaga kesegaran makanan dengan membantu memperlambat atau mencegah perubahan warna, rasa, PH, dan tekstur. Sedangkan di dunia medis, Natrium benzoat digunakan sebagai pengawet dalam beberapa obat bebas dan resep, terutama dalam obat-obatan cair seperti sirup obat batuk.[1]

Secara fisik, natrium benzoat berbentuk bubuk kristal dan tidak berbau, dibuat dengan menggabungkan asam benzoat yang merupakan pengawet yang baik dan natrium hidroksida untuk membatunya larut dalam produk.[1]Berikut ini efek samping dari penggunaan natrium benzoat yang terlalu berlebihan bagi kesehatan tubuh.

1. Berpotensial menyebabkan kanker

Kekhawatiran besar atas penggunaan natrium benzoat ialah adanya kemampuannya yang dapat berubah menjadi benzena yang merupakan zat karsinogen yang berbahaya. Karsinogen adalah bahan kimia atau fisik tertentu yang memiliki kemampuan untuk menyebabkan kanker pada individu yang terpapar agen tersebut.[2]

Pembentukan benzena ini terjadi akibat natrium benzonat yang dicampur dengan vitamin C (asam askorbat).[3] Hal ini sering ditemui pada minuman bersoda dan bahkan minuman diet lebih rentan terhadap pembentukan benzane, layaknya gula dalam soda.[4]

2. Peradangan

Terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung natrium benzoat dapat berpotensi menyebabkan peradangan pada tubuh. Hal ini didasari pada sebuah penelitian pada hewan yang menunjukkan bahwa natrium benzoat dapat mengaktifkan jalur inflamasi dalam tubuh secara proporsional dengan jumlah yang dikonsumsi.[5]

Sehingga natrium benzoat dapat menyebabkan sensitisasi, peradangan jaringan, dan faktor risiko potensial dalam pengembangan beberapa penyakit kronis.[5] Inflamasi ini juga termasuk peradangan yang mendorong perkembangan kanker.[5]

3. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Natrium benzoat yang dikonsumsi secara sering dan tinggi ternyata berpotensi menimbulkan gejala yang serupa dengan ADHD. ADHD adalah salah satu gangguan perkembangan saraf yang paling umum pada masa kanak-kanak.[14] Anak-anak dengan ADHD mungkin mengalami kesulitan memperhatikan, mengendalikan perilaku impulsif (mungkin bertindak tanpa memikirkan apa akibatnya), atau terlalu aktif.[14]

Sebuah studi menyatakan bahwa asupan tinggi minuman kaya natrium benzoat dapat berkontribusi pada gejala terkait ADHD.[6] Hal tersebut didasarkan pada data seorang siswa yang memiliki asupan natrium benzoat lebih tinggi dibandingkan yang lain, secara signifikan memiliki keterkaitan dengan gejala terkait ADHD.[6]

4. Kontrol nafsu makan hingga obesitas

Dalam sebuah studi menunjukkan bahwa paparan natrium benzoat dapat menurunkan pelepasan leptin, atau hormon penekan nafsu makan. Penurunan yang terjadi adalah sekitar 49% hingga 70%, berbanding lurus dengan paparan.[7]

Penurunan pelepasan leptin selama konsumsi bahan tambahan makanan natrium benzoat yang diturunkan dari nutrisi dapat menurunkan jumlah leptin yang bersirkulasi yang terpapar pada sistem saraf pusat dan oleh karena itu dapat berkontribusi pada lingkungan obesogenik.[7] Sehingga, makanan atau minuman yang mengandung natrium benzoat ini dapat meningkatkan risiko obesitas.[7]

5. Stress oksidatif

Natrium benzoat berpotensi menyebabkan stres oksidatif bagi yang terlalu banyak mengkonsumsinya.[1] Stres oksidatif adalah keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya.[8] Akibatnya intensitas proses oksidasi sel-sel tubuh normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak.[8]

Penemuan ini didasari pada sebuah studi yang menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi natrium benzoat dalam tubuh, semakin banyak radikal bebas yang terbentuk. Radikal bebas dapat merusak sel dan meningkatkan risiko penyakit kronis.[9]

6. Alergi

Sebagian kecil orang ada yang hipersensitif terhadap pengawet seperti natrium benzoat dan akan mengalami reaksi alergi setelah mengkonsumsi produk yang mengandung natrium benzoat.[10] Orang yang sensitif terhadap natrium benzoat akan mengalami gejala alergi, seperti gatal, bengkak, urtikaria kontak perioral atau iritasi kulit seperti rosacea, hingga pruritus (dorongan yang tidak nyaman untuk menggaruk).[11]

Kadar konsumsi aman bagi tubuh dari natrium benzoat

FDA mengizinkan hingga 0,1% konsentrasi natrium benzoat berat dalam makanan dan minuman. Lalu jika akan digunakan sebagai bahan makanan suatu produk, harus dimasukkan dalam daftar bahan di kemasan produk. [12]

Sedangkan WHO telah menetapkan tingkat asupan harian yang dapat diterima untuk natrium benzoat menjadi 0–2,27 mg per pon (0–5 mg per kg) berat badan.[13] Orang pada umumnya tidak melebihi tingkat asupan harian melalui diet normal.[13]

Namun, beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap aditif ini. Oleh sebab itu, konsultasikan dengan dokter untuk pengujian yang tepat jika Anda menduga Anda memiliki alergi terhadap natrium benzoat.[13]

[1] Anonim. healthline.com. What Is Sodium Benzoate? Everything You Need to Know; 2019
[2] Anonim. genome.gov. Carcinogen. National Human Genome Research Institute; 2021
[3] Anonim. fda.gov. Questions and Answers on the Occurrence of Benzene in Soft Drinks and Other Beverages. U.S Food and Drugs Administrations; 2018
[4] Vânia Paula Salviano Dos Santos, Andréa Medeiros Salgado, Alexandre Guedes Torres, Karen Signori Pereira. Benzene as a Chemical Hazard in Processed Foods. International journal of food science; 2015
[5] B Raposa, R Pónusz, G Gerencsér, F Budán, Z Gyöngyi, A Tibold, D Hegyi, I Kiss, Á Koller, T Varjas. Food additives: Sodium benzoate, potassium sorbate, azorubine, and tartrazine modify the expression of NFκB, GADD45α, and MAPK8 genes. Physiology international vol. 103,3; 2016
[6] Bonnie L Beezhold, Carol S Johnston, Kathleen A Nochta. Sodium benzoate-rich beverage consumption is associated with increased reporting of ADHD symptoms in college students: a pilot investigation. Journal of attention disorders vol. 18,3; 2014
[7] Christian Ciardi, Marcel Jenny, Alexander Tschoner, Florian Ueberall, Josef Patsch, Michael Pedrini, Christoph Ebenbichler, Dietmar Fuchs. Food additives such as sodium sulphite, sodium benzoate and curcumin inhibit leptin release in lipopolysaccharide-treated murine adipocytes in vitro. The British journal of nutrition vol. 107,6; 2012
[8] Gabriele Pizzino, Natasha Irrera, Mariapaola Cucinotta, Giovanni Pallio, Federica Mannino, Vincenzo Arcoraci, Francesco Squadrito, Domenica Altavilla, and Alessandra Bitto. Oxidative Stress: Harms and Benefits for Human Health. Oxidative medicine and cellular longevity; 2017
[9] Gamze Yetuk, Dilek Pandir, Hatice Bas. Protective role of catechin and quercetin in sodium benzoate-induced lipid peroxidation and the antioxidant system in human erythrocytes in vitro. Scientific World Journal; 2014
[10] E Nettis, M C Colanardi, A Ferrannini, A Tursi. Sodium benzoate-induced repeated episodes of acute urticaria/angio-oedema: randomized controlled trial. The British journal of dermatology vol. 151,4; 2004
[11] Anonim. webmd.com. What to Know About Sodium Benzoate; 2021
[12] Ana Del Olmo, Javier Calzada, Manuel Nuñez. Benzoic acid and its derivatives as naturally occurring compounds in foods and as additives: Uses, exposure, and controversy. Review Crit Rev Food Sci Nutr; 2017
[13] Anonim. who.int. BENZOIC ACID AND SODIUM BENZOATE; 2005
[14] Anonim. cdc.gov. What is ADHD?; 2021

Share