Jamur: Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tentang Jamur

Jamur secara garis besar terbagi menjadi dua, ada yang bisa dikonsumsi dan ada yang tidak [1]. Jamur yang dapat dikonsumsi memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia.

Namun tetap diingat, bahwa mengonsumsi jamur harus pada kadar yang tepat karna memiliki efek samping. Berikut penjelasan mengenai jamur, manfaat, efek samping, dan penyimpanan serta cara konsumsi yang baik.

Cendawan
Jamur

Jamur merupakan suatu kelompok jasad hidup yang menyerupai tumbuhan tingkat tinggi namun tidak memiliki klorofil [2]. Umumnya jamur berbentuk benang.

Jamur terdiri dari jenis jamur yang dapat dikonsumsi (edible) dan jamur yang tidak dapat dikonsumsi (non-edible).

Ciri-ciri Jamur yang Dapat Dikonsumsi (edible): [3]

  • Tidak memiliki cincin pada pangkal batang.
  • Ketika di oleskan ke kulit tidak menimbulkan rasa gatal.
  • Bila pada jamur terlihat gigitan serangga atau siput dan hewan lain berarti jamur tersebut aman untuk di konsumsi.
  • Warna tidak mencolok.
  • Tidak mengeluarkan bau yang menyengat (contohnya aroma Amonia).
  • Tidak menghasilkan noda saat di potong.
  • Tidak mengalami perubahan saat di masak.

Jenis jamur yang dapat dikonsumsi: [3]

  1. Jamur kancing (Agaricus bisporus)
  2. Jamur tiram (Pleurotus sp.)
  3. Jamur merang (Volvariella volvaceae)
  4. Jamur Shitake (Lentinus edodes)
  5. Jamur kuping putih (Tremella fuciformis)
  6. Jamur kuping hitam (Auricularia polytricha)
  7. Jamur kuping merah (Auricularia auricula-judae)
  8. Jamur enokitake (Flammulina velutipes)
  9. Jamur maitake (Grifola frondosa)
  10. Jamur matsutake (Grifola frondosa)

Ciri-ciri Jamur yang Tidak Dapat Dikonsumsi (non-edible):

  • Warnanya mencolok
  • Mengeluarkan aroma amonia
  • Biasanya memiliki cincin atau cawan pada pangkal batang
  • Tumbuh di tempat yang kotor
  • Jika dipotong dengan pisau akan meninggalkan noda hitam pada pisau

Jenis Jamur yang Tidak Dapat Dikonsumsi:

  1. Angel wing (Pleurocybella porrigens)
  2. Deadly webcap (Cortinarus rubellus)
  3. Panther cap (Amanita pantherina)
  4. Autumn Skullcap (Galerina margarinata)
  5. False Morel (Gyromitra esculenta)
  6. Podostroma Cornu-Damae
  7. Conocybe Filaris
  8. Destroying Angels (Amanita virosa)
  9. Death Cap (Amanita phalloides)
Tidak semua jamur dapat dikonsumsi. Terdapat beberapa jamur yang liar atau bersifat racun sehingga dalam memilih jamur untuk dikonsumsi harus berhati-hati.  

Kandungan Gizi Jamur

Kandungan gizi dalam 100 gram jamur berdasarkan AKG 2000 kalori adalah sebagai berikut [5][6].

NameAmountUnit
Kalori294kkal
Karbohidrat64,6gram
Protein16gram
Lemak0,9gram
Magnesium1289mg
Kalsium27,6mg
Kalium33,12mg
Tembaga12,9mg
Seng109,6mg

Kandungan utama dalam jamur adalah karbohidrat, protein dan tembaga, serta senyawa beta-glucan.

Karbohidrat dan kandungan kalori yang tinggi menyebabkan jamur dijadikan sumber energi. Selain itu, kandungan protein yang cukup tinggi sangat baik bagi metabolisme tubuh [9].

Selain itu, protein yang terkandung dalam jamur juga mudah dicerna serta mengandung asam amino esensial khususnya lisin dan leusin. Lisin berfungsi untuk pembangun protein, menyeimbangkan asam amino pada tubuh, meningkatkan pertumbuhan dan membantu penyerapan kalsium dalam tubuh [19].

Leusin merupakan kelompok asam amino esensial, baik untuk otot, hati dan jaringan lemak. Dapat mencegah gangguan fungsi tubuh namun leusin tidak diproduksi oleh tubuh [20]. Selain itu, jamur juga mengandung berbagai macam enzim terutama tripsin [3].

Tripsin merupakan enzim yang membantu proses pemecahan yang mempercepat reaksi biokimia dalam tubuh untuk menghilangkan sel kulit mati sehingga sel kulit sehat dapat tumbuh kembali. Tripsin berperan penting dalam membantu proses pencernaan.

Mineral yang terkandung berupa mineral makro dan mikro meliputi kalsium, fosfor, natrium, kalium, magnesium, besi, tembaga, mangan, dan seng yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Tembaga dalam jamur berperan penting dalam meningkatkan produksi sel darah merah di dalam tubuh [9].

Vitamin yang terkandung dalam jamur adalah vitamin D, C dan E. Jamur juga dijadikan sebagai makanan pelindung (antibodi) karena kandungan vitamin B-kompleks yang lengkap termasuk riboflavin [5][6].

Kandungan gizi jamur juga meliputi sejumlah senyawa penting lainnya seperti selenium dan antioksidan [5].

Manfaat Jamur untuk Kesehatan

1. Meningkatkan sistem imun tubuh

Sistem imun adalah struktur biologis yang berfungsi untuk melindungi dari pengaruh biologis luar dengan cara mengenali dan membunuh patogen (agen biologis yang menyebabkan penyakit).

Salah satu senyawa yang terdapat dalam jamur adalah beta-glucan. Beta-glucan juga mampu meningkatkan imunitas, membantu mengatasi infeksi bakteri virus & jamur dan melindungi tubuh dari efek toksik sinar X-Ray maupun pada terapi radiasi [7].

2. Menurunkan kolestrol

Kandungan protein yang tinggi yang ditemukan di dalam jamur membantu membakar kolesterol ketika dicerna. Menyeimbangkan kadar kolesterol antara kolesterol jahat dan kolesterol baik sangat penting dalam pencegahan berbagai penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke [8].

Selain itu, jamur juga mengandung beta-glucan. Beta-glucan adalah polisakarida yang berasal yang terdapat pada dinding tubuh jamur. Beta-glucan ada di dalam berbagai jenis jamur, salah satunya adalah jamur kancing [7].

Beta-glucan dapat menurunkan kadar lemak LDL (low density-lipoprotein) atau biasa dikenal sebagai kolesterol ‘jahat’. Sebaliknya, beta-glucan justru membantu meningkatkan kadar kolesterol ‘baik’ yang memang dibutuhkan oleh tubuh [7].

Angka normal dari kadar LDL adalah 100-129 md/dL. Namun orang dewasa yang sehat dianjurkan untuk memiliki kadar LDL 100 md/dL ke bawah.
Apabila melebihi 129 md/dL, maka dianggap memiliki kadar LDL yang tinggi.

3. Antioksidan

Jamur mengandung selenium. Selenium merupakan antioksidan kuat yang menangkal radikal bebas dan umumnya memperkuat sistem kekebalan tubuh .

Jamur mengandung antioksidan berupa vitamin C dan ergothioneine [9].  ET (ergothioneine) adalah antioksidan dan antiinflamasi yang unik, yang tidak dapat disintesis oleh manusia melainkan dari tumbuhan seperti cendawan [12]. Menurut sebuah studi, ergothioneine efektif dalam meminimalisir terjadinya aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Kondisi ini merupakan penyebab umum penyakit jantung koroner.   

4. Menjaga sirkulasi darah dan mencegah hipertensi

Jamur mengandung mineral tembaga di dalamnya. Tembaga adalah zat yang berperan penting dalam meningkatkan produksi sel darah merah di dalam tubuh.

Efeknya, sirkulasi darah ke seluruh tubuh menjadi lancar yang mana hal ini sangat penting untuk mengoptimalkan kinerja organ-organ tubuh [16].

Selain itu fungsi kandungan tembaga dalam jamur adalah untuk meningkatkan produksi kolagen sehingga memperkuat jaringan ikat pada tubuh, dan menjaga fungsi sistem saraf.

Jamur juga mangandung vitamin C, kalium dan juga serat. kandungan ini mampu mencegah terjadinya hipertensi. Ketiga zat tersebut dikenal efektif dalam membantu pengendalian tekanan darah [13].

Jamur dapat mencegah lemak menumpuk di dalam pembuluh darah dan dapat meningkatkan sirkulasi darah.

5. Mencegah penyakit kanker

Beta-glucan memang tidak bisa mematikan sel-sel kanker, namun fungsinya untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh dapat mencegah sel kanker dapat berkembang lebih lanjut. Zat ini pun kerap digunakan dalam kemoterapi pada penderita kanker [14].

Kandungan jamur lainnya yang diklaim dapat mencegah dan mengatasi kanker adalah lentinan. Kandungan Lentinan merupakan polisakarida anti-tumor intravena.

Lentinan bekerja dengan menaikkan efek dari beberapa obat-obatan yang melawan virus dan kanker, serta meningkatkan aktivitas dari sel imun yang dimiliki oleh tubuh [9].

Sebuah studi yang melibatkan pasien penderita penyakit kanker lambung menemukan fakta bahwa lentinan yang turut disertakan dalam kemoterapi mampu meningkatkan kesehatan tubuh pasien-pasien tersebut.

Lentinan dalam jamur jenis shiitake dapat memperpanjang harapan hidup pasien penderita kanker yang telah menjalani kemoterapi. 

Lentinan juga dapat memperlambat laju pertumbuhan tumor dan meningkatkan kemungkinan remisi atau keadaan pasien kanker yang sudah tidak memiliki sel kanker lagi di dalam tubuhnya) [9].

Jamur dapat menekan pertumbuhan sel kanker payudara. Keunggulan ini terdapat pada cendawan dengan jenis tiram, portobello, crimini, dan kancing putih.

6. Menjaga kesehatan tulang

Jamur merupakan sumber kalsium yang kaya nutrisi penting dalam pembentukan dan penguatan tulang. Pasokan kalsium yang stabil dalam makanan dapat mengurangi kemungkinan untuk mengalami kondisi seperti osteoporosis dan dapat mengurangi nyeri sendi [10].

Selenium ditemukan dalam jumlah besar dalam jamur. Selenium bermanfaat bagi kesehatan tulang dengan menambah kekuatan tulang dan meningkatkan daya tahan tulang. Selenium juga memperkuat gigi, rambut, dan kuku [10][11][15].

Efek Samping Jamur

Konsumsi jamur dengan tidak hati-hati akan menyebabkan berbagai efek samping baik dalam skala ringan hingga kronis. Beberapa risiko mengonsumsi jamur antara lain:

1.Halusinasi (Psikosis)

Halusinasi atau dalam istilah medis disebut psikosis adalah risiko yang akan terjadi apabila kita salah mengonsumsi jamur atau mengonsumsi jamur yang beracun [17].

Gejala yang ditimbulkan meliputi:

  • Khayalan tingkat tinggi dan irasional
  • Emosi tidak stabil
  • Rasa cemas yang tinggi
  • Linglung
  • Paranoia atau ketakutan
Efek samping ini pernah ditemukan dari sampel kotoran hewan yang mengonsumsi jamur beracun. Hewan tersebut akan langsung merasakan efeknya sekitar 20 menit pasca mengonsumsi dan umumnya bertahan selama 5-6 jam.  

2. Keracunan                                

Risiko lainnya mengonsumsi jamur yakni keracunan. Jenis jamur seperti lepiota brunneoincarnata mengandung racun bernama amatoksin yang jika dikonsumsi dapat berakibat pada komplikasi organ hati (liver) yang cukup parah dan bisa menyebabkan kematian. Hal ini juga berlaku pada jenis jamur lainnya seperti jamur cokelat dan jamur amanitas [17].

3.Alergi

Sebagai tumbuh-tumbuhan, jamur juga menghasilkan spora. Pada beberapa kondisi, spora ini bisa menimbulkan reaksi alergi, seperti asma, bahkan gangguan pada organ paru-paru [17].

Namun demikian, bagi yang memiliki alergi terhadap spora jamur tidak disarankan untuk mengonsumsinya. Pastikan jamur yang dikonsumsi benar-benar higienis dan telah dimasak sampai benar-benar matang.

4. Menyebabkan Rematik

Rematik adalah penyakit yang menimbulkan rasa sakit akibat otot atau persendian yang mengalami peradangan dan pembengkakan. Rematik adalah penyakit yang disebabkan oleh asupan beta-glucan yang berlebihan. Selain itu, beta-glucan juga bisa berdampak pada sejumlah penyakit lain seperti multiple-sclerosis, asma, dan penyakit lupus [18].

Ibarat pisau bermata dua, beta-glucan pada jamur selain memiliki manfaat juga memiliki bahaya bagi kesehatan tubuh. Hal ini terjadi apabila dikonsumsi secara berlebihan sehingga kadar beta-glucan yang masuk ke dalam tubuh melebihi batas kewajaran. 

5.Kanker

Cara memasak jamur yang tidak benar bisa berisiko menimbulkan penyakit kanker. Sejumlah zat yang terkandung di dalam jamur seperti agaritin diakui berpotensi menyebabkan tumor yang bisa berkembang menjadi kanker apabila terpapar suhu yang terlalu tinggi [18].

Kandungan agaritin berbeda-beda antara jamur-jamur yang ada. Kandungan agaritin (% berat segar) pada Agaricus bisporus mentah, misalnya, berkisar dari 0,033% sampai 0,173%, dengan rata-rata 0,088%.

Tips Penyimpanan Jamur

Penyimpanan jamur dapat dilakukan dengan 4 hal berikut.

  1. Jangan mencuci jamur. Jika tidak segera mengelolanya menjadi makanan, sebaiknya jamur jangan dicuci dengan air. Jika jamur dicuci dengan air, maka pada hari selanjutnya akan membentuk lendir yang dapat berakibat pada kebusukan.
  2. Membersihkan jamur yang kotor dengan tisu dan pisau. Jamur yang segar belum tentu terlepas dari bercak-bercak noda. Oleh karena itu, bersihkan noda menggunakan tisu bersih atau dengan pisau untuk membuang bercak tersebut.
  3. Bungkus dengan kertas. Jamur segar lebih baik disimpan dengan cara dibungkus kertas HVS atau tisu dapur kering. Kadar air akan terserap oleh kertas dan tisu sehingga jamur bisa tahan lebih lama
  4. Simpan dalam kulkas
Penyimpanan dalam wadah kedap udara atau kantong plastik akan menyebabkan pembusukan pada jamur dan pembusukan akan menyebar dengan cepat.

Tips Konsumsi Jamur

Jamur dapat dikonsumsi dengan berbagai olahan makanan seperti pepes, goreng tepung, sambal, tumis, dan dipanggang. Jamur sebaiknya tidak dikonsumsi dalam bentuk mentah. Konsumsi jamur dengan memasaknya hingga matang dan dengan cara yang higienis.

Jamur memiliki kandungan yang sangat bermanfaat. Manfaat jamur dapat dirasakan apabila cara mengonsumsinya secara benar dan higienis. Konsumsi jamur yang berlebihan dapat menghasilakn efek samping yang cukup berbahaya bagi tubuh. 
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment