Penyakit & Kelainan

Karies Gigi: Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : drg. Jefrianto Wololy
Koreksi: Gigi berlubang dan karies gigi adalah hal yang sama, saran saya sebaiknya kedua artikel yang ada mengenai hal ini digabungkan dan disederhanakan mengingat ini adalah topik yang paling umum dari

Karies adalah kerusakan pada gigi yang bisa terjadi bila bakteri penyebab kebusukan di dalam mulut menghasilkan asam yang menyerang permukaan gigi yang disebut enamel. Bila tidak diobati, karies bisa menjadi lubang gigi yeng menyebabkan nyeri, infeksi, bahkan gigi lepas.

Semua orang bisa mengalami karies, berapapun usianya. Bahkan bayi yang mulai memiliki gigi pun sudah bisa mengalami kerusakan gigi ini.

Tentang Karies

Karies gigi, yang lebih dikenal sebagai pembusukan gigi, disebabkan oleh rusaknya enamel gigi. Kerusakan ini diakibatkan oleh bakteri di mulut yang mengurai makanan dan menghasilkan asam yang bisa menghancurkan enamel gigi dan menghasilkan kebusukan. [1, 2, 3, 4]

Meskipun karies gigi sangat bisa dicegah, namun kondisi ini masih menjadi penyakit kronis paling umum yang dialami oleh anak-anak usia 6 hingga 11 tahun dan remaja usia 12 hingga 19 tahun.

Kebusukan gigi empat kali lebih umum dibandingkan asma diantara remaja usia 14 hingga 17 tahun. Karies gigi juga terjadi pada orang dewasa, dengan 9 dari 10 berusia diatas 20 tahun dan mengalami pembusukan hingga bagian akar. [4]

Penyebab Karies Gigi

Seperti yang sudah disebutkan diatas, ketika bakteri penyebab kebusukan bersentuhan dengan gula dan pati dari makanan dan minuman yang dikonsumsi, mereka akan menghasilkan asam. Asam ini bisa menyerang lapisan enamel gigi hingga kehilangan kandungan mineralnya. [1]

Hal ini bisa terjadi jika kita sering makan atau minum, terutama makanan dan minuman yang mengandung banyak gula dan pati. Berulangnya siklus pembentukan asam ini akan perlahan mengikis mineral dari lapisan terluar gigi yang disebut enamel. [1, 2]

Jika dibiarkan, enamel yang terus menerus diserang asam ini akan menipis, rusak, dan akhirnya terbentuklah lubang. Karies adalah tanda awal dari pembusukan gigi, yang jika tidak segera diatasi, akan mengakibatkan lubang gigi.

Di banyak negara, minuman yang mengandung banyak gula, termasuk minuman berbahan dasar buah dan susu kental manis, serta permen, kue, biskuit, sukrosa, madu, sirup, dan cemilan bergula adalah penyebab utama terjadinya karies gigi.

Gejala Terbentuknya Karies Gigi

Di awal terjadinya kerusakan gigi, biasanya belum timbul gejala apapun. Ketika kerusakan menjadi semakin parah, sakit gigi mulai timbul. Selain itu, gigi juga akan menjadi sensitif terhadap makanan manis, panas, atau dingin.

Jika gigi sudah mulai terinfeksi, abses akan terbentuk. Abses gigi adalah kantung nanah di gusi yang bisa menyebabkan nyeri, pembengkakan pada wajah, dan demam.

Karies gigi bisa ditemukan saat pemeriksaan gigi rutin. Pembusukan tahap awal bisa berupa noda putih di gigi atau di batas gusi dan gigi. Jika sudah memasuki tahap lanjut, maka nodanya akan menjadi kecoklatan, hitam, bahkan berlubang.

Karies terjadi secara perlahan. Ini sebabnya pemeriksaan rutin perlu dilakukan agar, jika terjadi kerusakan gigi, pengobatan bisa dilakukan seawal mungkin agar komplikasi tidak terjadi dan gigi bisa diselamatkan. [3]

1. Gigi yang sehat

Jika dalam keadaan sehat, permukaan gigi akan terlihat rata, dan tidak ada kerusakan yang terlihat secara klinis. Jaringan gigi tampak normal baik dari segi warna, kejernihan, maupun kilau.

2. Karies tahap awal

Ini adalah tahap dimana kerusakan gigi akibat karies mulai tampak akibat hilangnya jaring mineral pada gigi. Kerusakan awal ini terbatas pada enamel atau cementum atau lapisan terluar dentin di permukaan akar gigi dan jika masih sangat ringan hanya bisa dilihat jika permukaan gigi dalam keadaan kering.

Gigi yang rusak di tahap ini mengalami perubahan warna mulai dari noda putih hingga kecoklatan di batas gusi atau permukaan gigi. Di bagian sela gigi terlihat jelas perubahan warna menjadi kecoklatan.

Karies tahap awal ini masih bisa diperbaiki dan belum menyebabkan lubang pada gigi dan masih tergolong “aman”.

3. Karies tahap sedang

Hilangnya mineral pelapis gigi pada tahap ini bisa menyebabkan lubang mikro pada permukaan enamel gigi. Kerusakan ini menampakkan tanda-tanda terkikisnya enamel di sela gigi, di permukaan mahkota gigi, atau permukaan akar gigi.

4. Karies tahap lanjut

Pada tahap ini, kerusakan sudah menyebabkan lubang menembus enamel hingga bagian dentin terpapar secara klinis dan sudah termasuk pembusukan atau gigi berlubang.

Pengobatan dan Cara Mengatasi Karies

Pencegahan menyebar luasnya karies serta pemanfaatan bahan dental untuk perbaikan gigi telah mengubah cara mengobati dan mengatasi karies dari metode pembedahan dan restorasi struktur gigi ke pengembangan dan pemanfaatan bahan dental untuk mencegah terjadinya karies, prosedur pengembalian mineral gigi yang hilang, serta perawatan dengan pembedahan minimal untuk bagian-bagian yang sulit dijangkau. [6]

Bahan dental yang semakin bagus juga bisa digunakan untuk mengobati karies yang baru mulai terbentuk agar kerusakan yang semakin dalam bisa dicegah.

Dokter gigi umumnya mengobati karies yang sudah menjadi lubang dengan menambalnya. Dokter akan mengangkat jaringan gigi yang membusuk, kemudian merestorasi bagian yang rusak dengan menambalnya dengan beberapa jenis bahan. [1]

Pencegahan Karies

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terbentuknya karies: [1, 2, 4]

  • Gunakan fluoride, mineral yang bisa mencegah memburuknya pembusukan gigi, bahkan mengembalikan kondisi gigi atau menghentikan kerusakan bila masih pada tahap awal. Fluoride bisa didapatkan dari pasta gigi atau obat kumur.
  • Bersihkan gigi secara rutin. Sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride serta bersihkan sela-sela gigi menggunakan dental floss.
  • Pilih makanan yang baik untuk kesehatan gigi, yaitu yang tidak mengandung banyak gula dan pati. Konsumsi makanan bernutrisi dan seimbang, serta batasi cemilan.
  • Jangan gunakan produk-produk tembakau, termasuk tembakau tanpa asap.
  • Periksakan kesehatan gigi dan mulut secara teratur ke dokter agar bisa dibersihkan secara menyeluruh dan profesional serta, bila ada kerusakan, bisa diatasi sedini mungkin.

Karena sedemikian seriusnya penyakit gigi yang satu ini, WHO sampai memiliki kontrol pencegahan sendiri untuk karies. Yang paling utama adalah dengan mengurangi konsumsi gula di masyarakat, terutama anak-anak, melalui edukasi dini.

Karena karies adalah akibat dari paparan pola makan yang salah dalam jangka waktu yang lama, maka sedikit saja pengurangan faktor risiko di usia dini sudah bisa memberikan perubahan penting untuk tahun-tahun berikutnya. Oleh sebab itu, untuk menekan risiko karies gigi dalam jangka panjang, asupan gula harus ditekan sebanyak mungkin. [2]

Edukasi mengenai kesehatan gigi, termasuk bagaimana cara menyikat gigi yang benar, penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride, serta pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali juga harus terus dilakukan di masyarakat untuk meningkatkan kesadaran bahwa kerusakan gigi tidak boleh dianggap enteng.

1. NIH Staff. Tooth Decay. National Institute of Dental and Craniofacial Research; 2019.
2. WHO Staff. Sugars and dental caries. World Health Organization; 2017.
3. Douglas A. Young, DDS, EdD, MBA, MS, Brian B. Nový, DDS, Gregory G. Zeller, DDS, MS. The American Dental Association Caries Classification System for Clinical Practice. Journal of The American Dental Association; 2015.
4. CDC Staff. Dental Caries (Tooth Decay). Centers for Disease Control and Prevention; 2016.
5. Domenick T. Zero, DDS, MS, Margherita Fontana, DDS, PhD, Angeles Martínez-Mier, DDS, MSD, PhD. The Biology, Prevention, Diagnosis and Treatment of Dental Caries. Journal of The American Dental Association; 2009.

Share