Penyakit & Kelainan

Amankah Makan Makanan Yang Jatuh? – Fakta Ilmiah dan Risikonya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Beberapa orang menganggap bahwa makanan yang jatuh masih bisa dimakan karena baru beberapa detik menyentuh lantai atau meja atau permukaan lainnya [1,2,3].

Namun pada sebagian orang lainnya, makanan yang jatuh sudah tidak layak dimakan dan bisa berbahaya bagi kesehatan.

Walau jatuh belum ada 5 detik, beberapa orang meyakini bahwa makanan jatuh sudah dipenuhi kuman.

Lalu sebenarnya, amankah makan makanan yang jatuh?

Makan Makanan Jatuh “Belum 5 Detik” Apa Artinya?

“Belum 5 detik” adalah istilah atau kalimat yang seringkali dikatakan baik oleh orang dewasa maupun anak-anak saat tak sengaja menjatuhkan makanan dan kemudian mengambilnya untuk dimakan [1,3].

Menurut penjelasan Iayman, “belum 5 detik” adalah semacam aturan yang memperbolehkan seseorang makan makanan yang sudah jatuh sebelum 5 detik [1,3].

Oleh karena itu, ketika makanan jatuh, biasanya orang-orang akan mengambilnya dengan cepat sambil berkata “belum 5 detik” dan kemudian memasukkannya ke dalam mulut [1,3].

Namun sebenarnya, bakteri tetap akan menempel pada makanan yang telah kontak dengan permukaan lantai, meja atau lainnya [1,2,4].

Aturan “belum 5 detik” seringkali dianggap aman saat makan makanan yang jatuh, namun hal ini hanya sebuah mitos [1].

Lingkungan tempat jatuhnya makanan menentukan seberapa aman makanan bisa dimakan tanpa menimbulkan risiko tinggi penyakit tertentu [1].

Amankah makan makanan yang jatuh menurut penelitian?

Aman tidaknya makan makanan yang jatuh menurut para peneliti Rutgers tergantung dari jenis permukaan dan tingkat kelembapan permukaan tempat makanan jatuh [1].

Berikut ini adalah beberapa hal yang ditemukan oleh para peneliti dalam studi mereka [4] :

  • Korelasi antara kelembapan makanan dan risiko kontaminasi

Kontaminasi akan sangat berisiko terjadi ketika makanan memiliki tingkat kelembapan tinggi ataupun sebaliknya (permukaan tempat jatuhnya makanan yang lembap) [4].

Salah satu contoh adalah ketika semangka yang sangat lembap dan cenderung berair jatuh, maka kontaminasi terbukti terjadi lebih cepat daripada jenis makanan lainnya.

  • Karpet adalah permukaan yang lebih aman

Menurut hasil penelitian, untuk permukaan tempat jatuhnya makanan dengan kemungkinan terendah adanya perpindahan bakteri adalah karpet [4].

Sedangkan kayu, stainless steel, dan keramik rupanya memiliki tingkat perpindahan lebih tinggi.

  • Perpindahan bakteri lebih cepat dari yang diperkirakan

Banyak orang mengira bahwa makanan padat sekalipun ketika jatuh di tempat yang tampaknya bersih akan baik-baik saja bila langsung dimakan, bahkan sebelum maupun setelah 5 detik [4].

Padahal menurut studi ini, beberapa contoh penelitian menunjukkan bahwa perpindahan bakteri dari permukaan ke makanan tidak sampai 1 detik [1,4].

Tingkat risiko kontaminasi silang ditentukan oleh berbagai faktor tersebut; maka jika risiko kontaminasi silang tinggi, risiko pengonsumsi makanan tersebut untuk terinfeksi penyakit bawaan makanan juga tinggi [1].

Jadi mengenai istilah “belum 5 detik” atau “belum 5 menit” ketika makanan jatuh dan dianggap tidak masalah karena masih aman untuk dimakan itu rata-rata hanyalah mitos [1].

Jika ingin mengetahui aman tidaknya makan makanan yang jatuh, maka perhatikan permukaan tempat jatuhnya makanan.

Makanan yang jatuh ke tanah, lantai berpasir, atau permukaan berbatu tentu sudah tidak layak untuk dimakan.

Namun pada beberapa kasus, makanan bisa saja jatuh ke lantai keramik yang tampak bersih yang setidaknya keamanannya lebih tinggi untuk segera diambil dan dimakan kembali sekalipun peluang perpindahan bakteri lebih tinggi dari permukaan karpet.

Risiko Makan Makanan yang Jatuh

Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), penyakit bawaan makanan sebenarnya cukup memakan banyak korban [5].

Di Amerika Serikat sendiri saja per tahunnya dilaporkan adanya sekitar 5.000 kematian dan 325.000 kasus rawat inap di rumah sakit dari kurang lebih 76 juta kasus penyakit bawaan makanan [5].

Oleh karena itu, jika ditanya apakah aman mengonsumsi makanan yang jatuh, tentu jawabannya bisa aman maupun tidak.

Banyak orang pun bisa saja jatuh sakit ketika makan makanan yang telah terkontaminasi virus maupun bakteri.

Berikut ini adalah risiko bakteri dan virus yang perlu diwaspadai ada pada makanan yang jatuh [1,5,6] :

  • Staphylococcus aureus
  • Clostrodium perfringens
  • Salmonella
  • Norovirus
  • Campylobacter

Keracunan makanan bisa menjadi akibat paling serius yang terjadi ketika makan makanan sembarangan (termasuk makan makanan jatuh yang terkontaminasi kuman berbahaya) [1,6].

Berikut ini adalah gejala-gejala keracunan makanan yang sebaiknya segera diperiksakan bila mulai terjadi [6] :

Beberapa penderita keracunan makanan dapat mengatasi gejala secara mandiri dan keluhan pun hilang dengan sendirinya.

Namun pada sejumlah kasus lainnya, gejala keracunan makanan berpotensi bertambah serius dan bahkan mengancam jiwa penderitanya [1,6].

Maka ketika gejala sudah cukup tak wajar dan cenderung serius selama 3-4 hari, segera ke dokter.

Siapa saja yang harus lebih hati-hati makan makanan jatuh?

Pada beberapa situasi, makan makanan yang jatuh (seperti di atas meja bersih) mungkin masih tak masalah dan rata-rata masih aman [1].

Namun, makan makanan jatuh sekalipun di atas meja tidak selalu aman, apalagi jatuh ke lantai [1].

Beberapa orang ini memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan akibat sembarangan memakan makanan jatuh [1] :

  • Penderita gangguan sistem kekebalan tubuh
  • Anak-anak (khususnya balita)
  • Lansia
  • Wanita hamil

Segera bersihkan makanan yang jatuh dan buang ke tempat sampah; hindari mengambil dan memakannya karena berpotensi mengganggu kesehatan.

Kesimpulan

Menurut satu hasil studi tahun 2015, keberadaan kuman 50% lebih tinggi di lingkungan dalam ruangan daripada luar ruangan sehingga makanan jatuh yang dimakan bisa berefek negatif bagi kesehatan manusia [7].

Makan makanan yang jatuh tidak selalu aman; hal ini ditentukan oleh berbagai macam faktor, seperti tingkat kelembapan makanan, kelembapan permukaan tempat jatuhnya makanan, serta kondisi kesehatan tubuh si pengonsumsi sendiri.

Kita tidak pernah tahu seberapa bersih dan bebas kuman tempat kita makan, terlebih jenis kuman apa saja yang ada di sana [1].

Bila jelas merasa tak yakin apakah aman memakan makanan yang telanjur jatuh, hindari memakannya dan langsung buang makanan tersebut ke tempat sampah.

Daripada kesehatan terganggu karena keracunan makanan, segera buang makanan yang sudah jatuh.

1. Deborah Weatherspoon, Ph.D., R.N., CRNA & Sara Lindberg. Is the 5-Second Rule an Urban Legend?. Healthline; 2019.
2. Kelsey Kloss. How Bad Is It Really to Eat Food That Fell on the Floor?. LiveStrong; 2020.
3. ACSH Staff. When The '5-Second Rule' Works (And When It Doesn't). The American Council on Science and Health; 2016.
4. Robyn C. Miranda & Donald W. Schaffner. Longer Contact Times Increase Cross-Contamination of Enterobacter aerogenes from Surfaces to Food. Applied and Environmental Microbiology; 2016.
5. Paul S. Mead, Laurence Slutsker, Vance Dietz, Linda F. Mc Caig, Joseph S. Bresee, Craig Shapiro, Patricia M. Griffin, & Robert V. Tauxe. Food-Related Illness and Death in the United States. Centers for Disease Control and Prevention; 1999.
6. Thomas Bintsis. Foodborne pathogens. AIMS Microbiology; 2017.
7. Albert Barberán, Robert R. Dunn, Brian J. Reich, Krishna Pacifici, Eric B. Laber, Holly L. Menninger, James M. Morton, Jessica B. Henley, Jonathan W. Leff, Shelly L. Miller & Noah Fierer. The ecology of microscopic life in household dust. Proceedings of the Royal Society B​​.; 2015.

Share