Kram Otot: Penyebab – Gejala dan Cara Mengobati

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Kram sering terjadi orang dewasa diperkirakan sebanyak 60 persen mereka mengalami kram dari waktu ke waktu. Frekuensi akan meningkat seiring bertambahnya usia. [3]

Berdasarkan studi multi-pusat di Amerika Serikat menemukan bahwa 74% kram terjadi pada atlet dan terjadi dalam kondisi lingkungan dengan panas yang tinggi. [2]

Sementara di Indonesia, belum ada data yang dapat menunjukkan angka kejadian kram secara nasional.

Apa itu Kram Otot?

Kejang adalah kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba, singkat, tidak disengaja, dan biasanya menyakitkan di berbagai otot. [5]

Otot-otot yang biasanya terkena meliputi otot-otot di bagian belakang kaki bagian bawah, bagian belakang paha Anda, dan bagian depan paha Anda. [6]

Meskipun umumnya tidak berbahaya, tetapi kram dapat menimbulkan rasa sakit yang intens sehingga, dapat membangunkan Anda di malam hari dan membuat Anda sulit berjalan.[6, 7]

Fakta Kram Otot

Berikut adalah fakta-fakta penting dari kram otot yang penting untuk Anda ketahui seperti: [1]

  • Kram otot adalah  kontraksi atau menegangnya otot secara tiba-tiba.
  • Kram otot dapat terjadi pada otot apa pun, tetapi kram pada otot kaki adalah yang paling umum terjadi.
  • Hampir setiap orang pernah mengalami kejang otot dalam hidup mereka.
  • Ada berbagai jenis dan penyebab kram otot.
  • Kram otot dapat terjadi selama latihan, saat istirahat, atau di malam hari, tergantung pada penyebabnya.
  • Dehidrasi adalah penyebab umum dari kram otot.
  • Banyak obat-obatan diketahui dapat menyebabkan kram otot.
  • Kebanyakan kram otot dapat pulih jika otot diregangkan.
  • Kram otot seringkali dapat dicegah dengan langkah-langkah seperti pemberian nutrisi dan hidrasi yang memadai, memperhatikan keamanan saat berolahraga, dan lain-lain.
Tinjauan
Kram adalah kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba dan umumnya tidak berbahaya.

Jenis-jenis Kram Otot

Kram dibagi ke dalam beberapa jenis diantaranya adalah sebagai berikut: [4]

  • Kram kaki

Pada pertandingan olahraga sepak bola, kita sering melihat banyak atlet yang terkapar di tanah karena tidak bisa menggerakkan kakinya akibat kram. Kram yang biasanya terjadi ialah kram di betis atau hamstring. Selain karena aktivitas berlebih, kram kaki juga bisa terjadi pada orang yang jarang melakukan aktivitas fisik. [4]

Bahkan kram sering terjadi pada saat seseorang sedang beristirahat terutama di malam hari. Langkah terbaik yang bisa Anda ambil ketika kram menyerang adalah dengan melakukan peregangan otot khususnya otot betis.

Latihan peregangan rutin juga dapat membantu mencegah terjadinya kram di kemudian hari. Obat seperti parasetamol atau ibuprofen juga diketahu dapat membantu mengatasi nyeri otot setelah timbulnya kram.[4]

  • Kram menstruasi

Jenis ini juga dikenal sebagai nyeri haid atau dismenorea. Kram ini terjadi ketika dinding otot rahim berkontraksi sehingga menekan pembuluh darah yang menyebabkan pemotongan suplai oksigen ke rahim.

Rasa sakit akibat kram menstruasi berbeda-beda pada setiap orang, biasanya rasa sakit ini hinggap di perut bagian bawah, punggung bawah, pinggul, dan paha. Bagi sebagian orang, rasa kram dapat berkembang menjadi kejang seperti kontraksi. [4]

  • Kram perut

Selain kram menstruasi, kram perut juga bisa dialami oleh siapa saja. Penyebab kram perut mulai dari kondisi yang tidak serius hingga serius seperti radang usus buntu, batu ginjal, dan penyakit hati. [4]

Kapan Anda harus ke dokter?

Kram otot biasanya dapat hilang dengan sendirinya dan jarang mengakibatkan masalah serius yang memerlukan perawatan medis. Namun, hubungilah dokter Anda jika kram yang Anda alami memiliki tanda seperti: [7]

  • Menyebabkan ketidaknyamanan yang parah.
  • Kaki mengalami pembengkakan, kemerahan atau perubahan wana kulit.
  • Otot-otot melemah.
  • Sering terjadi.
  • Tidak kunjung membaik setelah pengobatan sendiri di rumah.
  • Kram yang timbul tidak memiliki penyebab yang jelas, seperti akibat olahraga berat.

Apasajakah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kram?

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kram otot diantaranya adalah: [7]

  • Usia. Orang yang berusia lebih tua akan kehilangan massa otot, sehingga dapat menekan otot lainnya dengan lebih mudah.
  • Dehidrasi. Atlet yang kelelahan dan dehidrasi saat mengikuti olahraga di bawah terik matahari sering mengalami kram otot.
  • Kehamilan. Kram otot juga diketahui sering terjadi selama masa kehamilan.
  • Kondisi medis. Sejumlah kondisi medis seperti diabetes, atau gangguan saraf, hati, atau tiroid dapat membuat Anda berisiko lebih tinggi mengalami kram otot.

Gejala-gejala Kram Otot

Kebanyakan kram otot terjadi di otot-otot kaki, terutama pada betis. Selain rasa sakit yang muncul tiba-tiba, Anda juga dapat merasakan benjolan keras pada jaringan otot di bawah kulit Anda. [7]

Jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap gejala yang Anda alami, Anda dapat mengkonsultasikannnya pada dokter Anda. [7]

Penyebab Kram Otot

Terlalu seringnya menggunakan otot saat Anda berolahraga dan kurangnya cairan tubuh dapat menjadi penyebab munculnya kram. [6]

Rendahnya kadar mineral yang berperan penting pada fungsi otot yang sehat seperti Kalsium, kalium, sodium, magnesium juga dapat menyebabkan kram otot.

Beberapa kasus kram terkait dengan sejumlah kondisi medis, seperti: [6]

  • kompresi saraf tulang belakang, yang dapat menyebabkan kram otot di kaki Anda saat berjalan atau berdiri.
  • alkoholisme.
  • kehamilan.
  • gagal ginjal.
  • hipotiroidisme, atau menurunnya fungsi kelenjar tiroid.

Diagnosa Kram Otot

Kram otot biasanya tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan medis. Namun, Anda harus mengunjungi dokter jika kram otot yang Anda miliki parah, atau tidak membaik setelah peregangan otot, atau jika kram yang Anda miliki sudah berlangsung lama. [7]

Untuk mendiagnosis penyebab kram otot, pertama-tama dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan memberikan sejumlah pertanyaan kepada Anda, seperti: [7]

  • Seberapa sering kram otot yang Anda alami terjadi?
  • Otot bagian mana yang mengalami kram?
  • Apakah Anda tengah mengkonsumsi obat – obatan?
  • Apakah Anda mengkonsumsi alkohol?
  • Apa olahraga yang biasa Anda lakukan?
  • Berapa banyak cairan yang Anda minum setiap hari?

Selanjutnya dokter juga dapat melakukan tes darah untuk memeriksa kadar kalium dan kalsium dalam darah Anda, serta fungsi ginjal dan tiroid Anda. Dokter juga dapat meminta Anda mengikuti tes kehamilan.

Pemeriksaan electromyography (EMG) adalah tes selanjutnya yang dapat dokter lakukan untuk mengukur aktivitas otot dan memeriksa kelainan otot. Selain itu, tes MRI juga terkadang diperlukan untuk melihat gambar tulang belakang Anda. [7]

Studi pencitraan lainnya yang mungkin bermanfaat dalam mendiagnosis kram otot adalah mielogram atau mielografi yaitu pemeriksaan tulang belakang dengan menggunakan sinar-X.[7]

Pengobatan Kram Otot

Biasanya pengobatan kram otot dapat Anda lakukan sendiri di rumah. Langkah – langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kram otot ini ialah: [6, 7]

  • Peregangan dan pijat

Lakukan peregangan otot dengan memegangnya secara lembut untuk membuat otot Anda rileks. Pijatlah otot Anda saat melakukan peregangan atau setelah selesai. [7]

Untuk kram otot betis, perenggangan dilakukan dengan berdiri sambil bagian depan kaki Anda dilletakkan pada tangga, dengan tumit menggantung. Turunkan tumit perlahan hingga berada dibawah permukaan tangga. 

Pertahankan posisi Anda tersebut hingga beberapa detik sebelum kembali mengangkat tumit ke posisi semula. Kemudian ulangi lagi beberapa kali.

  • Kompres panas atau dingin

Kompres otot yang sakit menggunakan handuk hangat atau bantal pemanas. Atau Anda juga bisa memijat otot yang sakit dengan es untuk menghilangkan rasa sakit. [7]

  • Obat alternatif

Anda dapat minum obat antiinflamasi, seperti ibuprofen untuk membantu meregangkan otot yang sakit.

Jika kram sering kembali dan mengganggu tidur Anda, bicarakanlah dengan dokter Anda. Dokter dapat meresepkan obat yang merilekskan otot.[7]

Cara Mencegah Kram Otot

Cara paling sederhana untuk mencegah kram otot adalah dengan menghindari atau membatasi latihan yang bisa membuat otot Anda tegang dan menyebabkan kram. [6]

Anda juga bisa melakukan hal-hal berikut ini: [6]

  • Lakukan peregangan atau pemanasan sebelum berpartisipasi dalam olahraga. Tidak melakukan pemanasan saat hendak berolahraga dapat menyebabkan ketegangan otot dan cedera.
  • Jangan berolahraga setelah makan.
  • Kurangi asupan makanan dan minuman yang mengandung kafein , seperti kopi dan cokelat .
  • Pastikan Anda minum air yang cukup untuk menghindari dehidrasi. Tubuh akan kehilangan lebih banyak air saat beraktivitas fisik, jadi tingkatkan asupan cairan saat Anda berolahraga.
  • Perbanyak konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kalsium dan kalium Anda. Zat tersebut banyak terdapat pada susu, jus jeruk dan pisang.
  • Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda ingin mengkonsumsi suplemen vitamin untuk memastikan bahwa tubuh Anda dapat menerima nutrisi dan mineral yang diperlukan.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment