Obat

Corifollitropin Alfa: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Corifollitropin alfa merupakan obat regimen stimulasi ovarium untuk membantu reproduksi pada infertilitas. Sehingga, corifollitropin alfa digunakan oleh wanita yang merawat kesuburan dengan merangsang perkembangan lebih dari satu sel telur matang sekaligus di ovarium. Obat ini digunakan bersama dengan antagonis hormon pelepas gonadotropin (GnRH), sejenis obat yang juga digunakan dalam perawatan kesuburan [1,2,3,4].

Apa itu Corifollitropin alfa?

Berikut adalah informasi lengkap mengenai indikasi corifollitropin alfa hingga peringatan obat selama penggunaan [2]:

Indikasi Obat stimulasi ovarium
Kategori Obat Keras
Konsumsi Dewasa
Kelas Hormon Trofik & Obat Sintetis Terkait
Bentuk Subkutan
Kontraindikasi → Tumor ovarium, payudara, uterus, hipofisis, hipotalamus; perdarahan vagina abnormal, gagal ovarium primer, ovarium membesar, kista ovarium, riwayat sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS); siklus stimulasi ovarium terkontrol (COS) sebelumnya yang menghasilkan > 30 folikel berukuran ≥11 mm; > 20 jumlah folikel antral basal, tumor fibroid uterus, malformasi organ reproduksi, dan sindrom ovarium polikistik (PCOS)
→ Pasien dengan kehamilan dan menyusui
PeringatanPasien dengan faktor risiko kejadian tromboemboli (misalnya riwayat keluarga, obesitas berat, trombofilia); riwayat pengobatan infertilitas ganda; riwayat torsi ovarium, kista ovarium sebelumnya atau saat ini, faktor risiko respons ovarium tinggi serta gangguan ginjal
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Tidak boleh digunakan pada pasien yang hamil dan menyusui.

Manfaat Corifollitropin alfa

Obat ini digunakan sebagai stimulasi pengontrol ovarium yang ditujukan untuk pengembangan folikel pada wanita yang menjalani program kehamilan. [1,2,3,4].

Dosis Corifollitropin alfa

Penggunaan corifollitropin alfa harus dilakukan oleh dokter dengan dosis [2]:

Subkutan
⇔ Regimen stimulasi ovarium untuk membantu reproduksi pada infertilitas
→ Terapi kombinasi dengan antagonis hormon pelepas gonadotropin (GnRH): Pasien usia ≤36 tahun dengan berat ≤60 kg sebesar 100 mcg. Berat badan > 60 kg sebesar 150 mcg dan usia > 36 tahun ≥50 kg sebesar 150 mcg.
Diberikan sebagai dosis tunggal pada stimulasi hari ke-1, diikuti dengan antagonis GnRH yang dimulai pada stimulasi hari ke-5 atau ke-6 tergantung pada respons ovarium.

Efek Samping Corifollitropin alfa

Beberapa efek samping mungkin ditimbulkan dari penggunaan corifollitropin alfa [3,4]:

  • Ketidaknyamanan atau nyeri panggul dan sakit kepala
  • Mual, sakit perut, atau diare karena gejala sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS)
  • Kelelahan dan nyeri payudara
  • Pembekuan darah, torsi ovarium, kehamilan dan kelahiran kembar
  • Kehamilan ektopik, malformasi kongenital, neoplasma ovarium
  • Kejadian tromboemboli dan sistem reproduksi lainnya

Detail Corifollitropin alfa

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai cara kerja hingga overdosis corifollitropin alfa, berikut adalah data-datanya [2]:

Penyimpanan Simpan antara 2-8 °C dan jangan dibekukan
Cara Kerja Deskripsi: Corifollitropin alfa adalah agonis FSH rekombinan yang bekerja lama dan dimodifikasi yang memulai serta mempertahankan pertumbuhan folikel selama 1 minggu. Hal ini dicapai dengan menambahkan peptida terminal karboksi dari β-subunit HCG ke rantai β FSH manusia.
Farmakokinetik:
Penyerapan: Ketersediaan hayati: 58% dengan waktu untuk konsentrasi plasma puncak selama 44 jam.
Distribusi: Didistribusikan terutama ke ovarium dan ginjal dengan volume distribusi 9.2 L. Ekskresi: Terutama melalui urin dengan waktu paruh eliminasi 70 jam.
Overdosis Tidak ada informasi overdosis mengenai Corifollitropin alfa
Pengaruh pada hasil lab Dapat menyebabkan tes kehamilan HCG false + ve

Pertanyaan Seputar Corifollitropin alfa

Mengapa saya membutuhkan obat ini?

Corifollitropin alfa digunakan bersama dengan obat lain untuk membantu mencapai kehamilan pada wanita yang menerima perawatan infertilitas [2].

Bolehkah mengemudi setelah menggunakan corifollitropin alfa?

Corifollitropin alfa dapat menyebabkan pusing. Sebaiknya, jangan mengemudi atau mengikuti aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan [2].

Apakah yang harus saya ketahui sebelum menggunakan obat ini?

Beritahu dokter jika sedang mengonsumsi obat lain, termasuk tonik herbal seperti obat tradisional China, suplemen dan obat yang digunakan tanpa resep dokter. Serta riwayat penyakit ginjal atau porfiria akut (kelainan bawaan yang dapat menyebabkan prolem kulit atau saraf) [3].

Bagaimana cara menggunakan obat ini?

Corifollitropin alfa disuntikkan secara subkutan (ke dalam lapisan lemak di bawah kulit, sebaiknya di dinding perut) oleh dokter. Jangan menyuntikkan ke area yang sama sepanjang waktu. Situs injeksi baru harus setidaknya 1,5 inci dari tempat injeksi sebelumnya [4].

Kapan saya tidak boleh menggunakan obat ini?

Dokter harus mengetahui jika pasien memiliki kondisi tumor ovarium, payudara, rahim, hipofisis atau hipotalamus, perdarahan vagina abnormal yang tidak terdiagnosis, ovarium yang tidak bekerja (kegagalan ovarium primer), kista (kantung cairan) di ovarium atau ovarium yang membesar, riwayat sindrom hiperstimulasi ovarium (kondisi serius yang terjadi saat ovarium dirangsang secara berlebihan), malformasi organ seksual, serta sindrom ovarium polikistik (PCOS). Gejala ini menunjukkan corifollitropin alfa mungkin tidak cocok untuk Anda [2].

Apakah obat ini aman digunakan pada wanita hamil dan menyusui?

Jangan gunakan Corifollitropin alfa jika Anda sedang hamil atau menyusui [3].

Instruksi diet khusus apa yang harus saya ikuti?

Hindari alkohol [2].

Contoh Obat Corifollitropin alfa (Merek Dagang)

Berikut adalah obat merek di pasaran yang memiliki kandungan corifollitropin alfa didalamnya [1]:

Brand Merek Dagang
Elonva

1. Anonim. Corifollitropin alfa. Drugs; 2020
2. Anonim. Corifollitropin alfa. Mims Indonesia; 2020
3. Anonim. Corifollitropin alfa. Drugbank; 2020
4. Anonim. Corifollitropin alfa. Rxlist; 2020

Share