Makanan, Minuman dan Herbal

Daun Kemangi Merah: Manfaat – Efek Samping dan Tips Penggunaan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sekilas Tentang Daun Kemangi Merah

Daun kemangi merah atau biasa disebut dengan rubin merah atau basil merah memiliki nama ilmiah Ocimum basilicum purpurascens. Tanaman ini termasuk dalam famili Lamiaceae dengan genus Ocimum.

Tanaman ini banyak digunakan sebagai obat herbal sama seperti tanaman basil lainnya dan dapat dijadikan tanaman hias[3].

Karakteristik Daun Kemangi Merah

Daun Kemangi Merah

Tanaman daun kemangi merah memiliki karakteristik daun berwarna ungu kemerahan dan memiliki aroma yang khas. Bunga tanaman ini berwarna merah muda dan berukuran kecil.

Tinggi tanaman ini sekitar 61-76 cm dengan lebar 38-46 cm. Tanaman ini biasanya mekar pada akhir musim panas[3,4].

Kandungan Gizi Pada Daun Kemangi Merah

Berikut ini kandungan gizi yang terdapat pada daun kemangi merah:

NamaJumlahUnit
Pinene0.39%
Sineole10.56%
Linalool5.57%
Carvone0.78%
Eugenol0.37%
Muurolene0.48%
Selinene3.45%
Muurolene0.42%

Menurut data pada tabel kandungan gizi diatas menunjukkan bahwa daun kemangi merah memiliki kandungan sineol yang cukup tinggi. Hal ini memungkinkan daun kemangi merah dapat digunakan sebagai obat oles yang dapat merileksasi otot atau saraf tubuh dikarenakan memiliki kandungan sineol yang dapat memberikan efek panas apabila dioleskan [1].

Kandungan Senyawa Pada Daun Kemangi Merah

Seperti keluarga dari ocimum lainnya, daun kemangi merah juga memiliki kandungan senyawa yang banyak. Kandungan senyawa ini yang menjadikan tanaman daun kemangi merah dimanfaatkan sebagai tanaman herbal.

Daun kemangi merah memiliki kandungan senyawa diantaranya seperti polifenol, flavonoid, antosianin, asam askorbat, karotenoid, dan fenol. Kandungan senyawa tersebut yang memiliki peran dalam mengobati penyakit dan menjaga daya tahan tubuh manusia[5].

Daun kemangi merah memiliki kandungan senyawa berupa polifenol, flavonoid, antosianin, asam askorbat, karotenoid, dan fenol yang dapat dimanfaatkan dalam obat herbal dan memberikan manfaat kesehatan bagi manusia.

Manfaat Kesehatan Pada Daun Kemangi Merah

Daun kemangi merah memiliki banyak kandungan gizi dan kandungan senyawa yang dapat dimanfaatkan. Kandungan-kandungan tersebut dimanfaatkan dalam pembuatan obat herbal.

Obat herbal dari daun kemangi merah memiliki banyak manfaat dalam mengobati berbagai penyakit. Untuk itu berikut ini manfaat yang dapat diperoleh dari obat herbal daun kemangi merah:

  • Sebagai Antioksidan

Antioksidan berperan dalam melindungi tubuh dari ancaman radikal bebas. Radikal bebas apabila dibiarkan dapat memberi ancaman pada tubuh, yaitu berupa penuaan dini, penyakit jantung, kanker, dan lemahnya imun tubuh.

Dikarenakan efek radikal bebas yang membahayakan bagi tubuh, maka tubuh perlu perlindungan dari antioksidan. Antioksidan dapat ditemukan dalam makanan, minuman, dan obat herbal, salah satunya pada daun kemangi merah.

Daun kemangi merah memiliki manfaat sebagai antioksidan karena tanaman ini memiliki kandungan flavonoid, bahkan kandungan flavonoid yang ada pada daun kemangi merah lebih tinggi daripada daun kemangi hijau[2].

Daun kemangi merah memiliki kandungan flavonoid yang tinggi sehingga tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan yang menangkal dan melindungi tubuh dari paparan radikal bebas.

Daun kemangi merah memiliki sifat antimikroba yang dapat dimanfaatkan untuk menghambat dan mematikan mikroba yang merugikan manusia. Mikroba yang merugikan manusia tersebut dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit yang mengancam kesehatan manusia.

Oleh karena itu, daun kemangi merah dapat menghambat pertumbuhan mikroba tersebut dan menjaga kesehatan manusia. Selain itu, sifat antimikroba ini juga dapat digunakan sebagai antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi[2]

Sifat antimikroba yang dimiliki tanaman daun kemangi merah dapat digunakan sebagai antibiotik yang mencegah terjadinya infeksi pada manusia.

Daun kemangi merah dapat digunakan untuk mengurangi stres karena tanaman ini memiliki aroma daun yang khas. Aroma yang dimiliki daun tanaman ini dapat menenangkan stres dan mengurangi kecemasan.

Oleh karena itu, tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk mengurangi stres dan memberikan ketenangan pada orang yang menghirup aroma daun kemangi merah[7].

Daun kemangi merah dapat digunakan untuk mengurangi stres dan gangguan kecemasan karena tanaman ini memiliki daun yang beraroma khas dan menenangkan.

Epilepsi atau biasa disebut dengan ayan adalah penyakit yang diakibatkan karena gangguan sistem saraf pada otak. Penyakit ini biasanya ditandai dengan adanya gejala kejang pada penderita hingga hilangnya kesadaran.

Penyakit ini tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol dengan pemberian obat atau dengan perubahan pola makan. Oleh karena itu dengan konsumsi daun kemangi merah dan tambahan asupan lainnya, maka penyakit ini dapat diatasi dan dikontrol agar tidak sering kambuh.

Namun, konsumsi daun kemangi merah untuk mengatasi penderita epilepsi harus dengan pengawasan dokter agar tidak terjadi overdosis[7].

  • Membantu Metabolisme

Metabolisme adalah penyerapan dan pengolahan gizi dari makanan ke dalam tubuh yang kemudian diubah menjadi energi. Dalam proses metabolisme ini terjadi serangkaian reaksi kimia rumit yang terjadi di dalam tubuh.

Daun kemangi merah dapat digunakan untuk membantu melancarkan metabolisme tubuh karena tanaman ini mengandung serat yang dibutuhkan tubuh. Serat tersebut dapat memudahkan tubuh dalam mencerna dan mengubahnya menjadi energi, sehingga manusia dapat melakukan berbagai aktivitas dari energi tersebut[7].

Efek Samping Pada Daun Kemangi Merah

Tidak hanya memiliki segudang manfaat, daun kemangi merah juga memiliki efek samping bagi penggunanya. Efek samping ini dapat timbul karena berbagai macam sebab, tetapi umumnya disebabkan karena penggunaan dosis yang kurang tepat dari obat herbal tanaman ini.

Oleh karena itu, penggunaan daun kemangi merah sebagai obat herbal harus memperhatikan dosis yang tepat agar terhindar dari kemungkinan terjadinya efek samping. Berikut ini efek samping dari daun kemangi merah, antara lain:

  • Menurunkan Tekanan Darah

Daun kemangi merah dapat menurunkan tekanan darah karena tanaman ini dapat digunakan untuk mengurangi stres dan gangguan kecemasan, yang mana ketika seseorang mengalami stres tekanan darahnya akan naik. Oleh karena itu, orang yang mengalami stres bisa mengonsumsi tanaman ini untuk mengatasi stres tersebut.

Berbeda dengan orang yang rentan terhadap tekanan darah rendah, apabila mengonsumsi daun kemangi merah melebihi batas wajar maka akan memperparah tekanan darah rendah yang dimiliki oleh orang tersebut. Maka dari itu, konsumsi tanaman tersebut dalam batas wajar sangat dianjurkan agar terhindar dari efek samping satu ini[6].

  • Memperlambat Proses Pembekuan Darah

Sama seperti tumbuhan basil lainnya, daun kemangi merah juga dapat menyebabkan proses pembekuan darah melambat. Oleh karena itu, tanaman ini tidak dianjurkan dikonsumsi setelah melakukan operasi.

Hal ini dikarenakan setelah operasi tubuh belum pulih dan proses pembekuan darah menjadi hal yang utama pasca operasi agar hasil operasi bisa maksimal[6].

Daun kemangi merah memiliki efek samping yaitu dapat menurunkan tekanan darah dan memperlambat proses pembekuan darah. Hal ini dapat terjadi apabila mengonsumsinya dalam jumlah yang melebihi batas atau kondisi tubuh seseorang yang tidak cocok dengan kandungan senyawa yang ada dalam tanaman ini

Tips Penggunaan Pada Daun Kemangi Merah

Agar manfaat yang diperoleh dari daun kemangi merah dapat maksimal, maka penggunaan daun kemangi merah juga perlu diperhatikan. Hal ini bertujuan supaya nutrisi dan kandungan yang ada dalam tanaman ini tetap terjaga sehingga manfaat yang diperoleh bisa maksimal.

Berikut ini tips penggunaan daun kemangi merah sebagai obat herbal, diantaranya:

  • Ekstrak Minyak

Daun kemangi merah dapat dijadikan sebagai ekstrak minyak yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk antioksidan, antimikroba, dan mengurangi stres. Cara menggunakannya pun cukup mudah, yaitu dengan cara mengoleskannya pada bagian yang sakit atau menghirup aroma dari ekstrak minyak yang menenangkan tersebut.

Cara membuat ekstrak minyak ini cukup mudah, pertama siapkan daun kemangi merah yang telah dicuci bersih, potong menjadi kecil-kecil dan masukkan dalam toples. Kemudian masukkan larutan etanol ke dalam toples dan tunggu beberapa hari hingga larutan berubah warna.

Kini ekstrak minyak daun kemangi merah telah siap digunakan untuk obat herbal[2].

  • Dijadikan Salad

Daun kemangi merah dapat dijadikan sebagai salad dan dikonsumsi secara langsung ketika daun dalam kondisi masih segar. Salad daun kemangi merah ini dapat dicampurkan dengan buah atau sayuran lain sesuai selera.

Salad dari daun kemangi merah ini sangat menyehatkan, karena banyak mengandung serat yang dibutuhkan tubuh dalam proses metabolisme makanan[4].

Daun kemangi merah dapat digunakan sebagai dalam bentuk ekstrak minyak dan dijadikan salad yang dicampur dengan sayur atau buah lainnya.

Tips Penyimpanan Pada Daun Kemangi Merah

Tips penyimpanan pada daun kemangi merah juga tak kalah penting untuk diperhatikan, karena dengan penyimpanan yang tepat maka obat herbal dapat disimpan dalam waktu yang lama dan dapat digunakan sewaktu-waktu di keadaan darurat. Oleh karena itu, penyimpanan pada obat herbal perlu diperhatikan.

Berikut ini cara penyimpanan obat herbal daun kemangi merah, antara lain:

  • Minyak Atsiri

Daun kemangi merah dapat disimpan dalam bentuk minyak atsiri. Minyak atsiri tersebut dibuat dari daun dari tanaman ini sehingga memiliki aroma yang khas.

Hal ini dikarenakan daun kemangi merah memiliki aroma khas yang menenangkan dan dapat dijadikan sebagai aroma terapi[2].

Daun kemangi merah dapat disimpan dalam bentuk minyak atsiri yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama.

1. Elsherbiny A. Elsherbiny, Ayman Y. El-Khateeb, and Nabil A. Azzaz.Chemical Composition and Fungicidal Effects of Ocimum basilicum Essential Oil on Bipolaris and Cochliobolus Species. Vol. 18, No. 4. Journal of Agricultural Science and Technology; 2016.
2. Eshak, M.G. El-Hadidy, and Omneya, F.A. Mostafa. Phytochemical Evaluation of Two Cultivated Basil (Ocimum basilicum L.) Green and Red rubin leaves. ResearchGate; 2011.
3. Mary H. Dyer. Red Basil Care: How To Grow Red Rubin Basil Plants. Gardening Know How; 2020.
4. Anonim. Red Basil (Ocimum Hybrid). mygardenlife.
5. Gabriel-Ciprian Teliban, Vasile Stoleru, Marian Burducea, Andrei Lobiuc, Neculai Munteanu, Lorena-Diana Popa, and Gianluca Caruso. Biochemical, Physiological and Yield Characteristics of Red Basil as Affected by Cultivar and Fertilization. 10(2), 48. MDPI; 2020.
6. Marsha McCulloch, MS, RD. Basil: Nutrition, Health Benefits, Uses and More. Healthline; 2018.
7. Anonim. What to do with Red Basil. Bulwell Forest Garden.

Share