Penyakit & Kelainan

Fontanel Cekung: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Fontanel atau ubun-ubun cekung adalah ketika ubun-ubun bayi lebih dalam dari normalnya. Salah satu penyebab utama dari kondisi ini adalah dehidrasi. Dehidrasi ini dapat terjadi akibat muntah, tidak minum

Fontanel adalah titik-titik lunak yang terdapat di daerah kepala. Bayi terlahir dengan memiliki beberapa fontanel. Banyak ibu baru yang khawatir dengan fontanel, padahal fontanel memiliki manfaat untuk memberi tengkorak kepala fleksibilitas saat proses persalinan berlangsung. [1]

Fontanel biasanya terdapat di beberapa titik di kepala. Fontanel yang ada di bagian belakang kepala biasanya akan menghilang dengan sendirinya saat bayi berusia 1-2 bulan, sedangkan yang berada di atas kepala biasanya bertahan hingga usia 7-19 bulan. [1]

Fontanel tidak menutup sepenuhnya selama masa kanak-kanak, karena mereka masih membutuhkan ruang untuk tumbuh. Meskipun begitu, saat tulang sudah tumbuh dan memenuhi ruang kosong yang ada, maka saat itulah fontanel dianggap sudah tertutup. Itulah sebabnya Fontanel-fontanel yang terdapat di kepala bayi tidak menutup disaat yang bersamaan. [4]

Apa itu Fontanel Cekung?

Bila sebuah fontanel yang terdapat di kepala bayi memiliki bentuk yang melengkung ke dalam, maka inilah yang disebut dengan istilah Fontanel Cekung. Walaupun keadaan ini sering membuat para ibu menjadi khawatir, tetapi sebenarnya Fontanel Cekung bisa diatasi dengan perawatan medis yang benar. [1]

Gejala Fontanel Cekung

Bila Anda melihat Fontanel pada bayi cenderung memiliki permukaan yang melengkung terlalu dalam dari kondisi yang normal terjadi, maka itu adalah pertanda bahwa bayi Anda mengalami Fontanel Cekung. [2]

Kondisi ini bisa tak terdeteksi oleh orang tua, apabila cekungan Fontanel tertutup oleh rambut. Oleh karena itu, Anda harus melakukan pengecekan secara teratur setiap harinya.

Pada beberapa bayi, Fontanel Cekung juga disertai gejala seperti diare, demam, sering buang air kecil, bibir dan lidah kering, muntah, mata terlihat cekung, kulit kering, berat badan kurang, bayi terlihat kelelahan, dan lainnya. [2]

Penyebab Fontanel Cekung

Kondisi Fontanel Cekung pada bayi bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya: [1, 3, 5]

  • Dehidrasi

Sama seperti pada orang dewasa, dehidrasi juga bisa terjadi pada bayi apabila mereka kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dikonsumsi. Jika Fontanel Cekung pada bayi disebabkan oleh dehidrasi, maka harus segera diberikan tindakan medis karena berbahaya bila dibiarkan terlalu lama.

  • Malnutrisi Kwashiorkor

Kwashiorkor adalah bentuk gizi buruk yang bisa menyerang bayi, yang disebabkan karena kekurangan protein.

  • Gagal Tumbuh Sesuai Standar

Meskipun kondisi bayi berbeda-beda saat lahir, tetapi ada standar tertentu yang harus dipenuhi saat masa pertumbuhan. Jika standar tersebut tidak terpenuhi, maka kondisi tersebut disebut gagal tumbuh sesuai standar yang bisa mengakibatkan Fontanel Cekung.

Megakolon Toksisk adalah kondisi di mana terjadi pelebaran usus besar yang salah satunya disebabkan oleh radang usus.

Banyak orang mengira ini adalah salah satu jenis penyakit Diabetes, padahal sebenarnya bukan. Diabetes Insipidus adalah kondisi yang terjadi saat ginjal dalam tubuh tidak bisa menyimpan air. Akibatnya, seseorang yang menderita penyakit ini akan sering merasa kehausan dan ingin buang air kecil lebih sering dari biasanya.

Komplikasi Fontanel Cekung

Fontanel Cekung bisa sangat berhubungan dengan penyakit lainnya, seperti radang usus buntu, diabetes insipidus, dan malnutrisi (kurang gizi). [1]

Fontanel Cekung yang disebabkan oleh dehidrasi biasanya lebih mudah ditangani, berbeda dengan malnutrisi yang bisa menimbulkan komplikasi lebih serius dan berhubungan dengan terhambatnya perkembangan anak. [2]

Diagnosa Fontanel Cekung

Saat Anda mendapati bahwa bayi Anda memiliki gejala-gejala Fontanel Cekung, segera hubungi dokter. Biasanya dokter akan melakukan beberapa cara untuk mendiagnosa apakah bayi Anda mengalami Fontanel Cekung dan apa penyebabnya, agar bisa segera diberikan tindakan medis yang tepat.

Jenis-jenis tes yang dapat dilakukan dokter diantaranya adalah: [1, 2, 4]

  • Melakukan pemeriksaan dengan cara meraba-raba dengan lembut di area permukaan kepala bayi, untuk mengetahui apakah ada kondisi Fontanel yang tidak normal.
  • Pemeriksaan fisik untuk melihat apakah elastilitas kulit bayi berkurang akibat dehidrasi dan malnutrisi.
  • Melakukan pemeriksaan detak jantung bayi dan pernafasannya.
  • Pemeriksaan latar belakang kondisi bayi, misalnya kapan gejala-gejala Fontanel Cekung mulai muncul.
  • Mengecek pola makan bayi dan apakah bayi pernah mengalami muntah-muntah.
  • Pemeriksaan sampel darah dan urine untuk melihat apakah terjadi infeksi.

Pengobatan Fontanel Cekung

Fontanel Cekung bukanlah kondisi yang dapat ditangani sendiri di rumah, melainkan harus dilakukan oleh dokter di rumah sakit. Orang tua baru bisa merawat Fontanel Cekung di rumah apabila kondisinya merupakan jenis yang ringan (seperti yang disebabkan oleh dehidrasi) dan sudah diperiksa serta diizinkan oleh dokter.

Untuk mengatasi Fontanel Cekung, maka pengobatannya bergantung pada hasil diagnosa dari dokter. Apabila penyebab Fontanel Cekung adalah dehidrasi, maka dokter akan memberikan cairan lewat mulut atau melalui infus. [1, 2]

Lain halnya jika penyebab Fontanel Cekung adalah akibat kekurangan gizi, maka dokter akan memberikan nutrisi secara mulut maupun lewat infus. [1, 2]

Penentuan pemberian pengobatan lewat mulut atau infus dilihat dari reaksi bayi saat diberi cairan atau nutrisi lewat mulut. Apabila bayi muntah, maka pemberian pengobatan dilakukan melalui infus. [1, 2]

Pencegahan Fontanel Cekung

Untuk mencegah terjadinya Fontanel Cekung pada bayi, Anda dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan berikut ini: [1]

  • Memastikan bayi menerima asupan gizi yang cukup untuk menghindari malnutrisi.
  • Mencegah terjadinya dehidrasi pada bayi dengan mencukupi kebutuhan air setiap harinya.
  • Apabila bayi mengalami muntah atau diare, maka cairan yang hilang tersebut harus segera diganti agar tubuh tak sempat kekurangan cairan.

Itulah penjelasan lengkap tentang Fontanel Cekung yang walaupun merupakan hal yang umum terjadi, tapi sama sekali tidak boleh disepelekan keberadaannya.

Segera hubungi dokter untuk mendapatkan tindakan medis yang tepat apabila Anda menemui gejala-gejala Fontanel Cekung pada bayi Anda.

1. Krista O’Connell & Melanie Santos. What Causes Sunken Fontanel?. Healthline; 2016.
2. Aaron Kandola. Sunken Fontanel: Everything You Need to Know. Medical News Today; 2018.
3. Anonim. 5 Warning Signs From Your Baby’s Soft Spot. Cleveland Clinic; 2019.
4. Anonim. Fontanelles – Sunken. Mount Sinai; 2021.
5. Donna Murray, RN, BSN & Joel Forman, MD. A Guide to Your Baby's Soft Spots or Fontanelles. Very Well Family; 2019.

Share