Penyakit & Kelainan

Rambut Bayi Rontok: Penyebab – Gejala dan Cara Mengatasi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Setiap bayi memiliki keunikan masing-masing. Tumbuh kembang mereka pasti akan berbeda-beda. Namun, para orang tua masih sering merasa khawatir dalam fase pertumbuhan anak mereka, walau kondisi perkembangannya dalam keadaan normal. [4]

Pada fase tersebut, bayi normalnya akan mengalami beberapa masalah termasuk juga kerontokan rambut. Bayi juga bisa mengalami kerontokan rambut kapanpun tanpa Anda sadari.Jadi bukan hal aneh bila bayi yang masih berusia 4 minggu memiliki rambut lebih sedikit dibandingkan saat ia lahir. Bahkan saat bayi semakin besar menuju usia balita, rambut yang rontok akan semakin banyak. [2,4]

Pada 6 bulan pertama, rambut bayi akan mengalami kerontokan. Rambut ini sering disebut sebagai rambut lahir. Maka dari itu kondisi ini normal terjadi pada bayi. Bahkan pada beberapa bayi, rambut akan kembali tumbuh bersamaan saat rambutnya rontok. [3,5]

Ketika kondisi tersebut terjadi, Anda mungkin tidak melihat adanya perbedaan. Kerontokan juga bisa terjadi di area lain kepala bayi sehingga membuat bayi Anda mengalami botak sebagian. Meskipun begitu, kedua kondisi tersebut normal terjadi. [6,7]

Gejala Rambut Bayi Rontok

Berikut beberapa kondisi yang menunjukkan bayi Anda mungkin mengalami kerontokan rambut, seperti: [6]

  • Ada beberapa helai rambut bayi di tangan Anda setelah membelai kepala bayi.
  • Anda menemukan helaian rambut bayi di bak mandi bayi atau handuknya setelah Anda membasuh kepala bayi.
  • Ada helaian rambut bayi di tempat Anda biasa meletakkan bayi, seperti tempat tidur bayi atau stroller.

Penyebab Rambut Bayi Rontok

Sebagian besar penyebab kerontokan rambut bayi tidak berbahaya, seperti:

  • Telogen Effluvium

Bayi akan mengalami kerontokan rambut di masa awal setelah dilahirkan. Kondisi ini terjadi akibat perubahan kadar hormon yang menurun setelah bayi dilahirkan. Selain itu telogen effluvium juga bisa terjadi akibat stres, demam tinggi, anestesi saat operasi, konsumsi vitamin A berlebih dan konsumsi obat-obatan medis tertentu. [1,6]

  • Adanya Gesekan

Rambut di bagian belakang kepala bayi rontok akibat sering bergesekan dengan permukaan datar, seperti tempat tidur bayi atau stroller. Kondisi ini terjadi karena bayi tidur dalam posisi telentang. Rambut yang rontok akan kembali tumbuh saat bayi sudah bisa berguling, biasanya pada usia tujuh menuju delapan bulan. [6]

  • Ketombe pada Bayi (Cradle Cap)

Cradle cap muncul apabila Anda melihat kulit kepala bayi Anda tampak seperti berkerak dengan bercak-bercak kasar dan bersisik seperti ketombe yang mengeras. [6]

Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya cradle crap, tetapi biasanya disebabkan oleh peningkatan kadar minyak akibat perubahan hormonal pada bayi. Dan bisa juga diakibatkan oleh adanya jamur karena keadaan lembab. [6,7]

Cradle cap sebenarnya penyebab tidak langsung rambut rontok pada bayi. Karena saat kulit kepala yang berkerak atau bersisik terkelupas, ada helaian rambut yang ikut rontok. Kondisi ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya, walau butuh beberapa minggu hingga bulan untuk kembali sembuh. [6]

  • Kurap

Kurap terjadi akibat infeksi jamur menular yang disebut tinea capitis. Kondisi tersebut dapat menyebabkan rambut rontok, ruam merah, dan bersisik pada kulit kepala bayi. [1,5]

Menurut para dokter, kurap sebenarnya tidak menginfeksi anak di bawah usia 2 tahun. Namun, karena penyakit ini sangat menular dan penyebarannya bisa ditularkan melalui barang-barang yang dipakai bersama, Anda tetap harus mewaspadainya. [5,6]

  • Alopecia Areata

Kondisi ini langka terjadi pada bayi, walau ada beberapa diantaranya yang lahir dengan alopecia areata. Pada umumnya, anak yang berusia lebih besar atau remaja, rentan mengalami alopecia areata. [1]

Alopecia areata menyebabkan bayi mengalami rambut rontok di beberapa area kepala sehingga ada kebotakan di beberapa tempat. [2,3]

Kondisi ini terjadi karena dipicu oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh bayi yang menyerang dan menghancurkan folikel rambut yang sehat. Penelitian menyebutkan kondisi medis ini sangat langka terjadi pada anak di bawah usia 6 bulan. [2,3,4,6,7]

Cara Mengatasi Rambut Bayi Rontok

Sebenarnya para ahli mengatakan perawatan khusus tidak diperlukan untuk mengatasi kerontokan rambut pada bayi. Karena pada dasarnya kondisi ini normal terjadi. Rambut yang rontok pada beberapa bulan awal kelahiran akan kembali tumbuh saat bayi memasuki usia 6 bulan hingga 1 tahun. [1,6,7]

Namun, jika bayi Anda mengalami kerontokan rambut yang berlebihan dan butuh penanganan medis, sebaiknya Anda bisa konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Misalnya ada dugaan seperti: [6]

  • Kondisi medis seperti kurap atau alopecia areata. Segera kunjungi dokter untuk bisa mendapatkan diagnosis dan pilihan pengobatan untuk mengatasi kondisi tersebut, serta mencegah kerontokan rambut terjadi kembali.
  • Untuk mengurangi kerontokan rambut pada bayi akibat sering terjadi gesekan kepala dengan bantal atau permukaan datar, Anda bisa mencoba meletakkan bayi Anda dalam posisi tengkurap. Tetapi Anda harus kembali membalikan badannya dalam posisi terlentang saat tidur hingga umur 1 tahun hingga nanti bayi Anda sudah dapat berguling dengan sendirinya.

Cara Mencegah Rambut Bayi Rontok

Walaupun rambut bayi yang rontok hanya beberapa helai ataupun banyak, ada baiknya Anda melakukan beberapa cara berikut untuk merawat rambut bayi Anda, meliputi:

  • Mengubah Posisi Bayi

Anda perlu mengubah posisi bayi Anda saat ia berada di tempat tidur bayi atau stroller. Anda jangan ragu untuk mengubah posisi bayi ke arah berlawanan saat ia tidur. Atau misalnya saat bayi terbangun, biarkan ia aktif bergerak. Jadi jangan biarkan bayi Anda diam dalam posisi yang sama berkelamaan. [6]

  • Berlatih Posisi Tengkurap

Posisi tengkurap tidak hanya berdampak bagus untuk melatih kekuatan bayi, tetapi juga cara terbaik untuk mencegah botak sebagian pada kepala bayi, karena terlalu lama diam dalam posisi yang sama. [6]

Namun wajib diingat untuk tidak meninggalkan bayi tertidur dalam posisi tengkurap, karena bisa memicu kematian mendadak pada bayi. Selalu letakkan bayi dalam posisi telentang saat ia tidur dan berubah posisi tengkurap saat ia terbangun. [6,7]

  • Perawatan Rambut dan Kulit Kepala Bayi [6,7]
    • Gunakan sampo khusus bayi. Sampo ini tidak akan terlalu mengiritasi kulit kepala bayi yang baru lahir.
    • Jangan terlalu sering membasuh kepala bayi. Cukup 2 hingga 3 kali saja seminggu. Jika terlalu sering, akan sangat beresiko kulit kepala menjadi kering.
    • Jangan digosok saat membasuh kepala bayi. Cukup dengan membasuh kepala bayi dengan waslap basah yang sudah diberi sampo.
    • Gunakan sikat berbulu lembut untuk menghilangkan lapisan bersisik di kepala bayi. Ketombe pada bayi tidak berbahaya dan biasanya akan hilang dengan sendirinya.

1. Amy Froneman. Why do Babies Lose Their Hair?. News24; 2016.
2. Anita Chandra-Puri, MD. Hair Loss in Babies. Bump News; 2020.
3. Anonim. Hair Loss (Alopecia). Healthy Children, American Academy of Pediatrics; 2015.
4. Aparna and Dr. Rashmi Sriram. Hair Loss in Babies: What’s Normal and What’s Not. Firstcry Parenting; 2018.
5. Dana Dubinsky and Nancy Showen, MD. Hair Loss in Babies. Baby Center; 2021.
6. Karen Gill, M.D., and Donna Christiano. What It Means If YourYour Baby is Losing Hair. Healthline; 2019.
7. Pierrette Mimi Poinsett, MD. Infant Hair Loss: Is My Baby Going Bald?. Mom Loves Best; 2021.

Share