Penyakit & Kelainan

Tidur Berjalan: Gejala – Penyebab dan Cara Mengatasi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Tidur berjalan atau istilah medisnya adalah somnabulisme adalah gangguan perilaku yang bermula ketika tidur dan membuat orang berjalan atau melakukan aktivitas lain dalam keadaan tidur. Hal ini lebih sering

Tidur berjalan adalah kondisi yang dialami seseorang yang terlihat seperti bangun padahal sedang tidur, karena bisa berpindah tempat bahkan berjalan. Kondisi tidur berjalan ini dikenal juga dengan istilah sleepwalking atau somnambulism. [1]

Tidak seperti kebanyakan orang yang tidur dalam kondisi tubuh dan pikiran beristirahat, orang-orang yang mengalami tidur berjalan memiliki pikiran bawah sadar yang aktif. Beberapa aktivitas yang sering dilakukan oleh orang yang mengalami tidur berjalan adalah mengganti pakaian, makan, memindahkan barang, dan banyak aktivitas lainnya. [1,2,3]

Walau terlihat seperti benar-benar terbangun, sebenarnya kesadaran dari penderita tidur berjalan ini tidak aktif sehingga rawan sekali menyebabkan kecelakaan. Oleh sebab itu, penting untuk mendeteksi sedini mungkin gejala tidur berjalan agar dapat segera melakukan upaya untuk menanggulanginya. [1,2,3]

Gejala Tidur Berjalan

Tidur berjalan pada penderitanya menunjukkan beberapa gejala umum. Gejala umum ini terjadi karena fase tidur yang sudah cukup dalam, yaitu sekitar satu atau dua jam setelah terlelap. Pada fase itu, tidur Anda sedang berada pada fase nonrapid eye movement (NREM). [1,2]

Jadi gejala utama yang pasti muncul pada mereka yang mengalami tidur berjalan adalah mata yang terbuka. Mata para penderita tidur berjalan ini akan terbuka namun sayu, menandakan fase tidur berjalannya telah dimulai. [1,2,3,4]

Selanjutnya, penderita tidur berjalan juga akan menunjukkan gejala-gejala sederhana seperti duduk tiba-tiba dalam kondisi tidur dengan mata terbuka sedikit. Pada kondisi yang lebih parah, tidur berjalan dapat menyebabkan penderita bergerak disekitar rumah tanpa masalah apapun. [1,2,3]

Berikut ini beberapa gejala tidur berjalan lain yang bisa Anda waspadai: [1,2,3,4]

  • Kebingungan
  • Berbicara atau bergumam dalam tidur
  • Tidak merespon pertanyaan yang diajukan
  • Mencoba menghindari orang lain
  • Melakukan aktivitas seksual
  • Tidak ingat bahwa dirinya sempat terbangun

Penyebab Tidur Berjalan

Kondisi tidur berjalan banyak dijelaskan sebagai kondisi di mana seseorang sudah memasuki fase tidur yang dalam, tetapi sebagian fungsi otaknya terbangun dan mendorongnya melakukan berbagai aktivitas fisik. Hal ini dapat terjadi karena beberapa penyebab seperti ini:

  • Faktor Genetik

Faktor penyebab tidur berjalan yang paling umum terjadi adalah genetik. Setidaknya sebanyak 61% anak yang tidur berjalan memiliki orang tua yang tidur berjalan juga. Hal ini juga terjadi pada anak kembar identik, jika salah satunya tidur berjalan pasti yang lainnya juga. [2,3,5]

  • Cedera Otak

Seseorang yang pernah mengalami kecelakaan atau kejadian yang menyebabkan otak cedera, juga bisa berakhir menjadi penderita tidur berjalan. Salah satu jenis cedera otak yang banyak menjadi pemicu tidur berjalan adalah encephalitis atau pembengkakan otak. [2,3,5]

Kondisi demam juga bisa menjadi pemicu munculnya gejala ringan dari tidur berjalan. Contohnya, selama suhu badan anak tinggi, mereka akan tidur dalam kondisi mata setengah terbuka. Setengah fase tidurnya, anak yang demam biasanya akan terduduk dan bergumam. [2,3,5]

  • Efek Samping Obat-obatan

Konsumsi beberapa jenis obat-obatan, khususnya yang memiliki efek sedatif diketahui bisa meningkatkan peluang tidur berjalan pada seseorang. Oleh sebab itu, perhatikanlah jenis obat yang ingin Anda konsumsi dan pelajari apa saja efek sampingnya. [2,3,5]

Beberapa jenis gangguan tidur seperti Obstructive Sleep Apnea (OSA) dan Restless Leg Syndrome  (RLS) adalah jenis gangguan tidur yang dapat memicu tidur berjalan. Jenis gangguan tidur ini menyebabkan tidur nyenyak tergantung pada pertengahan dan akhirnya terjadilah tidur berjalan. [2,3,5]

  • Kekurangan Tidur

Anda yang sering kurang tidur juga memiliki resiko yang tinggi mengalami tidur berjalan. Jadi jangan sering memangkas waktu tidur Anda. Selalu pastikan Anda memiliki waktu tidur yang cukup setiap harinya. [2,3,5]

  • Pengaruh Alkohol

Mengonsumsi alkohol terlalu banyak hingga menjelang malam dapat menyebabkan ketidakstabilan dari tahapan tidur seseorang. Jadi setelah bermabuk-mabukan, maka sangat banyak orang yang berjalan padahal tubuhnya sedang tidak sadarkan diri. [2,3,5]

Terakhir, penyebab tidur berjalan juga bisa berupa stress. Stress apapun jenisnya dapat mengganggu ketenangan tidur seseorang. Sehingga, penting untuk dapat bijaksana mengelola tingkat stress Anda. [2,3,5]

Faktor Resiko Tidur Berjalan

Tidur berjalan dapat dihubungkan dengan berbagai faktor resiko penyakit lain. Itulah sebabnya penting sekali untuk Anda memahami faktor-faktor resiko tersebut, sebelum menanggulanginya. Berikut ini beberapa faktor resikonya ya: [3]

  • Asma malam hari
  • Masalah pada detak jantung
  • Berbagai kelainan psikologis
  • Demam tinggi dan masih banyak lagi yang lainnya.

Apakah Tidur Berjalan Berbahaya?

Tidur berjalan tidak berbahaya jika Anda sudah bisa mengantisipasinya. Cara untuk mengantisipasi tidur berjalan dapat dilakukan dengan membuat ruangan sekitar Anda tidur aman.

Aman dalam hal ini berarti bahwa, Anda sebaiknya mengatur kamar Anda tidak terlalu penuh barang. Hindari juga ujung benda-benda tajam yang mungkin tersenggol ketika sedang tidur berjalan. [3]

Tidak hanya itu saja, agar Anda tidak berjalan terlalu jauh dalam tidur, sebaiknya Anda mengunci pintu dan jendela Anda. Menggunakan berbagai cara antisipasi seperti ini, tidur berjalan menjadi tidak berbahaya. [3,5]

Komplikasi dari Tidur Berjalan

Komplikasi yang mungkin terjadi pada seseorang yang tidur berjalan biasanya adalah luka tanpa disadari. Selama tidur berjalan, penderita tidak bisa mengendalikan kemana arahnya melangkah dan apa yang dilakukannya. Oleh sebab itu, pada beberapa kasus komplikasi luka sangat sering ditemukan. [5,6]

Misalnya, selama tidur berjalan pasien menuruni tangga kemudian jatuh terpeleset. Akhirnya, kondisi pasien berakhir dengan patah tulang. Lebih para dari itu, jika tidur berjalan menyebabkan seseorang bisa sampai mengendarai mobil di luar kesadarannya, maka dapat membahayakan orang lain juga. [5,6]

Kapan Harus ke Dokter ?

Secara umum, tidur berjalan biasanya terjadi karena faktor eksternal seperti kurang tidur atau kelelahan, bisa juga stress. Oleh sebab itu, tidak ada hal serius yang harus diperiksakan ke dokter dalam hal ini. Khususnya jika tidur berjalan terjadi pada anak-anak. [2,4,6]

Namun, jika tidur berjalan terjadi pada orang dewasa dengan frekuensi yang cukup tinggi, maka lakukanlah pemeriksaan ke dokter segera. Ada beberapa cara medis yang dapat membantu mengatasi masalah tidur berjalan yang Anda alami. [2,4,6]

Cara Mengatasi Tidur Berjalan

Jika melakukan pemeriksaan ke dokter, biasanya Anda akan diberikan beberapa tips untuk dapat mengatasi tidur berjalan secara alami. Misalnya dengan mengatur pola tidur yang tepat, mengatur kondisi kamar agar tidur lebih nyaman, hingga cara relaksasi sebelum tidur. [2,6]

Namun jika hal-hal tersebut belum membantu juga, biasanya dokter akan memberikan obat atau melakukan hipnosis. Obat-obatan yang biasa diresepkan kepada penderita tidur berjalan adalah benzodiazepines atau antidepresan lainnya. [1,3,6]

Selain itu, untuk pengobatan yang lebih mendalam bisa juga dilakukan terapi hipnosis. Terapi ini akan membantu pikiran Anda lebih relax. Jadi berbagai pemicu masalah tidur berjalan Anda pun bisa ikut teratasi.

Cara Mencegah Tidur Berjalan Terjadi Lagi

Informasi yang tidak kalah penting, jika Anda sudah membaik setelah melakukan pengobatan tidur berjalan, maka lakukanlah pencegahan. Cara mencegah tidur berjalan ini hanya memerlukan tekad Anda untuk mengubah pola hidup. [1,2]

Mulai dengan mengubah pola tidur, pola makan, dan pola mengelola stress. Pastinya, tubuh Anda akan terbebas dari gangguan tidur seperti ini nantinya. [1,2]

1. Rachel Nall, MSN, CRNA & Steve Kim, MD. Sleepwalking. Healthline; 2018.
2. Danielle Dresden & Janet Hilbert, MD. What to know about sleepwalking. Medical News Today; 2020.
3. WebMD Medical Reference & Carol DerSarkissian. Sleepwalking (Somnambulism. WebMD; 2019.
4. WebMD Medical Reference & Christopher Melinosky. Sleepwalking: When to Seek Medical Care. WebMD; 2019.
5. Eric Suni & Dr. Nilong Vyas. Sleepwalking. Sleep Foundation; 2020.
6. Anonim. Sleepwalking. NHS; 2018.

Share