Penyakit & Kelainan

Penyebab Air Kencing Bau dan Cara Mengatasinya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Beberapa orang, baik pria maupun wanita mungkin pernah mengeluhkan ketika buang air kecil menimbulkan bau yang tidak sedap. Hal tersebut tentunya akan membuat seseorang menjadi khawatir apakah hal tersebut berbaya bagi kesehatan? Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Simak penjelasan berikut ini

Penyebab Air Kencing Bau

Penyebab urin atau air kencing memiliki bau yang menyengat dan tidak sedap dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya yaitu

  • Pengaruh Konsumsi Makanan

Makanan bisa menjadi salah satu pengaruh mengapa urin memiliki bau yang menyengat. Asparagus merupakan contoh makanan yang membuat urin menjadi memiliki bau yang kuat dan menyengat. Penyebab bau urin dari asparagus disebabkan oleh tingkat senyawa sulfur yang terkandung di dalamnya [1].

Infeksi Saluran Kencing (ISK) atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Urinary Tract Infection merupakan salah satu infeksi yang umum terjadi. Infeksi saluran kencing (ISK) adalah istilah kolektif yang menggambarkan setiap infeksi yang melibatkan bagian manapun dari saluran kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra [2].

Infeksi ini terjadi akibat berbagai patogen seperti Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Proteus mirabilis, Enterococcus faecalis dan Staphylococcus saprophyticus. Gejala apabila seseorang mengalami infeksi saluran kencing yaitu sering buang air kecil, adanya darah pada urin, dan timbul sensasi terbakar saat buang air kecil [3].

Infeksi saluran kencing merupakan salah satu penyebab urin berbau menyengat [4].

Urin terdiri dari campuran air dan juga bahan kimia yang keluar dari tubuh. Ketika mengalami dehidrasi maka rasio air terhadap bahan kimia menjadi lebih kecil yang akan menyebabkan urin mengeluarkan bau yang kuat karena kurangnya air untuk mengencerkan bau kimiawi yang keluar dari tubuh [5].

Tanda-tanda terjadi dehidrasi [5]

  1. Mulut terasa kering
  2. Sering merasa haus
  3. Merasa lelah
  4. Kulit terasa kering
  5. Pusing
  6. Urin berwarna kuning tua atau orange dan berbau amonia [1]

Diabetes adalah penyakit dengan istilah urin manis yang berlebih, diabetes merupakan penyakit yang dapat terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat dan kebiasaan pola makan. Penyebab utamanya antara lain kurangnya pekerjaan fisik, obesitas, dan gaya hidup yang tidak sehat [6].

Gejala diabetes yang paling umum adalah urin yang berbau manis akibat kadar gula darah yang terlalu tinggi [1].

  • Penyakit Liver

Bau urin yang menyengat bisa menjadi salah satu tanda seseorang memiliki penyakit liver. Gejala lainnya apabila seseorang terkena penyakit liver yaitu mual,muntah, sakit perut, kelemahan, kembung, penurunan berat badan, urin berwarna gelap, dan kulit atau mata terlihat kuning (jaundice) [1].

Fenilketonuria adalah kondisi genetik bawaan sejak lahir dan tidak dapat disembuhkan. Kondisi ini membuat seseorang tidak dapat memecah asam amino yang disebut dengan fenilalanin, ketika asam amino menumpuk maka urin akan mengeluarkan bau yang tidak sedap [1].

  • Fistula Kandung Kemih

Fistula kandung kemih dapat terjadi akibat seseorang mengalami cedera atau cacat sehingga menyebabkan bakteri dari usus masuk ke dalam kandung kemih.

Kondisi ini dapat menyebabkan urin mengeluarkan bau yang tidak sedap. Fistula kandung kemih dapat terjadi karena cedera bedah atau penyakit usus, seperti penyakit radang usus, kolitis ulserativa, atau penyakit Crohn [1].

Pada Wanita Hamil

Perubahan hormon merupakan hal yang pasti dialami oleh ibu hamil. Selama masa hamil, wanita mengalami kenaikan hormon kehamilan atau yang disebut dengan hCg. Terjadinya peningkatan hormon hCg pada ibu hamil akan membuat urin memiliki bau yang tajam dan tidak sedap [1].

Pada saat hamil, indra penciuman pun bertambah tajam sehingga tidak jarang banyak ibu hamil yang mengeluhkan memiliki bau urin yang menyengat dan tidak sedap. Dehidrasi yang terjadi pada ibu hamil juga menjadi salah satu penyebab lain urin memiliki bau yang tajam saat hamil [1].

Kapan Harus Ke Dokter

Apabila dirasa memiliki bau urin yang menyengat dan tidak kunjung hilang dalam jangka waktu dua hari maka dianjurkan untuk memeriksakan hal tersebut ke dokter [1].

Apalagi jika diperparah dengan berbagai gejala seperti urin memiliki bau yang manis, perut terasa kembung, mual, muntah, dan mengalami kebingungan mental. Maka segeralah untuk memeriksakan ke dokter karena gejala ini mungkin saja merupakan tanda seseorang terkena penyakit diabetes, mengalami dehidrasi, atau bahkan penyakit liver [1].

Cara Mengatasi Air Kencing Bau

Berikut cara mengatasi air kencing yang bau

  • Dehidrasi

Apabila gejala dehidrasi terlihat seperti yang telah disebutkan diatas maka dianjurkan untuk cukupi kebutuhan cairan pada tubuh. Dengan meminum banyak cairan terutama air maka bau urin akan kembali normal [1].

Antibiotik dikonsumsi apabila seseorang mengeluhkan urin yang berbau tidak sedap dan sudah memeriksakan diri ke dokter. Untuk dapat mengobati infeksi saluran kencing dengan cara mengkonsumsi obat antibiotik tentunya dengan saran dan anjuran dari dokter [2].

Cara Mencegah Air Kencing Bau

  • Menghindari makan makanan yang dapat menimbulkan bau tidak sedap seperti asparagus [1]
  • Mencukupi kebutuhan cairan [1]
  • Menjaga pola hidup sehat [1]

1. Carissa Stephens, R.N & Rose Kivi. What Causes Abnormal Urine Odor. Healthline; 2019.
2. Chee Wei Tan & Maciej Piotr C. Urinary Tract Infection in Adult. Singapore Medical Journal; 2016.
3. Ana L. F.M., Jennifer N. W., Michael C., & Scott J. H. Urinary Tract Infections : Epidemiology, mechanisms of infection and treatment options. NCBI; 2015.
4. Susan J Midthun, MS, RN & Ruth Paur, MS. Urinary tract infections : Does the smell really tell? Journal of Gerontological Nursing; 2004.
5. Suzanne Falck, M.D., FACP & Ana Gotter. What Causes Urine to Smell Like Sulfur and How Is This Treated? Healthline; 2018.
6. Murugesh Shivashankar. A Brief Overview Of Diabetes. International Journal Of Pharmacy And Pharmaceutical Sciences; 2011.

Share