Penyakit & Kelainan

Bolehkah Penderita Darah Tinggi Melakukan Push Up? Ini Faktanya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi umum yang dialami oleh orang dewasa, terutama ketika usia sudah memasuki kepala empat [1].

Hipertensi adalah keadaan tubuh saat tekanan darah menunjukkan angka di atas 140/90 mmHg [2,3].

Menurut hasil Riskesdas tahun 2018, prevalensi hipertensi pada penduduk Indonesia usia 18 tahun ke atas adalah 34,11% dan terus meningkat semakin berjalannya waktu [4].

Tidak hanya di Indonesia, tekanan darah tinggi merupakan salah satu kondisi paling banyak dialami orang dewasa di seluruh dunia [5].

Selain perlu menghindari makanan tertentu, tidak semua jenis olahraga juga bisa dilakukan oleh penderita darah tinggi [6].

Bagi yang ingin memilih push up sebagai olahraga rutin saat tekanan darah naik, ketahui seberapa aman olahraga ini bagi tubuh.

Bolehkah penderita darah tinggi melakukan push up?

Boleh, push up merupakan salah satu jenis olahraga yang aman dilakukan oleh para penderita tekanan darah tinggi, termasuk juga sit up [6].

Selama push up dilakukan tanpa berlebihan dan melakukan latihan fisik menurut kemampuan tubuh, maka push up tergolong aman bagi penderita darah tinggi sekalipun [6].

FITT berikut ini dapat dijadikan sebagai panduan oleh siapa saja, termasuk penderita darah tinggi, sebelum melakukan olahraga [6] :

  • Frequency, yakni seberapa sering penderita darah tinggi perlu melakukan olahraga.
  • Intensity, yakni seberapa intens penderita darah tinggi perlu melakukan olahraga (hal ini juga bisa disesuaikan dengan jenis olahraga yang dilakukan).
  • Time, yakni seberapa lama penderita darah tinggi perlu melakukan olahraga (berfokus pada durasi setiap kali melakukan latihan fisik).
  • Type, yakni jenis olahraga yang paling sesuai dengan kondisi tubuh dan kesukaan penderita darah tinggi.

Olahraga apapun, termasuk push up dapat membantu menurunkan risiko hipertensi sebesar 50% dan penyakit stroke sebesar 27% [6].

Rajin bergerak aktif tanpa melakukannya berlebihan pun sudah cukup untuk memberikan manfaat bagi kesehatan dan kebugaran fisik [6].

Tips bagi Penderita Darah Tinggi Sebelum Lakukan Push Up [6]

  • Konsultasikan dengan dokter saat pengecekan tekanan darah atau pemeriksaan kesehatan rutin mengenai program olahraga yang tepat bagi penderita darah tinggi.
  • Bila diperlukan, tanyakan kepada dokter mengenai ada tidaknya perubahan obat supaya tidak memengaruhi aktifnya tubuh. Ini karena obat resep dokter yang pasien harus konsumsi berhubungan dengan jenis olahraga yang dilakukan.
  • Pastikan untuk menjalani pola diet benar, yakni dengan memilih asupan rendah garam dan kalori tinggi serat, tidur cukup, olahraga rutin, dan mengendalikan stres maupun berat badan.
  • Pastikan untuk menghindari kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol terlalu sering dan banyak.
  • Lakukan pemanasan sebelum melakukan olahraga push up maupun jenis olahraga lainnya. Selain push up, berjalan kaki setiap hari pun merupakan aktivitas fisik yang dapat membawa perubahan dan peningkatan kesehatan tubuh.
  • Undang beberapa anggota keluarga atau teman untuk bergabung, sebab melakukan olahraga apapun, termasuk push up akan lebih menyenangkan jika bersama-sama.

Selain push up, adakah olahraga aman lainnya bagi penderita darah tinggi?

Untuk latihan ketahanan tubuh, push up dan sit up adalah jenis latihan fisik yang paling direkomendasikan [6].

Namun bagi penderita darah tinggi yang sudah lama tidak aktif bergerak, lakukan olahraga aerobik lebih dulu untuk membiasakan diri [6].

Lakukan 15-30 menit 2-4 kali per minggu sebelum memulai latihan ketahanan tubuh [6].

1. Nicholas Bakalar. For Women in Their 40s, High Blood Pressure May Carry Special Risks. The New York Times; 2021.
2. Suzanne Oparil, Maria Czarina Acelajado, George L. Bakris, Dan R. Berlowitz, Renata Cífková, Anna F. Dominiczak, Guido Grassi, Jens Jordan, Neil R. Poulter, Anthony Rodgers, & Paul K. Whelton. Hypertension. Nature Reviews Disease Primers; 2019.
3. Ashley EA & Niebauer J. Chapter 6-Hypertension. Cardiology Explained. London: Remedica; 2004.
4. Didik Budijanto, Rudy Kurniawan, Winne Widiantini, Supriyono Pangribowo, & Dian Mulya. Hipertensi Si Pembunuh Senyap. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI; 2019.
5. Katherine T Mills, PhD, Andrei Stefanescu, MS, & Jiang He, MD, PhD. The global epidemiology of hypertension. Nature Reviews Nephrology; 2021.
6. Exercise Is Medicine. Exercising with High Blood Pressure. Exercise Is Medicine; 2022.

Share