Penyakit & Kelainan

8 Cara Mengatasi Anak Usia 18 Bulan Susah Makan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Salah satu permasalahan memiliki anak usia balita yang kerap membuat para orang tua pusing adalah susah makan.

Anak suka pilih-pilih makanan tidak hanya memusingkan, tapi juga mengkhawatirkan karena ditakutkan anak tidak mendapat cukup gizi bagi proses tumbuh kembangnya [2].

Rupanya, para orang tua dengan masalah seperti ini sangat wajar karena anak usia 15-18 bulan menurut Dr. Dina DiMaggio memang secara alami menjadi lebih pemilih, terutama karbohidrat [2].

Untuk menghadapi hal seperti ini, berikut adalah sederet cara mengatasi anak usia 18 bulan yang susah makan.

1. Tidak Meributkan di Hadapan Anak

Orang tua mungkin kesal ketika anak menjadi sulit makan, apalagi jika sudah menyiapkannya dan anak justru menolak untuk makan [1,2].

Namun hindari meributkan hal ini di depan anak, memaksanya memakan makanan tersebut, apalagi sampai menghukumnya [1,2,4].

Anak justru akan semakin susah makan ketika mereka dipaksa apalagi dihukum [4].

Tidak ada salahnya bagi orang tua membiarkan anak mendengarkan dan merasakan sendiri rasa lapar dalam diri mereka.

Khususnya jika anak sebelumnya sudah makan dalam porsi terlalu banyak, maka mereka pasti akan menolak untuk makan.

Oleh sebab itu, coba tengok kembali porsi makan yang disediakan untuk anak, apakah hal ini memengaruhi nafsu makannya karena menyiapkan makanan merupakan tanggung jawab orang tua, namun keputusan makan atau tidak tentu ada pada sang anak [1,2,4].

2. Atur Makan Bersama

Sebisa dan sesering mungkin, orang tua perlu mengatur jadwal makan bersama dengan anak [1,4].

Pastikan pula saat makan bersama tidak ada gangguan dari luar, seperti memegang atau memainkan ponsel apalagi menyalakan televisi [1,4].

Ponsel atau televisi dapat menjadi sebuah distraksi bagi orang tua maupun anak, apalagi jika memutar film kartun yang akan membuat anak tergoda menonton daripada makan [1,4].

3. Sediakan Makanan Sehat yang Bervariasi

Agar anak tidak terlalu sulit makan, orang tua dapat berkreasi dengan masakan.

Menyediakan makanan sekreatif dan sebervariasi mungkin akan membuat anak lebih tertarik, namun tentunya dengan tidak melewatkan nutrisi lengkap [1,2,3,4].

Setiap minggu, beri anak 2 kali ikan yang sudah dipisahkan dari tulangnya maupun daging.

Makanan kaya protein, buah, serta sayur yang diolah dengan tambahan bumbu atau rempah sedap diharapkan menambah nafsu makan anak [1,2,3,4].

Jika takut anak tidak suka atau makanan menjadi terbuang, siapkan dalam porsi kecil, lalu 1-2 minggu kemudian beri makanan yang sama [1].

Tidak masalah ketika orang tua ingin memberi anak mie atau roti, namun sesekali saja sebagai selingan agar anak tidak bosan [3].

4. Tidak Menyuap Anak dengan Makanan Lain

Beberapa orang tua pasti pernah melakukannya, yaitu demi anak mau makan makanan yang telah disiapkan, orang tua justru menawarkan makanan lain sebagai “bonus” atau “hadiah” [1].

Pada beberapa kasus, cara ini mungkin efektif-efektif saja, namun bisa juga menjadi pemicu anak lebih enggan makan makanan utama karena lebih menyukai makanan “bonus” atau “hadiah” tadi [1].

5. Kombinasi Rasa

Para orang tua dapat mencoba memberikan anak makanan dengan kombinasi rasa agar anak lebih dapat bereksplorasi dengan rasa [1,5].

Jika anak terbiasa dengan rasa asin dan manis, tak ada salahnya salah satu makanan asin atau manis dikombinasi bersama makanan pahit atau asam (yang tak terlalu familiar bagi anak) [1,5].

Keju dan brokoli adalah salah satu contoh kombinasi karena asin dan pahit siapa tahu mendorong anak tidak lagi sulit makan [1,5].

6. Coba Tawarkan Lagi dan Lagi

Alih-alih memaksa anak untuk memakan makanan yang sudah disiapkan apalagi sampai menghukum, orang tua jangan bosan untuk membujuk dan menawarkan makanan yang sempat ditolak oleh anak [1,2,3].

Tidak ada salahnya tetap mencoba menawarkan makanan baru maupun makanan yang semula tidak anak sukai [1].

Beri kesempatan anak untuk terus menyicipnya agar terbiasa [1].

7. Sajian dengan Visual Menarik

Tidak hanya menu yang bervariasi, para orang tua pun sebaiknya mempertimbangkan tampilan makanan yang akan diberikan kepada anak [1,2,3].

Anak balita usia 18 bulan akan tertarik dengan penampilan makanan yang bentuk dan warnanya beraneka ragam [2].

Dalam sehari, orang tua bahkan dapat sekreatif mungkin menyiapkan segala makanan dengan warna khusus, seperti makanan-makanan berwarna merah di hari Senin (semangka, stroberi, salmon, bit atau lainnya), makanan warna hijau di hari Selasa (brokoli, kiwi, kale, alpukat, bayam, atau lainnya), makanan warna kuning di hari Rabu (pisang, jeruk, kentang, jagung, labu atau lainnya), dan seterusnya [2].

8. Jadi Contoh/Teladan

Seringkali para orang tua tidak menyadari bahwa anak bisa saja memerhatikan orang tuanya dalam hal makanan [1,6].

Orang tua tidak suka atau tidak pernah makan sayuran bisa jadi justru dicontoh oleh anak [6].

Oleh sebab itu, pastikan para orang tua dapat menjadi “role model” bagi anak-anak mereka walaupun usia anak masih 18 bulan [1,6].

Jika ingin anak mengonsumsi suatu jenis makanan, pastikan orang tuanya mengonsumsi yang sama—akan lebih baik jika menyontohkannya tepat di hadapan sang anak saat makan bersama [6].

Misalnya, jika ingin anak memakan sayurannya, orang tua juga perlu makan sayuran yang sama dan memakannya di depan sang anak agar anak mau mengonsumsi [1,6].

Bahkan ketika orang tua tidak suka dengan makanan tersebut dan memaksakan diri mengonsumsinya, anak bisa merasakannya [1,6].

Diperlukan kesabaran ekstra bagi para orang tua yang memiliki anak susah makan di usia sekitar 18 bulan; menerapkan beberapa tips tersebut diharapkan mampu membantu menarik anak untuk lebih mudah makan.

1. AAP Committee on Nutrition. 10 Tips for Parents of Picky Eaters. Healthy Children; 2018.
2. Dr. Dina DiMaggio. Toddler eats: 5 ways to overcome a picky eating phase. Motherly; 2016.
3. Stephanie Wood. The 6 Types of Picky Eater—And How to Get Them to Eat. Parents; 2020.
4. Positive Discipline. Child Won’t Eat Without Being Nagged. Positive Discipline; 2021.
5. Natalia Stasenko. Fun taste-tests that can help picky eaters branch out. Feeding Bytes; 2002.
6. Benioff Children's Hospital. Picky Eaters. Benioff Children's Hospital; 2021.

Share