Hidup Sehat

12 Cara Merawat Organ Intim Wanita Agar Tetap Sehat

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Di dalam organ intim wanita menghasilkan bakteri baik yang membatu untuk mencegah terjadinya infeksi. Penting bagi wanita untuk menjaga alat reproduksi. Pasalnya, kesehatan pada organ intim akan berpengaruh pada kesuburan, mencapai orgasme dan keinginan melakukan seks. Selain itu, organ intim yang sehat dapat berpengaruh pada tingkat kepercayaan diri. [1, 2]

Terkadang terdapat beberapa berita menggunakan kata vulva dan vagina dianggap memiliki makna yang sama. Namun sebenarnya ada beberapa perbedaan di antara kedua kata tersebut. [3]

Saluran otot tertutup atau vagina terhubung dengan serviks dan rahim. Vagina dapat disebut juga saluran lahir wanita yang akan melahirkan. Di sisi kanan dan kiri rahim akan terdapat ovarium tempat memproduksi telur yang akan dilepaskan menuju tuba rahim. [3]

Apabila telur tidak dibuahi, lapisan telur akan luruh dan keluar melalui vagina. Inilah yang disebut dengan menstruasi yang akan terjadi pada wanita yang telah subur sampai waktu menopause tiba. [3]

Di bagian terluar organ intim wanita terdapat vulva yang dilengkapi dengan mon pubis, labia mayora, labia minora, klitoris dan vestibular bulbs. Tulang kemaluan akan dikeliling oleh lemak yang disebut dengan mon pubis. Labia mayora adalah lapisan yang akan melindungi organ intim eksternal wanita dan di dalamnya terdapat labia minora yang melindungi lubang vagina dan uretra. [4]

Menjaga kesehatan organ intim wanita itu penting. Untuk itu akan diberikan 12 cara untuk menjaga organ intim wanita yang dapat dilihat dalam penjelasan di bawah in

  • Jangan Lakukan Douching

Douche merupakan alat yang dapat digunakan untuk menyalurkan air atau cairan lain ke beberapa bagian tubuh tertentu dengan alasan medis. Penggunaan douche banyak digunakan untuk kebersihan vagina[5].

Pada kenyataannya, penggunaan alat douche dapat membunuh bakteri baik dan mengubah pH yang dapat menyebabkan lebih mudah terkena infkesi. Jangan lakukan douching meskipun dengan tujuan untuk memberi wangi pada vagina. Aroma vagina pada setiap wanita memang berbeda-beda. Namun, dibanding melakukan douching, ada baiknya kita merubah aroma vagina dengan makanan seperti mengonsumsi nana. [3]

  • Hati-Hati dalam Mencukur Bulu Kemaluan

Rambut kemaluan mempunyai banyak fungsi diantaranya adalah melindungi organ intim dari bakteri, mengurangi rasa gatal dan masalah terkait yang disebabkan oleh keringat. [3]

Mungkin bisa mencukur bulu kemaluan di beberapa bagian tertentu misal ditujukan untuk menggunakan baju renang. Gunakan krim cukur dan gel alami untuk membantu bulu kemaluan agar lebih mudah dicukur. [3]

  • Gunakan Pakaian yang dapat Menyerap Keringat

Pakaian dalam yang terbuat dari katun adalah pakaian terbaik dan dapat menyerap keringat. Pakaian yang dapat menyerap keringat dapat mengurangi bakteri. Jagalah organ intim wanita dengan mengganti celana dalam setiap harinya. [3]

  • Lakukan Pengobatan saat Terjadi Infeksi

Infeksi jamur, vaginosis bakterialis serta trikomoniasis adalah salah satu infeksi yang biasanya terjadi pada bagian vagina. Vaginosis bakterialis adalah infeksi yang terjadi akibat banyaknya bakteri yang tumbuh di vagina sedangkan trikomoniasis terjadi akibat parasit yang ditularkan melalui hubungan seksual. [6]

Jalau infeksi jamur dapat diobati sendiri terlebih dahulu dengan obat yang di jual secara bebas di apotek. Namun, harus segera ke dokter dan mendapatkan resep obat langsung ketika belum sembuh. Sedangkan untuk vaginosis bakterialis dan trikomoniasis harus segera dibawa ke dokter karena dapat menyebabkan masalah serius lainnya. [6]

  • Gunakan Pelumas saat Melakukan Seks

Vagina akan menghasilkan pelumas alami. Namun beberapa kondisi dapat menyebabkan wanita tak mampu menghasilkan pelumas alami yang cukup. Dalam kondisi ini, pelumas buatan dapat digunakan untuk mencegah mengurangi gesekan dan mencegah iritasi. Hal ini dikarenakan pelumas adalah hal penting ketika akan berhubungan seksual. [6]

Hindari pelumas yang berbentuk petroleum jelly. Pilih pelumas buatan yang tepat karena beberapa pelumas dapat menyulitkan terjadinya pembuahan[6]. Hindari juga produk yang mengandung gliserin dan produk minyak bumi. Gliserin dapat menyebabkan bakteri tumbuh sedangkan produk minyak bumi dapat merusak kadar pH yang ada pada vagina[3].

  • Ikuti Aturan Menjaga Kebersihan

Kebersihan organ intim harus selalu dijaga. Misalnya setelah buang air besar dan buang air kecil harus dibersihkan mulai dari belakang sampai depan agar terhindar dari bakteri jahat. Saat masa menstruasi datang, gunakan pembalut secara teratur. Penggunaan pantyliner dengan tujuan menyerap keputihan diperbolehkan walau terkadang akan terjadi iritasi pada bagian vulva[6].

  • Menjaga Pola Makan

Manusia mengkonsumsi makanan bukan hanya untuk mengisi energi saja. Makanan juga dapat memberi manfaat kepada kesehatan tubuh manusia. Untuk kesehatan vagina juga dapat dilakukan dengan menjaga pola makan yang sehat dan bergizi serta minum banyak air[6].

Ada beberapa makanan yang dapat memberikan manfaat untuk kesehatan vagina. Salah satunya adalah yogurt. Yogurt yang kaya akan probiotik dan bakteri laktobacillus dapat membantu mencegah infeksi jamur[6]. Salah satu penelitian juga menyarankan untuk memakan suplemen berisi cranberry untuk pencegahan infeksi saluran kemih[7].

  • Gunakan Sex-Toys yang Aman untuk Tubuh

Tidak semua sex-toys aman untuk digunakan. Untuk itu gunakan sex-toy yang terbuat dari bahan tertentu seperti kayu, silikon, stainless steel, kaca, dan keramik. [3]

  • Tidur Tanpa Menggunakan Pakaian Dalam

Beberapa penelitian mengatakan kalau tidur pada suhu yang dingin dapat menyehatkan tubuh. Untuk mendapatkan kondisi tersebut, tidur dapat dilakukan tanpa menggunakan pakaian dalam sehingga mempermudah vagina untuk bernapas dan terasa lebih nyaman[3].

  • Jaga Kesehatan Mental

Berusahalah untuk tidak stress. Hal ini dikarenakan kesehatan mental menjadi peran penting untuk menjaga organ intim. Lakukan hal-hal positif dan hobi untuk menghilangkan pikiran negatif[8].

  • Hindari Penggunaan Antiobiotik yang Berlebihan

Di dalam tubuh, terdapat bakteri probiotik yang dapat mencegah perkembangbiakkan bakteri jahat. Penggunaan antibiotik berlebihan dapat mengganggu keseimbangan probiotik. Hal ini dapat menyebabkan ragi dan bakteri dapat tumbuh di vagina[9].

  • Lakukan Kegel

Manfaat senam kegel selain berperan sebagai latihan yang tepat untuk memperkuat otot panggul, fungsi rektum dan kandung kemih dapat ditingkatkan dengan melakukan latihan kegel. Selain itu, kegel dapat mengurangi ketegangan yang terjadi pada vagina. [9]

1 Kacy Church, MD. 8 Rules For A Healthy Vagina. Everyday Health; 2017
2 Mayo Clinic Staff. Vagina: What's Normal. What's Not. Mayo Clinic; 2020
3 Kirsten Schultz .From Pubes to Lubes: 8 Ways to Keep Your Vagina Happy. Healthline; 2019
4 Nicole Galan, RN. The External and Internal Female Reproductive Organs. Very Well Health; 2020
5 Bethany Cadman. What Is A Douche. Medical News Today; 2018
6 Dennis Thompson Jr. 8 Rules for a Healthy Vagina. Everyday Health; 2017
7 Wang CH, Fang CC, Chen NC, Liu SS, Yu PH, Wu TY, Chen WT, Lee CC, Chen SC. Cranberry-containing products for prevention of urinary tract infections in susceptible populations: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Arch Intern Med. 2012 Jul 9;172(13):988-96. doi: 10.1001/archinternmed.2012.3004. PMID: 22777630.
8 Kalwyna Rathod.The Expert Guide To Taking Care Of Your Reproductive Health. Femina In.2021
9 Dr. Misbah Malik. 6 Ways to Protect Your Vaginal Health. Oladoc; 2019

Share