Kehamilan & Parenting

Daun Mahoni: Manfaat – Efek Samping dan Tips Penggunaan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sekilas Tentang Daun Mahoni

Pohon mahoni selain pohonnya ternyata beberapa bagiannya sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Bagian tersebut tidak lain yaitu seperti bagiannya daunnya.

Daun mahoni tersebut salah satu bagian pohon mahoni yang bisa digunakan. Pohon mahoni sendiri berasal dari negara Hindia Barat yang dapat tumbuh subur di pasir payau dekat dengan pantai.

Nama latin dari daun mahoni sendiri yaitu Swietenia macrophylla dan lebih terkenal dengan nama mahoni saja. Bagian-bagian pohon mahoni tersebut sangat berpotensi sekali sebagai obat herbal dan sudah tersebar di seluruh dunia [2,3].

Karakteristik Tentang Daun Mahoni

Daun mahoni tentu mempunyai karakteristik yang menjadikan pembeda dari tumbuhan lain yang hampir mirip fungsinya dengan mahoni. Daun mahoni tersebut memiliki bentuk bulat oval, runcing pada ujung daun, tulang daunnya berbentuk menyirip, dan tepi daun berbentuk rata.

Daun mahoni

Daun mahoni dikelompokkan sebagai daun majemuk dan warna daun mahoni saat masih muda adalah merah kecoklatan sedangkan saat tua warnanya berubah menjadi hijau kecoklatan. Biasanya pada musim kemarau akan menggugurkan daun tersebut.

Kondisi permukaan daun pada daun pohon mahoni daun besar terlihat hijau, mengkilap, dan licin. Pada tata letak daun pohon yang diamati, daun pohon mahoni daun besar memiliki tata daun berhadapan bersilang yaitu pada tempat melekatnya daun terdapat dua daun yang letaknya berhadapan [2,3].

Kandungan Gizi Pada Daun Mahoni

Berikut ini kandungan gizi yang terdapat pada daun mahoni:

NamaJumlahUnit
Fenolik24mg
Tannin5.75mg
Alkaloids14.5mg
Flavonoid14.25mg
Steroid
Terpenoids
Glikoside
Asam amino
Saponin

Pada tabel kandungan gizi diatas menunjukkan bahwa daun mahoni memiliki beberapa kandungan gizi seperti alkaloid di dalamnya. Alkaloid diketahui dapat berfungsi sebagai zat anti bakteri dan juga anti jamur bagi tubuh.

Maka dari itu daun mahoni dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pengobatan alternatif bagi penderita penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri atau jamur [1].

Kandungan Senyawa Pada Daun Mahoni

Daun mahoni mempunyai berbagai kandungan senyawa yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Kandungan senyawa tersebut seperti flavonoid, saponin, tanin dan beberapa kandungan senyawa yang lainnya.

Beberapa senyawa tersebut tentunya mempunyai peranan masing-masing dalam menjaga tubuh agar terhindar dari berbagai macam penyakit yang ada. Salah satunya seperti tanin yang mana senyawa tersebut mampu bekerja dalam tubuh untuk meringankan sakit diare yang sering dialami oleh seseorang [1,2,3].

Kandungan senyawa yang baik dan begitu beragam pada daun mahoni sangat diperuntukkan untuk kesehatan tubuh

Manfaat Kesehatan Pada Daun Mahoni

Daun mahoni ternyata juga mempunyai berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh karena mengandunga beberapa kandungan senyawa yang baik. Sehingga perlu diketahui beberapa manfaat kesehatan dari daun mahoni untuk kesehatan tubuh.

Berikut manfaat kesehatan yang dimiliki oleh daun mahoni :

  • Mencegah Perkembangan Kanker

Bagian dari pohon mahoni yaitu pada daunnya memiliki manfaat dalam mencegah maupun mengatasi sel kanker di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan di dalam daun mahoni tersebut terdapat senyawa yang disebut sebagai fitoestrogen, yaitu saponin dan flavonoid.

Senyawa fitoestrogen tersebut ini diketahui dapat berkerja sebagai mempengaruhi proses poliferasi dan menginduksi apoptosis sel kanker yang membuat sel kanker tidak berkembang dan menjalar ke beberapa jaringan tubuh yang lainnya [7,8].

Daun mahoni dapat mencegah pertumbuhan sel kanker yang ada di dalam tubuh
  • Antioksidan

Daun mahoni sendiri juga banyak terdapat kandungan senyawa yang bersifat sebagai antioksidan bagi tubuh. Salah satu senyawa antioksidan tersebut yaitu quecertin yang memiliki manfaat yang cukup besar.

Senyawa quecertin diketahui dapat mencegah timbulnya efek samping pada tubuh terutama yang disebabkan oleh radikal bebas. Quecertin sendiri dapat mencegah timbulnya sel kanker pada tubuh melalui efek sitotoksik yang dimilikinya sekaligus mengganggu proses poliferasi pada sel kanker agar tidak menyebar [1,4].

Sifat antioksidan pada daun mahoni dapat memberikan efek untuk menjaga tubuh 

Daun mahoni manfaatnya lainnya yaitu bisa sebagai oabt berkumur bagi area mulut. Hal ini dikarenakan daun mahoni mempunyai sifat sebagai anti bakteri yang ternyata dapat membersihkan bagian-bagian dari mulut, seperti gusi dan gigi.

Kandungan antiseptiknya tersebut memiliki peran penting, yang apabila dari bagian gusi terdapat luka maka dapat lebih cepat sembuh apabila dengan cara berkumur menggunakan obat dari daun mahoni.

Tidak hanya itu saja, daun mahoni apabila digunakan pada saat dikumur juga dapat menyembuhkan bagian mulut yang terkena infeksi dan sariawan [4,5].

Bau mulut tergangganggu dapat diatasi dengan meminum obat herbal dari duan mahoni

Daun mahoni salah satunya mempunyai menfaat lain sepertu dapat digunakan dalam untuk menyembuhkan batuk yang timbul di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan terdapat senyawa yang bersifat sebagai ekspektorat yang dapat mengatasi penyebab timbulnya batuk dan pilek.

Senyawa-senyawa ekspektoran yang ada pada daun mahoni tersebut diantaranya yaitu limonene dan sineol. Ketiga senyawa tersebut memiliki peranan yang berbeda-beda dalam mengatasi batuk.

Salah satunya seperti senyawa limonene yang mempunyai peran dalam meredakan peradangan pada tenggorakan yang merupakan salah satu penyebab timbulnya batuk. Sedangkan untuk senyawa seperti sineol merupakan senyawa yang akan memberikan rasa hangat pada saluran pernafasan yang dapat membunuh bakteri dan melunturkan lendir berlebih yang menjadi penyebab munculnya penyakit batuk [1,4,5].

Senyawa limonene dan sineol pada daun mahoni dapat meringankan sakit batuk yang ada di tubuh
  • Anti inflamasi

Salah satu manfaat dari daun mahoni yaitu sebagai anti inflamasi atau peradangan di dalam tubuh. Khasiat ini di dapatkan oleh daun mahoni tersebut dikarenakan terdapat aktivitas senyawa seperti flavonoid, saponin, fosfor dan alkaloid yang ada di dalamnya.

Keempat senyawa tadi telah diketahui dapat menyembuhkan sakit peradangan yang terjadi pada tubuh, contohnya seperti senyawa fosfor yang dapat merelaksasi otot dan saraf yang berkontraksi pada bagian tubuh yang mengalami peradangan yang membuatnya tidak menimbulkan nyeri dan mempercepat kesembuhan.

Selain itu, alkaloid juga berperan dalam membunuh penyebab peradangan pada tubuh, seperti bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh [1,7,8].

Sifat antiinflamasi yang ada di dalamnya dapat menyembuhkan sakit peradangan yang ada di tubuh

Efek Samping Dari Daun Mahoni

Selain mempunyai manfaat yang beragam daun mahoni juga memiliki efek samping yang apabila dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu pelru diketahui beberapa efek samping dari daun tersebut sebelum terlambat.

Berikut efek samping dari tumbuhan daun mahoni tersebut bagi kesehatan tubuh :

Gejala yang berbeda-beda mungkin setiap orang pernah mengalaminya seperti dengan alergi yang bisa diakibatkan oleh obat herbal dari daun mahoni. Hal ini karena daun mahoni mengalami ketidakcocokan yang terjadi pada sistem imun tersebut dan menganggap salah satu kandungan senyawa yang ada di dalamnya berbahaya bagi tubuh.

Bila ketidakcocokan tersebut sudah terjadi biasanya akan menimbulkan berbagai gangguan seperti gatal-gatal, ruam merah, atau mual-mual. Apabila sudah mengalami kondisi tersebut, maka bisa segeralah untuk menyudahi mengkonsumsi daun mahoni tersebut agar tidak mengalami gejala yang berlebihan [1,2].

Bagi orang yang menderita batu empedu yang ada di bagian organ empedu dapat membuat tubuh terasa lemas, hal ini dikarenakan adanya kandungan nitrat yang tinggi pada tubuh dan mengkonsumsi daun mahoni secara berlebihan. Sehingga nitrat yang dikonsumsi akan mengendap di dalam organ empedu tersebut.

Bagian empedu sebaiknya mengkonsumsi nitrat dengan tidak secara berlebihan, karena kandungan nitrat tersebut berbahaya dan tidak cepat untuk mengalami filtrasi apabila berlebihan. Maka dari itu perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi tumbuhan yang mengandung nitrat lebih [1,2].

Setiap obat herbal tentunya mempunyai efek samping apabila dikonsumsi secara berlebihan terutama pada daun mahoni tersebut 

Tips Penggunaan Pada Daun Mahoni

Daun mahoni sebelum dikonsumsi akan lebih baik jika dikelola terlebih dahulu. Maka dari itu diketahui tips-tips penggunaan untuk daun mahoni tersebut.

  • Air Rebusan Daun Mahoni

Cara membuat air rebusan dari daun mahoni sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Pertama siapkan bahan-bahannya terlebih dahulu seperti daun mahoni sekitar 5 gram atau 5-10 helai daun.

Setelah itu cuci bersih bagian daun tersebut menggunakan air mengalir agar bakteri atau kuman yang menempel hilang. Siapkan air di wadah panci dan panaskan terlebih dahulu sampai sedikit mendidih.

Selanjutnya setelah mendidih sedikit masukkan daun mahoni tersebut ke dalamnya dan tunggu sampai benar-benar mendidih. Tunggu juga sampai airnya sedikit berubah warna.

Tiriskan air rebusan tersebut ke dalam gelas yang diatasnya diberi saringan. Tuangkan secara perlahan lahan agar air tersebut terpisahkan dengan amps dari daun mahoni itu. Air rebusan tersebut sudah siap untuk dikonsumsi dan lebih baik dalam kedaan hangat atau sesikit agak panas [4,6].

  • Teh Dari Daun Mahoni

Membuat teh dari daun mahoni juga bisa dilakukan dengan cara yang tepat. Siapkan bahan-bahan terlebih dahulu seperti bagian daun mahoni yang sudah dikeringkan terlebih dahulu dan jangan mengambil yang sudah berguguran karena isi kandungan yang ada di dalam akan berkurang.

Selanjutnya siapkan air panas sebagai melarutkannya, masukkan daun mahoni sekitar 5-10 lembar ke dalam wadah gelas dan tuangkan airnya. Tunggu hingga beberapa menit sampai semuanya tercampur. Lalu aduk-aduk sebentar agar daun mahoni kering tersebut lebih merata.

Saringlah teh tersebut agar terpisahkan dari ampas daunnya tersebut. Teh daun mahoni sudah bisa dikonsumsi dengan meminumnya, lebih baik meminumnya dalam keadaan teh tersebut hangat ataupun panas. Boleh ditambahkan rasa pemanis sesuai dengan selera [4,6].

Cara mengkonsumsi duan mahoni sebelum di minum lebih baik untuk dikelola dahulu agar kandungan yang di dalam bereaksi baik 

Tips Penyimpanan Pada Daun Mahoni

Penyimpanan yang tepat untuk daun mahoni dari bagian pohon mahoni yang lainnya adalah perlu tipis-tips simpan yang benar. Sehingga diketahu beberapa tips-tips penyimpanan dari daun mahoni tersebut.

  • Simpan Dalam Kondisi Segar

Kondisi segar untuk daun mahoni sangat diperlukan supaya tidak cepat membusuk ataupun rusak. Ambillah daun-daun mahoni yang segar dan masih berwarna hijau.

Jangan mencucinya terlebih dahulu karena akan lebih menyebabkan tetjadi pembusukan dan kerusakan pada daun. Lalu langsung masukkan ke dalam plastik ziplock atau boleh juga di bungkus dengan kertas atau koran bekas.

Lalu masukkan ke dalam plastik ziplock dan tutup dengan rapat. Selanjutnya masukkan ke dalam lemari es dan tempatkan di rak kulkas bagian sayuran supaya tidak tercampur bahan yang lainnya [6].

  • Simpan Dalam Kondisi Kering

Kondisi kering juga dapat dilakukan untuk menjaga kondisi dari bagian daun mahoni tersebut. Sehingga juga bisa diterapkan.

Cara yang dilakukan siapkan bahan-bahanya terlebih dahulu seperti beberapa helai daun mahoni. Lalu cuci menggunakan air mengalir secara perlahan agar pada daun tersebut tidak terlalu menyimpan air.

Tiriskan sejenak dan letakkan di wadah yang cukup besar seperti tempeh. Lalu keringkan sekitar 5 hari agar hasil keringan tersebut benar-benar kering di bawah sinar matahari.

Hasil keringan tersebut lalu simpan di dalam toples dan tutup dengan rapat agar tetap menjaga kondisi keringan tersebut. Taruhlah ditempat di suhu ruangan [6].

Kondisi kering ataupun segar tentunya masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan yang dimiliki  

1. MV Durai, G Balamuniappan, R Anandalakshmi, S Geetha and N Senthil Kumar. Qualitative and quantitative analysis of phytochemicals in crude extract of big – Leaf mahogany (Swietenia macrophylla King.) 4(6): 88-91. International Journal of Herbal Medicine; 2018.
2. Ernesto Escalante., Valentín Pando., Pedro Saravia., and Felipe Bravo. Survival and growth of big-leaf mahogany (Swietenia macrophylla King) seedlings in two provenance trials in Bolivia. 47(1): 37-52,. Ecología en Bolivia. 2012.
3. Anoop E.V., Jijeesh C.M., Sindhumathi C.R.., and Jayasree C.E.. Wood physical, Anatomical and Mechanical properties of Big Leaf Mahogany (Swietenia macrophylla Roxb) a potential exotic for South India. 2(8): 7-13. Research Journal of Agriculture and Forestry Sciences. 2014.
4. K. Shono., and L. K. Snook. Growth of big-leaf mahogany (Swietenia macrophylla) in natural forests in Belize. 18(1):61-73. Journal of Tropical Forest Science. 2006.
5. Seok-Keik Tan., Hasnah Osman., Keng-Chong Wong., Peng-Lim Boey., and Padzilah Ibrahim. Antimicrobial and antioxidant activities of Swietenia macrophylla
leaf extracts. 2(02): 181-188. J. Food Ag-Ind. 2009.
6. Siva Krishnan. Traditional Herbal Medicines - A Review. Volume 5, Issue 4. International Journal of Research and Analytical Reviews; 2018.
7. Aleksandra Kozłowska, Dorota Szostak-Wegierek. Flavonoids--food sources and health benefits. 68(2):79-85. Roczniki Państwowego Zakładu Higieny; 2014.
8. A. Nihal Yücekutlu. Application of saponins in foods and medicines. 14-17. Turkey Natural Nutrition and Healthy Life Days. 2016.

Share