Kehamilan & Parenting

7 Efek Samping Ibu Hamil Terlalu Banyak Duduk

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Menjaga postur tubuh yang baik sangat penting dalam kehamilan. Postur tubuh yang tepat dapat membantu mencegah dan bahkan meredakan rasa sakit. Duduk menjadi salah satu postur tubuh yang sering dilakukan untuk beristirahat bagi ibu hamil. Cara dan durasi duduk yang tepat dapat meringankan beban kaki ketika berdiri ataupun ketika lelah berbaring [1].

Beberapa pekerjaan menuntut untuk duduk sepanjang hari. Banyak ibu hamil yang bekerja harus duduk dalam waktu yang lama bahkan sepanjang hari. Seseorang yang duduk dalam waktu lama tidak banyak menggunakan energinya sehingga dianjurkan untuk aktif bergerak khususnya ibu hamil. Terlalu lama duduk secara umum dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan yang merugikan [1,2].

Berikut efek samping ibu hamil terlalu banyak duduk:

1. Nyeri punggung bawah

Duduk dalam waktu yang lama dapat menyebabkan nyeri punggung bagian bawah. Posisi duduk memberikan tekanan pada otot punggung, leher dan tulang belakang. Hal tersebut akan diperburuk apabila duduk dalam posisi membungkuk [4].

Postur tubuh yang buruk saat duduk dapat menyebabkan kompresi pada cakram tulang belakang dan dapat menyebabkan degenerasi dini yang menyebabkan nyeri kronis. Terlalu banyak duduk juga menyebabkan fleksir pinggul memendek dan menyebabkan nyeri punggung [5].

2. Meningkatkan berat bedan

Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa ibu hamil menghabiskan lebih dari 50 persen waktunya dengan tidak terlalu banyak bergerak atau sedentary. Penggunaan energi yang sangat rendah bisa menjadi pemicu berat badan naik. Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk duduk, seperti harus bekerja di depan komputer, menonton televisi menjadi pemicu obesitas bagi ibu hamil [1].

Dalam sebuah penelitian duduk secara terus menerus selama dua jam dan kelipatannya, meningkatkan risiko obesitas meningkat sebesar 5 persen [3]. Olahraga setiap hari tidak akan mengurangi berat badan ekstra yang dihasilkan dari efek terlalu banyak duduk diam. Namun seorang ibu hamil tetap dianjurkan untuk berolahraga [4].

Terlalu banyak duduk dapat menyebabkan kurangnya eksitasi kontraksi lokal dari otot dan menyebabkan penekanan aktivitas lipoprotein lipase. Lipoprotein lipase membantu memproses lemak dan gula yang dimakan. Terlalu banyak duduk akan menyebabkan pelepasan molekul-molekul tersebut berkurang dan menyebabkan sindrom metabolik [3,5].

Ibu hamil yang terlalu banyak duduk dan kurang olahraga di trimester kedua, berpotensi mengalami peningkatan berat badan yang signifikan antara trimester pertama dan kedua [6].

3. Meningkatkan risiko Diabetes tipe 2

Duduk terus-menerus atau sedentary yang menjadi salah satu faktor meningkatkan risiko pada penyakit diabetes tipe 2 [1]. Duduk selama berjam-jam selama kehamilan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes mellitus gestasional [2]. Hal ini bukan disebabkan karena sedikit kalori yang dibakar, melainkan duduk terlalu lama duduk dapat mengubah cara tubuh bereaksi terhadap insulin, hormon yang membantu membakar gula dan karbohidrat menjadi energi [4].

Terdapat sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa untuk duduk dalam dua jam dan kelipatannya dapat meningkatkan resiko diabetes sebesar 7 persen [3]. Wanita hamil yang terlalu banyak dudukdan kurang berolahraga di trimester kedua memiliki kadar glukosa darah lebih tinggi sekitar usia kehamilan 28 minggu [6].

4. Menyebabkan Deep vein Trombosis

Trombosis vena dalam (DVT) merupakan gumpalan yang terbentuk di kaki karena duduk terlalu lama. Gumpalan tersebut dapat menyebabkan kondisi serius jika terlepas dan tersangkut di paru-paru. Gejala yang tampak meliputi sakit dan bengkak pada kaki [4].

5. Menyebabkan varises

Terlalu banyak duduk dapat menyebabkan darah menggenang di kaki. Hal tersebut memberi tekanan tambahan pada pembuluh darah. Gejala yang tampak meliputi pembengkakkan pada urat [4].

6. Kaki dan otot lemah

Ketika terlalu banyak duduk dalam waktu yang lama atau sepanjang hari, otot tubuh bagian bawah akan mendapatkan tekanan lebih banyak untuk menopang tubuh. Hal ini menyebabkan atrofi otot, yaitu suatu kondisi melemahnya otot-otot. Tanpa otot kaki dan glute yang kuat untuk menstabilkan kondisi seseorang, akan meningkatkan risiko cedera [65.

7. Penyakit jantung

Banyak duduk secara terus menerus menjadi faktor risiko penyakit arteri koroner. Sebuah penelitian menunjukkan seorang yang banyak duduk lebih dari 23 jam per minggu memiliki risiko 64 persen lebih besar terkena penyakit kardiovaskular [1, 4, 5].

Durasi dan cara duduk yang disarankan untuk Ibu Hamil

Postur tubuh ibu hamil ketika duduk sangat penting untuk menghindari beberapa efek samping terlalu banyak duduk seperti nyeri punggung atau menghindari ketidaknyamanan lainnya. Berikut tips untuk membantu duduk dengan postur yang baik [7]:

  • Menjaga agar tubuh tetap tegak dan tidak membungkuk. Gunakan kursi yang kokoh dan dapat menyangga punggung bawah dan ketika memiringkan panggul kedepan. Gunakan bantal atau alat lainnya untuk menyangga punggung.
  • Ketika duduk lutut lebih rendah dari pinggul dan kaki menyentuh lantai.
  • Bangun atau bergerak dari duduk setiap maksimal satu jam sekali. Dapat dilakukan dengan berjalan-jalan.
  • Usahakan untuk tidak menyilangkan kaki saat duduk menganggu sirkulasi darah.
  • Cobalah untuk sesering mungkin untuk mengubah posisi.

Yang perlu dihindari oleh ibu hamil ketika duduk yaitu:

  • Hindari duduk dalam posisi yang sama selama 30 menit
  • Hindari duduk membungkuk
  • Hindari duduk lebih dari 8 jam sehari

Jika ibu hamil menderita nyeri punggung, sebisa mungkin hindari untuk duduk dalam waktu yang lama, usahakan untuk duduk singkat kurang lebih 10-15 menit [8]. Sebaiknya upayakan tetap bergerak dan tidak terlalu banyak duduk. Ibu hamil bisa melakukan beberapa macam olahraga disesuaikan dengan minat dan kondisi kesehatan. Konsultasikan dengan dokter atau bidan.

1. Caterina Fazzi, David H. Saunders, Kathyrn Linton, Jane E. Norman, Rebecca M. Reynolds. ncbi.nlm.nih.gov Sedentary behaviours during pregnancy: a systematic review. 2017.
2. Sylvia E. Badon, Alyson J. Littman, K.C. Gary Chan, Michelle A. Williams, Daniel A. Enquobahrie. BMC Pregnancy and Childbirth. Maternal sedentary behavior during pre-pregnancy and early and mean offspring birth size: cohort study. 2018.
3. Hadi Daneshmandi, Alireza Choobineh, Haleh Ghaem, Mehran Karimi. Journal of Lifestyle Medicine. Adverse Effects of Prolonged Sitting Behavior on the General Health of Office Workers. J Lifestyle Med; 2017.
4. Staff, reviewed by Tyler Wheeler, MD. webmd.com Why Sitting too much is Bad for your health. 2019.
5. Ana Schaefer. healthline.com 10 Things That Happen When You Sit Down All Day. 2017.
6. Nicola Jones-warwick. futurity.org Is lots of sitting a health risk for pregnant women. 2015.
7. Anonim. standforchildrean.org Pregnancy and Posture. accessed 2021.
8. Anonim. webmd.com Good Posture During Pregnancy. accesssed 2021.

Share