Atrofi Otot: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa itu Atrofi Otot?

Definisi dari atrofi otot yaitu terjadinya kikisan pada jaringan otot yang menjadi lebih kecil. Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik. [1]

Penderita penyakit atau cedera ini akan kesulitan atau bahkan tidak dapat menggerakkan lengan atau kaki. Kehilangan kemampuan untuk menggerakan ini dapat berujung pada pengecilan otot. [1]

Seiring berjalannya waktu, tanpa adanya pergerakan yang teratur, bagian lengan atau kaki akan terlihat mulai lebih kecil tetapi tidak lebih pendek dari sebelumnya. [1]

Dalam beberapa kasus dari kondisi diatas, pemborosan otot dapat diatasi dengan perubahan pola makan dengan baik dan benar, serta lakukan olahraga, atau dapat lakukan terapi fisik. [1]

Gejala Atrofi Otot

Atrofi otot memiliki banyak variasi gejala, semua tergantung pada penyebab dan seberapa parah seseorang kehilangan jaringan ototnya. [2]

Gejala dari atrofi otot umumnya adanya pengurangan massa pada otot yang nyatanya terdapat beberapa gejala lainnya, antara lain [2]:

  • Salah satu bagian lengan atau kaki terlihat lebih kecil dari bagian satunya
  • Merasa lemah pada satu bagian tungkai tulang
  • Merasa kesulitan dalam melakukan keseimbangan tubuh
  • Tidak aktif bergerak dalam waktu yang lama

Gejala lainnya yang dapat terjadi di bagian sistem tubuh dan kondisi lain, termasuk [3]:

  • Kelelahan dan tidak enak badan
  • Merasa kaku setelah bangun tidur di pagi hari
  • Kemungkinan akan sering terjatuh
  • Adanya pembengkakan di area yang cedera

Penyebab Atrofi Otot

Otot yang tidak digunakan dapat mengecil, terutama jika tidak sering aktif. Tetapi sebelum hal tersebut terjadi, tipe atrofi yang satu ini sering diatasi dengan melakukan olahraga dan memperbaiki asupan nutrisi. [1]

Atrofi otot juga dapat terjadi ketika sedang berbaring di tempat tidur atau tidak dapat menggerakkan suatu bagian tubuh tertentu yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Contohnya seperti astronot, dapat mengalami atrofi otot setelah beberapa hari tanpa bobot. [1]

Beberapa penyebab dari atrofi otot, antara lain [1]:

  • Kehilangan aktivitas fisik dalam jangka waktu yang lama
  • Penuaan
  • Miopati (kelainan otot) terkait dengan alkohol, terdapat rasa sakit dan lemah pada otot yang disebabkan oleh konsumsi alkohol dalam jangka waktu yang lama
  • Luka bakar
  • Cedera, seperti adanya patah tulang atau manset rotator robek
  • Malnutrisi (kekurangan nutrisi)
  • Cedera saraf tulang belakang atau saraf tepi
  • Stroke
  • Terapi kortikosteroid dalam jangka panjang

Terdapat beberapa penyebab dari kondisi medis yang membuat otot menjadi lebih kecil atau sulit untuk digerakkan, biasanya akan terjadi atrofi otot, yaitu [1]:

  • Atrofi otot tulang belakang, kondisi yang terjadi turun-temurun menyebabkan otot bagian lengan dan kaki menjadi terkikis
  • Polio, penyakit virus yang mempengaruhi jaringan otot, menyebabkan kelumpuhan
  • Neuropati (penyakit saraf), adanya kerusakan pada suatu saraf atau kelompok saraf, dapat menyebabkan kehilangan fungsi atau sensasi
  • Osteoartitis, menyebabkan berkurangnya gerakan pada persendian
  • Rheumatoid arthritis, adanya kondisi peradangan autoimun kronis yang dipengaruhi oleh persendian
  • Polymyositis, penyakit peradangan
  • Sindrom guillain-barre, kondisi autoimun dapat menyebabkan peradangan pada saraf dan otot menjadi lemah
  • Amyotrophic lateral sclerosis (ALS), dikenal juga sebagai penyakit Lou Gehrig, dapat berpengaruh pada sel saraf yang mengatur gerakan otot sadar

Kapan Harus Kedokter?

Segera atur pertemuan dengan dokter jika merasa kehilangan massa otot yang tidak dapat diketahui penyebabnya dalam jangka panjang.

Kondisi tersebut biasanya sering terlihat ketika seseorang membandingkan antara bagian satu tangan, lengan, atau kaki dengan bagian lainnya. [4]

Diagnosis Atrofi Otot

Untuk melakukan diagnosis pada kondisi pasien, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan atrofi otot, seperti [3]:

  • Apakah terdapat gejala lainnya?
  • Apakah menerima pengobatan medis untuk kondisi kesehatan lain?
  • Obat-obatan apa saja yang sedang dikonsumsi?
  • Kapan pertama kali menyadari terjadinya atrofi otot?
  • Bagian otot mana saja yang terpengaruh dari atrofi otot?

Dokter akan melakukan pemeriksaan lain untuk membantu diagnosis. Pemeriksaan tersebut, antara lain [1]:

Pengobatan Atrofi Otot

Pengobatan akan bergantung pada diagnosis dan tingkat keparahan dari kehilangan otot pada seorang pasien. Biasanya terdapat kondisi medis bawaan. Pengobatan secara umum untuk atrofi otot, yaitu:

  • Olahraga
  • Terapi fisik
  • Terapi ultrasound
  • Operasi
  • Perubahan pola makan

Olahraga yang direkomendasikan kemungkinan berhubungan dengan air, karena akan membuat pasien lebih mudah untuk bergerak. [1]

Terapi fisik akan mengajarkan bagaimana cara olahraga yang benar. Dokter akan membantu pasien untuk menggerakkan lengan dan kaki pasien jika mengalami permasalahan. [1]

Terapi ulstrasound adalah prosedur non-invasif yang menggunakan gelombang suara untuk membantu penyembuhan pada pasien atrofi otot. [1]

Jika tendon, ligamen, kulit, atau otot seorang pasien terasa kencang dan mencegah pergerakkan tubuh pasien, maka kemungkinan dibutuhkan melakukan operasi. Kondisi ini disebut dengan deformitas kontraktur. [1]

Operasi yang dilakukan akan memperbaiki deformitas kontraktur jika atrofi otot disebabkan oleh malnutrisi. Jika tendon pasien robek yang menyebabkan atrofi otot, maka akan diperbaiki juga dengan operasi yang dilakukan. [1]

Jika malnutrisi menjadi penyebab atrofi otot, maka dokter akan memberikan saran perubahan pola makan atau suplemen. [1]

Pencegahan Atrofi Otot

Jika seseorang mengalami kondisi neurologis yang menyebabkan fisik menjadi lemah, terdapat beberapa cara untuk melakukan pencegahan sebelum atrofi otot terjadi, yaitu:

  • Selalu aktif: Kebanyakan orang yang pulih dari infeksi, kanker, atau stroke tidak menjadi lebih aktif secara fisik. Namun, kurangnya aktivitas fisik diketahui berkaitan dengan atrofi otot dan dapat memperburuk kemampuan fisik secara keseluruhan.
  • Terapi fisik: mengikuti terapi fisik dan melakukan rehabilitas ketika seseorang memiliki kondisi neurologis dapat sangat bermanfaat, karena terapi fisik akan membuat seseorang menjadi aktif berdasarkan aktivitas yang dijadwalkan dan terencana untuk pemulihan.
  • Gerakan pasif: Salah satu cara sebelum melakukan aktivitas fisik yaitu melakukan gerakan pasif. Dengan metode ini, dokter akan membantu menggerakkan lengan dan kaki secara perlahan.

Kebanyakan orang yang hidup dengan neurologi menjadi depresi ketika mereka melihat tubuh yang semakin kurus dan tampak lemah dan kurang gizi. Tetapi perlu diingat bahwa atrofi fisiologis dapat kembali seperti sebelumnya. [5]

Mungkin akan sulit untuk tetap termotivasi agar kembali sehat dalam melakukan pencegahan atau mengembalikkan atrofi otot. Aktivitas ringan atau sedang, seperti berjalan beberapa langkah yang dibantu oleh seseorang dapat terlihat melelahkan. [5]

Tetapi aktivitas tersebut sangat penting untuk mendapatkan kembali tenaga dan membantu otot kembali. [5]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment