Kehamilan & Parenting

Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Menurut World Health Organization (WHO) mencatat bahwa bayi yang masih menyusu ASI tidak membutuhkan tambahan air, karena ASI adalah 80% air dan menyediakan cairan yang cukup untuk keperluan bayi. Bayi dengan susu formula akan tetap terhidrasi dengan bantuan dari susu formula. [3]

Jika bayi anda mendapatkan asupan yang cukup, dari ASI maupun dari susu formula, atau pun keduanya, maka status hidrasi bayi dalam kondisi yang baik. [3]

Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih?

Jika bayi anda berusia sekitar 6 bulan, anda dapat memberinya air matang yang dingin, namun anda tetap tidak boleh mengganti ASI ataupun susu formula mereka. ASI dan susu formula harus menjadi asupan utama bayi sampai usia 12 bulan. [1]

Setelah 12 bulan, asupan cairan bayi adalah air putih dan susu, boleh berupa ASI maupun susu sapi. Anda dapat memberikan air putih atau susu di dalam gelas. [1]

Jika bayi anda mulai mengkonsumsi makanan padat, mulailah dengan beberapa teguk air putih dari gelas saat mereka makan. Hal ini dapat membantu bayi untuk belajar minum dari gelas, serta dapat membantu konstipasi akibat peningkatan padatan pada makanan bayi. [1]

Jika bayi anda hanya mau minum air dari botol, maka anda harus memonitor dan membatasi asupan air putih yang masuk kedalam tubuhnya. [2]

Berapa Banyak Kebutuhan Air Bayi?

Menurut Children’s Hospital of Philadelphia (CHOP), saat makanan padatan mulai dikenalkan pada bayi usia 4 sampai 6 bulan, asupan susu bayi berkurang kurang lebih dari 887 sampai 1242 ml per hari menjadi 828 sampai 946 ml per hari. [3]

Perkenalkan makanan padatan secara perlahan dengan beberapa jenis bahan makanan. Pada tahap ini, anda diperbolehkan mendampingi makanan si kecil dengan air. Jika bayi anda baru memasuki tahap ini, bayi anda dapat minum air putih kurang lebih 59 sampai 118 ml per 24 jam. [3]

Mulai dari usia 6 bulan, bayi membutuhkan asupan air kurang lebih 118 sampai 177 ml per hari, atau sekitar setengah gelas air. [2]

Saat usia bayi anda sudah 12 bulan, asupan susu nya sudah berkurang menjadi maksimal 473 ml per hari. Pada tahap ini anda harus sudah mengatur pola makan si kecil dengan sarapan, makan siang, dan makan malam, dengan bervariasi makanan. [3]

Rumah Sakit Anak CHOC di California menyarankan bayi dengan usia 1 tahun dapat minum 236,5 ml atau segelas air setiap harinya. Jumlah ini meningkat setiap tahunya. Misalnya, pada bayi usia 2 tahun, asupan air per harinya haruslah 2 kali 236,5 ml atau sekitar 2 gelas air. [3]

Manfaat Air Putih Untuk Bayi

Keuntungan minum air putih pada bayi usia 6 bulan keatas selain membantu mereka tetap terhidrasi antara lain [2]:

  • Melancarkan aliran nutrisi dan oksigen dalam tubuh serta membantu membuang sisa-sisa metabolisme tubuh
  • Membuat sendi dan jaringan terlubrikasi dengan baik
  • Menjaga volume darah
  • Mengeliminasi kebutuhan jus buah bayi (dokter anak menyarankan untuk menghindari jus buah sebelum usia anak 1 tahun, dan hanya diberikan dalam jumlah yang terbatas)

Mengapa Bayi yang Usianya Masih Dini Tidak Boleh Minum Air?

Perut bayi sangatlah kecil. Faktanya, perut bayi yang baru lahir hanya menampung 1 sampai 2 sendok teh, sekitar 5 sampai 10 mililiter saja! Perut bayi kosong dengan cepat, inilah mengapa anda beberapa kali menyusui anak anda, maka isilah perut bayi anda dengan hal yang bernutrisi seperti ASI dan susu formula. [4]

Jadi, masuk akal jika salah satu risiko dari pemberian air putih pada bayi yang usianya masih dini adalah mengisi perut mereka dengan substansi yang tidak berguna sehingga tidak ada ruang untuk vitamin, mineral, lemak, dan kalori yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan. Ini adalah hal yang serius. [4]

Air dapat menjadi racun bagi siapa saja yang minum dalam jumlah besar. Jumlah ini bervariasi berdasarkan besar tubuh dan usia. Ginjal bayi tidak dapat menangani air sebanyak ginjal oroang dewasa. Ginjal bayi belum sesempurna ginjal orang dewasa juga. [4]

Saat ginjal diberikan air lebih banyak dari kemampuannya, kelebihan air akan menumpuk dalam pembuluh darah. Kondisi ini akan mengencerkan cairan dalam pembuluh darah dan mengurangi konsentrasi dari elektrolit-elektrolit penting, seperti sodium. Pengenceran yang terlalu banyak dapat mengarah kepada risiko hiponatremia, dimana kondisi garam terlalu sedikit dalam darah. [4]

Jadi, memberikan air kepada bayi dengan usia dibawah 6 bulan, walaupun dalam jumlah yang menengah dan waktu yang sebentar, dapat mengarah kepada hiponatremia. Hiponatremia yang sangat berbahaya dapat menyebabkan pembengkakkan otak dan bahkan kematian. [4]

Faktanya, karena otak bayi masih dalam masa perkembangan, maka pembengkakkan dapat terjadi lebih mudah pada bayi dengan hiponatremia daripada pada orang dewasa. [4]

Risiko Memberikan Air Putih Terlalu Cepat Kepada Bayi

Bayi yang terlalu kecil tidak dapat minum air putih karena kemungkinan risiko berikut [2] :

  • Kekurangan Nutrisi

Bayi yang minum air putih terlalu banyak akan kehilangan nutrisi penting yang mereka dapatkan dari ASI dan susu formula.

  • Berat Badan yang Tidak Cukup

Jika bayi anda minum air secara reguler sebagai tambahan ASI atau susu formula, bayi anda tidak merasa kenyang. Seiring berjalannya waktu, bayi anda tidak memiliki kalori yang cukup untuk tumbuh dengan berat badan yang cukup.

  • Penurunan Persedian Susu

Jika bayi anda masih menyusu ASI dengan langsung, memberikan bayi anda air susu dapat menurunkan persediaan susu anda. Hal ini disebabkan karena perut bayi penuh dengan air.

  • Ketidakseimbangan Senyawa Dalam Tubuh

Membiarkan bayi anda minum air dalam jumlah yang banyak dapat mengarah kepada intoksikasi air, kondisi berbahaya dimana elektrolit (contoh: sodium) di dalam pembuluh darah bayi menjadi encer. Kondisi ini dapat berdampak pada fungsi tubuh bayi normal, menghasilkan gejala suhu tubuh rendah dan seizures (kejang).

Kapan Harus ke Dokter?

Bicaralah dengan dokter anak anda jika anda khawatir terhadap hidrasi bayi anda ataupun asupan airnya. Berikut tanda-tanda anak anda tidak mendapatkan cukup cairan karena sakit ataupun terlalu panas [2,4]:

  • Lebih sedikit dari 6 popok basah per harinya
  • Urin berwarna kuning gelap
  • Bibir pecah-pecah
  • Menangis tanpa air mata
  • Kulit kering
  • Mata cekung
  • Lesu
  • Rewel
  • Rasa kantuk yang tidak biasa
  • Tangan dan kaki dingin

Sebagai tambahan, jika bayi anda menunjukkan gejala dari intoksikasi air, bawalah ke rumah sakit dengan segera. Gejalanya adalah [4] :

  • Menangis tidak jelas penyebabnya
  • Muntah
  • Lesu
  • Kejang
  • Tremor

1. Anonim. When Can Babies Drink Water? Pregnancy Birth Baby; 2020.
2. Bellefonds de Colleen & Marvin Resmovits, MD. When Can Babies Drink Water?. What to Expect; 2020.
3. Karen Gill, MD. & Anita Mirchandani. When Should My Baby Drink Water? Healthline; 2018.
4. Karen Gill, MD. & Jessica Jondle. Why You Shouldn't Give Your New Baby Water - and When They'll Be Ready for It. Healthline; 2020.

Share