Penyakit & Kelainan

Cara Merawat Luka Terbuka dan Jenisnya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Luka Terbuka?

Luka terbuka merupakan suatu cedera yang melibatkan adanya kerusakan dibagian luar atau dibagian dalam pada jaringan tubuh, biasanya berkaitan dengan kulit. [1]

Hampir semua orang pernah mengalami luka terbuka. Kebanyakan luka terbuka yang terjadi tidak terlalu parah dan dapat dirawat sendiri di rumah. [1]

Penyebab dari luka terbuka biasanya ketika terjatuh, kecelakaan yang disebabkan oleh benda tajam, atau kecelakaan mobil. [1]

Dalam kasus yang serius seperti pada kecelakaan mobil, penderita luka terbuka harus segera mendapatkan perawatan medis. [1]

Terutama jika luka terbuka menghasilkan banyak darah atau ketika darah tidak berhenti selama 20 menit lebih. [1]

Jenis Luka Terbuka

Berikut ini terdapat beberapa jenis luka terbuka, antara lain [2]:

  • Abrasi

Abrasi atau luka lecet biasanya disebabkan oleh kulit yang bergesekan dengan permukaan yang kasar. Contoh dari luka lecet seperti lutut yang tergores dengan jalanan.

Meskipun luka lecet hanya mengeluarkan sedikit darah, tetapi sangat penting untuk segera membersihkan luka lecet dan singkirkan semua kotoran disekitar luka untuk mencegah infeksi.

  • Laserasi

Laserasi atau luka goresan merupakan kulit yang terbuka cukup dalam atau adanya robekan pada kulit. [2]

Laserasi dapat terjadi ketika adanya kecelakaan atau insiden yang berkaitan dengan pisau, mesin, atau alat-alat tajam lainnya. Tipe luka yang satu ini dapat menyebabkan perdarahan yang signifikan. [2]

  • Avulsi

Avulsi adalah terjadinya robekan secara paksa pada kulit dan jaringan yang berada dibawahnya. [2]

Avulsi biasanya terjadi yang disebabkan oleh insiden kekerasan, seperti terjadinya ledakan, serangan dari hewan, atau terjadi kecelakaan kendaraan bermotor. [2]

  • Tusukan

Luka tusukan memiliki lubang yang kecil di jaringan lunak. Serpihan dan jarum dapat menyebabkan luka tusuk yang akut dan hanya mengenai lapisan luar pada jaringan. [2]

Namun, luka tusukan pisau atau luka tembak dapat merusak otot bagian dalam dan organ dalam, hal ini dapat menyebabkan perdarahan yang signifikan. [2]

  • Sayatan

Biasanya luka sayatan terlihat bersih dan lurus pada kulit. Banyak prosedur dari pembedahan yang melakukan sayatan. [2]

Luka sayatan dapat terjadi akibat kecelakaan yang berkaitan dengan pisau, silet, gelas pecah, dan benda tajam lainnya. [2]

Biasanya luka sayatan menyebabkan perdarahan berat dan dikeluarkan cukup banyak. Luka sayatan yang dalam dapat merusak otot atau saraf, kemungkinan akan membutuhkan jaitan pada luka. [2]

Kemungkinan Komplikasi Luka Terbuka

Komplikasi pada luka terbuka yaitu risiko terkena infeksi. Segera hubungi dokter jika mengalami tusukan, laserasi dalam, atau kecelakaan serius, serta jika menunjukkan perdarahan atau infeksi yang signifikan. [1]

Tanda-tanda perdarahan yaitu adanya darah yang terus menerus mengalir dan tidak menunjukan adanya respons langsung terhadap suatu tekanan. [1]

Kemungkinan seseorang yang terluka dapat mengalami infeksi jika menunjukan beberapa hal dibawah ini, antara lain [1]:

  • Adanya peningkatan drainase (nanah)
  • Nanah kental yang berwarna hijau, kuning, atau coklat
  • Nanah dengan bau busuk

Berikut ini terdapat tanda-tanda lain terjadinya infeksi pada seseorang, antara lain [1]:

  • Demam dengan suhu 38 derajat celsius lebih dari 4 jam
  • Terdapat benjolan yang perih di selangkangan atau ketiak
  • Luka yang tak kunjung sembuh

Dokter akan mencoba untuk mengeringkan atau membersihkan luka, lalu akan memberikan resep obat antibiotik jika terjadi infeksi pada bakteri yang berkembang. [1]

Jika kondisi yang terjadi cukup serius, kemungkinan seseorang yang memiliki luka terbuka membutuhkan pembedahan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi dan terkadang jaringan sekitarnya juga. [1]

Kondisi yang kemungkinan akan berkembang disebabkan oleh luka terbuka, yaitu [1]:

  • Trismus, kondisi yang disebabkan oleh infeksi dari bakteri penyebab tetanus dan dapat menyebabkan kontraksi otot di rahang dan leher
  • Necrotizing fasciitis, terjadinya infeksi pada jaringan lunak yang parah disebabkan oleh bakteri seperi clostridium dan streptococcus yang dapat menyebabkan kehilangan jaringan dan sepsis
  • Selulitis, infeksi pada kulit yang tidak bersentuhan dengan luka.

Cara Merawat Luka Terbuka

Semua luka yang terbuka akan mengalami pembengkakan, kemerahan, dan rasa sakit. Tetapi rasa sakitnya akan terasa berbeda, tergantung luka yang dialami. [3]

Jika luka terbuka dalam tahap yang ringan, maka akan mulai sembuh dengan membentuk jaringan kulit yang baru dalam satu hingga tiga minggu. [3]

Kemungkinan luka akan tetap berdarah dan menimbulkan rasa sakit yang ringan. Kemudian, akan membaik dalam dua hingga tiga hari. [3]

Berikut ini terdapat beberapa cara merawat luka terbuka, antara lain [2,3]:

  • Untuk menghentikan darah yang keluar dari luka terbuka, gunakan kain bersih atau perban, lalu tekan luka dengan lembut untuk meningkatkan pembekuan pada darah.
  • Bersihkan luka, gunakan air yang bersih dan larutan garam atau alkohol untuk membersihkan kotoran atau bakteri. Jika luka sudah bersih, gunakan kain bersih dan tepuk-tepuk sampai kering
  • Untuk meredakan rasa sakit, dapat mengonsumsi obat pereda nyeri di apotek atau yang dijual bebas seperti parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi pembengkakan dan gejala yang menyakitkan selama proses kesembuhan. Hindari konsumsi aspirin, karena dapat menyebabkan perdarahan dan membuat proses kesembuhan pada luka terbuka menjadi lama.
  • Tutup dan balut luka, menutup luka yang telah bersih dapat membantu dalam proses penyembuhan. Gunakan perban yang tahan air dan kain kasa untuk luka ringan. Tetapi jika terdapat luka yang terinfeksi, lebih baik jangan ditutup perban sampai infeksi sembuh.

Pengobatan Rumahan Untuk Luka Terbuka

Berikut terdapat beberapa pengobatan rumahan untuk luka terbuka ringan yang biasa digunakan oleh kebanyakan orang, antara lain [2]:

Terdapat senyawa di dalam kunyit yang disebut dengan kurkumin memiliki sifat anti-inflamasi dan antimikroba yang kuat. Kurkumin dapat membantu dalam penyembuhan luka. [2]

Cara membuat pastanya yaitu dengan mencampur kunyit dengan air hangat, lalu oleskan dengan hati-hati pada luka terbuka dan tutupi dengan perban. [2]

Lidah buaya termasuk pada bagian dari kaktus. Daun dari tanaman lidah buaya mengandung zat yang berbentuk gel dan kaya akan mineral dan vitamin. Gel tersebut dapat membantu penyembuhan luka. [2]

Oleskan gel lidah buaya dengan tipis-tipis ke area yang terdapat luka terbuka atau dapat balut luka dengan perban yang telah dibasahi dengan gel lidah buaya. [2]

Minyak kelapa dapat menyembuhkan luka, karena memiliki konsentrasi monolaurin yang tinggi. Monolaurin yaitu asam lemak yang terkenal dengan efek antimikroba. [2]

Dengan menggunakan minyak kelapa yang memiliki kualitas tinggi, dapat membantu dalam mengurangi risiko infeksi saat proses penyembuhan luka. [2]

Bawang putih mengandung senyawa yang disebut dengan allicin. Allicin memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi. [2]

Menurut studi pada tahun 2018, salep yang mengandung 30% bawang putih dapat meningkatkan proliferasi sel dibandingkan dengan vaseline. [2]

1. Andrew Gonzalez, M.D., J.D., MPH, & Julie Roddick. Open Wound. Healthline; 2018.
2. Elaine K. Luo, M.D, & Jamie Eske. What to know about open wound care. Medical News Today; 2019.
3. Dr. Anita Dhanorkar, BHMS, & Pallavi Suyog Uttekar, MD. What Is the Fastest Way to Heal an Open Wound?. Medicine Net; 2020.

Share