Anak-anak dapat mengalami kesedihan dan kehilangan sejak usia sangat muda. Seperti halnya orang dewasa, anak-anak memiliki cara mereka sendiri untuk berduka. Bagaimana mereka mengatasinya tergantung pada hal-hal seperti usia, seberapa dekat mereka dengan orang yang meninggal, dan dukungan yang mereka terima. [2, 6]
Anda mungkin tidak melihat banyak tanda kesedihan pada anak Anda segera setelah kematian orang yang dicintai, terutama jika anak Anda masih kecil. Tapi itu tidak berarti Anda tidak akan melihat tanda-tanda kesedihan hingga bertahun-tahun kemudian. [1]
Anak-anak yang belum memulai sekolah biasanya mengalami kesulitan memahami bahwa kematian tidak sementara, tetapi anak-anak antara usia sekitar 5 dan 9 tahun dapat mulai mengalami kesedihan seperti orang dewasa. [5]
Ketika orang dewasa berduka, kesedihan bisa selalu hadir, bahkan di saat sedang bahagia. Sementara anak-anak, mereka bisa menangis lalu satu menit kemudian berubah menjadi tampak baik-baik saja. Suasana hatinya yang berubah-ubah tidak berarti bahwa anak tidak sedih atau bahwa mereka telah selesai berduka. Berikut ini adalah reaksi kesedihan yang umum pada anak-anak: [1, 2, 3]
Tidak mudah bagi orang tua untuk mengatasi kesedihan mereka sendiri dan membantu anak mengatasi kesedihan mereka. Tetapi penting untuk membantu anak-anak belajar bagaimana mengatasinya. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk membantu anak Anda mengatasi kesedihan: [1, 4, 5, 6]
Hindari menggunakan kata-kata, seperti “dia sudah pergi” atau “dia sedang tidur” yang dapat membingungkan dan menakut-nakuti si kecil. Penting bagi anak-anak untuk memahami bahwa orang tersebut tidak hanya tidur, tetapi tubuh mereka berhenti bekerja dan mereka tidak akan kembali. Jawablah pertanyaan anak Anda tentang kematian dengan sederhana, jujur dan jelas, tetapi pastikan hanya berikan detail yang dapat mereka serap.
Sangat penting untuk bersabar saat Anda dan anak Anda mengalami kesedihan. Anak-anak sering kali harus menanyakan detail kematian orang yang dicintai dan kembali mengulang pertanyaan yang sama. Habiskan waktu Anda bersama dengan anak Anda dan temani mereka.
Jika kematian orang yang dicintai terjadi secara tiba-tiba, sangat mengerikan, atau kejam, Anda bisa meminta bantuan seorang psikiater atau psikolog anak untuk membantu anak Anda sembuh. Jika kesedihan anak Anda berlangsung selama lebih dari beberapa minggu, atau jika menurut Anda keluarga Anda membutuhkan lebih banyak bantuan, bicarakan dengan dokter anak Anda. Mereka dapat membantu Anda menemukan psikolog atau psikiater yang tepat untuk Anda.
Anda harus mencari bantuan dari profesional kesehatan mental atau penyedia layanan kesehatan sesegera mungkin jika muncul tanda-tanda depresi atau perilaku bunuh diri pada anak Anda.
Sangat penting untuk memastikan bahwa tubuh Anda sehat. Anak-anak yang berduka menjadi lebih baik ketika mereka memiliki orang tua yang sehat yang memberikan dukungan dan pengertian kepada mereka. Lakukanlah olahraga secara teratur, makanlah makanan yang seimbang, patuhi rutinitas rutin dan hubungi orang lain untuk mendapatkan support.
Bicarakan perasaan Anda secara terbuka, tetapi berhati-hatilah agar tidak membebani anak Anda dengan terlalu banyak masalah orang dewasa. Anda bisa meminta bantuan konselor mengenai kesedihan Anda.
Dengarkan anak Anda menceritakan tentang apa yang yang mereka pikirkan dan rasakan. Biarkan anak Anda mengajukan pertanyaan dan jawablah pertanyaannya. Tidak apa-apa jika anak Anda melihat kesedihan atau air mata Anda.
Ceritakan tentang kehidupan Anda sendiri kepada anak Anda. Saat ketika Anda takut, sedih atau marah. Beri tahu mereka bagaimana Anda menghadapi situasi ini dan apa yang Anda pelajari. Anak-anak senang mendengar cerita tentang orang dewasa dalam kehidupan mereka dan ketika orang dewasa itu masih anak-anak. Berbagi cerita membantu seorang anak merasa normal atas apa yang mereka alami.
Berikan kenyamanan yang dibutuhkan anak Anda tetapi jangan memikirkan perasaan sedih. Setelah beberapa menit berbicara dan mendengarkan ceritanya, kemudian beralih ke aktivitas atau topik yang membantu anak Anda merasa sedikit lebih baik. Anda bisa mengajak anak Anda bermain game, membuat karya seni, memasak, atau pergi ke suatu tempat bersama.
Beritahu anak Anda bahwa mereka dicintai dan bahwa Anda akan selalu ada untuknya. Setelah kematian seseorang dalam hidupnya, perasaan aman pada anak dapat terguncang. Anak-anak sering kali takut bahwa orang tua atau orang lain dalam hidup mereka akan mati, meskipun Anda tidak bisa memberikan janji bahwa Anda atau orang lain tidak akan mati, Anda dapat memberi tahu anak Anda apa yang akan Anda lakukan jika peristiwa seperti itu terjadi.
Anak Anda kemungkinan bisa mendapatkan manfaat dari membaca cerita tentang kehilangan, kematian, dan kesedihan. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan tentang apa yang terjadi pada orang-orang ketika mereka meninggal. Jika Anda tidak bisa menjawab pertanyaannya, tidak apa-apa untuk mengatakan kepadanya bahwa Anda tidak yakin dengan jawaban Anda sendiri. [1]
1) Amy Morin, LCSW dan Ann-Louise T. Lockhart, PsyD, ABPP. Signs of Grief in Children and How to Help Them Cope. Verywell Family; 2021.
2) Anonim. Grief and children. Better health; 2018.
3) Anonim. Helping Children Deal With Grief; Child Mind Institute; 2021.
4) Pamela Gabbay, EdD, FT. 10 Ways to Help a Grieving Child. Children's Grief; 2021.
5) Anonim. Helping Your Children Cope With Death. STANFORD CHILDREN'S HEALTH; 2021.
6) D'Arcy Lyness, PhD. When a Loved One Dies: How to Help Your Child. KidsHealth; 2021.