Penyakit & Kelainan

Presbikusis: Penyebab – Gejala dan Cara Pencegahannya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Presbikusis?

Presbikusis adalah penurunan kemampuan pendengaran karena faktor usia yang wajar dialami lansia 65 tahun ke atas. Hal ini disebabkan penurunan fungsi semua organ tubuh, termasuk organ pendengaran. Presbikusis bukanlah kondisi yang mengancam nyawa, tetapi jika tidak dideteksi dan ditangani dengan tepat, presbikusis dapat menurunkan kualitas hidup penderita. [4]

Fakta Mengenai Presbikusis

Di bawah ini adalah fakta-fakta seputar presbikusis yang wajib Anda ketahui: [1, 2, 6]

  • Presbikusis sering terlambat disadari karena prosesnya terjadi secara bertahap dan perlahan-lahan.
  • Lansia yang mengalami presbikusis akan kehilangan kemampuan mendengar mulai dari 1 hingga 2 desibel per tahun.
  • Pada beberapa kasus, presbikusis terjadi sejak usia 30 tahun dan memburuk seiring bertambahnya usia.
  • Satu dari tiga orang yang berusia di atas 65 tahun perlu ditolong dengan alat bantu pendengaran.

Faktor Penyebab Presbikusis

Presbikusis adalah kondisi yang umum terjadi di kalangan orang tua. Sel rambut selaku reseptor suara di koklea yang berperan mentransmisikan gelombang suara ke otak ikut mengalami penurunan fungsi. Akan tetapi, terdapat faktor-faktor lain yang turut berkontribusi terhadap turunnya kemampuan pendengaran seseorang. Beberapa di antaranya adalah: [2, 6]

  • Telinga Sering Terpapar Suara Keras

Jika sewaktu muda Anda sering pergi ke konser rock dengan volume suara kencang, hal ini dapat memicu terjadinya presbikusis lebih cepat. Selain itu, menekuni bidang pekerjaan tertentu seperti konstruksi dan operasional pabrik  yang akrab dengan lingkungan bising juga ikut memengaruhi.

Data dari Administrasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja tahun 2008 di bawah ini menunjukkan durasi maksimal paparan suara yang bisa diterima telinga manusia normal:

Level Kebisingan (desibel)Contoh SuaraDurasi Maksimal
90Alat pemotong rumput8 jam per hari
100Suara mesin pabrik4 jam per hari
110Keramaian di konser musik rock30 menit
115Suara yang dihasilkan dari teknik sandblasting (proses pembersihan permukaan material dengan menembakkan pasir dan silika)Kurang dari 15 menit
  • Faktor Keturunan

Susunan gen tertentu yang diturunkan pada proses pewarisan sifat dapat menjadikan seseorang lebih rawan terkena presbikusis.

  • Konsumsi Obat-obatan Khusus

Misalnya, antibiotik gentamicin, dan slidenafil. Selain itu, kondisi di mana telinga sering berdengung dapat disebabkan konsumsi aspirin dan obat pereda nyeri lain dalam dosis tinggi.

  • Rusaknya Membran Timpani

Terkena infeksi, mendengar suara ledakan, dan memasukkan benda tajam dapat merusak membran timpani. Hal ini lebih familiar dikenal sebagai peristiwa pecahnya gendang telinga. Penyakit tertentu seperti radang selaput otak juga dapat merusak koklea telinga yang berujung pada hilangnya pendengaran.

Presbikusis akan semakin parah jika penderita mengidap penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, atau memiliki kebiasaan merokok.

Gejala Presbikusis

Penting bagi Anda untuk peka dengan gejala presbikusis sebagai deteksi dini sebelum dokter memberi tindakan lanjutan. Gejala penyakit presbikusis antara lain: [7]

  • Suara terdengar sangat kecil, seperti sedang diredam.
  • Sulit memahami ucapan, terutama jika ada sedikit gangguan suara yang menyertai ucapan tersebut.
  • Berulang kali meminta lawan bicara untuk mengulangi apa yang dikatakan dengan lebih lambat, lebih jelas, dan lebih keras.
  • Kesulitan mendengar kata-kata dengan banyak bunyi konsonan.
  • Selalu menaikkan volume TV saat sedang menonton.
  • Keengganan untuk terlibat dalam percakapan di sebuah lingkungan sosial.

Jenis Presbikusis

Terdapat tiga jenis gangguan pendengaran berdasarkan lokasinya, yaitu: [3]

  • Gangguan konduktif (kerusakan terjadi di telinga bagian tengah atau luar). Suara tidak bisa merambat dari bagian luar menuju gendang telinga dan tulang pendengaran. Gangguan konduktif dapat diatasi dengan obat-obatan atau pun operasi.
  • Gangguan sensorineural (kerusakan terjadi di telinga bagian dalam). Gangguan jenis ini berkaitan langsung dengan kerusakan syaraf dan bersifat permanen. Biasanya penderita ditolong dengan implan koklea atau alat bantu pendengaran.
  • Gangguan campuran (kerusakan terjadi di ketiga bagian).

Komplikasi Presbikusis

Selain menyulitkan penderita melakukan aktivitas sehari-hari, presbikusis bisa membahayakan nyawa. Contohnya, penderita tidak dapat mendengar alarm pendeteksi kebakaran, suara klakson mobil, dan suara-suara peringatan lain. Lebih jauh lagi, presbikusis berdampak pada penurunan fungsi kognitif. Dari sisi psikologis, penderita cenderung mengalami depresi dan perasaan terisolasi karena tidak bisa merespons lawan bicaranya. [4]

Diagnosis Presbikusis

Jika Anda merasakan gejala seperti yang dijelaskan di atas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Ada beberapa langkah yang biasa dilakukan dokter untuk mengidentifikasi masalah pendengaran. Pertama-tama, dokter akan memasukkan otoskop (alat medis untuk memeriksa telinga bagian luar sampai tengah) dan mengecek apabila ditemukan peradangan. Melalui otoskop, dokter juga dapat melihat ada atau tidaknya penyumbatan oleh kotoran telinga. [5]

Apabila tidak ada peradangan atau penyumbatan, tes akan dimulai. Berbagai bunyi dengan variasi tone akan diperdengarkan dan Anda tinggal melambaikan tangan jika suara dapat ditangkap dengan jelas. Jika Anda kesulitan mendengar suara dengan tone tinggi maka kemungkinan besar Anda mengalami presbikusis. [5]

Tes pendengaran lain yang lazim dilakukan adalah Tes Rinne dan Tes Weber. Tes ini dapat menentukan apakah gangguan telinga Anda termasuk gangguan konduktif atau sensorineural. [5]

  • Tes Rinne

dokter akan meletakkan sebuah garpu tala yang bergetar di belakang telinga Anda. Jika tidak ada suara apa pun yang terdengar, Anda diminta untuk memberi tahu dokter. Selanjutnya, dokter akan memindahkan garpu tala ke samping telinga dan kembali menanyakan respons Anda. [5]

  • Tes Weber

Pada tes ini garpu tala ditempatkan di tengah kepala dan Anda akan diminta untuk menunjukkan di posisi mana getaran terdengar paling jelas, apakah di telinga kiri atau kanan. [5]

Tes lain akan menguji kemampuan Anda menangkap pesan atau percakapan di mana terdapat gangguan atau efek suara lain. Anda harus mengulangi kata-kata yang masih bisa Anda dengar. Hampir semua tes dilakukan dengan prosedur sederhana tanpa menyebabkan rasa sakit atau rasa tidak nyaman dengan durasi sekitar satu jam. [5]

Pengobatan Presbikusis

Sangat sulit untuk mengembalikan kondisi pendengaran seperti sedia kala. Namun, ada beberapa alternatif pengobatan yang layak Anda pertimbangkan, yakni: [5]

  • Memakai Alat Bantu Pendengaran

Dengan alat bantu digital, sebuah chip komputer mengkonversi suara yang datang menjadi kode-kode tertentu. Sinyal lalu dianalisis dan disesuaikan berdasarkan kebutuhan penderita, merujuk pada hasil tes. Sinyal kemudian dikonversi menjadi gelombang suara dan disalurkan kembali ke telinga Anda.

Alat bantu pendengaran sudah banyak mengalami kemajuan sehingga dapat disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Ditambah lagi, banyak fitur yang memudahkan penderita.

Misalnya, konektivitas dengan bluetooth, kemampuan meminimalisir backsound yang mengganggu, proses charging yang cepat, dan letaknya yang dapat disesuaikan demi kenyamanan pengguna. Alat bantu pendengaran dilengkapi beberapa bagian.

Mikrofon berguna untuk mendeteksi suara, amplifier untuk membesarkan volume suara, speaker untuk mengirim suara ke  telinga, dan baterai sebagai suplai tenaga. Beberapa alat bantu pendengaran juga dilengkapi dengan pengontrol volume

  • Melakukan Implan Koklea

Metode ini dilakukan dengan memakai sebuah perangkat elektronik yang dapat menimbulkan suara. Implan terdiri dari dua bagian. Bagian satu ditempel di belakang telinga sedangkan bagian lain ditanam di bawah kulit dengan melakukan prosedur operasi.

Implan koklea dilakukan untuk kasus-kasus berat di mana penderita hampir tuli. Metode ini tidak bisa mengembalikan 100 persen pendengaran, tetapi membantu penderita agar mudah memahami ucapan lisan.

  • Belajar Membaca Gerak Bibir

Ahli terapi akan mengajari penderita cara menangkap pesan dengan membaca gerak bibir orang yang sedang berbicara.

  • Melakukan Operasi

Tindakan ini diambil untuk beberapa kasus seperti kelainan tulang pendengaran, infeksi yang dialami berulang, maupun kerusakan pada gendang telinga.

Pencegahan Presbikusis

Sekali organ pendengaran Anda rusak maka tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mengembalikannya ke kondisi awal. Dalam hal ini, tindakan preventif (pencegahan) jauh lebih berarti dibanding  tindakan kuratif (pengobatan). Presbikusis dapat dicegah dengan beberapa cara berikut: [7]

  • Membatasi paparan suara keras baik secara langsung (misalnya dari headset saat mendengarkan musik) maupun secara tidak langsung (misalnya suara mesin pabrik).
  • Memakai ear plug atau penutup pelinga jika terpaksa pergi ke tempat dengan paparan suara bervolume tinggi.
  • Melakukan pemeriksaan organ pendengaran secara berkala.
  • Menjaga pola hidup sehat dengan mengatur pola makan dan menghindari kebiasaan minum alkohol serta merokok.

1. Jameson JL, et al., eds. Disorders of hearing. In: Harrison’s Principle of Internal Medicine. 20th ed. New York, N.Y.: The McGraw-Hill Companies; 2018.
2. Anonim. Noice-induced hearing loss. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders; 2021.
3. Eggermont JJ. Types of hearing loss. Elsevier Academic Press; 2017.
4. Gates GA. Mills JH. Presbycusis. Lancet Sep 24-30;366(9491):1111-20; 2005.
5. Michaels TC, et al. Hearing loss in adults: Differential diagnosis and treatment. American Family Physician; 2019.
6. Anonim. Occupational noise exposure. Occupational Safety & Health Administration; 2021.
7. Anonim. Age-related hearing loss. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders; 2021.

Share