Meningitis : Jenis – Gejala dan Penanganan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Meningitis?

Meningitis ( img : RNspeak )

Meningitis adalah sebuah kondisi radang yang menyerang meninges di mana meninges adalah pelindung yang mengelilingi sumsum tulang belakang serta otak [1,2,3,4,5,6].

Terjadinya meningitis adalah saat cairan yang berada di sekitar meninges terkena infeksi yang disebabkan oleh virus, jamur, parasit atau bakteri.

Meningitis dapat menular ketika infeksi disebabkan oleh bakteri atau virus.

Tinjauan
Meningitis adalah kondisi peradangan pada meninges atau selaput otak yang umumnya dapat disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, ataupun jamur.

Fakta Tentang Meningitis

  1. Meningitis bakteri di Amerika Serikat adalah 1,38 kasus per 100.000 populasi dengan 14,3% kasus kematian [1].
  2. Sebelum ditemukannya antibiotik, kondisi meningitis bakteri berakibat sangat fatal secara umum; namun semakin majunya teknologi medis dan pengobatan, risiko komplikasi dan kematian kini mencapai 25% [1].
  3. Siapa saja dapat terserang meningitis, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, namun meningitis lebih rentan dialami oleh bayi dengan usia < 2 bulan dengan kasus sebanyak 50% menurut American Academy of Pediatrics [7].
  4. Seluruh dunia dapat mengalami epidemi meningitis, namun yang paling besar adalah “meningitis belt” di wilayah sub-Sahara Afrika [8].
  5. Menurut laporan WHO, kasus meningitis pada tahun 2018 selama meningitis belt ada 6.163 kasus dengan tingkat kematian sebanyak 485 kasus [8].
  6. Di Indonesia, karier meningitis meningokokus terjadi dengan persentase sebesar 0,3-11% pada Jemaah haji Indonesia 1993-2003 [8].

Jenis-jenis Meningitis Menurut Penyebabnya

Selain meningitis virus dan bakteri yang merupakan jenis meningitis paling umum, ada beberapa jenis kondisi meningitis lainnya dengan penyebab yang berbeda dan bersifat tidak menular [1,2,3,4,5,6].

Meningitis Virus

Meningitis virus adalah jenis meningitis yang paling umum terjadi di mana penyebab utamanya adalah virus dari kategori Enterovirus.

Enterovirus inilah yang menyebabkan sekitar 85% kasus infeksi atau sekitar 10-15 juta kasus infeksi per tahunnya, khususnya selama musim panas dan gugur.

Namun, hanya sedikit orang yang terkena infeksi oleh jenis virus ini dan berkembang menjadi penderita meningitis.

Selain Enterovirus, ada pula beberapa virus lainnya yang berpotensi menyebabkan meningitis, yaitu antara lain adalah :

  • Coltivirus
  • Virus campak
  • Virus herpes
  • Virus cacar
  • Virus influenza
  • HIV
  • West Nile Virus

Meningitis yang disebabkan oleh virus biasanya dapat hilang dengan sendirinya bahkan tanpa ditangani secara khusus.

Namun pada kasus tertentu, penderita meningitis virus perlu mendapatkan perawatan agar tidak memicu komplikasi.

Meningitis Bakteri

Meningitis bakteri adalah jenis meningitis yang paling umum selanjutnya selain meningitis virus dan jenis meningitis ini dapat berakibat fatal bila kondisi diabaikan tanpa penanganan.

Beberapa jenis bakteri berikut adalah yang paling sering menyebabkan meningitis bakteri :

  • Staphylococcus aureus
  • Listeria monocytogenes
  • Neisseria meningitidis
  • Streptococcus pneumoniae
  • Haemophilus influenza
  • Escherichia coli

Meningitis Parasit

Meningitis jenis ini tidaklah seumum meningitis bakteri atau meningitis virus di mana hanya sedikit persentasenya dibandingkan kedua meningitis tersebut.

Pada meningitis parasit, penyebab utamanya adalah parasit yang umumnya ada pada feses, tanah, dan beberapa jenis hewan.

Parasit penyebab meningitis ini pun biasanya ada pada beberapa jenis makanan, seperti daging unggas, siput atau ikan mentah.

Jenis-jenis parasit berikut inilah yang kerap menyebabkan meningitis yang juga disebut dengan meningitis eosinofilik :

  • Gnathostoma spinigerum
  • Baylisascaris procyonis
  • Angiostrongylus cantonensis

Jika meningitis bakteri dan virus dapat menular antar manusia, meningitis parasit berbeda karena tak dapat menular dari manusia ke manusia.

Parasit akan jauh lebih mudah menular dari hewan ke manusia atau menyebar melalui makanan yang dikonsumsi manusia.

Bila parasit atau telur parasit bersifat menular, parasit yang tertelan bersama makanan yang dikonsumsi dapat menyebabkan infeksi ketika proses pencernaan berlangsung.

Meningitis amebic adalah salah satu jenis meningitis parasit yang paling mengancam jiwa di mana salah satu jenis amuba (Naegleria fowleri adalah yang paling umum) akan masuk melalui hidung ke dalam tubuh hingga akhirnya jaringan otak dirusak oleh parasit ini.

Umumnya, hal ini dapat terjadi ketika seseorang berenang di sungai atau danau yang telah terkontaminasi amuba ini.

Meningitis Jamur

Meningitis jamur adalah jenis meningitis yang juga tergolong langka seperti halnya meningitis parasit.

Meningitis jamur dapat terjadi ketika jenis jamur tertentu menginfeksi tubuh lalu menyebar melalui aliran darah.

Jamur ini dapat menuju sumsum tulang belakang dan juga otak melalui aliran darah di mana hal ini dapat berbahaya justru ketika seseorang mengalami sistem kekebalan tubuh yang sedang lemah.

Orang-orang yang terkena HIV dan menderita kanker jauh lebih rentan terinfeksi jamur yang kemudian mengalami meningitis. Berikut ini adalah jenis jamur yang paling kerap menjadi penyebab meningitis :

  • Coccidiodes
  • Histoplasma
  • Blastomyces
  • Cryptococcus

Meningitis Non-Infeksi

Meningitis jenis ini bukan disebabkan oleh infeksi, namun dapat timbul karena kondisi medis tertentu, cedera atau bahkan efek dari prosedur medis tertentu.

  • Kanker
  • Cedera kepala
  • Obat tertentu
  • Operasi otak
  • Penyakit Lupus
Tinjauan
Beberapa jenis meningitis menurut penyebabnya adalah meningitis virus (yakni yang paling banyak diderita), meningitis bakteri, meningitis parasit, dan meningitis jamur. Ada pula jenis meningitis lainnya, yaitu meningitis non-infeksi yang dapat terjadi karena kondisi medis atau cedera tertentu.

Faktor Risiko Meningitis

Menurut jenisnya, faktor risiko meningitis dapat berbeda-beda dan ada beberapa orang yang memiliki risiko lebih tinggi dalam menderita penyakit ini [1,2,4,5,6] :

  • Meningitis Virus – Anak-anak balita (khususnya di bawah usia 1 bulan), orang yang baru saja menjalani operasi transplantasi organ tertentu, pemilik imun tubuh rendah, serta pasien kemoterapi.
  • Meningitis Bakteri – Bayi, orang dengan imun tubuh lemah, pemilik kondisi medis tertentu, wisatawan, orang dengan pekerjaan yang berhubungan dengan patogen penyebab meningitis, serta orang yang sering berada di kerumunan di wilayah wabah penyakit meningokokus.
  • Meningitis Parasit dan Amebic – Orang yang tinggal atau mengunjungi wilayah yang telah terkena infeksi parasit, pengonsumsi daging mentah, orang yang memasukkan benda yang telah terkontaminasi parasit ke dalam mulut, dan orang yang berenang di danau, sungai atau tempat renang yang telah terkontaminasi amuba.
  • Meningitis Jamur – Pemilik sistem kekebalan tubuh rendah, orang-orang yang memiliki kondisi medis tertentu, menempuh pengobatan (steroid, obat pasca transplantasi organ, dan obat autoimun), serta memiliki riwayat prosedur medis.

Bayi, balita, para remaja dan juga orang dewasa muda, hingga lansia adalah yang paling berpotensi untuk mengalami meningitis [3].

Para pemilik daya tahan tubuh yang rendah pun memiliki potensi sama besarnya untuk terkena infeksi.

Tinjauan
Meningitis lebih rentan terjadi pada orang-orang yang berdaya tahan tubuh lemah, sehingga bayi, anak-anak dan lansia adalah yang paling berisiko mengalaminya. Namun beberapa orang dengan kondisi medis tertentu, wisatawan (yang berkunjung ke daerah wabah infeksi tertentu), serta pengobatan tertentu mampu mengalami meningitis juga.

Bagaimana penyebaran dan proses penularan meningitis?

Pada kasus meningitis virus dan bakteri, penyebaran dan penularannya sangat mudah dan cepat melalui beberapa hal yang perlu diwaspadai ini [5,6] :

  • Batuk
  • Bersin
  • Berbagi penggunaan alat pribadi, seperti alat makan dan alat mandi
  • Berciuman

Penyebaran meningitis virus dan bakteri dapat terjadi dari orang-orang yang mungkin bahkan tak menyadari bahwa diri mereka telah membawa virus atau bakteri di tenggorokan atau hidung.

Meski tidak mengalami gejala apapun, mereka dapat berperan sebagai carrier atau pembawa bakteri maupun virus yang kemudian secara tak sengaja menyebarkannya ke orang lain.

Namun, ada pula kasus meningitis yang terjadi karena penularan berasal dari orang-orang yang telah menderita meningitis walau kasus ini tergolong jarang.

Gejala Meningitis

Gejala meningitis hampir sama, khususnya pada meningitis bakteri dan meningitis virus, namun tingkat keparahan pada meningitis bakteri lebih tinggi.

Berikut ini adalah gejala-gejala meningitis berdasarkan jenisnya dan juga ditentukan oleh usia penderitanya [2,3,5,6].

Meningitis Virus

Meningitis dapat menimbulkan sejumlah kondisi gejala seperti berikut pada bayi dan balita :

  • Demam
  • Penurunan nafsu makan
  • Timbul rasa kantuk
  • Mudah rewel
  • Lemah dan lesu

Sementara itu, gejala-gejala meningitis virus pada orang dewasa meliputi beberapa kondisi ini :

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Tubuh kejang
  • Leher kaku
  • Sensitivitas terhadap cahaya terang meningkat
  • Timbul rasa kantuk berlebih
  • Nafsu makan turun
  • Mual
  • Muntah
  • Tubuh lemah dan lesu

Pada kebanyakan penderita meningitis virus ringan, dalam waktu 7-10 hari tanpa penanganan khusus gejala dapat hilang atau sembuh dengan sendirinya.

Meningitis Bakteri

Meningitis bakteri secara umum dapat menyebabkan sejumlah gejala yang dapat muncul secara tiba-tiba, seperti :

  • Leher kaku
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual yang dapat diikuti dengan muntah
  • Kebingungan atau linglung
  • Fotofobia atau sensitivitas meningkat terhadap cahaya

Pada bayi, beberapa gejala ini dapat diwaspadai oleh para orangtua :

  • Tampak lebih lesu
  • Tidak mau makan
  • Muntah
  • Mudah rewel

Gejala meningitis bakteri dapat muncul tiba-tiba dengan cepat namun juga dapat menghilang dengan cepat juga hanya dalam beberapa hari.

Masa inkubasi meningitis bakteri adalah 3-7 hari dari sejak seseorang terkena paparan bakteri penyebab meningitis.

Meningitis Parasit

Meningitis yang disebabkan oleh parasit dapat menimbulkan sejumlah keluhan seperti :

  • Kebingungan atau linglung
  • Fotofobia atau sensitivitas mata terhadap cahaya meningkat
  • Mual disertai muntah
  • Sakit kepala
  • Leher terasa kaku dan tegang
  • Demam yang tidak terlalu tinggi
  • Nyeri pada kulit

Pada kasus meningitis amebic, gejala yang timbul cukup mirip dengan meningitis bakteri dengan masa inkubasi 1-7 hari dari sejak terpapar amuba penyebab meningitis.

Beberapa gejala awal yang dapat terjadi dan perlu diwaspadai adalah :

  • Kekakuan pada leher
  • Mual disertai muntah
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Daya konsentrasi menurun
  • Kebingungan atau merasa linglung
  • Halusinasi
  • Kehilangan keseimbangan tubuh
  • Tubuh kejang

Meningitis Jamur dan Meningitis Non-Infeksi

Meningitis jamur dapat menimbulkan sejumlah gejala yang rata-rata sama seperti beberapa jenis meningitis lainnya, yaitu :

  • Kekakuan pada leher
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Fotofobia atau sensitivitas mata terhadap cahaya bertambah
  • Kebingungan atau merasa linglung
  • Mual yang dapat disertai dengan muntah-muntah
Tinjauan
Gejala meningitis antara jenis satu dengan jenis yang lain hampir sama dengan keluhan berupa demam, fotofobia, mual dan/atau muntah, sakit kepala, serta kebingungan.

Pemeriksaan Meningitis

Pada pasien dengan gejala yang mengarah pada meningitis, beberapa langkah pemeriksaan berikut adalah yang paling umum diterapkan [2,5,6].

  • Pemeriksaan Fisik

Dokter akan memeriksa apakah leher pasien terasa kaku, apakah pasien mengalami penurunan kesadaran (mengalami penurunan daya ingat dan konsentrasi), apakah pasien demam, dan apakah detak jantung pasien meningkat.

  • Pemeriksaan Riwayat Kesehatan

Dokter akan memeriksa juga riwayat medis pasien dengan mengajukan beberapa pertanyaan, seputar kondisi medis apa yang pernah atau sedang dialami, usia pasien, tempat tinggal pasien, atau kapan terakhir kali mengunjungi daerah tertentu dan ke mana.

Terdapat kemungkinan dokter pun ingin mengetahui pengobatan apa yang sedang ditempuh oleh pasien jika ada.

Tes darah lengkap adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui jumlah sel darah putih dan merah di dalam tubuh pasien.

Sebab sel-sel darah putih dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang cukup untuk melawan infeksi sehingga diperlukan adanya penghitungan.

Dokter kemungkinan akan meminta pasien menempuh rontgen atau sinar-X dada untuk mengetahui keberadaan infeksi jamur, penyakit TBC maupun pneumonia.

Ini karena meningitis dapat terjadi bahkan usai pasien mengalami pneumonia.

  • Kultur Darah

Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter untuk proses identifikasi adanya bakteri dalam darah pasien, seperti jenis bakteri S. pneumonia dan N. meningitidis yang dapat menyebar di dalam darah lalu menuju otak pasien.

Pemeriksaan lainnya yang kemungkinan perlu ditempuh oleh pasien adalah tes pemindaian berupa CT scan, khususnya pemeriksaan di kepala.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi adanya masalah sinusitis atau abses otak karena dari sinus bakteri dapat menyebar hingga ke selaput otak atau meninges.

  • Pungsi Lumbar / Spinal Tap

Dokter menggunakan metode pemeriksaan ini untuk mendeteksi adanya tekanan yang meningkat khususnya di sistem saraf pusat tubuh pasien.

Dari cairan tulang belakang pasien yang diperiksa oleh tim medis, maka dapat diketahui pula adanya bakteri ataupun radang.

Dari metode pemeriksaan ini juga dokter baru dapat menentukan perawatan yang paling tepat sesuai kondisi pasien.

Tinjauan
Selain pemeriksaan fisik dan pemeriksaan riwayat kesehatan, pemeriksaan meningitis meliputi tes darah lengkap, kultur darah, rontgen dada (sinar-X), CT scan, hingga pungsi lumbar.

Penanganan Meningitis

Penanganan meningitis disesuaikan dengan jenis atau penyebab meningitis, maka beberapa perawatan ini yang dokter dapat berikan [3,5,6] :

  • Meningitis Virus : Untuk meningitis virus, biasanya dalam waktu 7-10 hari kondisi gejala akan hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Namun untuk pasien meningitis  virus yang disebabkan oleh virus influenza dan virus herpes, obat antivirus akan diresepkan oleh dokter.
  • Meningitis Bakteri : Pasien meningitis bakteri biasanya memerlukan rawat inap segera agar dapat mencegah berbagai kemungkinan komplikasi berbahaya. Untuk obat, dokter biasanya akan memberi antibiotik (jenis antibiotik disesuaikan dengan jenis bakteri penyebab meningitis).
  • Meningitis Parasit : Obat pereda nyeri atau antibiotik dapat diberikan oleh dokter untuk meredakan rasa nyeri atau sakit kepala pasien.
  • Meningitis Jamur : Dokter akan meresepkan obat-obat antijamur untuk mengobati meningitis jenis ini.

Komplikasi Meningitis

Meningitis dapat menyebabkan sejumlah kondisi komplikasi serius yang perlu diwaspadai, yaitu antara lain adalah [6] :

  • Kehilangan pendengaran
  • Ketidakmampuan belajar (terjadi pada anak)
  • Kerusakan otak
  • Kehilangan penglihatan
  • Tubuh kejang berulang atau epilepsi
  • Arthritis
  • Masalah ginjal
  • Koma
  • Kelumpuhan permanen
  • Kehilangan koordinasi atau kontrol pada otot
  • Sepsis
  • Kematian

Pada anak yang mengalami salah satu dari komplikasi-komplikasi tersebut, maka beberapa penanganan yang umumnya diberikan dan para orangtua pasien harus tahu antara lain adalah [6] :

  • Konseling : Langkah ini adalah sebagai dukungan psikologis bagi anak yang mengalami trauma karena mengalami meningitis dengan segala ketidaknyamanan yang diakibatkan dari gejala yang muncul.
  • Implan koklea : Pada anak yang sampai harus kehilangan pendengaran karena dampak meningitis, implan koklea dapat dilakukan. Implan koklea sendiri adalah prosedur memasukkan alat kecil ke dalam telinga pasien sebagai alat bantu dengar.
  • Kaki palsu dan rehabilitasi : Jika amputasi harus menjadi solusi penanganan meningitis, maka kaki palsu dan dukungan berupa rehabilitasi sangat diperlukan dalam membantu pemulihan pasien.
Tinjauan
Beberapa komplikasi umum dapat terjadi pada penderita meningitis, seperti sepsis, kehilangan penglihatan dan pendengaran, hingga kelumpuhan dan kematian.

Pencegahan Meningitis

Meningitis dapat dicegah melalui gaya hidup yang baik, sehat dan seimbang agar berbagai jenis kuman tak mudah menyerang, begitu juga dengan penyakit-penyakit yang dapat berkembang menjadi meningitis [1,5].

  • Tidak merokok.
  • Mendapatkan kualitas istirahat cukup setiap hari.
  • Menghindari interaksi yang terlalu dekat atau bahkan bersentuhan dengan orang-orang yang sedang sakit.
  • Menggunakan antibiotik pencegahan yang diresepkan oleh dokter di mana hal ini diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah telanjur melakukan kontak dengan banyak orang yang terinfeksi bakteri meningokokus.

Apakah ada vaksin khusus untuk mengatasi meningitis?

Berbagai macam infeksi yang berbeda dapat menyebabkan meningitis, maka terdapat pula beberapa vaksin yang dapat memberikan perlindungan.

Para orangtua dapat mengonsultasikan perihal vaksin untuk anak-anak mereka dengan dokter dalam upaya mencegah meningitis dan segala penyakit yang berkaitan dengan meningitis [6].

  • Vaksin pneumokokus untuk menghindari infeksi bakteri pneumokokus.
  • Vaksin meningitis B untuk menghindari bakteri meningokokus grup B.
  • Vaksin 6-in-1 untuk menghindari Haemophilus influenzae type b (Hib), hepatitis B, batuk rejan, tetanus, difteri, dan polio.
  • Vaksin ACWY untuk menghindari infeksi bakteri meningokokus grup A,C,W, dan Y.
  • Vaksin MMR untuk menghindari rubella, campak serta gondongan.
  • Vaksin Hib/Men C untuk menghindari bakteri meningokokus grup C.
Tinjauan
Gaya hidup sehat dan seimbang ditambah dengan anak mendapatkan vaksin yang semestinya sesuai usia adalah cara pencegahan meningitis terbaik.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment