Gentamicin : Manfaat, Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Gentamisin merupakan antibiotik golongan aminoglikosida yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Bentuk sediaan obat yang saat ini tersedia adalah gentamisin injeksi (vial), salep/ krim kulit, salep mata, tetes mata, dan tetes telinga. Selalu konsultasikan penggunaan antibiotik dengan tenaga kesehatan sebelumnya untuk mencegah resistensi antibiotik. [1, 4]

Apa itu Gentamisin ?

Berikut ini info mengenai Gentamisin, mulai dari indikasi hingga peringatannya: [1]

IndikasiInfeksi bakteri , Profilaksis endokarditis
KategoriObat keras : penggunaannya harus dengan resep dokter
KonsumsiDewasa dan anak
KelasAntibiotik
Aminoglikosida
Obat kulit
Antiinfektif dan antiseptik mata
Antiinfektif dan antiseptik telinga
Antibiotik topikal
BentukInjeksi
Salep kulit
Tetes mata
Salep mata
Tetes telinga
KontraindikasiHipersensitif terhadap gentamisin dan aminoglikosida lain. 
Aplikasi topikal ke dalam telinga untuk pasien yang diketahui atau diduga perforasi gendang telinga.
PeringatanPasien dg miastenia gravis, parkinson, dan kondisi lain yang ditandai oleh :
→ Kelemahan otot,
→ Diabetes,
→ Disfungsi vestibular auditori,
→ Otitis media
→ Gangguan ginjal. 
→ Kehamilan dan menyusui.
Kategori Obat pada Kehamilan & MenyusuiSedia parenteral
Kategori D : ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius yang tidak efektif atau tidak mungkin diatasi dengan obat lain yang lebih aman)
Sedia ophtamologi (untuk mata)
Kategori C : studi terhadap binatang percobaan memperlihatkan adanya efek – efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.  

Manfaat Gentamisin

Gentamisin bermanfaat sebagai antibiotik, contohnya pada kondisi : [1-5]

  • Infeksi kulit
  • Infeksi telinga
  • Infeksi kelopak mata
  • Infeksi saluran pencernaan
  • Luka bakar
  • Infeksi sistem saraf pusat
  • Endometriosis
  • Profilaksis endokarditis

Dosis Gentamisin

emberian parasetamol dapat dibagi menjadi 2 bagian utama yaitu untuk dewasa dan anak-anak : [1-5]

Dosis Dewasa

Injeksi intramuskular (IM)
→ 3-5 mg/kgBB/hari
Injeksi intravaskular (IV infusion)  
→ 3-5 mg/kgBB/hari
→ 5-7 mg/kgBB 1x/hari
Infeksi saluran kemih
Dewasa :
Injeksi IM / IV
→ 160 mg 1x/ hari
Topikal / kutaneus
Gentamisin 0,1% salep/krim : Oleskan pada area yang terinfeksi 3-4x/hari setelah mandi.  
Otitis eksterna
Dewasa :
Tetes telinga

Gentamisin 0,3% tetes telinga :
Teteskan 2-3 tetes pada telinga yang terinfeksi, 3-4x/hari pada siang hari dan malam hari.  
Infeksi mata superfisial
Dewasa :
Tetes mata

Gentamisin 0,3% tetes mata : Teteskan 1-2 tetes pada mata yang terinfeksi, hingga 6x/ hari atau lebih sering bila dibutuhkan.  
Salep mata
Gentamisin 0,3% salep mata : Oleskan salep mata gentamisin seukuran biji jagung ke saccus conjungtiva 2-3 x/ hari.  
Pada infeksi mata yang berat:
Tetes mata
Teteskan gentamisin 0,3% dimulai dari 1-2 tetes setiap 15 menit, kemudian dosis diturunkan secara perlahan sampai infeksi terkontrol.  
Salep mata
Oleskan salep mata gentamisin 0,3% seukuran biji jagung ke saccus konjungtiva 2-3 x/hari.  
Profilaksis endokarditis
Dewasa
Injeksi intravena (IV)

1,5 mg/kgBB, 30-60 menit
Endomiometritis post partum (puerperal)
Injeksi intravena
Gentamisin + Klindamisin (5 mg/kgBB/hari).

Dosis Anak

→ 3-7.5 mg/kgBB/hari dibagi menjadi 3 dosis (setiap 8 jam)
→ <2 minggu : 3 mg/kgBB tiap 12 jam
→ 2 minggu – 2 tahun : 2 mg/kgBB tiap 8 jam Injeksi intratekal 1 mg/hari (maks 5 mg/hari) disertai Injeksi intramuskuler 2-4 mg/kgBB  
→ Bayi : 7,5 mg/kgBB/hari tiap 8 jam.  
Infeksi kulit primer :
Anak : sama dengan dosis dewasa
Otitis eksterna
→ Anak : Sama dengan dosis dewasa  
Infeksi mata superfisial
→ Anak : Sama dengan dosis dewasa
Profilaksis endokarditis
Anak
Injeksi intravena (IV)

→ <5 tahun : 2 mg/kgBB

Efek Samping Gentamisin

Terdapat efek samping obat yang fatal : [1, 5]

  • Nefrotoksisitas
  • Depresi nafas
  • Paralisis otot
  • Reaksi anafilaksis : kemerahan, gatal/bengkak (terutama pada wajah/lidah/tenggorok), rasa pusing berputar yang parah, kesulitan nafas.

Beberapa efek samping obat lain yang mungkin muncul :[7]

  • Ototoksisitas
  • Reaksi hipersensitivitas
  • Gangguan elektrolit : hipomagnesemia (paling banyak terjadi), hipokalsemia, dan hipokalemia
  • Peningkatan aminotransferase dan level bilirubin serum
  • Diskrasia darah, agranulositosis, trombositopenia
  • Peningkatan BUN (Blood Urea Nitrogen)/Cr (Creatinine)
  • Purpura
  • Mual dan muntah , nyeri perut, kehilangan nafsu makan
  • Diare,
  • Enterocolitis
  • Stomatitis
  • Anorexia
  • Neurotoksisitas (contohnya : enselopati, confusion, letargi, halusinasi, kejang, depresi mental)
  • Atrofi atau nekrosis lemak pada area injeksi
  • Nyeri, kemerahan / hiperemia, iritasi pada lokasi injeksi
  • Reaksi endotoksin (pemberian IV)
  • Eritema, gatal / pruritus
  • Edema konjungtiva (subkonjungtiva)
  • Iskemi retina berat (intraaokular)
  • Fotosensitivitas (pemberian topikal pada mata).
  • Nyeri kepala

Info Efek Gentamisin Tenaga Medis:

  • Umum
    • Efek samping yang paling sering dilaporkan terkait dengan pengobatan adalah ototoxicity dan nephrotoxicity. Bentuk-bentuk toksisitas ini terjadi lebih sering pada pasien yang mengalami pemaparan berkepanjangan dalam serum melalui konsentrasi lebih dari 2 mcg / mL. Pasien dengan insufisiensi ginjal berisiko lebih tinggi terkena toksisitas.
  • Sistem saraf
    • Umum (1% hingga 10%): Myasthenia gravis diperburuk / dibuka kedoknya, blokade neuromuskuler
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Konvulsi, ensefalopati , kelesuan , parestesia perifer, polineuropati, kerusakan saraf vestibulocochlear dengan potensi keterlibatan organ keseimbangan / pendengaran
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Neurotoksisitas sentral, terbakar menyeluruh, sakit kepala, lesu, sindrom mirip myasthenia gravis, mati rasaneuropati perifer , pseudotumor cerebri , kesemutan kulit, neuropati toksik, kerusakan vestibular
  • Saluran pencernaan
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Mual, stomatitis , muntah
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Kolitis pseudomembran
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Peningkatan air liur
  • Hati
    • Jarang (0,1% hingga 1%): AST meningkat, ALT meningkat, bilirubin darah meningkat
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Alkaline phosphatase meningkat
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Hepatomegali transien
  • Hematologi
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Diskrasia darah
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Trombositopenia
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Anemia, penurunan jumlah retikulosit, eosinofilia , granulositopenia , peningkatan jumlah retikulosit, leukopenia, splenomegali, transient agranulocytosis
  • Metabolik
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Gangguan elektrolit, hipokalsemia , hipokalemia , hipomagnesemia
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Nafsu makan menurun, kalsium serum menurun, magnesium serum menurun, serum potasium menurun, natrium serum menurun, hipovolemia, tetani, penurunan berat badan
  • Ginjal
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Kreatinin serum tinggi, urea serum tinggi, kerusakan ginjal, oliguria, pengurangan laju filtrasi glomerulus
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Gagal ginjal akut, nitrogen urea darah (BUN) meningkat, peningkatan nitrogen nonprotein (NPN), nefrotoksisitas
  • Genitourinari
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Sel dalam urin, cylindruria, hematuria, proteinuria, cetakan urin
  • Psikiatrik
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Keadaan kebingungan, depresi / depresi mental, halusinasi
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Sindrom otak organik akut, kebingungan
  • Lain
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Ototoksisitas, tinitus
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Mengurangi ketajaman nada tinggi, ekstravasasi, respons demam, demam, gangguan pendengaran, menderu di telinga
  • Dermatologis
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Pruritus , urtikaria
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Alopecia , gatal, purpura, ruam 
  • Hipersensitif
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Reaksi anafilaksis
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Reaksi anafilaktoid, hipersensitivitas
  • Lokal
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Nekrosis lemak, infeksi di tempat suntikan, nyeri di tempat suntikan, iritasi lokal, atrofi subkutan 
  • Pernafasan
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Edema laring , gangguan pernapasan pasca operasi, fibrosis paru , depresi pernapasan
  • Muskuloskeletal
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Nyeri sendi, otot berkedut , kelemahan otot 
  • Mata
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Gangguan visual
  • Kelenjar endokrin
    • Frekuensi tidak dilaporkan : Peningkatan serum lactate dehydrogenase (LDH)

Detail Gentamisin

Untuk memahami lebih detil mengenai Gentamisin, seperti operdosis, penyimpanan, cara kerja parasetamol, interaksi dengan obat lain serta dengan makanan berikut datanya : [1, 5]

PenyimpananSediaan injeksi :
Simpan obat pada ruangan dengan suhu 15-30oC.
Sediaan salep / krim :
Simpan obat pada ruangan dengan suhu 2-30oC.
Sediaan tetes mata/tetes telinga :
Simpan pada ruangan dengan suhu di bawah 25oC.
Cara kerjaBakterisidal – Gentamisin menginhibisi sintesis protein bakteri dengan cara berikatan dengan protein 16S rRNA dan S12 di antara subunit ribosom 30S dan 50S sehingga terjadi defek membran sel bakteri. Aminoglikosida tidak efektif melawan bakteri anaerobik, jamur, dan virus. Farmakokinetik :
Absorbsi : Absorbsi rendah pada traktus gastrointestinalis. Absorbsi cepat bila diberikan secara intramuskular. Dosis maksimum di plasma dicapai dalam waktu 30-60 menit.
Distribusi : Berdifusi terutama pada cairan ekstraseluler dengan penetrasi minimal ke jaringan okular. Difusi cepat pada jaringan perilimfe telinga dalam. Dapat menembus plasenta dan masuk ASI (jumlah kecil). Ikatan dengan protein plasma : <30%. Volume disribusi : 0,2-0,3 L/kgBB.
Ekskresi : Gentamisin dieksresikan melalui ginjal dalam bentuk utuh, serta dieksresikan ke cairan empedu dalam jumlah sedikit. Waktu paruh obat (T1/2) di plasma : 2-3 jam.
Interaksi obat→ Efek aditif dengan obat neurotoksik dan / atau nefrotoksik lainnya termasuk sefalosporin, metisilin, amfoterisin B, siklosporin, cisplatin, diuretik kuat (mis. Asam etakrilat, furosemid) dan zat penghambat neuromuskuler (misalnya suksinilkolin, tubocurarine). 
→ Dapat mempotensiasi efek antikoagulan (mis. Warfarin, fenindione). 
→ Dapat melawan efek neostigmin dan piridostigmin. 
→ Peningkatan risiko hipokalsemia dg bisfosfonat. 
→ Peningkatan risiko blokade neuromuskuler dg toksin botulinum. 
→ Indometasin dapat meningkatkan konsentrasi plasma gentamisin pada neonatus.
Overdosis→ Jangan menggunakan obat lebih dari dosis yang diresepkan. Minum obat lebih banyak tidak meningkatkan kesehatan anda, namun berpotensi menjadi racun yang akan menimbulkan efek samping serius.
→ Bila ditemukan tanda – tanda overdosis obat seperti sesak nafas, segera ke IGD atau pelayanan kesehatan terdekat sambil membawa obat dan kemasannya.
→ Jangan berikan obat ini kepada orang lain meskipun anda mengetahui mereka memiliki gejala yang sama dengan yang anda rasakan.  

Pertanyaan Seputar Gentamisin

Apakah obat ini aman digunakan oleh ibu hamil maupun ibu menyusui ?

Obat ini termasuk ke dalam kategori D menurut US FDA (Food and Drugs Administration). Penelitian pada ibu hamil menunjukkan obat ini dieksresikan dalam jumlah sedikit ke plasenta, serta ke ASI pada ibu menyusui. Belum ada penelitian yang memadai untuk menunjukkan efek obat ini pada janin manusia. Namun bukti menunjukkan toksisitas gentamisin pada janin lemah dan tidak meningkatkan risiko kelainan pendengaran. Sebaiknya pada ibu hamil maupun menyusui, berkonsultasi dengan dokter yang menangani anda. [4,7]

 Apakah obat ini bersifat adiktif / menimbulkan ketergantungan ?

Kebanyakan obat tidak menimbulkan efek ketergantungan, kecuali seperti yang sudah diatur oleh Kemenkes termasuk obat golongan narkotika-psikotropika yang penggunaannya dikontrol ketat. Namun jangan menggunakan obat ini tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter.[4,7]

Bagaimana cara pemakaian obat ini ? Apakah penggunaan obat ini dapat tiba – tiba dihentikan ?

Penggunaan antibiotik harus mengikuti dosis yang telah ditetapkan untuk menghindari resistensi antibiotik. Silakan konsultasikan kepada dokter anda untuk rekomendasi spesifik berdasar kondisi kesehatan anda. [4,7]

Apabila saya lupa meminum obat, apa yang harus saya lakukan ?

Penggunaan dosis gentamisin sesuai yang terjadwal diperlukan. Bila anda lupa meminum obat, silakan hubungi dokter atau apoteker segera untuk menentukan jadwal minum obat yang baru. Jangan gunakan dosis ganda untuk mengejar ketertinggalan dosis.
Silakan menggunakan bantuan alarm atau keluarga untuk mengingatkan anda meminum obat. Bila dirasa mengganggu, konsultasikan dengan dokter mengenai perubahan jadwal minum obat.
Bila obat sudah jarang dikonsumsi, silakan konsultasikan dengan dokter untuk menyesuaikan kembali dosis anda. [4,7]

Apakah aman untuk berkendara atau mengoperasikan mesin berat setelah menggunakan produk ini ?

Penggunaan tetes mata gentamisin mungkin menimbulkan gangguan penglihatan. Pasien disarankan untuk tidak mengemudi atau mengoperasikan mesin berat. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan anda dengan dokter. [4,7]

Contoh Obat Gentamisin (Merek Dagang) di Pasaran

Berikut ini beberapa obat bermerek yang mengandung Gentamisin [7]

Garamycin
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment