Makanan, Minuman dan Herbal

Rumput Kebar : Kandungan – Manfaat, Efek Samping dan Cara Penggunaan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Biophytum petersianum atau lebih dikenal dengan rumput kebar merupakan sebuah tanaman yang banyak tersebar di daerah Afrika, Mali, Madagaskar, dan Asia tenggara. Di Indonesia sendiri, tanaman ini banyak tumbuh di daerah Jawa, Kalimantan, Sumatra, dan Papua [1].

Sekilas Tentang Rumput Kebar

Di Indonesia sendiri rumput kebar bisa ditemukan di seluruh pulau besar yang ada. Seperti layaknya rumput pada umumnya, rumput kebar ini juga sebenarnya tumbuh secara liar.

Di Indonesia, rumput kebar yang terkenal berasal dari papua. Meskipun sama – sama rumput kebar, namun rumput kebar yang berasal dari dataran tinggi Papua barat diyakini memiliki kandungan yang lebih baik dari rumput kebar yang berasal dari daerah lain [5].

Khusus di daerah Papua, rumput kebar tumbuh secara luas di daerah distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua barat. Masyarakat sekitar lebih mengenal tanaman ini dengan sebutan banondit.

Karakterisktik Rumput Kebar

Rumput kebar ini biasanya akan tumbuh di daerah dengan ketinggian sekitar 500 – 600 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan yang tinggi [2]. Selain di daerah papua, di Indonesia rumput kebar ini juga banyak ditemukan di daerah dataran tinggi jawa.

Rumput kebar akan banyak ditemui di daerah dengan iklim basah yang memiliki curah hujan rata – rata di atas 2000 mm/tahun. Rumput kebar akan tumbuh baik di daerah dengan suhu sekitar 26ºC, kelembaban 82% [17].

Rumput kebar memiliki karakteristik yaitu berbentuk ramping. Rumput kebar hanya memiliki satu batang dan tidak memiliki cabang. Tanaman ini memiliki tinggi sekitar 12 cm. Daun rumput kebar terletak pada bagian pucuk. Daun nya berkumpul dan berpasangan [18].

Rumput kebar ini terkenal akan manfaat nya dalam hal reproduksi baik pada pria maupun wanita. Rumput kebar diyakini bisa membuat kandungan menjadi subur [6]. Hal inilah yang membuat banyak orang mencari rumput kebar.

Saat ini rumput kebar sudah banyak dijual dalam bentuk kering dan kemasan siap pakai. Tentu saja hal ini akan memudahkan bagi mereka yang membutuhkan.

Masyarakat lokal sudah sejak lama menggunakan tanaman ini sebagai obat alternatif dan ramuan herbal untuk menyuburkan kandungan. Rumput kebar ini diyakini bisa memelihara dan menjaga kemampuan reproduksi dan juga fertilitas [3].

Di beberapa negara Afrika bahkan tanaman ini sudah digunakan sebagai obat herbal untuk masalah lambung, demam, ataupun malaria [4].  

Kandungan Rumput Kebar

Salah satu kandungan yang terdapat pada rumput kebar adalah vitamin E. Vitamin E pada tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai penghambat dan penghalang dari radikal bebas. Rumput kebar juga mengandung flavonoid yang bisa digunakan sebagai pencegah kanker [9].

Secara lengkap berikut adalah kandungan yang terdapat pada rumput kebar [10].

Kadar Air24,79 %
Serat Kasar11,26 %
Kadar Abu18,07 %
Lemak4,77 %
Protein 7,80 %
Karbohidrat44,57 %
Tanin4,81 %
Flavonoid12,45 %
Antioksidan4,02 mg/100g
Fosfor50,24 mg/100g
Besi10,12 mg/100g
Kalsium42,70 mg/100g
Vitamin E1,15 mg/100g
Vitamin A8057,19 IU/100g

Manfaat Rumput Kebar

Dengan banyaknya kandungan yang ada pada tanaman rumput herbal, maka tidak salah jika tanaman ini diyakini sebagai obat herbal oleh banyak masyarakat. Sebagai obat herbal, tanaman rumput kebar ini diyakini bisa menjadi obat dalam beberapa masalah dan penyakit seperti :

bagi kaum perempuan yang memiliki masalah siklus haid yang tidak teratur maka disarankan untuk mencoba mengkonsumsi tanaman rumput kebar ini sebagai alternatif.

Kandungan pada ekstrak rumput kebar diyakini bisa membantu untuk melancarkan siklus haid yang tidak teratur. Selain itu, mengkonsumsi tanaman rumput kebat ini juga bisa membantu memperbaiki kerja dari sistem reproduksi [5].

  • Meningkatkan kinerja reproduksi pada pria

Salah satu kandungan yang ada pada rumput kebar adalah kalsium. Pada proses reproduksi, kalsium ini memiliki peranan penting. Tercukupi nya kebutuhan kalsium akan membantu memudahkan masuknya sperma ke dalam membran sel telur.

Pada proses nya ketika sperma berhasil menjangkau ovum maka proses fertilisasi akan terjadi.

Rumput kebar memiliki kandungan kalsium yang cukup untuk bisa membantu terjadinya proses fertilisasi ini. rumput kebar juga diyakini membuat sperma menjadi lebih aktif dan kuat.

Sel sperma yang lebih aktif dan kuat ini akan semakin memudahkan proses pembuahan itu sendiri [10].

  • Meningkatkan kinerja reproduksi pada wanita

Tidak hanya bermanfaat bagi kaum pria, konsumsi rumput kebar juga akan bermanfaat pada wanita. Kandungan Vitamin A dan E pada tanaman rumput kebar inilah yang akan memiliki peranan penting.

Vitamin A yang terkandung pada rumput kebar akan sangat membantu dan berperan penting dalam proses pembentukan sel telur. Vitamin A ini juga akan berperan sebagai antioksidan yang kuat.

Nantinya, anti oksidan ini berfungsi untuk melindungi dan menangkal serangan dari radikal bebas pada sel telur.Radikal bebas yang menyerang sel telur bila tidak diatasi berpotensi menyebabkan sel telur menjadi rusak dan tidak bisa dibuahi.

Sementara kandungan Vitamin E yang ada pada rumput kebar ini akan sangat penting untuk menjaga selama proses kehamilan. Vitamin E ini akan mencegah terjadinya keguguran.

Peran Vitamin E itu sendiri adalah menjaga kesehatan dinding rahim dan juga plasenta. Dinding rahim yang kuat dan plasenta yang cukup akan mengurangi risiko terjadinya keguguran.

Kandungan lainnya pada rumput kebar yang akan membantu proses reproduksi pada wanita adalah flavonoid. flavonoid sendiri akan membantu untuk meningkatkan fungsi pada reproduksi pada wanita [10].

  • Sebagai obat cacing

Bagi mereka yang memiliki penyakit cacingan, mengkonsumsi ekstrak dari tanaman rumput kebar juga bisa menjadi salah satu cara alternatif yang bisa dicoba.

Kandungan bahan fitokimia pada rumput kebar seperti alkaloid, tanin, glikosida, flavonid, dan saponin diyakini bisa menyelesaikan masalah cacingan ini. Air rebisan dari rumput kebar ini juga diyakini bisa menghambat bahkan menghentikan proses perkembangan dari telur cacing itu sendiri [11].

  • Sumber anti oksdidan alami

Berbagai kandungan mineral yang ada pada rumput kebar ini menjadikan tanaman ini adalah sumber anti oksidan alami [12]. Seperti kita tahu anti oksidan ini akan sangat membantu dalam mencegah berbagai penyakit pada tubuh kita.

Anti oksidan juga akan membantu mencegah sel – sel pada tubuh kita menjadi rusak. Dengan mengkonsumsi ekstrak dari rumput kebar ini maka zat radikal bebas yang ada di dalam tubuh kita bisa terkontrol dan terbuang ke luar tubuh.

  • Mengobati masalah pada lambung

Bagi anda yang menderita dan mengalami masalah pada organ lambung, ekstrak dari rumput kebar ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut.

Kandungan pada rumput kebar ini mampu untuk menghilangkan bakteri yang menjadi asal dari masalah pada lambung tersebut [13]. Sementara kandungan vitamin A nya mampu untuk menjaga lambung agar hal yang sama tidak berulang terjadi.

  • Digunakan sebagai pakan ternak

Selain bermanfaat bagi manusia, rumput kebar ini juga sangat bermanfaat bagi hewan ternak. Rumput kebar akan memberikan manfaat yang sama bagusnya.

Seperti pada manusia, penggunaan rumput kebar sebagai pakan ternak juga bermanfaat untuk masalah perkembangbiakan. Hewan ternak yang diberi rumput kebar sebagai pakan nya diyakini menjadi lebih subur dan cepat berkembang biak [8].

Selain itu, penggunaan rumput kebar sebagai pakan hewan ternak juga untuk melancarkan proses pencernaan pada hewan ternak itu sendiri.

Pakan yang menggunakan Rumput kebar dipercaya bisa membuat hewan ternak menjadi lebih besar karena proses pencernaan nya menjadi lebih lancar [7].

Efek Samping Penggunaan Rumput Kebar

Hal yang harus diperhatikan adalah mengkonsumsi rumput kebar secara berlebihan justru akan menimbulkan masalah lain. Dengan banyaknya manfaat yang bisa diberikan dengan mengkonsumsi rumput kebar maka yang harus diperhatikan adalah takaran nya. Beberapa masalah yang bisa ditimbulkan dari mengkonsumsi rumput kebar berlebihan di antaranya adalah :

  • Menimbulkan rasa mual dan pusing

Efek samping paling umum yang mungkin terjadi ketika mengkonsumsi rumput kebar berlebihan adalah munculnya rasa mual dan pusing [12]. Kandungan tanin pada tanaman ini menjadi salah satu penyebab mengapa akan muncul rasa mual dan pusing bila mengkonsumsi rumput kebar terlalu banyak [16].

  • Menimbulkan masalah pada janin

Meskipun terkenal akan fungsinya untuk meningkatkan reproduksi namun mengkonsumsi rumput kebar berlebihan justru bisa menimbulkan masalah pada janin [6]. Mengkonsumsi rumput kebar secara berlebihan ketika sedang mengandung bisa merusak plasenta. Itulah mengapa bagi ibu yang sedang mengandung tidak disarankan untuk mengkonsumsi rumput kebar tanpa saran dan petunjuk dari tenaga medis terlebih dahulu.

  • Masalah pada pencernaan

Masalah lambung yang anda miliki akan bisa diatasi dengan menggunakan rumput kebar jika anda menggunakan nya sesuai takaran. namun jika digunakan dengan takaran yang berlebihan maka hal ini akan menimbulkan efek samping. efek samping yang biasa muncul adalah diare [14].

  • Menimbulkan efek susah tidur

Efek samping ini biasa terjadi pada pria. Efek samping yang biasa ditimbulkan akibat mengkonsumsi rumput kebar berlebihan biasanya akan membuat susah tidur di malam hari. Lebih lanjut efek samping ini juga biasanya akan diikuti oleh rasa sakit pada kepala [10].

Cara Penggunaan Rumput Kebar

Untuk mendapatkan efek baik dari rumput kebar ini, maka cara mengkonsumsi yang disarankan adalah :

  • Langsung dikonsumsi

Di daerah Papua Barat, di mana rumput kebar tumbuh liar tanaman ini bisa dikonsumsi langsung setelah dipetik. Cukup dengan mencabut bagian daun sampai tangkai lalu cuci dengan air bersih. kita sudah bisa langsung mengkonsumsinya.

  • Rebusan daun dan tangkai

Cara ini biasa digunakan untuk rumput kebar yang sudah dikeringkan. Pilih beberapa batang rumput kebar lalu cuci hingga bersih. Rebus daun dan tangkai rumput kebar ini dengan air panas hingga mendidih. Setelah air rebusan tadi tersisa 3/4 bagian angakt lalu saring. Tunggu hingga agak dingin dan kita bisa langsung meminumnya.

Cara Penyimpanan Rumput Kebar

Untuk mereka yang tinggal di daerah papua barat, rumput kebar ini bisa ditemukan dengan mudah. rumput ini biasa tumbuh seperti rerumputan lainnya. Selain di daerah tersebut rumput ini juga biasa ditemukan di daerah dataran tinggi yang ada di Jawa ataupun sumatra.

Selain itu, kita juga bisa mengkonsumsi rumput kebar yang sudah dibuat menjadi kering. Sudah banyak penjual yang menyediakan rumput kebar dalam kemasan siap pakai [15]. Ada dua cara untuk menyimpan tanaman rumput kebar agar tahan lama, yaitu :

  • Dikeringkan

Rumput kebar yang baru dipetik sebenarnya bisa langsung dikonsumsi. namun untuk penggunaan di lain waktu maka kita bisa mengeringkan rumput kebar tersebut.

Caranya cukup dengan menjemur rumput kebar di tempat yang terkena matahari langsung. Rumput kebar kering bisa bertahan lebih lama jika tidak disimpan di tempat yang lembab.

  • Hindari dari paparan sinar matahari langsung

Untuk anda yang mendapatkan rumput kebar yang sudah kering dan dikemas maka anda cukup menjaga rumput kebar tersebut dari panas matahari.

Pastikan juga kemasan yang digunakan tertutup rapat untuk menghindari rumput kebar menjadi lembab. Rumput kebar yang lembab akan membuat efek nya menjadi tidak sebagus awalnya.

1. Petrus D Sadsoeitoeboen. Manfaat Ekstrak Rumput Kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) terhadap Penampilan Reproduksi Mencit Putih Betina; 2005.
2. Agnes Noni Novita Ham Imbini. Kajian tentang habitat rumput Kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) di Kecamatan Kebar Kabupaten Dati II, Manokwari. Fakultas Pertanian Universitas Cendrawasih; 1997
3. Petrus D. Sadsoeitoeboen. Pengaruh Pemberian Ekstrak Rumput Kebar(Biophytum petersianum Klotzsch) Terhadap Fertilitas Tikus Jantan (Rattus novergicus); Agustus 2005
4. Marit Inngjerdingen, Kari T Inngjerdingen, Trushar R Patel, Stephanie Allen, Xinyong Chen, Bent Rolstad, Gordon A Morris, Stephen E Harding, Terje E Michaelsen, Drissa Diallo, Berit S Paulsen. Pectic polysaccharides from Biophytum petersianum Klotzsch, and their activation of macrophages and dendritic cells. Glycobiology; 2008
5. Bagem Sembiring dan Ireng Darwati. Identification of chemical component of kebar grass accession (Biophytum petersianum)
from Papua and Java; 2014.
6. Anisatu Z. Wakhidah. RUMPUT KEBAR (Biophytum umbraculum Welw): PEMANFAATANNYA DI INDONESIA, FITOKIMIA, DAN BIOAKTIVITAS. Jurnal Pro-Life Volume 7; 2020.
7. Priyo Sambodo, Joko Prastowo, Kurniasih Kurniasih, Sudarmanto Indarjulianto. In vitro potential anthelmintic activity of Biophytum petersianum on Haemonchus contortus. veterinary world; 2018.
8. K M Kodjo, V Contesse, J L Do Rego, K Aklikokou, S Titrikou, M Gbeassor, H Vaudry. In vitro effects of crude extracts of Parkia biglobosa (Mimosaceae), Stereospermum kunthianum (Bignoniaceae) and Biophytum petersianum (Oxalidaceae) on corticosteroid secretion in rat. The journal of steroid biochemistry and molecular biology; 2006.
9. Cheppail Ramachandran, Barry J Wilk, Arland Hotchkiss, Hoa Chau, Isaac Eliaz, and Steven J Melnick. Activation of Human T-Helper/Inducer Cell, T-Cytotoxic Cell, B-Cell, and Natural Killer (NK)-Cells and induction of Natural Killer Cell Activity against K562 Chronic Myeloid Leukemia Cells with Modified Citrus Pectin. BMC Complementary Medicine and Therapies; 2011.
10. Adrien Jems Akiles Unitly, Cerria Inara. POTENSI RUMPUT KEBAR (Biophytum petersianum Klotzsch) DALAM MENINGKATKAN KINERJA REPRODUKSI; 2011.
11. Alnita Baaka, Isti Widayati, Noviyanti. Kebar Grass (Biophytum petersianum klotzch) Extract as in vitro ruminant gastrointestinal worms Egg’s Growth Deterrent; 2017.
12. Abinash C. Bharati and Alakh N. Sahu. Ethnobotany, phytochemistry and pharmacology of Biophytum sensitivum DC. Pharmacognosy review; 2012.
13. Tom Erik Grønhaug, Silje Glæserud, Mona Skogsrud, Ngolo Ballo, Sekou Bah, Drissa Diallo, and Berit Smestad Paulsen. Ethnopharmacological survey of six medicinal plants from Mali, West-Africa. Journal of ethobiology and ethnomedicine; 2008.
14. Karl Egil Malterud. Ethnopharmacology, Chemistry and Biological Properties of Four Malian Medicinal Plants. Plants; 2017.
15. Diana Sawen. POTENSI TANAMAN OBAT BANONDIT (Biophytum petersianum Klotzsch)SEBAGAI SUMBER PAKAN HIJAUAN DI LEMBAH KEBAR PAPUA BARAT; 2012
16. K T Chung, T Y Wong, C I Wei, Y W Huang, Y Lin. Tannins and human health: a review. Critical Reviews in Food Science and Nutrition; 1998.
17. Imbiri A dan N Novita. Kajian tentang habitat rumput Kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) di Kecamatan Kebar Kabupaten Manokwari; 1997.
18. Veldkamp JF. Flora Malesiana; 1976.

Share