Penyakit & Kelainan

5 Tahap Kesedihan yang Dialami Manusia

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Rasa sedih pasti pernah dialami setiap orang dalam satu titik kehidupannya. Penyebab rasa sedih bisa bermacam-macam, mulai dari kematian orang yang disayangi, kehilangan pekerjaan, dan atau putusnya suatu hubungan. Apapun penyebabnya, rasa sedih tidak pernah mudah untuk dilalui dan setiap orang memiliki caranya masing-masing melalui masa sedih tersebut. [1]

Namun walau kesedihan adalah perasaan yang sifatnya personal, namun ada beberapa kesamaan dari pengalaman setiap orang yang mengalami kesedihan. Kesamaan itu adalah dalam beberapa tahap kesedihan yang dilalui untuk pada akhirnya berhasil menghalau kesedihan itu sendiri. [3]

Ada 5 tahap kesedihan berdasarkan teori Elisabeth Kubler Ross, tahukah Anda apa saja tahap kesedihan tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Penyangkalan (Denial)

Tahap kesedihan yang pertama adalah penyangkalan. Pada tahapan ini, menyangkal bahwa peristiwa yang menyebabkan kesedihan terjadi muncul untuk membantu seseorang mengurangi rasa sakit yang dialami. Biasanya terjadi di beberapa saat setelah mengetahui peristiwa yang menyebabkan kesedihan tersebut, misalnya seperti kematian. [2,3]

Tahap menyangkal ini merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang terjadi secara otomatis dan bisa ditunjukkan dengan tubuh yang terasa mati rasa. Bentuk penyangkalan juga dapat ditunjukkan melalui kalimat-kalimat. Misalnya ketika seseorang kehilangan pekerjaan, tahap penyangkalan rasa sedih di mulai ketika orang tersebut berkata “Ini pasti hanya kesalahpahaman, besok pihak kantor akan menghubungiku dan memintaku masuk kerja kembali.” [1,4]

2. Marah (Anger)

Berikutnya, seseorang yang mengalami kesedihan juga pasti memasuki tahap amarah. Upaya diri menghadapi kehilangan sesuatu yang berharga atau kematian orang terkasih merupakan perasaan yang begitu tidak nyaman dan amarah muncul. Beberapa bentuk ekspresi amarah yang muncul akibat kesedihan bisa bertahan selama beberapa hari, minggu, bulan, bahkan lebih. [2,3]

Ekspresi kemarahan yang muncul juga bisa dalam bentuk menyalahkan hal-hal yang tak beralasan dan tidak tahu bagaimana cara mengatur emosi itu. Seperti misalnya ketika kemarahan muncul dalam bentuk menyalahkan orang yang meninggal karena kematiannya. Contohnya dengan kalimat, “Jika dia merawat dirinya lebih baik, maka dia tidak akan mati.” [1,4]

3. Menawar (Bargaining)

Kesedihan yang melanda dapat membuat seseorang merasa siap melakukan apapun untuk menukar rasa sakit yang dialaminya. Tahap kesedihan yang paling singkat ini membuat orang yang mengalaminya merasa bisa melakukan penawaran untuk mengganti rasa sakitnya dengan hal lain. [2]

Penawaran yang dilakukan biasanya ditujukan pada pihak yang lebih berkekuasaan, misalnya dalam hal kematian pada Tuhan. Atau ketika kehilangan pekerjaan, penawaran akan ditujukan pada atasan yang berwenang. Contoh kalimat yang menggambarkan penawaran yang dilakukan pada tahap ini adalah, “Tuhan, jika kau membiarkan dia hidup Kembali maka aku berjanji akan hidup lebih baik lagi.” [1,2,3]

Terkadang pada tahap kesedihan, seseorang juga umum mengingat masa-masa yang telah terlewati. Akan muncul pikiran seandainya bisa Kembali ke masa sebelum kesedihan terjadi. Hingga ketika menyadari bahwa penawarannya tidak berhasil dilakukan, kesedihan akan memasuki tahap berikutnya yaitu depresi. [4]

4. Depresi (Depression)

Ketika waktu kesedihan sudah cukup berlalu dan ketika semuanya sudah terasa lebih tenang, saat itulah biasanya kenyataan kembali muncul untuk dihadapi. Rasa sendiri dan kehilangan terasa semakin nyata dan bahkan kepanikan juga turut muncul saat itu. Kesedihan bukannya mereda tetapi semakin terasa sakitnya. [2]

Masa seperti itulah yang dikenal dengan tahap depresi dalam menghadapi kesedihan. Walau semua tahapan ini alamiah, namun jika depresi yang Anda hadapi benar-benar sudah tidak terkendali, maka Anda sangat disarankan untuk mendapatkan bantuan dari ahli kesehatan jiwa. Para terapi ini dapat membantu Anda menghadapi masa-masa sulit dan melaluinya dengan berhasil. [1]

5. Penerimaan (Acceptance)

Tahap akhir dari kesedihan yang dialami seseorang adalah tahap penerimaan. Pada tahapan ini bukan berarti seseorang tersebut tidak lagi merasa sedih dan kehilangan, tetapi sudah lebih siap menghadapi kenyataan yang ada di depan. [2]

Contoh seseorang yang mengalami kesedihan tetapi sudah memasuki tahap penerimaan adalah ketika sudah dapat melanjutkan kehidupan normalnya. Perasaan menyangkal, marah, menawar, dan depresi sudah tidak ditemukan lagi pada fase ini. [2,4]

Contoh kalimat yang menandakan seseorang sudah dapat menerima penyebab kesedihan yang dialami adalah, “Aku beruntung bisa melalui beberapa tahun ini bersamanya, dia akan tetap hidup di ingatanku.” Kalimat seperti ini menandakan bahwa orang tersebut sudah memiliki harapan untuk hari indah di depan. [1]

7 Tahap Kesedihan Lain yang Juga Populer untuk Diketahui

Walau model 5 tahap kesedihan dari Elisabeth Kubler Ross sangat populer, terdapat beberapa model lain yang juga dapat digunakan untuk membantu memahami tahap kesedihan yang seseorang alami. Salah satunya adalah 7 tahap kesedihan sebagai berikut:

  • Terkejut dan Menyangkal

Tidak berbeda jauh dengan model 5 tahap kesedihan, pada 7 tahap kesedihan juga terjadi penyangkalan di awal. Rasa terkejut membuat orang yang mengalami kesedihan tidak bisa mempercaya peristiwa yang dialaminya, sehingga hanya bisa menyangkalinya. [1,4]

  • Rasa Sakit dan Bersalah

Berikutnya, seseorang yang mengalami kesedihan mendalam akan mulai mengalami kesakitan. Rasa sakit tidak tertahankan ini bahkan menyerang perasaan. Hingga orang tersebut menyalahkan dirinya yang seharusnya bisa melakukan sesuatu lebih baik untuk mencegah peristiwa menyedihkan terjadi. [1,4]

  • Amarah dan Menawar

Amarah dan penawaran muncul pada tahapan yang sama dalam model 7 tahap kesedihan. Melakukan penawaran pada Tuhan atau orang yang lebih berkuasa adalah bentuk kemarahan yang muncul. Penawaran yang dilakukan adalah rela melakukan apapun asalkan permintaan untuk mengurangi kesedihan yang dialami dapat terkabul. [1]

  • Depresi

Tahapan di mana kesedihan membuat seseorang mengisolasi dirinya. Perasaan sendirian pun mulai muncul dalam proses ini dan membuat kesedihan akibat kehilangan sesuatu hal atau seseorang menjadi terasa lebih nyata. Butuh bantuan ahli dalam mengatasi kesepian yang diakibatkan oleh depresi seperti ini. [1]

  • Titik Balik Emosi

Memasuki tahap ini, mulai terjadi titik balik segala emosi yang selama ini sudah dirasakan. Orang yang mengalami kesedihan akan menyadari bahwa amarah dan sakit yang dirasakannya dulu sudah semakin berkurang. Perasaan tenang dan relaks mulai didapatkan. [1,4]

  • Keihklasan Menjalani

Saat diri sudah semakin tenang, barulah terjadi tahapan ikhlas menjalani. Orang yang sudah melalui kesedihannya akan mulai menjalani kehidupannya kembali. Menyusun bagian-bagian hidup yang masih tersisa untuk kembali berjalan maju. [1,4]

  • Penerimaan dan Harapan

Tahap ini kesedihan sudah berlalu dan penerimaan yang hadir. Harapan untuk masa yang akan datang pun juga muncul, sehingga hidup ke depannya lebih mudah diterima. [1,4]

1. Kimberly Holland & Timothy J. Legg, Ph.D., CRNP. What You Should Know About the Stages of Grief. Healthline; 2018.
2. Jodi Clarke, MA, LPC/MHSP & Amy Morin, LCSW. The Five Stages of Grief. Very Well Mind; 2021.
3. Jenna Fletcher & Timothy J. Legg, Ph.D., CRNP. What are the stages of grief?. Medical News Today; 2020.
4. Dylan Buckley & Deborah Horton. Understanding The Stages Of Grief. Better Help; 2021.

Share