Makanan, Minuman dan Herbal

Terong Thailand : Manfaat-Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sekilas Tentang Terong Thailand

Terong thailand atau yang lebih dikenal dengan terong lalap merupakan salah satu jenis dari keluarga tanaman solanaceae. Terong thailand memiliki nama latin Solanum incanum. Terong thailand merupakan jenis terong yang paling kecil diantara semua jenis terong [2]

Terong Thailand

Tanaman terong thailand memiliki karakteristik yang hampir sama dengan terong pada umumnya, namun yang membedakan adalah pada ukuran buahnya. Terong thailand memiliki ukuran buah sebesar tomat kecil dengan warna hijau dan corak putih. Selain itu, terong thailand juga memiliki jenis yang berwarna ungu [4].

Terong thailand sering kali disebut terong lalap karena di indonesia terong jenis ini sering di hidangkan sebagai lalapan.

Kandungan Nutrisi Pada Terong Thailand

Berikut ini kandungan nutrisi 100 gram pada terong thailand [2] :

NamaJumlahUnit
Air89,5g
Protein4.22g
Lemak0.6g
Asam0.22g
Karbohidrat2.6g
Serat1.72g
Kalori32.68kcal
Fosfor1082.50mg
Magnesium38.99mg
Kalium215.45mg
Mangan147.00mg
Tembaga256.05mg
Sodium147.00mg
Kalsium15mg

Terong thailand banyak mengandung protein yang bermanfaat memberikan nutrisi kepada otot-otot tubuh. Selain itu, terong thailand juga mengandung polifenol yang berfungsi sebagai antikoksidan di dalam tubuh.

Kandungan Senyawa Pada Terong Thailand

Terong thailand memiliki banyak kandungan senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah kandungan antioksidan yang berfungsi sebagai penangkal dari efek radikal bebas yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

Selain itu, terong thailand juga banyak mengandung protein yang berguna untuk memperkuat otot pada tubuh. Protein juga berfungsi dalam membangun jaringan di dalam tubuh yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan anak-anak kecil [1]

Kemudian terong thailand juga banyak mengandung sodium yang bermanfaat dalam menjaga kesehatan organ kardiovaskular, terutama menjaga agar kinerja jantung tetap stabil [3]

Manfaat Terong Thailand Untuk Kesehatan

Terong thailand dengan kandungan nutrisinya memberikan berbagai macam manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa macam manfaat yang di dapat ketika mengonsumsi terong thailand :

  • Meningkatkan Kemampuan Otak

Senyawa polifenol di dalam terong thailand, yaitu antosianin berperan penting dalam meningkatkan kemampuan otak. Antosianin berperan menjaga lipid yang terdapat pada membran sel otak [1].

Selain itu, antosianin yang dipercaya dapat menurunkan kadar lemak jahat di dalam tubuh atau LDL (Low Density Lipoprotein) juga berperan dalam lancarnya aliran darah ke otak. Tidak lancarnya aliran darah ke otak dapat mengakibatkan kerusakan pada sel otak.

Perlu diketahui juga, antosianin merupakan salah satu senyawa polifenol atau senyawa alami yang terdapat pada tumbuhan yang memberikan warna pada tanaman atau buah [7]

  • Mengurangi Kadar Kolesterol

Selain senyawa antosianin pada terong thailand yang berguna dalam mengurangi kadar kolesterol, terong thailand juga memiliki kandungan asam klorogenik. Asam klorogenik merupakan senyawa polifenol yang dapat mengikat LDL di dalam tubuh kemudian mengeluarkannya melalui proses sekresi atau pembuangan [1,3]

Asam klorogenik juga bukan hanya sebagai pengikat LDL namun juga bertindak sebagai antiviral dan antimikroba yang melindungi tubuh.

  • Pengikat Zat Besi

Antioksidan di dalam terong thailand memang sangat banyak dan berbagai macam jenis, salah satu yang masih asing adalah senyawa nasunin. Nasunin merupakan komponen flavonoid atau komponen pemberi warna pada tanaman.

Nasunin banyak ditemukan pada buah atau sayur yang berwarna ungu, seperti terong thailand yang berwarna ungu. Nasunin berperan dalam mengikat kadar zat besi yang berlebih di dalam tubuh. Kadar zat besi yang berlebih di dalam tubuh dapat mengakibatkan penyakit jantung dan kanker [2].

Nasunin sangat berperan bagi wanita yang sudah mengalami menopause dan pria yang tidak bisa mengurangi kadar zat besi. Dengan nasunin yang dapat mengikat zat besi sehingga dapat menjaga kesehatan pada wanita yang telah menopause.

Senyawa nasunin juga dapat mengurangi risiko pria terkena penyakit jantung dan kanker karena penumpukan zat besi [8]

  • Mengatasi Dan Mencegah Kanker

Terong thailand mengandung berbagai macam jenis antioksidan yang dapat melawan penyebaran atau bahkan membunuh sel kanker di dalam tubuh, seperti antosianin.

Antosianin merupakan senyawa flavonoid yang dapat mengatasi sel kanker yang diakibatkan oleh efek radikal bebas dan juga mencegah terjadinya oksidatif pada sel.

Selain itu, terong thailand juga memiliki kandungan solasodine rhamnosil glycoside. Senyawa ini berperan dalam membunuh sel kanker yang aktif dan mencegah timbulnya sel kanker baru di dalam tubuh [1,2,9]

Terong thailand memiliki kandungan kalium, dimana kalium dapat membantu mengatasi lemak jahat atau LDL yang melekat pada pembuluh darah yang dapat menyumbat kelancaran aliran darah.

Selain itu, kalium juga berperan dalam proses penarikan cairan berlebih yang dilakukan oleh ginjal untuk menjaga keseimbangan kadar cairan yang ada di dalam tubuh.

Kelebihan cairan di dalam tubuh dapat menyebabkan naiknya tekanan darah atau hipertensi

Terong thailand memiliki berbagai macam jenis kandungan antioksidan di dalamnya yang memberikan manfaat besar untuk kesehatan tubuh.

Efek Samping Terong Thailand Pada Kesehatan

Selain memiliki manfaat yang banyak untuk kesehatan, terong thailand juga memiliki beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan apabila mengonsumsinya secara berlebihan atau sedang menderita beberapa penyakit yang bertentangan dengan kandungan terong thailand.

Berikut ini beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh terong thailand :

  • Menyebabkan Mual

Terong thailand memiliki kandungan yang bernama solanine. Senyawa solanine ini akan hilang apabila sudah dimasak, namun solanine akan tetap ada ketika terong thailand dimakan secara mentah.

Senyawa solanine apabila di konsumsi secara terus menerus akan mengakibatkan mual dan muntah-muntah. Maka dari itu, akan lebih baik jika terong thailand dimakan secara matang. Apabila ingin mengonsumsinya secara mentah jangan terlalu banyak atau berlebih [1,10]

Kandungan asam oksalat di dalam terong thailand dapat menyebabkan terbentuknya senyawa tak larut dan tak dapat dicerna oleh tubuh. Senyawa tersebut berasal dari penumpukan asam oksalat yang berlebih yang berupa kristal-kristal padat. Kristal-kristal ini akan mengendap di dalam ginjal dan dapat menyebabkan rasa nyeri.

Pada akhirnya, kristal-kristal ini lah yang menyebabkan terjadinya penyakit batu ginjal yang membuat fungsi ginjal tidak berjalan semestinya [11]

Mengonsumsi terong thailand pada umumnya merupakan hal baik untuk kesehatan, namun jika berlebihan dalam mengonsumsinya akan berdampak buruk.

Risiko Pestisida Pada Terong Thailand

Terong thailand merupakan salah satu jenis tanaman yang tahan terhadap serangan hama ataupun penyakit, namun dalam beberapa kejadian tanaman terong thailand juga dapat mati akibat serangan hama yang ditandai dengan daunnya yang berbintik hitam. Sehingga untuk rasa aman, petani terong tetap menggunakan pestisida untuk membasmi hama secara efektif.

Penggunaan pestisida ini meninggalkan residu-residu pestisida pada buah terong thailand dan ikut terbawa ketika masa panen tiba. Residu pestisida ini akan menimbulkan berbagai macam penyakit kronis atau mematikan apabila dikonsumsi secara terus menerus oleh konsumen [4].

Namun, jangan khawatir karena residu pestisida ini hanya terletak pada kulit buah terong thailand saja. Maka dari itu, untuk mengurangi risiko residu pestisida ini, konsumen dapat merendam terlebih dahulu terong thailand dengan larutan cuka sekitar 5 menit agar residu pestisida yang masih tertinggal dapat terangkat, kemudian bilas dengan air mengalir hingga bersih [12]

Risiko pestisida pada terong thailand tergolong mudah diatasi, hanya dengan merendam dan mencucinya sampai bersih kemungkinan risiko pestisida dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan

Tips Menyimpan Terong Thailand

Pada dasarnya terong thailand mampu bertahan pada suhu ruangan sekitar 4-5 hari, setelah itu kulit terong akan terlihat kusut atau keriput dan tekstur serta rasa pada terong akan sedikit berubah. Namun, ada beberapa tips menyimpan terong thailand hingga lebih dari 5 hari. Berikut ini beberapa tips dalam menyimpan terong thailand :

  • Pertama, pilihlah terong thailand yang segar dan masih terdapat tangkainya. Karena semakin segar terong thailand semakin lama pula jangka waktu penyimpanannya.
  • Rendam dengan larutan cuka dan bilas dengan air mengalir.
  • Potong-potong terong thailand menjadi beberapa bagian.
  • Siapkan air panas yang mendidih dan tambahkan perasan jeruk lemon. Perasan jeruk lemok berguna untuk mempertahankan agar terong thailand tidak berubah warna.
  • Setelah itu masukkan terong ke dalam air panas tersebut selama 2-3 menit.
  • Siapkan wadah berisikan air es.
  • Tiriskan terong dan langsung rendam terong ke wadah yang berisikan air es selama 4 menit.
  • Kemudian tiriskan terong serta siapkan plastik ziplock.
  • Masukkan terong thailand yang telah ditiriskan ke dalam plastik ziplock dengan rapi.
  • Setelah di tutup, masukkan plastik ziplock yang berisikan terong thailand ke dalam freezer untuk dibekukan.

Proses penyimpanan diatas disebut tehnik blansing. Dengan tehnik blansing terong thailand dapat disimpan sekitar 9 bulan lamanya [4].

Dengan proses penyimpanan yang benar memungkinkan terong thailand dapat bertahan lama. Selain itu, dengan proses yang benar selama disimpan terong thailand tidak mengalami perubahan pada tekstur dan warna atau berkurangnya nila nutrisi pada terong.

Tips Konsumsi Sehat Terong Thailand

Terong thailand dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan, selain dijadikan sebagai lalapan terong thailand juga dapat diolah menjadi hidangan yang lezat dan bergizi. Berikut ini beberapa macam olahan sehat terong thailand :

Terong Thailand Crispy Untuk Anak-Anak

  • Siapkan terong thailand segar
  • Rendam dengan larutan cuka terlebih dahulu, kemudian bilas dengan air bersih yang mengalir
  • Potong terong thailand menjadi 4 bagian.
  • Siapkan 2 adonan tepung bumbu,yaitu tepung yang dicampur dengan air dan tepung bumbu biasa.
  • Masukkan terong ke dalam tepung bumbu biasa dan lumuri hingga merata.
  • Kemudian masukkan ke adonan tepung cair.
  • Setelah itu masukkan kembali irisan terong yang telah dicelupkan pada adonan ke dalam tepung bumbu biasa.
  • Siapkan penggorengan dan panaskan.
  • Goreng terong thailand hingga terlihat matang dan kemudian tiriskan.
  • Hidangkan terong thailand crispy dengan saos sambal.

Tumis Terong Thailand

  • Siapkan 10 buah terong thailand dan rendam dengan larutan cuka kemudian bilas hingga bersih
  • Iris-iris buah terong menjadi beberapa bagian
  • Siapkan bahan untuk bumbu, seperti bawang putih, bawang merah, cabai merah dan cabai rawit.
  • Haluskan bahan bumbu menggunakan blender.
  • Kemudian, goreng terlebih dahulu ikan asin.
  • Tumis bumbu hingga mengeluarkan bau harum.
  • Masukkan ikan asin yang telah digoreng bersama dengan terong thailand
  • Tumis kembali hingga terong terlihat layu.
  • Tambahkan air sedikit
  • Masukkan sedikit garam, gula dan kecap.
  • Masak sekitar 1 menit.
  • Tumis terong thailand siap disajikan. [13]
Terong thailand dapat diolah menjadi berbagai macam olahan yang nikmat dan menarik, namun yang perlu diperhatikan dalam mengolahnya yaitu kandungan nutrisi yang ada tetap ada dan tidak rusak.

1. U. Uthumporn, A. Fazilah, A.Y. Tajul, M. Maizura , A.S. Ruri. 2016. Advance Journal of Food Science and Technology 12(5): 235-243. Physico-chemical and Antioxidant Properties of Eggplant Flour as a Functional Ingredient.
2. Ranjeet Patel, Varun Tyagi, RKR Singh, Mallesha, PS Raju. 2018. International Journal of Advanced Educational Research Volume 3 Issue 2 130-134. Nutritional analysis of Solanum incanum L. (Bitter Brinjal) cultivated in north east region of India.
3. R. .James, S, T. Sofa, E. M. 2011. Science World Journal Vol 6 no. 3. Nutritive Value and Phytochemical Composition Of Processed Solanum Incanum.
4. Parveen Anjarwalla, Philip C Stevenson, Daniel A. Ofori, Ramni Jamnadass. Pesticidal Plant Leaflet. Solanum incanum L
5. Sirajudheen Anwar. 2018. Biomedical & Pharmacology Journal Vol. 11(2). Pharmacological Investigation of Solanum incanum against P. falciparum, L. infantum, T. cruzi and T. brucei : A Role of Antioxidant Effect and Clinical Overview
6. Demisse Dakone, Awoke Guadie. 2016. International Journal Of Scientific And Technology Research Volume 5,Issue 06. A review on ethnomedicinal use, nutritional value, phytochemistry and pharmacological characteristics of Solanum incanum L. An important medicinal plant
7. Patricio Ramos, Raul Herrera and María Alejandra Moya-León. 2015. Instituto de Ciencias Biológicas. Anthocyanins: Food sources and benefits to consumer´s health
8. Monica Gallo, Daniele Naviglio, Lydia Ferrara. 2014. European Scientific Journal vol.10, No.9. Nasunin, An Antioxidant Anthocyanin From Eggplant Peels, As Natural Dye To Avoid Food Allergies And Intolerances.
9. Bill E. Cham. 2011. International Journal of Clinical Medicine 2, 473-477. Topical Solasodine Rhamnosyl Glycosides Derived
from the Eggplant Treats Large Skin Cancers: Two Case Reports
10. Adriana Ordóñez Vásquez, Victor E. Aguirre-Arzola. 2019. International Journal of Pharmacology 15(3):301-310. Toxicity, Teratogenicity and Anti-cancer Activity of α-solanine: A Perspective on Anti-cancer Potential
11, Susan R Marengo, Andrea MP Romani. 2015. Nature Clinical Practice Nephrology vol 4 no 7. Oxalate in renal stone disease: The terminal metabolite that just won't go away
12. Jayakrishnan Saimandir, Madhuban Gopal. 2012. American Journal of Plant Sciences 03(02). Evaluation of Synthetic and Natural Insecticides for the Management of Insect Pest Control of Eggplant ( Solanum Melongena L.) and Pesticide Residue Dissipation Pattern
13. Maria José Zaro, Ariel Vicente, Cristian Matias Ortiz. Handbook of Vegetable Preservation and Processing. Eggplant.

Share