Penyakit & Kelainan

Trikiasis: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Trikiasis adalah kondisi dimana bulu mata tumbuh ke dalam sehingga mengenai kornea, konjungtiva, dan bagian dalam mata, dimana hal ini dapat menyebabkan iritasi pada mata. Trikiasis dapat disebabkan oleh

Apa itu Trikiasis?

Trikiasis merupakan masalah pada kelopak mata yang umum ditemukan. Trikiasis adalah istilah medis untuk pertumbuhan bulu mata ke arah bagian dalam mata. Karena tumbuh ke arah bagian dalam, maka bulu mata bergesekan dengan kornea, konjungtiva dan kulit permukaan bagian dalam dari kelopak mata. Hal ini dapat menimbulkan iritasi pada mata. [1]

Trikiasis mempunyai berbagai macam penyebab dan siasat untuk memperbaiki masalah ini bergantung pada ketidaknormalan anatomi kelopak mata yang menyebabkan kesalahan pada arah tumbuh bulu mata. Trikiasis dapat terjadi pada semua kalangan umur namun paling umum dirasakan oleh orang dewasa. [2]

Trichiasis dikelompokkan berdasarkan banyaknya jumlah bulu mata yang mengalami salah arah tumbuh. Jika kurang dari 5 bulu mata disebut sebagai minor trikiasis, sedangkan jika lebih dari 5 bulu mata maka disebut sebagai mayor trikiasis. [3]

Gejala Trikiasis

Trikiasis dapat menyebabkan bulu mata Anda bergesekan dengan konjungtiva dan kornea, menimbulkan rasa sakit dan iritasi. Iritasi yang terjadi secara terus-menerus akan membuat abrasi pada kornea. Peradangan dan kehilangan penglihatn dapat terjadi apabila kondisi ini dibiarkan menjadi kronis. [4]

Orang dengan trikiasis sering mengeluhkan gejala berikut ini: [1,4]

  • Perasaan adanya benda asing di dalam mata
  • Mata merah
  • Pandangan kabur
  • Mata berair
  • Nyeri pada mata
  • Sensitif terhadap cahaya terang

Banyak orang merasakan bahwa di dalam mata seperti ada sesuatu yang menggaruk atau mengira seperti ada pasir di dalam mata. Anda bisa menghubungi dokter jika merasa mata mengalami iritasi. Sebab abrasi kornea atau infeksi dapat berkembang. [4]

Penyebab Trikiasis

Kadang-kadang Anda dapat terserang trikiasis tanpa alasan yang diketahui. Setiap orang dapat terkena trikiasis. Hal ini lebih umum terjadi pada orang dewasa. Beberapa penyebab dari trikiasis yakni: [1]

  • Infeksi mata
  • Pembengkakan pada kelopak mata
  • Kondisi autoimun
  • Trauma

Beberapa kondisi medis tertentu mampu meningkatkan resiko Anda mengalami trikiasis. Kondisi medis ini adalah: [1]

  • Epiblefaron. Kelainan ini merupakan kondisi sejak lahir. Terdapat kulit berlebih/ kendur di sekitar kelopak mata sehingga membentuk lipatan. Bulu mata yang tumbuh di bagian kulit yang kendur ini akan mengarah ke posisi vertikal. Sehingga menuju ke arah bagian dalam mata. Kondisi ini paling sering ditemukan pada anak-anak keturunan Asia.
  • Penyakit mata herpes zoster
  • Trauma pada mata, misalnya luka bakar
  • Blefaritis kronis. Kondisi mata ini umum dan terjadi secara terus-menerus (kronis). Kelopak mata menjadi bengkak. Partikel berminyak dan bakteri menutupi bagian batas kelopak mata dengan bagian dasar tempat tumbuhnya bulu mata.
  • Trakoma. Kondisi ini adalah infeksi mata parah dan biasa dijumpai pada negara berkembang.
  • Kelainan kulit dan selaput mukosa langka. Kondisi ini misalnya sindrom Stevens-Johnson dan pemfigoid sikatrisial)

Pengobatan Trikiasis

Pengobatan utama dari trikiasis adalah melaksanakan prosedur bedah. Penanganan menggunakan obat-obatan dapat dilakukan untuk mendampingi penanganan dengan operasi. Pemberian pelumas mata, misalnya air mata artifisial dan salep mata mampu mengurangi efek iritasi dari gesekan bulu mata. [2]

  • Obat-obatan

Jika penyakit yang lebih serius menjadi penyebab dari salah arah tumbuh bulu mata (misalnya pemfigoid sikatrisial dan sindrom Stevens-Johnson), pengobatan harus dilakukan pada kondisi penyebab trikiasis. Selain itu, untuk mengurangi tingkat terjadinya kambuh parah trikiasis pasca operasi sampai masa 1 tahun, diberikan azithromycin. [2]

Pada pasien trakoma, pemberian doxycycline berhasil menekan fibroblast kontraktil. Hal ini berguna dalam menangani pencegahan terhadap kambuhnya trikiasis setelah operasi. [2]

Pemberian injeksi mitomycin C ke dalam folikel bulu mata segera setelah dilakukannya prosedur ablasi dengan menggunakan frekuensi gelombang radio mampu mengurangi kambuhnya trikiasis. [2]

  • Pembedahan

Pembedahan untuk trikiasis terbagi dua yakni pembedahan untuk menghancurkan bulu mata dan folikelnya, dan pembedahan untuk mengatur ulang posisi bulu mata dan folikelnya.

Pembedahan untuk menghancurkan bulu mata dan folikelnya termasuk epilasi sederhana, elektrolisis, cryosurgery, ablasi dengan frekuensi gelombang radio, dan laser. [2] Berikut ini adalah penjelasan mengenai metode yang telah disebutkan. [3]

  1. Epilasi Sederhana yaitu penghilangan bulu mata dengan menggunakan forceps. Akan tetapi, cara ini sering kali membuat trikiasis kambuh setelah 4-6 minggu menjalani prosedur.
  2. Elektrolisis yaitu menghancurkan folikel bulu mata dengan menggunakan jarum halus yang telah dialiri arus listrik. Jarum tersebut dimasukkan ke dalam kulit yang telah diberikan anastesi. Keberhasilan metode ini adalah 65%.
  3. Cryosurgery atau cryotherapy adalah proses penghilangan bulu mata secara epilasi namun didahului dengan proses pembekuan sel pada daerah di sekitar bulu mata. Keberhasilan menggunakan metode ini bervariasi dari 56-90%.
  4. Ablasi dengan frekuensi gelombang radio merupakan prosedur penghilangan bulu mata dengan cara mengaliri folikel bulu mata dengan arus listrik dengan frekuensi gelombang radio.
  5. Laser adalah prosedur penghilangan bulu mata menggunakan cedera akibat panas yang menjadikan molekul pada folikel bulu mata yang menyerap cahaya (kromofor) sebagai sasaran. Jenis laser yang digunakan yakni argon, ruby, alexandrite, diode, dan neodymium:yttrium-aluminum-garnet.

Sedangkan pembedahan untuk mengatur ulang posisi bulu mata dan folikelnya merupakan bedah yang ditujukan untuk trikiasis akibat kecacatan anatomi pada kelopak mata. Metode ini termasuk pembedahan untuk entropion dan pembentukan jaringan parut (scarring) di bagian posterior lamela kelopak mata. [2]

Entropion adalah kondisi kelopak mata bagian bawah tumbuh ke dalam menyebabkan bulu mata tumbuh menuju bagian dalam mata. Kondisi ini membuat bulu mata Anda dan kulit bergesekan dengan permukaan mata. Dan berujung menimbulkan rasa tidak nyaman. [5]

Sedangkan pada rekonstruksi jaringan parut di bagian posterior lamela kelopak mata merupakan rekonstruksi yang dilakukan pada jaringan luka yang terbentuk di bagian konjungtiva dan otot tarsus. [6] Hal ini dilakukan dengan cara melakukan cangkok untuk memperpanjang bagian posterior lamela. [2]

Pencegahan Trikiasis

Trikiasis dapat terasa mengganggu dan menyakitkan. Meskipun trikiasis kadang-kadang sembuh dengan sendirinya, banyak orang mencoba beberapa metode pengobatan sebelum mendapatkan prosedur yang ampuh menangani kondisi ini. [7]

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis mata dan kelopak mata untuk membantu Anda mendiagnosis penyebab trikiasis, pilihan penanganan yang paling efektif, dan menganjurkan siasat untuk melakukan pencegahan terhadap trikiasis. [7]

Trikiasis yang tidak ditangani dengan tepat atau dibiarkan begitu saja dapat menimbulkan iritasi mata kronis, cedera mata, dan infeksi pada mata. Apalagi jika trikiasis disebabkan oleh trakoma, kondisi ini dapat berujung pada kebutaan. [7]

Jika Anda mencurigai bahwa kemungkinan Anda mengalami trikiasis, Anda bisa berkunjung ke dokter mata. Menemukan penyebab dari trikasis akan membantu mencegah kerusakan pada mata Anda lebih jauh. [7]

1. Kierstan Boyd, James M. Huffman, & David Turbert. What Is Trichiasis? American Academy of Ophtamology; 2020.
2. Robert W. Graham. Trichiasis. Medscape; 2018.
3. Bardley J. Kirkwood & Rodney A. Kirk Wood. Trichiasis: Characteristics and Management Options. The Journal of American Society of Ophtalmic Registered Nurses; 2011.
4. Troy Bedinghaus & Bryan M. Wolynski. How to Prevent and Handle Misdirected and Ingrown Eyelashes. Very Well Health; 2020.
5. Anonim. Entropion. Mayoclinic; 2021.
6. Omar Ozgur, Venkata Neelima Kothapudi, & Soheila Rostami. Lower Eyelid Reconstruction. Statpearls; 2020.

Share