Makanan, Minuman dan Herbal

Cabai Florina: Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sekilas Tentang Cabai Florina

Cabai florina merupakan tumbuhan yang berasal dari Negara Yunani di daerah Florina maka dari itu dinamakan dengan cabai florina. Cabai tersebut tumbuh secara luas di negara tersebut sehingga sering ditemukan di dunia barat.

Cabai florina masuk dalam keluarga Solanaceae dan masuk dalam genus Capsicum. Cabai tersebut sering dimanfaatkan sebagai campuran bahan makanan karena ternyata mempunyai rasa yang cukup manis dan terasa lebih renyah.

Tidak hanya sebagai bahan campuran makanan ternyata bisa sebagai obat herbal untuk membantu kesehatan tubuh karena mengandung beberapa kandungan senyawa. Cabai florina tersebut sering dibudidayakan dan tumbuh dengan baik di dunia barat, sehingga sering di ekspor di seluruh dunia [1,2].

Karakteristik Tentang Cabai Florina

Karakteristik dari cabai secara umum hampir sama mulai dari bentuk daun dan bunga. Akan tetapi ada yang membedakan jenis cabai florina dengan cabai pada umumnya yaitu pada bentuk buahnya.

Cabai florina

Bentuk dari buah cabai florina sendiri lonjong pada bagian ujungnya seperti tanduk sapi Yunani, sedikit memiliki lengkungan dan permukaannya etrdapat kerututan. Warna dari buah cabai florina apabila belum matang berwarna hiaju dan apabila sudah matang akan berwarna merah tua, kulitnya sedikit mengkilap.

Bentuk daunnya pada cabai florina bulat telur sampai lonjong, pangkal daun berbentuk jantung atau membulat, ujung daun runcing dengan bintik-bintik kelenjar dan berwarna hijau. Batangnya tidak berkayu dan memiliki warna hijau, hijau tua, atau hijau muda [1,2].

Perbedaan Cabai Florina Dengan Cabai Merah

Walaupun cabai florina memiliki warna merah yang cukup sama dengan cabai merah pada umumnya, namun dari segi bentuk cabai florina memiliki perbedaan, yaitu pada bagian pangkalnya lebih besar ketimbang dengan cabai merah.

Selain itu, cabai florina tergolong ke dalam cabai yang tidak begitu pedas atau tidak termasuk ke dalam golongan Capsicum annum seperti cabai merah. Cabai florina lebih memiliki rasa yang cukup manis yang membuatnya sering kali digunakan sebagai saus.

Kandungan Gizi Pada Cabai Florina

Berikut ini kandungan gizi yang terdapat pada 100 gram cabai florina mentah:

NamaJumlahUnit
Kalori12.5kj
Sodium107.1mg
Karbohidrat 3.6g
Gula1.8g
Serat1.8g
Vitamin A669.6IU
Vitamin C80.4mg
Kalsium35.7mg
Zat Besi1.3 mg

Menurut data pada tabel kandungan gizi diatas menunjukkan bahwa cabai florina memiliki kandungan vitamin A yang cukup tinggi di dalamnya. Hal ini membuat cabai florina cukup baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan mata [1].

Kandungan Senyawa Pada Cabai Florina

Sebagai obat herbal tentunya cabai florina mempunyai beberapa kandungan senyawa yang baik untuk kesehatan tubuh. Kandungan yang ada pada cabai florina tersebut diantaranya Vitamin C, zat besi, kalium, serat dan beberapa senyawa yang lainnya.

Dari beberapa kandungan senyawa tersebut masing-masing mempunyai peran yang terpenting bagi kesehatan tubuh. Sumber vitamin C pada cabai tersebut ternyata sangat baik sebagai antioksidan untuk melindungi sistem kekeblan tubuh [1,2].

Kandunagn senyawa yang beragam pada cabai florina dapat berperan dalam menjaga kesehatan tubuh 

Manfaat Kesehatan Pada Cabai Florina

Manfaat kesehatan yang di dapat dari cabai florina tentunya juga dapat dirasakan. Sehingga perlu diketahui beberapa manfaat dari cabai florina tersebut sehingga bisa lebih dikonsumsi.

Berikut beberapa manfaat kesehatan pada cabai florina :

  • Membunuh Sel Kanker

Salah satu manfaat lain dari cabai florina adalah memiliki sifat sebagai antikanker yang mencegah tercegah penyakit kanker. Di dalam cabai florina terdapat kandungan gizi dan senyawa yang berguna sebagai sifat antikanker.

Flavonoid, vitamin C, Vitamin A dan beberapa senyawa lainnya ternyata dapat mencegah dan mengatasi sel kanker di dalam tubuh, seperti. Beberapa senyawa tersebut mempunyai peran yang berbeda-beda dalam mencegah dan mengatasi sel kanker.

Contohnya seperti senyawa flavonoid yang mempunyai peran dapat mencegah terjadinya suatu proses poliferasi terhadap sel kanker yang pada akhirnya dapat mencegah tersebarnya sel kanker di dalam tubuh [2,6,8].

Penyebaran sel-sel kanker dapat dicegah dengan mengkonsumsi cabai florina yang mengandung senyawa flavonoid 
  • Melancarkan Pencernaan

Cabai florina memiliki manfaat yang dapat mengatasi masalah pada organ pencernaan, seperti keadaan perut kembung ataupun mulas. Hal ini dikarenakan cabai florina memiliki kandungan senyawa serat di dalamnya sehingga membantu organ pencernaan.

Kandungan serat yang tinggi pada cabai tersebut dapat bermanfaat dalam menjaga kesehatan organ pencernaan sekaligus dapat mencegah terjadinya sembelit pada seseorang. Hal ini dikarenakan kandungan serat merupakan karbohidrat kompleks yang berguna sebagai makanan bagi bakteri baik di dalam usus.

Selain itu, serat juga dapat melembutkan bentuk feses sehingga dapat mempermudah seseorang untuk buang air besar [1,2,4].

Organ pencernaan apabila tidak lancar lebih baik mengkonsumsi makanan seperti cabai florina karena terdapat kandungan serat 
  • Membantu Pembentukan Sel Darah Merah

Cabai florina apabila dikonsumsi secara teratur dapat memberikan efek baik dalam pembentukan sel-sel darah merah khususnya. Kekurangan sel-sel darah merah pada tubuh akan mengalami penyakit anemia, karena sel-sel tersebut berperan sebagai pengangkut oksigen ke seluruh jaringan di dalam tubuh.

Kandungan yang ada di dalam cabai florina seperti zat besi cukup tinggi sehingga dapat membantu meningkatkan sel-sel darah merah. Zat besi merupakan suatu komponen yang penting dalam pembentukan sel-sel darah merah dan bekerja secara berikatan dengan hemoglobin dan myoglobin [2].

Sel-sel darah merah sangat dibutuhkan oleh tubuh agar tidak mengalami penyakit anemia 
  • Menjaga Tulang

Salah satu manfaat lain dari cabai florina yaitu dapat menjaga kesehatan tulang. Hal ini dikarenakan cabai tersebut terdapat kandungan kalsium yang cukup untuk memenuhi nutrisi dari tulang.

Senyawa kalsium diketahui senyawa yang penting dan sangat dibutuhkan oleh tulang untuk menjaga kepadatannya. Kalsium berperan pada tulang sebagai meningkatkan produksi zat osteocalcin di dalam tubuh yang merupakan senyawa yang dapat mengganti sel tulang yang mati [2,5].

Nutrisi pada tulang memang diperlukan agar kondisi tulang tetap terjaga kepadatannya dan terhindar dari penyakit osteoporosis 
  • Antioksidan

Cabai florina memiliki berbagai macam kandungan antioksidan yang terdapat di dalamnya. Beberapa senyawa antioksidan tersebut seperti vitamin C dan vitamin A yang terdapat di dalam cabai tersebut.

Kandungan vitamin C mampu memberikan efek baik bagi kesehatan tubuh seperti menjaga sistem imun dan kekebalan tubuh dari berbagai macam virus ataupun penyakit. Sumber vitamin C yang ada di cabai florina cukup tinggi sehingga baik untuk dikonsumsi [2,7].

Berbagai vitamin yang terkandung di dalam cabai florina berguna untuk antioksidan bagi kesehatan tubuh 

Efek Samping Pada Cabai Florina

Efek samping pada jenis cabai apapun tentunya ada, terutama pada jenis cabai florina yang kurang diketahui oleh masyarakat tentunya. Maka dari itu perlu diketahui beberapa efek samping dari cabai florina tersebut.

Berikut efek samping dari cabai florina :

Cabai florina meskipun mempunyai cita rasa manis akan tetapi juga sedikit memiliki rasa pedas yang mungkin tidak terlalu terasa. Namun, jika terlalu banyak mengkonsumsi cabai florina dapat menyebabkan diare atau buah air besar (BAB) secara terus-menerus.

Rasa pedas yang apabila dikonsumsi secara berlebihan akan membuat sakit perut, sensasi terbakar di usus, kram, dan diare. Sehingga perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi cabai tersebut dan lebih disesuaikan dengan kondisi dari kemampuan perut masing-masing [2,4].

Penyakit usus buntu atau apendisitis merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan peradangan pada usus buntu. Sebagian besar masyarakat apabila mengalami hal tersebut maka usus buntu akan pecah dan memperparah infeksi, serta dapat mengancam nyawa, karena organ usus merupakan organ pencernaan yang sangat penting untuk proses pengolahan makanan.

Usus buntu bisa disebabkan oleh beberapa faktor makanan. Hal tersebut dikarenakan apabila terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang bisa menyebabkan radang usus buntu, seperti makanan pedas.

Cita rasa pedas pada cabai florina yang sedikit apabila dikonsumsi secara berlebihan justru bisa membahayakan usus dan membuatnya meradang [2,4].

Cabai florina terdapat efek samping yang dapat membahayakan tubuh sehingga perlu berhati hati dan memperhatikan kondisi dari tubuh 

Tips Penyimpanan Pada Cabai Florina

Proses penyimpanan pada cabai tentunya harus dilakukan dengan etpat dan benar agar tidak mengalami pembusukan. Maka dari itu perlu diketahui beberapa tips-tips penyimpanan terutama pada cabai florina tersebut.

Simpan Kondisi Segar

Simpan dalam kondisi segara pada cabai memang sangat baik karena mengurangi kerusakan. Cara yang dilakukan siapkan cabai florina secukupnya, lalu siapkan juga plastik ziplock atau boleh kresek dan koran bekas.

Jangan mencuci cabai florina sebelum digunakan karena dapat mengakibatkan pembusukan yang lebih cepat dan buang tangkai yang ada di bagian buah cabai tersebut. Lalu bungkus dengan menggunakan koran bekas tersebut boleh rapat boleh tidak.

Selanjutnya masukkan ke dalam plastik ziplock atau kresek, tambahkan potongan bawang putih di dalam plastik tersebut agar lebih terjaga kondisi dari cabai florina tersebut untuk mencegah bakteri yang berkembang. Selanjutnya tutup dengan rapat dan simpan di dalam lemari es agar kondisi dan suhu cabai florina tetap terjaga dengan baik [4].

Pada cabai florina proses yang baik untuk menyimpannya dengan kondisi segar agar buah cabai tersebut tidak cepat membusuk 

Tips Mengkonsumsi Pada Cabai Florina

Apabila ingin mengkonsumsi dari cabai florina tentunya harus melakukan beberapa cara yang tepat dan baik. Tujuan tersebut agar mendapatkan rasa dan nilai konsumsi yang lebih nikmat.

Dipanggang Campuran Daging

Cabai florina bisa dikonsumsi dengan cara dipanggang karena bisa lebih mendapat rasa nikmat yang diperoleh. Cara yang dilakukan cukup mudah pilihlah cabai florina yang berwarna merah segar agar lebih sedap rasanya, lalu cuci dengan air mengalir agar kulitnya terhindar dari segala bakteri yang menempel.

Siapkan alat panggangan dan panaskan terlebih dahulu, lalu panggang cabai florina tersebut dengan mencampurkannya minyak zaitun. Oleskan minyak tersebut ke permukaan cabai florina secara merata agar menghasilkan cabai yang gurih.

Panggang hingga warna cabai florina sedikit kecoklatan, setelah itu apabila sudah berubah warna tiriskan sejenaknya. Potong-potong cabai tersebut degan bentuk kecil-kecil, lalu taburkan diatas daging panggang yang sudah matang. Selanjutnya cabai florina bisa dikonsumsi dengan campuran daging panggang tersebut [1,4].

Tumis Sayuran

Cabai florina ternyata bisa dikonsumsi dengan cara ditumis, sehingga cara yang dilakukan cukup mudah sekali. Siapkan cabai florina yang masih segar, boleh berwarna hijau maupun merah segara sesuai dengan selera dan kebutuhan.

Cuci selalu cabai florina tersebut apabila jika ingin dikonsumsi dan potong-potong cabai itu, lalu siapkan juga bahan-bahan pembuatan tumis sayuran seperti potongan bawang putih, bawah merah, garam, gula, dan sayuran lain yang ingin ditambahkan. Lalu panaskan penggorengan terlebih dahulu, selanjutnya tumis dahulu potongan bawang putih dan bawang merah hingga harum.

Setelah itu masukkan sayuran lainnya dan potongan cabai florina tersebut, lalu aduk-aduk hingga merata dan tambahkan air secukupnya saja agar seluruh sayuran dan cabai tersebut menyerap, serta tambahkan bumbu dapur lainnya atau penyedap seperti garam dan gula. Apabila dirasa sudah matang lalu tiriskan dan tuangkan ke dalam piring atau mangkuk. Tumis sayur cabai florina sudah siap untuk dikonsumsi dan dicampur dengan nasi hangat [1,4].

Cara penggunaan yang tepat untuk cabai florina sangat dapat digunakan sebelum dikonsumsi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan setelah dikonsumsi 

1. Anonym. Red Peppers, Florina Fire. Eat this Much; 2020.
2. Olivian Marincas., Ioana Feher., Alina Magdas., and Puscas Romulus. Optimized and validated method for simultaneous extraction, identification and quantification of flavonoids and capsaicin, along with isotopic composition, in hot peppers from different regions. 267. Food Chemistry. 2017.
3. Hélio Matsuura, Arthur G Fett-Neto. Plant Alkaloids: Main Features, Toxicity, and Mechanisms of Action. (pp.1-15). Plan Toxins; 2015.
4. Siva Krishnan. Traditional Herbal Medicines - A Review. Volume 5, Issue 4. International Journal of Research and Analytical Reviews; 2018.
5. Piste Pravina, Didwagh Sayaji, Mokashi Avinash. Calcium and its Role in Human Body. Vol. 4 (2). International Journal of Research in Pharmaceutical and Biomedical Sciences; 2013.
6. Aleksandra Kozłowska, Dorota Szostak-Wegierek. Flavonoids--food sources and health benefits. 68(2):79-85. Roczniki Państwowego Zakładu Higieny; 2014.
7. Giuseppe Grosso., Roberto Bei., Antonio Mistretta and Stefano Marventano. Effects of vitamin C on health: A review of evidence. 18(3):1017-29. Frontiers in Bioscience. 2013.
8. Helga Gerster. Vitamin A - Functions, dietary requirements and safety in humans. 67(2):71-90. International Journal for Vitamin and Nutrition Research. 1997.

Share