Penyakit & Kelainan

17 Cara Mengatasi Stres Selama Menyusui

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Stres bukan hanya dialami selama hamil, melainkan juga setelah melahirkan dan pada proses menyusui [1,2,3,6].

Mulai dari perubahan fisik, perubahan hormon, kelelahan karena mengurus bayi, hingga tidak memiliki waktu untuk diri sendiri dapat menjadi alasan seorang ibu stres [1,2,3,6].

Hal ini bisa juga ditambah dengan masalah-masalah lain yang berhubungan dengan menyusui itu sendiri, pekerjaan, keluarga, dan lainnya [1,2,3].

Para ibu yang menyusui sebaiknya segera mencari cara mengatasi stres selama menyusui, karena stres adalah salah satu faktor yang mampu menghambat produksi ASI.

Agar kondisi psikologis tetap baik, beberapa upaya berikut bisa dilakukan dan pemberian ASI kepada si kecil juga lancar.

1. Mengonsumsi Makanan dan Minuman Sehat

Pastikan selama menyusui, sang ibu mengasup makanan dan minuman sehat [1].

Kebutuhan gizi wanita menyusui perlu dipenuhi dengan maksimal, mulai dari konsumsi susu atau cokelat.

Selain susu dan cokelat, ibu menyusui dapat mengonsumsi teh hijau karena selain mencegah efek buruk radikal bebas bagi kesehatan, asupan tersebut akan meningkatkan produksi hormon endorfin [1].

Hormon endorfin sendiri adalah hormon bahagia di mana tak hanya membuat suasana hati jauh lebih baik, tapi juga meredakan rasa sakit selama menyusui [4].

Hormon endorfin sama seperti dopamin dan kelenjar yang memroduksi hormon ini disebut dengan kelenjar pituitari [5].

Dengan hormon bahagia yang terlepas lebih maksimal, ibu menyusui akan terhindar dari stres dan energi negatif [4].

2. Mengonsultasikan Obat Pereda Nyeri yang Aman

Pasca melahirkan, bukan hanya makanan saja yang perlu diperhatikan [1].

Para ibu pasca bersalin dan sedang menyusui, rasa sakit setelah melahirkan dan saat mulai menyusui pasti cukup mengganggu [1].

Ketidaknyamanan karena bengkaknya payudara dan rasa sakit di bagian puting payudara mampu menjadi pemicu stres [1].

Oleh sebab itu, konsultasikan hal ini dengan dokter agar dokter bisa memberikan obat pereda nyeri yang sesuai dengan kondisi sang ibu yang menyusui [1].

Ibu pun sebaiknya menanyakan kepada dokter mengenai efek samping obat tersebut dan tingkat keamanannya terhadap tubuh maupun bayi yang menyusu [1].

3. Mandi atau Berendam Air Hangat

Meredakan stres yang aman bagi para ibu menyusui salah satunya adalah dengan mandi atau berendam di air hangat [2].

Rasa nyeri, ketegangan, pegal dan ketidaknyamanan lainnya pada tubuh dapat berkurang dengan air hangat [2].

Alangkah lebih bermanfaat lagi apabila air rendaman hangat dicampur dengan garam Epsom dan minyak esensial yang menenangkan [2].

Stres fisik maupun mental akan teratasi berkat kedua bahan campuran tersebut [2].

Dibandingkan dengan garam dapur dan garam jenis lainnya yang biasa digunakan sebagai penyedap masakan, kandungan yang ada pada garam Epsom berbeda.

Garam Epsom dikenal bermanfaat dalam meredakan stres, merilekskan tubuh, dan memudahkan tidur bagi yang sulit tidur [5].

Selain itu, garam Epsom juga dengan kandungan magnesium tingginya akan mengurangi radang sendi dan rasa pegal pada tubuh [5].

4. Menghindari Penggunaan Gawai

Gadget atau gawai sebaiknya dihindari lebih dulu saat sedang stres selama menyusui [2].

Ambil waktu untuk mengistirahatkan fisik dan mental supaya suasana hati jauh lebih baik [2].

Menonton televisi, bermain media sosial, atau kegiatan lain yang menggunakan gawai biasanya mampu meningkatkan stres dan kecemasan meskipun pada beberapa kasus, stres para penggunanya dapat hilang [2].

Menghindari penggunaan gawai sementara akan membantu tubuh dan pikiran lebih rileks tanpa pengaruh berita dari luar [2].

5. Melakukan Olahraga

Usai melahirkan dan sudah mulai pulih, melakukan olahraga secara rutin dapat membantu meredakan stres yang pasti bisa dialami selama menyusui [1,2,3].

Berjalan kaki atau jogging adalah contoh olahraga ringan yang bisa coba dilakukan [1,2,3].

Senam dan menari pun tak hanya bisa membantu agar tubuh berkeringat, tapi juga membuat tubuh mengeluarkan hormon endorfin atau hormon bahagia [1,2,3].

6. Mendengarkan Musik atau Lagu Kesukaan

Musik seringkali menjadi pereda stres efektif bagi beberapa orang [1,2].

Saat sedang merawat anak, menyusui atau mengerjakan hal lain, termasuk saat sedang istirahat, memutar musik atau lagu kesukaan bisa mengusir stres [1,2].

Atau jika tak biasanya mendengarkan musik, setidaknya coba untuk mencari musik pereda stres melalui internet [1,2].

Musik berirama lambat yang dikombinasi dengan suara alam akan menambah efek rileks bagi fisik dan mental [1,2].

7. Tidur Larut atau Bangun Lebih Pagi

Selama menyusui, para ibu membutuhkan waktu sendiri agar terhindar dari stres yang menumpuk [2].

Terdapat pilihan antara bangun lebih pagi atau tidur lebih larut untuk memiliki waktu untuk menyenangkan diri sendiri [2].

Meluangkan waktu sendiri hanya akan bisa dilakukan ketika si kecil sudah tidur atau masih tidur [2].

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di waktu luang tersebut adalah menikur, menonton film kesukaan dengan pasangan, atau menikmati kudapan bersama secangkir teh atau kopi [2].

8. Melakukan Metode Relaksasi

Relaksasi bisa dilakukan dalam berbagai rupa, namun menulis jurnal, meditasi, berdoa, melakukan Yoga, hingga melatih pernafasan adalah yang paling direkomendasikan [1,2,3].

Jiwa, pikiran dan fisik akan jauh lebih tenang dan baik ketika melakukan salah satu atau beberapa dari metode tersebut [1,2,3].

Selama menyusui dan mengurus bayi, dibutuhkan energi dan mental positif dari sang ibu, maka hal-hal tersebut dapat dicoba [1,2,3].

9. Meminta Bantuan dalam Mengurus Anak

Tidak semua bayi yang baru lahir tidak mudah rewel. Beberapa bayi susah untuk tidur dan makan sehingga hal ini menjadi salah satu pemicu stres bagi sang ibu [1].

Karena memiliki bayi yang sulit makan, sulit tidur, dan mudah rewel cukup menantang, maka agar stres teredakan cobalah untuk meminta bantuan ekstra dari pasangan atau anggota keluarga [1].

Para ibu dengan bayi seperti ini pun perlu mengingat bahwa tidak selamanya ibu akan kesulitan mengurusnya [1].

10. Berbelanja

Beberapa wanita dapat meredakan stres ketika berbelanja, maka sebaiknya kegiatan ini bisa dicoba [2].

Dari pasca bersalin dan selama proses menyusui tentu ada banyak ketidaknyamanan yang dirasakan sang ibu [2].

Ketika stres terasa sudah begitu menumpuk, tidak ada salahnya keluar untuk jalan-jalan, mencuci mata dan berbelanja [2].

Membeli peralatan makeup, peralatan memasak, pakaian baru, tas baru, sepatu baru, atau bahkan kebutuhan rumah tangga pada beberapa wanita akan sangat membantu mengatasi stres [2].

11. Berkreasi

Jika para ibu menyusui sebenarnya adalah sesosok kreatif, mencoba meredakan stres selama menyusui bisa dilakukan dengan menjahit, melukis, merajut atau hal-hal kreatif lainnya [1,2].

Beberapa wanita merasa terhindar dari stres ketika mengerjakan sesuatu yang produktif, maka kegiatan-kegiatan tersebut dapat dipertimbangkan [1,2].

12. Bermain dengan Hewan Peliharaan

Apapun hewan peliharaan yang dimiliki, mereka dapat menjadi pereda stres yang ampuh [2].

Bermain bersama kucing, anjing atau lainnya dapat meningkatkan perasaan bahagia [2].

Jika memiliki anjing sebagai hewan peliharaan, mengajaknya keluar berjalan-jalan pun mampu membuat stres hilang begitu saja [2].

Ditambah lagi, hal ini rupanya bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah tinggi secara alami [2].

13. Mendiskusikan Hal Rumah Tangga dengan Pasangan

Jika faktor penyebab stres selama menyusui adalah berbagai masalah rumah tangga, sebaiknya tidak diselesaikan dan diatasi sendiri [1].

Baik itu masalah dalam hubungan antar suami dan istri, masalah finansial, atau masalah keluarga lainnya, segera komunikasikan dengan pasangan dan buat perencanaan ke depannya apabila perlu [1].

14. Melakukan Hubungan Seksual

Melakukan hubungan intim dengan pasangan usai mempunyai anak tidak hanya menjadi perekat hubungan antar suami dan istri yang mungkin mulai berjarak karena kehadiran si kecil [2].

Aktivitas seksual dipercaya pula mampu meredakan stres; jadi, melakukannya ketika menginginkannya akan bermanfaat bagi kesehatan mental [2].

15. Menumpahkan Perasaan pada Orang Terdekat

Ketika stres melanda selama menyusui, mendatangi anggota keluarga, pasangan atau bahkan sahabat yang terpercaya [1].

Segala perasaan negatif yang berpotensi menghambat proses menyusui dapat coba dibagikan dengan orang-orang terdekat yang terpecaya [1].

Mencurahkan isi hati dan pikiran yang selama ini mengganggu akan membuat diri sang ibu jauh lebih baik dan tenang [1].

Suasana hati pun dapat berubah menjadi lebih positif karena siapapun tempat berbagi sang ibu biasanya akan memberikan solusi terbaik mereka [1].

16. Berkonsultasi dengan Dokter

Stres pada saat menyusui juga dapat disebabkan oleh kondisi ASI ataupun kondisi temperamen sang anak [1].

Jika tak mampu mengatasinya sendiri, tentu alangkah lebih baik jika bisa berkonsultasi dengan dokter agar kondisi stres dapat diatasi sesuai dengan faktor yang menyebabkannya [1].

Anjuran dan penanganan dari dokter terjamin jauh lebih aman dalam hal produksi ASI dan temperamen anak [1].

Seringkali ibu menyusui pun mengalami baby blues atau gejala-gejala depresi pasca melahirkan yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang drastis, serangan panik, ketidaktertarikan terhadap aktivitas yang menyenangkan, mudah marah hingga merasa bersalah dan putus asa berkepanjangan [1].

Kondisi yang berhubungan dengan baby blues dan depresi pasca melahirkan tak dapat ditangani sendiri oleh sang ibu. Jika memang diperlukan, sebaiknya segera datang ke psikiater atau psikolog untuk memperoleh penanganan paling tepat [1].

17. Menghindari Alkohol dan Obat-obatan

Tidak sedikit para ibu yang sedang menyusui mengonsumsi minuman beralkohol hingga menggunakan obat terlarang sebagai tempat pelarian dari stres mereka [1].

Bukan menyelamatkan dan menyelesaikan masalah, obat terlarang dan alkohol hanya akan membuat kondisi sang ibu jauh lebih buruk [1].

Terlebih lagi, tentu efek dari obat terlarang dan alkohol tersebut akan mengontaminasi ASI yang akan didapat oleh anak [1].

Masing-masing ibu yang sedang menyusui mengalami stres dengan penyebab yang berbeda, maka penanganannya pun tidak harus selalu sama.

Mengerjakan hal-hal yang membuat rileks, nyaman dan bahagia adalah yang paling dianjurkan dan ketika memang harus ditangani oleh dokter, segera berkonsultasilah supaya stres tidak menjadi lebih berat.

1. Donna Murray, RN, BSN & Rebecca Agi, MS, IBCLC. Coping With the Stress of Breastfeeding. Verywell Family; 2020.
2. Medela. The Breastfeeding Mom's Guide To Stress Relief. Medela; 2021.
3. Dr. Rashmi Prakash & Aarohi Achwal. Stress and Breastfeeding – Causes, Effects and Tips to Cope. Firts Cry Parenting; 2018.
4. Shazia R. Chaudhry & William Gossman. Biochemistry, Endorphin. National Center for Biotechnology Information; 2021.
5. Justin S. Feinstein, Sahib S. Khalsa, Hung-wen Yeh, Colleen Wohlrab, W. Kyle Simmons, Murray B. Stein, & Martin P. Paulus. Examining the short-term anxiolytic and antidepressant effect of Floatation-REST. PLoS One; 2018.
6. Kathleen M. Krol & Tobias Grossmann. Psychological effects of breastfeeding on children and mothers. Bundesgesundheitsblatt Gesundheitsforschung Gesundheitsschutz; 2018.

Share