Insomnia – Penyebab – Gejala dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Jessica S. Raditia, MDCH, RPSGT
Sleep hygiene adalah beberapa kebiasaan baik yang dapat membantu penderita insomnia, seperti memiliki jam tidur dan jam bangun yang sama setiap harinya, memastikan bahwa kamar tidur memiliki suasana yang... mendukung tidur seperti ruangan yang gelap, tidak berisik dan temperatur yang nyaman. Selain itu, kita juga perlu mengetahui bahwa tempat tidur hanya untuk 3S : Sleep, Sex, and Sick (tidur, seks, dan pada saat sakit) untuk membantu mem-program otak kita. Seringkali kita melakukan banyak kegiatan lain seperti menonton TV, membaca buku, belajar, bermain, dll di tempat tidur yang membuat otak kita terprogram bahwa tempat tidur adalah tempat untuk beraktivitas. Dengan sleep hygiene yang baik ditambah dengan melatih otak kita bahwa tempat tidur adalah tempat untuk tidur, perlahan kita akan merasakan kembali tidur yang berkualitas. Read more

Insomnia merupakan suatu jenis gangguan tidur yang membuat seseorang tidak hanya sulit tidur di malam hari.

Kondisi ketika seseorang sering terbangun di malam hari atau bangun terlalu dini tapi tak bisa tidur kembali juga adalah kondisi yang disebut dengan insomnia.

Saat mengalami insomnia, seseorang akan memiliki suasana hati yang buruk karena tenaga dalam tubuh ikut menurun.

Kondisi seperti ini jika berlangsung dalam jangka panjang mampu menurunkan kualitas kerja, kesehatan dan keseluruhan hidup penderitanya.

Fakta Tentang Insomnia

  1. 2 dari 5 orang yang tidurnya tidak sampai 7 jam per hari dapat mengalami ketiduran pada siang hari.
  2. Menurut laporan, sebagian kecil penderita insomnia mengantuk saat sedang berkendara di siang hari.
  3. Di Amerika, ada kurang lebih 40 juta orang  per tahun yang menderita insomnia.
  4. 57,6% pekerja industri kecil menengah di Indonesia mengalami insomnia, sementara sekitar 60,6% mengalami depresi.
  5. Akupresur adalah jenis pengobatan alternatif yang juga dipercaya efektif dalam menangani susah tidur seperti insomnia.
  6. Insomnia akut adalah kondisi insomnia yang terjadi karena rasa stres terkait masalah keuangan maupun masalah pribadi.
  7. Insomnia kronis adalah kondisi insomnia yang sudah lebih dari 3 bulan dan memengaruhi kehidupan kerja, sosial, hingga keseluruhan kesehatan.
  8. Insomnia adalah jenis gangguan kesehatan yang dapat ditangani.
  9. Dibandingkan orang dewasa usia 30-64 tahun, orang-orang usia 18-29 tahun adalah yang lebih sering menderita insomnia.
  10. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga dapat mengalami insomnia.

Jenis-jenis Insomnia

Kondisi insomnia terdiri dari beberapa jenis untuk dipahami dan diwaspadai, yaitu antara lain :

Insomnia Akut

Pada kondisi insomnia akut, penderita akan mengalami sulit tidur namun hanya dalam episode yang singkat dan tidak berkepanjangan.

Stres dalam pekerjaan, bepergian ke daerah yang belum pernah dikunjungi sehingga belum terbiasa, lalu juga mendapat berita buruk dapat menjadi penyebab insomnia akut.

Ketika beberapa peristiwa kehidupan tersebut telah lewat dan berhasil diatasi, maka insomnia akut akan hilang dengan sendirinya, bahkan tanpa memperoleh pengobatan apapun.

Insomnia Kronis

Insomnia kronis menyebabkan penderitanya mengalami pola sulit tidur dalam jangka waktu yang lama yang biasanya sampai berbulan-bulan.

Insomnia kronis biasanya ditandai dengan kondisi terjaga setiap malam dan berlangsung selama minimal 3 malam setiap minggu berturut-turut.

Penderitanya akan sulit untuk terlelap walau sudah berbaring di tempat tidur dan memejamkan matanya mencoba untuk tertidur.

Insomnia kronis biasanya disebabkan oleh berbagai faktor yang juga terjadi dalam jangka panjang sehingga mengganggu pola tidur dalam waktu yang lama.

Maintenance Insomnia

Jenis insomnia ini ditandai dengan kondisi sering bangun di malam hari. Seseorang yang sudah tertidur tapi tak bisa tetap terlelap sampai pagi juga termasuk insomnia.

Bahkan bila seseorang sudah berhasil tidur namun kemudian terbangun lalu tak dapat tidur kembali, hal ini disebut dengan maintenance insomnia.

Onset Insomnia

Orang-orang yang mengalami onset insomnia mengalami kesulitan untuk terlelap khususnya di awal malam hari.

Insomnia Komorbiditas

Insomnia yang timbul bersamaan dengan kondisi lain seperti depresi dan kecemasan adalah insomnia komordibitas.

Pola tidur seseorang dapat juga berubah karena beberapa kondisi medis sehingga pada malam harinya tak nyaman ketika berbaring di atas tempat tidur.

Sakit punggung dan arthritis adalah contoh kondisi lain yang berkaitan dengan gangguan tidur seperti insomnia.

Penyebab Insomnia

Penyebab kondisi gangguan tidur seperti insomnia dapat berupa banyak faktor, khususnya meliputi faktor psikologis dan fisik.

1. Peristiwa Mengecewakan

Insomnia akut atau jangka pendek lebih sering disebabkan oleh kejadian menyedihkan atau mengecewakan yang membuat seseorang alami stres sesaat.

2. Stres Problema Kehidupan

Masalah sekolah, pekerjaan, keuangan, keluarga, sosial, dan kesehatan dapat menjadikan seseorang mudah untuk kepikiran dan stres.

Hal-hal inilah yang dapat mengganggu pola tidur setiap malam. Insomnia akut hingga kronis dapat terjadi tergantung dari lamanya stres yang dialami.

3. Perubahan Hormonal

Hormon wanita kerap berubah pada waktu memasuki masa menstruasi. Faktor perubahan hormon estrogen inilah yang paling sering menjadi alasan seorang wanita jadi susah tidur di malam hari.

4. Jadwal Pekerjaan

Memiliki pekerjaan dengan sistem berganti-ganti shift dapat mengganggu pola tidur, suhu tubuh hingga sistem metabolisme karena irama sirkadian menjadi bermasalah.

5. Makan Terlalu Banyak Sebelum Tidur

Ada beberapa orang yang suka atau tergoda untuk mengemil di malam hari, khususnya di jam tidur.

Mengonsumsi kudapan ringan sebelum tidur tak akan menyebabkan insomnia. Namun jika mengonsumsinya terlalu banyak dan jenis makanannya terlalu berat, susah tidur bisa terjadi.

6. Penggunaan Gadget

Beberapa orang dengan insomnia dapat disebabkan oleh paparan cahaya dari barang-barang elektronik, khususnya ponsel pintar.

Umumnya, orang zaman sekarang akan bermain ponsel dulu sebelum tidur. Namun sebagai efeknya, bisa jadi malah sulit tidur karena kadar melatonin alami terpengaruh.

Melatonin adalah hormon yang memicu timbulnya rasa kantuk. Ketika hormon ini terganggu oleh cahaya yang berasal dari gadget, dampaknya adalah sulit tidur di malam hari.

7. Penggunaan Obat Tertentu

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan insomnia pada penggunanya, yaitu :

  • Beta blockers
  • Alpha blockers
  • Statin
  • Kortikosteroid
  • Glukosamin
  • Cholinesterase inhibitors
  • ARBs/angiotensin II-receptor blockers
  • ACE inhibitors
  • Antidepresan

8. Gangguan Psikologis

Beberapa masalah kondisi mental seperti gangguan kecemasan, depresi dan juga bipolar pun mampu menyebabkan insomnia.

9. Kondisi Medis Tertentu

Beberapa penyakit serius berikut ini pun dapat memicu gangguan tidur di malam hari berupa insomnia, yaitu :

10. Faktor Usia

Siapapun dapat mengalami insomnia, namun seiring bertambah tuanya usia, pola tidur dapat berubah.

Aktivitas harian pun dapat menurun atau bahkan meningkat secara sosial maupun secara fisik yang berpotensi mengganggu kualitas tidur.

Datangnya sejumlah gangguan kesehatan ditambah dengan penggunaan obat untuk mengatasinya pun dapat berdampak pada kualitas tidur.

Tak hanya itu, berusia 60 tahun ke atas lebih rentan mengalami insomnia di mana sebagian besar disebabkan oleh masalah kesehatan.

11. Faktor Lainnya

Insomnia dapat disebabkan oleh beberapa faktor lain, seperti :

  • Faktor jenis kelamin, sebab wanita lebih berisiko alami insomnia.
  • Kehamilan
  • Pikiran terlalu aktif.
  • Parasit
  • Mendengar dengkuran teman sekamar.
  • Kondisi genetik
  • Penggunaan nikotin, alkohol, serta asupan kafein berlebihan.

Sementara itu, untuk insomnia pada anak, biasanya beberapa penyebabnya antara lain adalah :

  • Asupan kafein berlebihan
  • Penggunaan obat tertentu
  • Gangguan kejiwaan atau mental
  • Stres

Gejala Insomnia

Gejala insomnia terdiri dari sejumlah kondisi, kenali satu per satu agar dapat menanganinya segera :

  • Susah tertidur di malam hari
  • Sering bangun terlalu pagi
  • Sering terbangun di malam hari
  • Sering mengantuk di siang hari
  • Lelah saat siang hari
  • Cemas
  • Pelupa
  • Depresi
  • Mudah tersinggung dan marah
  • Perubahan suasana hati
  • Tidak merasa cukup istirahat walau malamnya sudah tidur
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kesulitan mengingat
  • Kekhawatiran tentang tidur yang berkelanjutan
  • Timbul gejala gangguan pencernaan
  • Sulit bersosialisasi
  • Sakit kepala kronis
  • Sering melakukan kesalahan saat mengerjakan suatu hal

Untuk insomnia pada anak, gejala-gejala yang timbul biasanya antara lain adalah :

  • Siang hari selalu mengantuk.
  • Mengalami kegelisahan.
  • Masalah disiplin yang berulang.
  • Suasana hati mudah menjadi buruk.
  • Gampang marah.
  • Sulit mengingat dan memerhatikan suatu hal.

Bila gejala sudah sampai pada tahap mengganggu fungsi tubuh di siang hari, periksakan dan dapatkan pertolongan dari dokter.

Saat menemui dokter, ada sejumlah langkah pemeriksaan yang perlu pasien tempuh. Hal ini akan memudahkan dokter dalam menentukan perawatan yang tepat.

  • Pemeriksaan Riwayat Kesehatan : Dokter mengajukan pertanyaan kepada pasien seputar riwayat medis dan pola tidur dalam beberapa waktu terakhir.
  • Pemeriksaan Fisik : Dokter perlu memeriksa fisik pasien untuk mengetahui apakah ada kondisi medis tertentu yang menyebabkan insomnia terjadi.
  • Pemeriksaan Kebiasaan Tidur : Dokter pun kemungkinan akan mengajukan pertanyaan seputar kebiasaan tidur pasien melalui kuesioner yang bisa pasien jawab.
  • Tes Tidur : Bila dokter tak mampu mendeteksi penyebab insomnia, pasien akan diminta untuk menginap di sleep center lalu ahli medis akan merekam gerakan kaki, kadar oksigen, detak jantung, aliran nafas, posisi tidur, dengkuran, tegangan otot, gerakan bola mata, gelombang otak dan detak jantung pasien.

Pasien dapat positif terdiagnosa insomnia apabila gangguan tidur sudah berlangsung selama sebulan lebih.

Pasien yang didiagnosa dengan insomnia pun diketahui telah mengalami gejala yang merugikan kehidupan sehari-harinya. Dokter pun kemungkinan meminta pasien mengisi buku harian tidur supaya pola tidur pasien dapat dideteksi.

Pengobatan Insomnia

Insomnia dapat ditangani melalui pemberian obat-obatan, terapi dan juga perubahan gaya hidup yang lebih baik serta sehat.

Dokter akan menyarankan beberapa cara untuk menangani insomnia dan pasien dapat mengonsultasikan beberapa hal terkait pengobatan.

Melalui Obat-obatan

1. Obat Tidur

Umumnya, dokter akan memberikan resep pil tidur untuk penggunaan beberapa minggu atau dalam jangka panjang sesuai dengan pengawasan dokter.

Obat pil tidur yang diberikan kepada pasien untuk mengatasi insomnia antara lain, seperti :

Pasien perlu menanyakan lebih jauh mengenai efek samping dari pil tidur yang diberikan oleh dokter untuk bisa mewaspadainya.

2. Obat Tanpa Resep

Beberapa orang dengan insomnia membeli obat tanpa resep, seperti obat berkandungan antihistamin yang akan memicu timbulnya rasa kantuk.

Namun, penggunaan obat ini tidak untuk setiap hari apalagi jangka panjang secara rutin. Karena dikhawatirkan terdapat efek samping, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan.

Melalui Terapi

Karena kondisi kesehatan mental tertentu berkaitan erat dengan insomnia, sejumlah pasien diharapkan dapat menempuh terapi lain selain obat-obatan.

Terapi perilaku kognitif adalah salah satu jenis terapi yang akan sangat membantu dalam menghilangkan pikiran-pikiran negatif pasien.

Dengan bantuan terapis profesional, pasien akan jauh lebih mudah dalam mengeliminasi atau mengendalikan segala kekhawatiran yang menghalangi tidur di malam hari.

  • Teknik Relaksasi : Terapis akan membantu pasien melatih pernafasan sekaligus merilekskan otot dalam membuat kecemasan berkurang sehingga tidur dapat lebih baik dan nyaman.
  • Pembatasan Tidur : Terapi ini membantu pasien agar waktu berada di tempat tidur berkurang, khususnya tidur siang. Hal ini bertujuan supaya kelelahan tubuh meningkat dan dapat tidur malam harinya.
  • Stimulus Control Therapy : Terapi ini membantu pasien untuk menghindari kecemasan berlebih, makan berlebih, membaca berlebih, menonton TV, dan main ponsel berlebih saat sudah di tempat tidur agar dapat segera tidur ketika mengantuk.

Akupresur adalah jenis pengobatan alternatif yang bisa dicoba untuk menjadi solusi insomnia selain terapi perilaku kognitif.

Melalui Perubahan Gaya Hidup

  • Hindari minuman berkafein tinggi apalagi sore dan malam hari.
  • Hindari minum minuman beralkohol terlalu banyak.
  • Hindari nikotin; yaitu dalam bentuk merokok dan menghirup asap rokok.
  • Hindari berolahraga tepat sebelum tidur.
  • Jika belum ingin tidur, jauhkan diri dari tempat tidur apalagi berbaring dan kemudian hanya menonton TV atau bermain ponsel.
  • Perbanyak makanan yang mengandung melatonin, seperti sayuran hijau, alpukat, teh herbal, oatmeal, salmon, pisang, almond dan labu khususnya untuk menu makan malam.
  • Hindari tidur siang.
  • Hindari makan terlalu banyak mendekati jam tidur.
  • Hindari minum terlalu banyak agar tidak selalu terbangun karena sering buang air kecil.
  • Buatlah kamar tidur senyaman mungkin untuk tidur, seperti kebersihan yang baik, tingkat cahaya rendah, suhu ruangan yang nyaman dan jauh dari kebisingan.
  • Lakukan Yoga, olahraga yang menenangkan mental namun juga membuat fisik lebih fleksibel.

Untuk menangani insomnia pada anak, cara-cara yang diterapkan pada orang dewasa juga bisa diterapkan pada anak, terutama dalam hal membuat jadwal tidur yang konsisten.

Komplikasi Insomnia

Insomnia yang berkepanjangan apapun penyebabnya dapat berpengaruh buruk bagi kelangsungan hidup penderitanya.

Insomnia pada tahap serius akan memengaruhi fisik sekaligus mental dan berakibat pada :

  • Meningkatkan risiko penyakit serius seperti penyakit jantung dan hipertensi.
  • Mengalami gangguan kecemasan dan depresi yang lebih parah.
  • Menurunkan performa di sekolah, pekerjaan, ataupun dalam kegiatan lainnya.
  • Meningkatkan risiko cedera dan kecelakaan terutama saat sedang berkendara.

Pencegahan Insomnia

Insomnia selalu dapat dicegah dengan memperbaiki pola tidur yang sudah dirasa kurang tepat.

  • Cek kembali obat-obatan yang sedang digunakan apakah memiliki efek samping berupa gangguan tidur seperti insomnia.
  • Batasi atau hindari tidur siang agar malam dapat tidur lebih cepat dan nyenyak.
  • Rapikan ruang tidur agar nyaman untuk tidur.
  • Hindari makan besar dan minum terlalu banyak saat sebelum tidur.
  • Batasi asupan alkohol dan kafein dan hindari nikotin.
  • Tetap beraktivitas seperti biasa karena tubuh yang aktif secara rutin dapat meningkatkan kualitas tidur.
  • Pastikan jam tidur teratur dan konsisten, bahkan di saat akhir pekan.
  • Dengarkan musik lembut dan menenangkan sebelum tidur agar lebih cepat rileks dan terlelap.

Insomnia kerap dianggap sebagai masalah tidur yang sepele, namun penting untuk memeriksakannya segera jika sudah sampai berbulan-bulan dan mengurangi kualitas hidup.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment