Obat

Dextropropoxyphene: Manfaat – Dosis – Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Christine Verina
Dextropropoxyphene adalah obat antinyeri yang termasuk dalam golongan opioid rendah. Penggunaannya wajib dengan resep dokter dan tidak boleh digunakan untuk pasien dengan kecenderungan psikosis. Sediaannya

Dextropropoxyphene merupakan obat golongan opioid. Obat ini berfungsi sebagai analgesik/pereda nyeri.[1]

Dextropropoxyphene pertama kali dibuat pada tahun 1950-an. Obat ini dipasarkan di Amerika dalam bentuk hidroklorida.[2]

Apa Itu Dextropropoxyphene?

Untuk mengetahui dextropropoxyphene lebih mendalam, berikut ini disajikan data terkait dextropropoxyphene:[3]

Indikasi Meredakan nyeri ringan sampai sedang
Kategori Obat resep
Konsumsi Dewasa
Kelas Opioid analgesik (pereda nyeri golongan opioid)
Bentuk Kapsul, tablet
Kontraindikasi → Hipersensitivitas.
→ Gangguan pernapasan kronis.
Porfiria (penyakit keturunan akibat kelainan darah). → Ibu hamil.
→ Pasien yang menggunakan MAO.
→ Pasien yang baru saja berhenti menggunakan MAO setidaknya belum sampai 2 minggu.
PeringatanPasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan dextropropoxyphene:
→ Pasien dengan kecenderungan bunuh diri.
→ Pasien dengan gangguan ginjal atau hati.
→ Ibu menyusui dan lansia.
Kategori Obat Pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO (diminum):
Kategori C: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Dextropropoxyphene

Dextropropoxyphene memiliki manfaat sebagai berikut:[3,4]

  • Nyeri ringan sampai sedang
  • Nyeri kronis

Dosis Dextropropoxyphene

Dextropropoxyphene hanya digunakan pada orang dewasa. Berikut ini dosis yang dianjurkan:[3]

Oral/Diminum
⇔ Sebagai hidroklorida:
→ 65 mg diberikan 3-4 kali sehari.

⇔ Sebagai napsilat:
→100 mg diberikan 3-4 kali sehari.

Efek Samping Dextropropoxyphene

Tak hanya mempunyai efek yang diinginkan, dextropropoxyphene juga memiliki efek samping:[3]

  • Pusing
  • Sedasi
  • Merasa kelelahan
  • Muntah
  • Mual
  • Sembelit
  • Ruam
  • Urtikaria (biduran)
  • Gangguan penglihatan
  • Ketergantungan secara psikologi
  • Mengalami kejang jika dipakai dalam waktu lama
  • Ketidakwajaran konduksi sinyal listrik jantung
  • Aritmia
  • Gangguan fungsi hati

Pemakaian dextropropoxyphene dalam dosis besar dapat menyebabkan gejala overdosis. Segera hubungi petugas medis apabila merasakan gejala overdosis dextropropoxyphene berikut ini:[3]

  • Koma
  • Pernapasan lambat
  • Gagal sistem sirkulasi
  • Pembengkakan paru-paru
  • Ayan
  • Diabetes insipidus nefrogenik
  • Ketidakwajaran sinyal listrik jantung
  • Kematian (terjadi sekitar 15 menit sampai satu jam kemudian)

Detail Dextropropoxyphene

Agar mengetahui lebih rinci mengenai obat dextropropoxyphene, disajikan beberapa data menyangkut penyimpanan, interaksi dengan obat lain, mekanisme kerja dan juga penanganan overdosis:[3]

Penyimpanan → Simpan pada suhu 15-30°C.
Cara Kerja Deskripsi: Dextropropoxyphene adalah obat golongan opioid lemah. Bekerja dengan mengikat reseptor agar menghalangi persepsi sakit di bagian korteks otak, sehingga mengurangi rasa sakit.

Farmakokinetik:
Penyerapan: Dengan mudah diserap melalui saluran pencernaan. Sediaan napsilat lebih lama diserap dibandingkan sediaan hidroklorida. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai konsentrasi puncak adalah setelah 1-2 jam.
Penyebaran: Ditemukan dalam jumlah tinggi di hati, paru-paru, otak. Dextropropoxyphene melewati plasenta dan ditemukan dalam jumlah sedikit pada ASI. Terikat pada protein sekitar 80%.
Metabolisme: Diubah menjadi bentuk nordextropropoxyphene (norpropoxyphen) di organ hati. Mengalami pengurangan konsentrasi sebelum memasuki sistem peredaran (first pass).
Ekskresi: Dikeluarkan mealui urine sebagai metabolit. Waktu paruh eliminasi: 6-12 jam sebagai dextropropoxyphene, 30-36 jam sebagai norpropoxyphene.
Interaksi Dengan Obat Lain → Menghalangi metabolisme hati terhadap benzodiazepin, beta blocker, carbamazepin, fenintoin, warfarin.
→ Meningkatkan risiko tingkat racun ketika diberikan bersama ritonavir.
→ Menekan sistem saraf pusat jika digunakan bersama dengan obat penekan sistem saraf pusat atau alkohol.
→ Mengakibatkan kematian pada overdosis yang disengaja ataupun tidak, terutama bila dikonsumsi bersama alkohol dan obat analgesik (mis. parasetamol dan aspirin).
Interaksi Dengan Makanan → Penyerapan obat berkurang jika diberikan bersama makanan.
Overdosis ⇔ Gejala: koma, pernapasan lambat, gagal sistem sirkulasi, pembengkakan paru-paru, ayan, diabetes insipidus nefrogenik, ketidakwajaran sinyal listrik jantung, kematian.
⇔ Cara Mengatasi: penanganan berdasarkan gejala. Injeksi intravena naloxone untuk mengurangi keracunan. Pemompaan perut atau pemberian obat emetik (muntah) dan selanjutnya arang aktif untuk mengurangi penyerapan. Awasi hasil uji gas darah, pH, elektrolit, EKG (sinyal listrik jantung).

Pertanyaan Seputar Dextropropoxyphene

Apakah dextropropoxyphene bisa disalahgunakan mengingat obat ini bergolongan opioid?

Ya, bisa.[5]

Bisakah ibu menyusui menggunakan dextropropoxyphene?

Tidak dianjurkan untuk menggunakan dextropropoxyphene. Studi membuktikan bahwa sejumlah kecil dextropropoxyphene terdapat di dalam ASI ketika ibu menyusui mengonsumsi obat ini.[3]

Apakah pemberian dexpropoxyphene pada anak-anak diperbolehkan?

Tidak dianjurkan. Belum ada kajian yang menunjukkan manfaat dan juga keamanan obat ini pada anak-anak.[6]

Berapakah dosis dextropropoxyphene yang diperbolehkan dikonsumsi dalam sehari?

400 mg per hari.[4]

Bisakah dextropropoxyphene dibeli secara bebas?

Tidak bisa. Dextropropoxyphene hanya tersedia dalam obat resep.[2]

Obat Dextropropoxyphene (Merek Dagang) di Pasaran

Berikut ini adalah merek dagang dari dextropropoxyphene:[2]

Brand Merek Dagang
Darvon
Darvocet-N

1) Anonim. Diakses 2020. Drugbank ca. Dextropropoxyphene.
2) Steven P. STanos, Mark D. Tyburski, Sagar S. Parikh. 2014. Practical Management of Pain (Fifth Edition). Minor and Short-Acting Analgesics, Including Opioid Combination Products
3) Anonim. Diakses 2020. Mims Indonesia. Dextropropoxyphene.
4) Alun D. Hutchings, dan Brian Widdop. 2013. The Immunoassay Hanadbook (Fourth Edition). Drug of Abuses.
5) Philip P. Bradley. 1989. Introduction to Neuropharmacology. Psychotomimetic Drugs and Drugs of Abuse.
6) Anonim. Diakses 2020. Gp2u com au. Paradex.

Share