Makanan, Minuman dan Herbal

6 Efek Samping Terlalu Banyak Vitamin E

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Vitamin E merupakan salah satu nutrisi yang sangat berpengaruh terhadap penglihatan, reproduksi serta kesehatan otak dan kulit. Vitamin E ini memiliki sifat antioksidan, dimana zat tersebut dapat melindungi sel tubuh dari efek radikal bebas.[1]

Vitamin E dapat ditemui dalam makanan seperti kacang-kacangan, minyak zaitun, margarin, atau dari daging, susu hingga sayuran berdaun hijau. Vitamin E juga tersedia dalam bentuk suplemen kapsul atau tetes untuk dikonsumsi secara oral.[1]

Walaupun banyak manfaat yang diberikan dari vitamin E, tetap saja jika mengkonsumsinya terlalu banyak akan menimbulkan efek samping bagi tubuh. Berikut ini beberapa efek samping yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi vitamin E dalam dosis yang berlebihan.

1. Pendarahan

Mengkonsumsi suplemen vitamin E secara berlebihan, yakni dengan dosis lebih dari 1000 mg sehari[2] ternyata dapat meningkatkan risiko terjadinya pendarahan.[2][3] Bagi orang dewasa yang sering mengkonsumsi suplemen vitamin E dalam bentuk kumarin atau wafarin oral dalam jangka waktu yang lama, akan mengalami pendarahan.[2]

Vitamin E yang memiliki sifat antikoagulan ternyata memiliki hubungan terhadap terjadinya pendarahan pada pasien dengan fibrasi atrium ninvalvular yang menerima terapi antikoagulan oral.[3] Terapi ini memang dapat memberikan risiko pendarahan, khususnya oleh pendarahan otak yang dapat mengancam jiwa.[3]

2. Stroke hemoragik

Pada penelitian yang sama dengan sebelumnya, selain mengakibatkan pendarahan, konsumsi vitamin E yang melebihi dosis harian dapat meningkatkan risiko stroke hemoragik sebesar 22%.[3] Stroke hemoragik terjadi karena pendarahan ke otak akibat pecahnya pembuluh darah.[4] Stroke hemoragik dikaitkan dengan morbiditas yang parah dan mortalitas yang tinggi.[5]

Pasien dengan nilai vitamin E lebih dari 5 mol/mmol kolesterol harus hati-hati dalam menggunakan antioksidan apapun, karena dapat berisiko lebih tinggi mengalami pendarahan.[3]

3. Risiko Kanker Prostat

Dalam sebuah laporan penelitian, disebutkan ternyata mengkonsumsi vitamin E dalam dosis yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker prostat.[6] Laporan tersebut mencakup 54.464 orang, dengan temuan sebanyak 620 pria yang memiliki risiko kanker prostat akibat vitamin E, lebih banyak dibandingkan dengan kanker prostat akibat plasebo yang hanya sebanyak 529 pria.[6] Sehingga dibandingkan dengan plasebo, peningkatan mutlak risiko kanker prostat per 1000 orang-tahun adalah 1,6 untuk vitamin E.[6]

4. Sakit kepala, kelelahan hingga mual

Ketika dikonsumsi melalui mulut atau oral, vitamin E sebenarnya aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat secara umum jika dalam dosis harian kurang dari 1000 mg.[7] Risiko efek samping bagi tubuh kemudian akan terlihat jika dikonsumsi dalam dosis yang lebih tinggi. Umumnya, orang yang meminum vitamin E melebihi dosis harian akan mengalami sakit kepala, diare, kelelahan hingga perut mual.[7]

5. Kanker

Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa vitamin E tidak membantu mencegah kanker dan mungkin berbahaya dalam beberapa kasus. Dosis besar vitamin E tidak secara konsisten mengurangi risiko kanker usus besar dan payudara dalam penelitian, misalnya.[7]

Dua penelitian yang mengikuti pria dan wanita paruh baya selama 7 tahun atau lebih menemukan bahwa vitamin E ekstra (rata-rata 201−268 mg/hari [300-400 IU]) tidak melindungi mereka dari segala bentuk kanker. Namun, satu penelitian menemukan hubungan antara penggunaan suplemen vitamin E selama 10 tahun atau lebih dan risiko kematian akibat kanker kandung kemih yang lebih rendah.[7]

6. Serangan jantung hingga kematian

Studi yang dilakukan oleh Eva Lonn, MD, dari McMaster University di Hamilton, Ontario, bersama rekan-rekannya, menemukan bahwa dari hampir 10.000 orang dengan penyakit jantung, penyakit arteri perifer atau diabetes dapat terkena risiko serangan jantung dan stroke yang sangat tinggi akibat mengkonsumsi vitamin E dengan dosis tinggi dalam jangka waktu yang panjang.[8]

Semua pasien berusia diatas 55 tahun. Setengah dari seluruh pasien mendapatkan vitamin E dengan dosis yang tinggi, yakni 400 IU setiap hari atau sekitar 400 mg. Sedangkan setengahnya lagi mendapatkan pil palsu yang kelihatannya sama saja.[8]

Setelah empat tahun mereka mengonsumsi vitamin E yang diberikan tersebut, tidak sedikit dari mereka mengalami serangan jantung, stroke, kanker hingga kematian akibat kanker.[8]

Batas konsumsi maksimal dalam sehari

Vitamin E marupakan salah satu nutrisi yang penting untuk dikonsumsi dalam tubuh. Minyak nabati, sereal, daging, unggas, telur, buah-buahan, dan minyak gandum adalah sumber vitamin E yang baik.[9] Jumlah vitamin E yang dibutuhkan setiap hari tergantung pada usia seseorang.[7] Kadar batas konsumsi untuk vitamin E alami (RRR-alpha-tocopherol) pada orang dewasa adalah 15 mg (22 IU), 15 mg (22 IU) selama kehamilan, dan 19 mg (28 IU) saat menyusui.[7]

Perlu diingat bahwa dosis vitamin E alami (RRR-alpha-tocopherol) dan vitamin E yang telah dibuat di lab (all-rac-alpha-tocopherol) dihitung secara berbeda. Hal ini dapat membuat dosis suplemen membingungkan.[9] The American Heart Association merekomendasikan untuk mendapatkan vitamin E dengan makan makanan yang seimbang daripada dari suplemen sampai lebih banyak diketahui tentang risiko dan manfaat suplemen ini.[9]

[1] Anonim. Mayoclinic.com. Vitamin E; 2020
[2] Larry E. Johnson. Vitamin E Toxicity. University of Arkansas for Medical Sciences; 2020
[3] Daniele Pastori, Roberto Carnevale, Roberto Cangemi, Mirella Saliola, Cristina Nocella, Simona Bartimoccia, Tommasa Vicario, Alessio Farcomeni, Francesco Violi, Pasquale Pignatelli. Vitamin E serum levels and bleeding risk in patients receiving oral anticoagulant therapy: a retrospective cohort study. Journal of the American Heart Association; 2013
[4] Ajaya Kumar A Unnithan, Parth Mehta. Hemorrhagic Stroke. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021
[5] Shiyu Chen, Liuwang Zeng, Zhiping Hu. Progressing haemorrhagic stroke: categories, causes, mechanisms and managements. Journal of neurology; 2014
[6] Eric A. Klein, Ian M. Thompson Jr, Catherine M. Tangen et al. Vitamin E and the Risk of Prostate Cancer: Updated Results of The Selenium and Vitamin E Cancer Prevention Trial (SELECT). JAMA; 2011
[7] Anonim. ods.od.nih.gov. Vitamin E. 2021
[8] Daniel J DeNoon. webmd.com. Vitamin E Harms More Than It Helps; 2005
[9] Anonim. webmd.com. Vitamin E - Uses, Side Effects, and More; 2021

Share