Makanan, Minuman dan Herbal

6 Makanan Yang Harus Dihindari Setelah Operasi Patah Tulang

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Makanan yang harus dihindari setelah operasi tulang penting untuk diketahui. Hal ini disebabkan, jika anda seseorang yang telah melakukan operasi tulang kemudian tidak mengetahui makanan yang harus anda hindari maka akan memperlambat proses penyembuhan dan pembentukan tulang baru[1].

Patah tulang terjadi karena patah nya seluruh atau sebagian pada tulang. Patah tulang cukup umum terjadi pada kalangan orang tua. Namun, mereka dapat meningkatkan resiko di usia yang lebih muda jika kesehatan tulang tidak baik akibat nutrisi yang buruk.[1]

Perbaikan patah tulang merupakan proses yang kompleks. Sekitar 10% pasien patah tulang akhirnya mengalami gangguan penyembuhan, yang menyebabkan masalah umum yang parah dan mengakibatkan beban sosial yang besar.[2] Tingginya resiko patah tulang menunjukkan pentingnya penanganan yang tepat untuk mempersingkat pemulihan.

Bahan makanan biasanya diklasifikasikan berdasarkan nilai gizi nya. Dalam konsep Avicenna yang merupakan filsuf dan dokter Persia terkenal, saat terjadi patah tulang, dipertimbangkan dua tahapan nutrisi pasien.[5] Dalam percepatan penyembuhan patah tulang dan pembentukan kalus, berikut adalah makanan yang harus dihindari setelah operasi patah tulang.

1. Mengkonsumsi Vitamin A Secara Berlebihan

Biasanya makanan yang mengandung vitamin A memiliki peranan penting bagi tubuh. Namun vitamin A mungkin memiliki efek negatif pada kesehatan tulang. Pada hipervitaminosis A, asam retinoat menekan osteoblas aktivitas dan merangsang pembentukan osteoklas in vitro, yang menyebabkan peningkatan resorpasi tulang dan penurunan pembentukan tulang.[6]

Studi laboratorium menunjukkan bahwa vitamin A bekerja secara langsung pada osteoblas dan osteoklas[7], menyebabkan peningkatan resorpasi dan penurunan pembentukan tulang. Efek negatif vitamin A pada tulang kesehatan mungkin karena hubungan kompetitif dengan vitamin D[8].

Dengan demikian, sebuah penelitian menunjukkan bahwa dosis vitamin A yang terkandung dalam bagian hati menghilangkan vitamin D untuk meningkatkan penyerapan kalsium usus[9].

2. Makanan Pedas

Makanan selanjutnya yang harus dihindari setelah operasi patah tulang adalah mengkonsumsi makanan pedas.[5] Karena makan makanan pedas dapat menyebabkan gangguan pencernaan terutama pada masa pemulihan setelah operasi. Saat anda mengkonsumsi makanan pedas, kemudian anda mengalami sakit perut ini akan membuat anda kesulitan sendiri karena aktivitas yang anda lakukan masih terbatas.

3. Mengkonsumsi Olahan Garam

Garam dapat menghambat proses penyerapan kalsium dari makanan. Oleh karena itu, setelah operasi patah tulang sebaiknya jangan mengkonsumsi olahan makanan yang mengandung banyak garam. Selain itu, jika anda terlalu banyak mengkonsumsi garam dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis.

4. Merokok

Bagi sebagian orang, merokok sudah menjadi kebiasaan dan sulit untuk berhenti. Namun, sebaiknya anda hindari kebiasaan merokok. Karena kebiasaan merokok dapat menyebabkan sulitnya penyembuhan setelah operasi tulang. Sangat dianjurkan jika anda berhenti merokok, karena merokok berkontribusi terhadap kesehatan orang secara keseluruhan.[5]

5. Mengkonsumsi Alkohol

Mengkonsumsi alkohol setelah melakukan operasi patah tulang dapat menyebabkan proses pemulihan menjadi lambat. Sehingga hal ini dapat memperlambat proses pembentukan tulang baru. Hal ini dapat membuat anda semakin lama untuk melakukan aktivitas sehari-hari[5].

6. Mengkonsumsi Minuman Berkafein

Saat anda sedang dalam penyembuhan patah tulang, sebaiknya hindari untuk mengkonsumsi minuman berkafein. Jenis minuman berkafein misalnya adalah kopi dan teh. Kopi dan teh dapat mengganggu proses mineralisasi tulang.

Saat proses penyembuhan sebaiknya anda mengkonsumsi makanan yang tinggi nutrisi. Konsumsi kaki domba dalam jangka panjang sangat bermanfaat dalam penyembuhan tulang, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan juga dapat menyebabkan sembelit.[5]

Anda juga dapat mengkonsumsi roti panggang kering yang bisa dihancurkan dan dijadikan bubuk. Jenis roti ini telah dianggap sebagai makanan penghasil darah kental yang dapat memperbaiki patah tulang.[5] Selain itu anda bisa mengkonsumsi kacang-kacangan, dan telur yang dipercaya bahwa telur dan kuning telur berguna untuk penyembuhan patah tulang.[5]

Kepadatan tulang pada kerangka dewasa ditentukan oleh puncak massa tulang dan laju pengeroposan tulang. Studi telah menunjukkan bahwa perbedaan dalam kemampuan untuk mencapai puncak massa tulang ditentukan oleh faktor genetik sebesar 60-80%, seperti etnis, jenis kelamin, dan riwayat keluarga[1].

Dengan 20-40% sisanya oleh faktor-faktor lingkungan seperti nutrisi, olahraga, kebiasaan (merokok, alkohol, dan gaya hidup), berbagai penyakit dan penggunaan narkoba.[10] Untuk mengurangi risiko patah tulang dan meningkatkan proses penyembuhan setelah operasi patah tulang sangat penting untuk mencukupi unsur hara makro dan mikro[1].

Nutrisi memegang peranan dominan dalam kesehatan tulang. Baik dalam mencapai kepadatan tulang atas dari bayi sampai sekitar usia ketiga puluh tahun, dan dalam menjaga kesehatan tulang di sisa kehidupan dewasa. Untuk mengurangi tingkat pengeroposan tulang pada orang tua, maka harus memenuhi cakupan kebutuhan kalori harian dan asupan harian kalsium dan vitamin D yang dibutuhkan.[1]

Saat ini, proses penyembuhan untuk patah tulang sensitif terhadap suplai darah di sekitar patah tulang.[3] Peran suplemen makanan seperti susu dalam peningkatan penyembuhan tulang telah ditunjukkan dalam penelitian pada hewan.[4]

Pentingnya kalsium yang memadai, asupan vitamin D pada kesehatan tulang perlu ditekankan. Selain itu, untuk pencegahan osteoporosis dan penyembuhan patah tulang adalah dengan asupan protein dan nutrisi yang memadai.

1) Karpouzos, A., Diamantis, E., Farmaki,P., Savvanis, S., & Tropis,T. hindawi.com. Nutrional aspect of bone health and fracture healing. 2017
2) Pontous, I., Georgouli,T., Pneumaticos, S., & Giannoudis, P.V. sciencedirect.com. Fracture non-union: can biomakers predict outcome?. 2013.
3) Chen,G., Niemeyer, F., Wehner, T., Simon, U., Schuetz, M.A., Pearcy, M. J., & Claes,L. E. sciencedirect.com. Simulation of the nutrient supply in fracture healing. 2009
4) Yoneme, H., Hatakeyama, J., Danjo, A., Oida, H., Yoshinari, M., Ajirama, R., & Kido, M.A. sciencedirect.com. Milk basic protein supplementation enhances fracture healing in mice. 2015.
5) Kasnavieh, S. M.H., Sadeghi, M. H., et al. ncbi.nlm.nih.gov. Dietary Recommendations in Fracture Healing in Traditional Persian Medicine: A Historical Review of Literature. 2017
6) M. E. Barker and A. Blumsohn. cambridge.org. Is vitamin A consumption a risk factor for osteoporotic fracture?. 2003.
7) N. Takahashi, N. Udagawa, and T. Suda. ncbi.nlm.nih.gov. Vitamin D endocrine system and osteoclasts. 2014.
8) D. Feskanich, V. Singh, W. C. Willett, and G. A. Colditz. sciencedirect.com. Vitamin A intake and hip fractures among postmenopausal women. 2002.
9) S. Johansson and H. Melhus. asbmr.onlinelibrary.wiley.com. Vitamin A antagonizes calcium response to vitamin D in man. 2001
10) C. M. Weaver, C. M. Gordon, K. F. Janz et al. link.springer.com. The National Osteoporosis Foundation’s position statement on peak bone mass development and lifestyle factors: a systematic review and implementation recommendations. 2016.

Share