Daftar isi
Pakis cakar elang merupakan salah satu jenis dari tumbuhan paku yang merupakan keluarga dari Tracheophyta atau suku paku-pakuan. Pakis cakar elang memiliki nama latin Pteridium aquilium dan memiliki berbagai macam nama lain di setiap daerahnya.
Pakis cakar elang memiliki beberapa nama yang lebih dikenal seperti bracken fern. Pakis cakar elang merupakan jenis pakis yang paling banyak tumbuh di daerah Asia terutama di daerah dengan kondisi cuaca tropis.
Pakis cakar elang sering kali digunakan sebagai sayuran yang cukup nikmat karena memiliki tekstur kenyal yang cukup menarik untuk dikonsumsi [1,2].
Pakis cakar elang memiliki beberapa karakteristik yang dapat dibedakan dengna jenis tumbuhan pakis lainnya. Salah satu karakteristik dari pakis cakar elang adalah bentuk dari ujung batangnya yang melingkar membentu seperti gulungan.
Selain itu, pakis cakar elang memiliki daun yang sangat kecil dan merupakan daun tunggal yang menempel pada batang sejatinya. Pakis cakar elang dapat tumuh setinggi 1 meter.
Kemudian pakis cakar elang juga memiliki ciri khas pada teksturnya yang mana apabila sudah dimasak, pakis cakar elang memiliki tekstur yang kenyal [1.2]
Terdapat beberapa perbedaan antara pakis cakar elang dengan jenis pakis burung untuk. Salah satu perbedaannya yaitu jika pakis burung unta biasanya banyak ditemui di daerah Eropa atau Amerika, sedangkan untuk pakis cakar elang hanya dapat ditemui di di daerah Asia.
Dari segi fisik, pakis cakar elang dan burung unta juga berbeda. Pakis cakar elang memiliki bentuk yang lebih unik, dimana batangnya melingkar lebih dalam ketimban pakis burung unta. Selain itu, untuk bagian daunnya pakis cakar elang memliki sedikit daun dibandingkan dengan pakis burung unta yang lebih banyak memiliki daun.
Dalam segi rasa, pakis cakar elang diakui lebih nikmat untuk dikonsumsi dibandingkan dengan pakis burung unta dikarenakan pakis cakar elang memiliki rasa dan tekstur yang kenyal [1,2].
Berikut ini kandungan gizi pada 100 g pakis cakar elang mentah:
Nama | Jumlah | Unit |
Energi | 34 | kcal |
Karbohidrat | 5.54 | g |
Protein | 4.55 | g |
Lemak | 0.4 | g |
Niasin | 4.98 | mg |
Riboflavin | 0.21 | mg |
Tiamin | 0.02 | mg |
Vitamin A | 3617 | IU |
Kalium | 370 | mg |
Kalsium | 32 | mg |
Magnesium | 34 | mg |
Selenium | 0.7 | mcg |
Beta-karoten | 2040 | ug |
Mangan | 0.51 | mg |
Menurut data pada tabel di atas diketahui bahwa tumbuhan pakis cakar elang memiliki berbagai macam kandungan senyawa yang bersifat sebagai antioksidan di dalam tubuh yang berguna untuk mencegah efek dari radikal bebas [3].
Pakis cakar elang memiliki beberapa kandungan senyawa yang diketahui baik untuk menunjang kesehatan tubuh ataupun yang dapat membahayakan kesehatan. Salah satu kandungan senyawa yang baik pada pakis cakar elang adalah flavonoid.
Flavonoid merupakan senyawa yang memberikan warna pada daun pakis cakar elang yang memiliki manfaat dalam mencegah timbulnya kanker sekaligus dapat berperan sebagai antioksidan yang dapat mencegah efek dari radikal bebas.
Selain memliki kandungan senyawa yang baik, pakis cakar elang juga memiliki kandungan senyawa yang dapat membahayakan apabila tidak diolah dengan benar. Kandungan senyawa yang berbahaya tersebut adalah senyawa ptaquiloside yang merupakan senyawa yang dapat menimbulkan sel kanker pada tubuh [5].
Pakis cakar elang bagaikan tombak bermata dua dikarenakan memiliki kandungan senyawa yang bermanfaat baik bagi kesehatan dan memiliki kandungan senyawa yang berbahaya.
Dengan kanddungan gizi dan sneyawa yang terdapat di dalamnya pakis cakar elang diketahui dapat memberikan manfaat yang cukup banyak untuk kesehatan tubuh.
Berikut ini beberapa manfaat dari pakis cakar elang untuk kesehatan:
Salah satu manfaat dari pakis cakar elang adalah dapat menjaga fungsi dan kesehatan organ mata. Hal ini dikarenakan terdapat berbagai macam kandungan gizi yang baik bagi mata, seperti senyawa vitamin A dan beta karoten.
Kedua senyawa tersebut memiliki peranan yang sangat besar bagi mata, seperti vitamin A yang merupakan komponen utama dalam pembuatan zat rhodopsi pada mata. Zat rhodopsin merupakan salah satu zat penting pada mata yang berfungsi dalam menangkap cahaya yang diterima oleh mata.
Selain itu, vitamin A juga berfungsi dalam mengubah cahaya-cahaya yang telah ditangkap tersebut menjadi impuls-impuls listrik yang akan dikirimkan melalui jaringan saraf menuju ke otak [1,2].
Vitamin A merupakan salah satu sumber gizi terbaik bagi organ mata untuk menjaga kinerja dan mencegah timbulnya penyakit
Salah satu manfaat lain dari pakis cakar elang adalah dapat mencegah penumpukan kadar gula di dalam darah yang pada akhirnya dapat menyebabkan timbulnya penyakit diabetes. Hal ini dikarenakan pada pakis cakar elang terdapat senyawa mangan dan flavonoid yang dapat mengurangi kadar gula di dalam darah.
Salah satu peranan yang penting yaitu dimiliki oleh senyawa mangan yang berfungsi sebagai perangsang bagi tubuh terutama pada organ pankreas untuk lebih banyak menghasilkan hormon insulin yang merupkan hormon pengubah gula di dalam darah menjadi energi.
Dengan diubahnya kandungan gula di dalam darah menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh dapat membuat kadar gula dalam darah menjadi rendah dan mencegah terjadinya diabetes [1,2,8].
Pakis cakar elang juga diketahui kaya akan zat antioksidan di dalamnya. Beberapa senyawa antioksidan. seperti selenium, vitamin C, vitamin A dan beta karoten terdapat di dalam tumbuhan pakis cakar elang ini.
Masing senyawa antioksidan tersebut diketahui memiliki peranan yang berbeda dalam menangkal ataupun mencegah efek dari radikal bebas yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Salah satu peranan dari senyawa beta karoten yaitu dapat mencegah efek dari sinar matahari pada mata.
Senyawa beta karoten dapat melindungi mata dari sinar matahari yang dapat menyebabkan penyakit degenerasi makula [1,4,5]
Pakis cakar elang juga baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan jantung. Hal ini dikarenakan pakis cakar elang memiliki beberapa senyawa yang dapat membuat kerja jantung lebih mudah dan tidak berat.
Beberapa senyawa yang dapat digunakan sebagai penjaga kesehatan jantung antara lain adalah kalium, flavonoid dan sterol yang terdapat di dalam pakis cakar elang. Ketiga senyawa tersebut memiliki peranan yang sama, yaitu mengurangi kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.
Senyawa seperti sterol, memiliki fungsi dalam melarutkan lemak dan kemudian membawanya keluar melalui buang air besar ataupun buang air kecil [1,2].
Tingginya kadar kolesterol jahat di dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai macam masalah pada kesehatan termasuk salah satunya pada jantung
Sayur pakis cakar elang juga baik untuk meningkatkan kemampuan otak dikarenakan memiliki banyak kandungan omega 3 di dalamnya. Omega 3 merupakan salah satu jenis dari lemak tak jenuh yang dapat meningkatkan kemampuan otak terutama fungsinya dalam mengingat.
Selain itu, pakis cakar elang juga memiliki kandungan fosfor yang merupakan senyawa peningkat fungsi kognitif otak sekaligus pencegah timbulnya penyakit alzhemeir pada seseorang [1,2].
Pakis cakar elang diketahui dapat memberikan manfaat yang sangat banyak bagi tubuh dikarenakan memiliki banyak kandungan gizi dan senyawa di dalamnya
Selain dapat memberikan manfaat yang cukup banyak, pakis cakar elang juga dapat menimbulkan beberapa efek samping yang buruk bagi kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa efek samping pakis cakar elang untuk kesehatan:
Baru-baru ini tersiar kabar bahwa pakis cakar elang merupakan salah satu sayuran yang dsapat memicu timbulnya penyakit kanker pada tubuh. Hal ini dilansir oleh jurnal yang diterbitkan oleh British Journal of Cancer yang mana menyatakan bahwa pakis cakar elang memiliki senyawa ptaquiloside.
Ptaquiloside merupakan salah satu senyawa karsinogen yang sangat berbahaya bagi tubuh dan dapat memicu munculnya penyakit kanker. Namun, hal ini hanya diuji pada sapi yang ditulis pada jurnal yang berjudul keterkaitan pakis cakar elang dengan timbulnya kanker usus pada sapi.
Sedangkan efek samping ini belum benar-benar teruji efeknya pada manusia, namun akan lebih baik jika tidak mengonsumsi pakis cakar elang terlalu banyak [5].
Pakis cakar elang juga kaya akan kandungan asam oksalatnya yang berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak. Hal ini dikarenakan dapat membuat kadar asam oksalat di dalam tubuh menjadi meningkat dan dapat menimbulkan efek samping berupa batu ginjal.
Asam oksalat diketahui dapat mengikat beberapa senyawa lain dan membentuk senyawa padat yang tidak dapat dicerna serta dikeluarkan dari dalam tubuh. Sdenyawa padat ini akan mengendap di dalam ginjal dan akan mebentuk seperti gumpalan batu keras [8].
Cara mengolah yang salah dan terlalu banyak mengonsumsi pakis cakar elang dapat menimbulkan efek samping pada tubuh
Dengan memilih pakis cakar elang dengan kualitas yang baik dapat memaksimalk manfaat yang terdapat di dalamnya. Berikut ini beberapa tips dalam memilih pakis cakar elang yang baik:
Dengan mengetahui tips memilih pakis cakar elang yang segar dapat menghindarkan kita dari memilih pakis cakar elang dengan kondisi yang buruk [1,2,4].
Pakis cakar elang merupakan salah satu tumbuhan yang mudah sekali mengalami oksidasi apabila tidak disimpan dengan cara yang benar. Selain itu, pakis cakar elang juga mudah sekali mengalami layu.
Maka dari diperlukan tips dalam menyimpan pakis cakar elang agar lebih tahan lama. Berikut ini beberapa tips dalam menyimpan pakis cakar elang:
Dengan metode penyimpanan seperti diatas, pakis cakar elang dapat bertahan hingga 5 hari lamanya. Jangan membiarkan pakis terlalu lama di lingkungan luar hal ini dikarenakan pakis cakar elang dapat mengalami oksidasi dan akan memunculkan warna kehitaman [1]
Pakis cakar elang merupakan sayuran yang cukup banyak memiliki kandungan air di dalamnya yang mana apabila tidak disimpan dengan benar pakis cakar elang akan mengalami oksidasi yang ditandai dengan warnanya berubah menjadi kehitaman
Dalam mengonsumsi ataupun mengolah pakis cakar elang tidak boleh secara sembarangan karena dapat membuat kandungan senyawa karsinogen di dalam tumbuhan tersebut menjadi meningkat dan tidak menghilang tentunya.
Berikut ini tips dalam mengonsumsi pakis cakar elang secara benar:
Tumis Pakis Cakar Elang
Sayur pakis memang paling nikmat diola dengan cara ditumis termasuk pakis cakar elang. Berikut ini langkah-langkah dalam menumis pakis cakar elang:
Untuk mengurangi senyawa berbahaya di dalam pakis cakar elang, cukup rendam pakis cakar elang di dalam air selama beberapa menit. Hal ini dikarenakan senyawa ptaquiloside di dalam pakis cakar elang dapat larut dalam air dan merendamnya dapat mengurangi risiko pakis cakar elang [1,2,5].
Sebagai Lalapan
Mengolah pakis cakar elang terdapat beberapa tips yang harus benar-benar dilakukan, salah satunya yaitu merendamnya dimana kegunaannya untuk mengurangi kadar senyawa karsinogen di dalamnya.
Yang kedua, mengolah pakis cakar elang harus benar-benar sampai matang. Hal ini bertujuan agar sisa senyawa karsinogen tersebut dapat menghilang dan meminimalkan risiko [1,2].
Walaupun pakis cakar elang memiliki kandungan senyawa yang berbahaya, namun dengan perendaman dapat meminimalisir efek samping dari kandungan senyawa tersebut
1. János Vetter. A biological hazard of our age: Bracken fern [ Pteridium aquilinum (L.) Kuhn]— A Review. 57 (1), pp. 183–196. Acta Veterinaria Hungarica; 2009.
2. Deborah Wilson, Liam J Donaldson, Ovnair Sepai. Should we be frightened of bracken? A review of the evidence. 52:812–817. Journal Epidemiol Community Health; 1998.
3. Anonym. Fiddlehead. United State Department of Agriculture; 2018.
4. Motahhareh Tourchi-Roudsari. Multiple Effects of Bracken Fern under in vivo and in vitro Conditions. Vol.15. Asian Pacific journal of cancer prevention; 2014.
5. Shareef Ngunguni. Bracken fern poisoning. Luanar; 2018.
6. Mohd Fairulnizal Md Noh, Rathi Devi Nair Gunasegavan, Suraiami Mustar. Vitamin A in Health and Disease. 84460. Intech Open; 2019.
7. Daiana Silva Avila, Robson Luiz Puntel, Michael Aschner. Manganese in Health and Disease. 13:199-227. Metal ions in life sciences; 2013.
8. Susan R Marengo, Andrea MP Romani. Oxalate in renal stone disease: The terminal metabolite that just won't go away. vol 4 no 7. Nature Clinical Practice Nephrology; 2015.