Penyakit & Kelainan

Radang Tenggorokan Pada Bayi: Penyebab – Gejala dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Jessica S. Raditia, MDCH, RPSGT
Jenis radang tenggorokan yang paling sering menyerang anak-anak adalah adenotonsilitis. Adenoid adalah jaringan lunak yang terletak di belakang rongga hidung, sedangkan tonsil adalah jaringan lunak yang

Radang tenggorokan adalah penyakit yang menimbulkan peradangan dan pembengkakan pada tenggorokan termasuk pita suara (laring). Biasanya penyakit ini terjadi karena aktivitas tenggorokan yang berlebihan, terjadi infeksi, atau iritasi. [1, 2]

Penyebab Radang Tenggorokan Pada Bayi

Radang tenggorokan tidak hanya menyerang orang dewasa saja, namun juga dapat menyerang anak kecil bahkan bayi. Jika bayi anda pada malam hari menangis, merasa tidak nyaman, dan suaranya terdengar serak, maka bisa jadi itu adalah gejala radang tenggorokan. [4]

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab radang tenggorokan bisa menyerang bayi, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Penyakit Flu

Flu yang pada umumnya menyerang bayi, ternyata bisa menjadi penyebab radang tenggorokan. Justru radang tenggorokan paling sering terjadi karena adanya infeksi virus. [2, 4]

Sebagian kasus terjadi karena virus parainfluenza tipe 1 dan tipe 2. Selain itu virus influenza A telah menjadi penyebab terjadinya radang tenggorokan di 75% kasus yang terjadi. [2]

Dan pada kasus tertentu, yang amat jarang terjadi, radang tenggorokan pada bayi dapat disebabkan oleh epiglottitis. Penyakit ini disebabkan oleh Haemophilus influenzae tipe B. [2]

2. Tonsilitis

Pada bayi penyebab radang tenggorokan lainnya adalah tonsilitis. Tonsilitis ini terjadi karena infeksi virus yang kemudian menyebabkan tonsil membengkak. [4]

Kemungkinan bayi anda terinfeksi karena terlalu banyak berinteraksi dengan orang luar. Yang mungkin saja membawa virus tersebut.

3. Partikel Penyebab Iritasi

Selain disebabkan oleh virus, radang tenggorokan juga dapat disebabkan oleh partikel-partikel tertentu yang memicu iritasi. Contohnya saja debu, asap, zat-zat kimia, dan sebagainya. [3]

Pada usia di bawah 1 tahun, tubuh bayi mengalami perkembangan. Khususnya pada sistem kekebalan tubuh, sehingga wajar jika partikel-partikel tersebut dapat memicu reaksi iritasi dan alergi. [5]

4. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut

Penyakit tangan, kaki, dan mulut memang rentan menyerang anak dan bayi yang berusia di bawah 5 tahun. Penyakit ini terjadi karena berbagai macam virus. [4]

Gejala yang umum terjadi juga menyebabkan kesulitan menelan, rasa sakit di area mulut, demam, dan ruam-ruam di beberapa area tangan, kaki atau mulut. [4]

Penyakit ini juga membutuhkan waktu beberapa hari untuk sembuh. dan yang perlu diperhatikan adalah penyakit tangan, kaki, dan mulut sangat menular. [4]

5. Infeksi Bakteri

Bakteri juga dapat menjadi penyebab radang tenggorokan pada bayi. Penularannya bisa dari mana saja termasuk orang dewasa dan sentuhan terhadap benda atau barang disekitar yang mengandung bakteri tersebut. [1, 4]

Kasus yang jarang terjadi memang ketika radang tenggorokan terjadi akibat difteri. Yakni infeksi bakteri jenis Corynebacterium diphtheriae yang menyerang laring dan menyebabkan radang tenggorokan. [2]

Sebagai catatan penggunaan pita suara, seperti berteriak, menangis terlalu kencang secara terus menerus atau sering juga dapat menyebabkan radang tenggorokan. Kasus ini jarang terjadi pada bayi, namun sering terjadi pada anak-anak. [1]

Gejala Radang Tenggorokan Pada Bayi

Mengidentifikasi radang tenggorokan yang terjadi pada bayi memang tidak mudah. Oleh karena itu sebagai orangtua anda harus jeli. Berikut ini beberapa gejala radang tenggorokan pada bayi yang harus anda perhatikan:

  • Kondisi suara yang mulai melemah. [1]
  • Suara terdengar serak. [2]
  • Pada kasus tertentu suara bahkan hilang, karena radang tenggorokan akut. [1]
  • Batuk-batuk secara menerus namun tidak berdahak (batuk kering). [1]
  • Pada anak dan bayi radang tenggorokan juga menyebabkan kesulitan bernafas. Sehingga akan muncul suara mendengus atau mengi saat menarik nafas. [2]
  • Bayi nampak gelisah, sakit kepala dan muncul rasa kantuk yang tidak biasa. [2]
  • Menolak untuk minum baik ASI maupun dari botol susu sehingga berat badan turun. [5]
  • Munculnya bengkak pada kelenjar di leher. [5]
  • Tenggorokan dan tonsil berwarna merah. [5]
  • Pada kondisi tertentu akan muncul ruam merah pada tubuh, lengan, dan kaki. [5]

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter anda jika muncul gejala berikut ini pada bayi atau anak anda:[4]

  • Demam hingga suhu tubuh naik di atas 38°C.
  • Batuk secara terus menerus dan sulit berhenti.
  • Tidak pipis sebanyak biasanya, untuk hal ini anda bisa melihat diapers bayi dan lakukan pengecekan secara rutin.
  • Muncul ruam-ruam di beberapa bagian tubuh.
  • Mengalami kesulitan untuk menelan (biasanya muncul liur) dan bahkan kesulitan bernafas.
  • Menangis terus menerus.

Jika tanda-tanda di atas muncul, anda harus segera ke dokter. Karena bisa jadi akan muncul infeksi yang lebih serius jika tidak ditangani dengan cepat.

Cara Pengobatan

Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengatasi radang tenggorokan pada bayi di rumah :

  • Gunakan alat untuk melembabkan ruangan. Alat ini sangat bermanfaat untuk menjaga kelembapan udara, sehingga mengurangi rasa sakit akibat radang tenggorokan. Humidifier juga dapat membantu jika bayi anda mengalami flu atau pilek. [4]
  • Alat penghisap untuk ingus. Radang tenggorokan pada bayi umumnya diikuti dengan flu atau pilek yang menyebabkan munculnya ingus. Anda memerlukan alat untuk mengeluarkan ingus pada bayi, karena mereka belum mampu mengeluarkan sendiri. [4]
    Hal ini akan membantu mempercepat kesembuhan bayi anda dari penyakit radang tenggorokan.
  • Makanan beku. Untuk bayi yang sudah cukup besar di atas 6 bulan. Biasanya mereka sudah siap untuk makan-makanan padat. Anda bisa memberikan makanan beku seperti buah apel atau melon beku, untuk membantu meringankan rasa sakit yang diakibatkan oleh radang tenggorokan. [4]
  • Jika sudah parah, dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik. Dan pada kondisi paling kronis bahkan dibutuhkan operasi untuk menghilangkan tonsil [5]

Cara Pencegahan

Yang terpenting adalah harus ada upaya pencegahan agar bayi anda tidak terkena penyakit radang tenggorokan yakni dengan melakukan :

  • Vaksin influenza secara rutin setiap tahun. [2]
  • Cuci tangan anda sebelum menyentuh bayi. [4]
  • Jauhkan bayi anda dari orang dewasa atau anak-anak yang menunjukkan gejala radang tenggorokan atau flu dan batuk. [4]
  • Jika memungkinkan hindari penggunaan transportasi publik serta pertemuan dengan bayi yang baru lahir karena sistem imun mereka masih sangat rendah. Transportasi umum rentan terpapar asap rokok, bahaya perokok pasif khususnya bayi lebih besar dibandingkan perokok aktif. [4]
  • Bersihkan peralatan dan mainan bayi anda secara rutin. Cara ini juga dapat mencegah penyakit diare pada bayi. [4]

1) Shannon Johnson, Tim Jewell, & Suvani Sanyal, MD. 2017. Healthline. Laryngitis.
2) Anonim. 2002. Hon Dossier Mother & Child Glossary. Laryngitis in Childhood.
3) Anonim. 2017. Healthdirect. Laryngitis.
4) Jane Shertoff & Karen Richardson Gill, MD, FAAP. 2019. Healthline. What to do when your baby has a sore throat.
5) Jay L. Hoecker, MD. 2019. Mayoclinic. Strep throat in infants : a common diagnosis?

Share