Makanan, Minuman dan Herbal

Salam Koja: Manfaat – Efek Samping dan Tips Penggunaan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sekilas Tentang Salam Koja

Salam koja merupakan salah tumbuhan yang termasuk kedalam keluarga Rutaceae dan memiliki nama latin Murraya koenigi. Salam koja memiliki beberapa nama lain yang lebih terkenal dibanding nama salam koja, yaitu daun kari.

Salam koja disebut sebagai daun kari dikarenakan sering kali digunakan sebagai bahan untuk pembuatan bumbu kari. Salam koja merupakan tumbuhan yang berasal dari negara Pakistan, China, India dan srilanka.

Selain itu, salam koja merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah yang bersuhu panas atau lebih tepatnya pada daerah tropis. Daun salam koja banyak digunakan sebagai rempah-rempah karerna memiliki aroma yang cukup kuat dan khas [2,3,4].

Karakteristik Salam Koja

Tumbuhan salam koja memiliki karakteristik yang dapat membedakannya dengan tumbuhan jenis lainnya. Salah satu karakteristik yang paling utama dari salam koja adalah daunnya yang memiliki aroma khas dan sangat kuat.

Salam Koja

Tumbuhan salam koja sendiri dapat tumbuh tinggi mencapai 4-6 meter dengan diameter batang pohonnya mencapai 40 cm. Selain itu, daun salam koja merupakan jenis daun majemuk yang mana daunnya berbentuk menyirip dan terdiri dari 11-12 daun.

Salam koja juga memiliki bunga yang berwarna putih dan juga mengeluarkan bau yang cukup harum. Selain itu, daun salam koja juga dapat dimakan karena memiliki rasa yang cukup manis [2,3,4].

Kandungan Gizi Pada Salam Koja

Berikut ini kandungan gizi pada daun salam koja:

NamaJumlahUnit
Kalori266kcal
Karbohidrat4.51g
Serat16.83g
Gula0.6g
Lemak1.06g
Protein7.4g
Vitamin D177IU
Folat177Ug
Kalsium659mg
Vitamin B60.57mg
Fosfor83.29mg
Magnesium182mg
Kalium584mg
Selenium17.25mg

Menurut data pada tabel kandungan gizi diatas diketahui bahwa daun salam koja memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, salah satu kandungan gizi tersebut adalah kalium yang memiliki manfaat untuk menstabilkan tekanan darah [1].

Kandungan Senyawa Pada Salam Koja

Daun salam koja diketahui memiliki kandungan senyawa yang dapat berguna dalam menunjang kesehatan tubuh. Salah satu kandungan senyawa daun salam koja, yaitu flavonoid diketahui memiliki manfaat yang cukup di dalam tubuh.

Senyawa flavonoid diketahui dapat mencegah timbulnya penyakit kronis pada tubuh akibat dari efek radikal bebas. Selain itu, flavonoid juga dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan sistem imunitas di dalam tubuh.

Kemudian, daun salam koja juga memiliki senyawa seperti terpinen yang diketahui dapat menganggu tumbuh dan kembangnya sel kanker pada tubuh [4,5].

Kandungan senyawa pada salam koja cukup banyak memiliki peran dalam melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit.

Manfaat Salam Koja Untuk Kesehatan

Salam koja memiliki berbagai macam manfaat yang cukup banyak bagi kesehatan dikarenakan memiliki kandungan gizi kompleks yang baik bagi tubuh. Berikut ini beberapa manfaat dari salam koja:

  • Mengurangi Kolesterol

Salah satu manfaat dari salam koja yaitu dapat mengurangi kandungan kolesterol jahat di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa senyawa seperti senyawa carbazole alkaloid yang merupakan senyawa turunan dari alkaloid.

Senyawa carbazole alkaloid ini dapat melarutkan lemak yang terdapat di dalam tubuh sekaligus dapat merangsang usus agar tidak terlalu banyak menyerap kandungan lemak jahat di dalam makanan, sehingga tubuh akan lebih memanfaatkan cadangan lemak di dalam tubuh sebagai energi.

Selain itu, senyawa seperti kalium dan riboflavin juga turun membantu dalam mengurangi kandungan lemak jahat atau LDL (Low Density Lipoprotein) di dalam tubuh, dengan cara mengonversinya menjadi energi [5,7].

Senyawa carbazole, kalium dan riboflavin yang terdapat di dalam daun salam koja dapat memberikan manfaat dalam mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
  • Menetralkan Racun Pada Tubuh

Di dalam daun kari terdapat senyawa yang dapat menetralkan kandungan racun yang berbahaya bagi tubuh, senyawa tersebut adalah selenium. Selenium merupakan salah satu senyawa antioksidan yang memiliki peran dalam mengubah senyawa racun di dalam tubuh menjadi senyawa netral yang tidak berbahaya.

Senyawa selenium akan lebih banyak memproduksi hormon selenoprotein di dalam tubuh yang mana senyawa inilah yang akan bertindak dalam menetralkan racun yang ada di dalam tubuh menjadi cairan netral yang tidak berbahaya [5,7].

Salam koja juga diketahui baik digunakan untuk menjaga kesehatan tulang. Hal ini dikarenakan pada bagian daun salam koja mengandung senyawa kalsium, vitamin D dan fosfor yang sangat penting peranannya bagi kesehatan tulang

Salah satu peranan yang cukup kompleks terdapat pada senyawa vitamin D.Vitamin D diketahui memiliki peranan dalam menjaga kadar kalsium dan fosfor yang terdapat di dalam tubuh, terutama pada tulang yang berguna dalam menyeimbangkan kadar kalsium.

Selain itu, kalsium juga berperan dalam menjaga tulang agar tidak terkena penyakit osteoporosis yang dapat menyebabkan tulang menjadi keropos dan tidak kuat menahan beban tubuh [2,4,8].

Kalsium dapat berperan dalam mencegah terjadinya osteoporosi pada t tulang dikarenakan memiliki kemampuan dalam meningkatkan produksi osteocalcin yaitu zat yang dapat mengganti sel tulang yang mati
  • Baik Untuk Program Hamil

Daun kari baik dikonsumsi bagi pasangan suami istri yang sedang dalam program hamil. Hal ini dikarenakan daun kari dapat meningkatkan potensi kehamilan lebih tinggi karena mengandung senyawa seperti, folat dan vitamin D di dalamnya.

Senyawa folat dan vitamin D menurut penelitian unice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development, menyatakan bahwa wanita yang memiliki kandungan folat dan vitamin D yang tinggi memiliki kemungkian yang lebih besar dibandingkan wanita dengan kadar folat dan vitamin D nya rendah [2,8].

Salah satu manfaat dari daun salam koja yang lainnya adalah dapat menjaga kesehatan jantung. Daun salam koja diketahui memiliki kandungan kalium sekaligus fosfor di dalamnya yang sangat baik untuk kesehatan jantung.

Senyawa kalium sendiri memiliki peranan dalam melancarkan peredaran darah di dalam pembuluh darah agar jantung tidak terlalu bekerja keras dalam memompa darah. Sedangkan senyawa fosfor memiliki peranan dalam menjaga kestabilan detak jantung di dalam tubuh [2,4,9].

Salam koja memiliki manfaat yang cukup banyak bagi kesehatan yang tak lepas dari kandungan gizi dan senyawa yang terdapat di dalamnya.

Efek Samping Salam Koja Pada Kesehatan

Selain dapat memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan, salam koja juga dapat menimbulkan beberapa efek samping yang buruk bagi tubuh. Berikut ini beberapa efek samping dari salam koja pada kesehatan:

  • Penyebab Bantu Ginjal

Daun salam koja yang dimakan secara langsung dapat menimbulkan penyakit batu ginjal terutama bila dikonsumsi terlalu banyak. Hal ini dikarenakan daun salam koja memiliki kandungan asam oksalat yang cukukp tinggi di dalamnya.

Asam oksalat merupakan salah satu senyawa yang terdapat diseluruh tubuh mahluk hidup. Dengan kadar yang cukup asam oksalat sebenarnya dapat memberikan manfaat yang baik bagi tubuh, namun berbeda hal jika kadar asam oksalat terlalu tinggi.

Kadar asam oksalat yang tinggi dapat menyebabkan pembentukan senyawa padat yang tidak dapat dikeluarkan ataupun dicerna oleh tubuh yang akhirnya mengendap pada organ ginjal dan menyebabkan penyakit batu ginjal [2,10]

  • Anti Gizi

Daun salam Koja yang dikonsumsi secara berlebihan juga dapat menimbulkan reaksi anti gizi di dalamnya dikarenakan terdapat senyawa seperti asam oksalat dan tanin.

Kedua senyawa tersebut diketahui dapat berikatan dengan senyawa lain, seperti seng, kalsium, tembaga dan beberapa senyawa yang lainnya. Senyawa yang telah berikatan dengan asam oksalat dan tanin ini tidak dapat lagi digunakan oleh tubuh, sehingga memungkinkan tubuh dapat kekurangan zat gizi penting [10].

Pada umumnya mengonsumsi sesuatu secara berlebihan dapat memberikan dapat yang buruk bagi tubuh, begitupun dengan mengonsumsi daun salam koja secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping

Tips Penggunaan Salam Koja

Bagian dari tumbuhan salam koja yang paling sering digunakan, yaitu bagian daunnya. Daun salam koja ini dapat digunakan dalam berbagai macam metode tergantung tujuan penggunaannya.

Berikut ini beberapa tips dalam menggunakan daun salam koja:

  • Dikonsumsi Secara Langsung

Daun salam koja sebenarnya dapat dikonsumsi secara langsung ataupun dapat ditambahkan pada menu salad. Hal ini dikarenakan daun salam koja memiliki rasa yang cuku manis dan tidak keras ketika dikunyah.

Cara paling nikmat dalam mengonsumsi daun salam koja adalah dengan menanmbahkannya pada salad dicampur dengan beberapa macam sayuran yang lainnya, kemudian dituangkan mayonaise diatas sayuran tersebut sebagai saos [2,4].

  • Sebagai Rempah

Daun salam koja dapat dijadikan sebagai tambahan untuk rempah-rempah masakan. Dengan menambahkan daun salam koja ke dalam masakan, masakan akan berbau lebih harum dan juga lebih sehat untuk dikonsumsi.

Cara penggunaanya juga cukup mudah, masak makanan seperti biasa ketika akan matang dapat menambahkan daun salam koja yang masih segar ke dalam masakan. Setelah itu, tumis masakan sampai benar-benar matang dan mulai berbau harum.

Setelah matang tiriskan masakan dan siap untuk disantap. Penggunaan daun salam koja sebagai rempah-rempah akan lebih baik jika daun yang digunakan adalah daun salam koja yang masih segar karena lebih harum dan lebih banyak kandungan gizinya [3,4].

  • Minyak Daun Salam Koja

Daun salam koja dapat diubah menjadi minyak essensial yang berguna sebagai antibakteri pada kulit ataupun di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan daun salam koja memiliki kandungan senyawa alkaloid yang dapat berfungsi sebagai pembunuh bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.

Cara membuat minyak daun salam koja juga cukup mudah dan sederhana. Siapkan beberapa lembar dari daun salam koja segar yang akan digunakan untuk menjadi minyak essensial. Cuci bersih daun salam koja yang akan digunakan, kemudian siapkan alat untuk menumbuk daun tersebut.

Siapkan juga bahan lain, seperti minyak olive, botol dan alat penyaring. Tumbuk daun salam koja sampai benar-benar hancur, kemudian tambahkan minyak essensial ke dalamnya dan aduk hingga tercampur seluruhnya.

Masukkan minyak kedalam botol dan diamkan selama 1 minggu. Setelah itu, saring minyak menggunakan alat penyaring dan masukkan kembali pada botol. Minyak salam koja siap untuk digunakan [2,3,7].

Dengan tips penggunaan seperti diatas diharapkan dapat memaksimalkan manfaat yang terdapat didalamnya untuk kesehatan tubuh

Tips Menyimpan Salam Koja

Bagian dari tumbuhan salam koja yang sering kali digunakan adalah bagian daunnya, namun penggunaan daun salam koja harus pada kondisi yang masih segar karena memiliki aroma yang lebih kuat.

Namun, daun salam koja yang tidak disimpan dengan benar lebih cepat mengalami pembusukan atau layu. Maka dari itu diperlukan beberapa tips dalam menyimpan daun salam koja.

Berikut ini tips menyimpan daun salam koja dengan keadaan yang masih segar:

  • Siapkan beberapa lembar daun salam koja yang akan digunakan
  • Bersihkan daun salam koja yang akan disimpan menggunakan air yang mengalir.
  • Setelah itu, angin-anginkan daun salam koja terlebih dahulu sampai tidak ada air yang menempel lagi.
  • Siapkan tisu dan kotak plastik yang dapat tertutup rapat.
  • Bungkus daun salam koja yang telah bersih tersebut menggunakan tisu.
  • Kemudian, masukkan daun salam koja yang telah dibungkus tisu tersebut ke dalam kotak plastik dan tutup rapat-rapat.
  • Simpan daun salam koja tersebut ke dalam kulkas pada bagian freezer untuk dibekukan

Daun salam koja lebih baik disimpan dalam keadaan yang masih segar dikarenakan kandungan gizi yang ada di dalamnya hanya berkurang sedikit dibandingkan dengan mengeringkannya [2,3,4].

Untuk mengonsumsi atau penggunaan obat herbal yang berasal dari bagian tumbuhan salam koja akan lebih baik jika berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter atau ahli medis terdekat.

1. Anonym. Curry Leaves: Health Benefits. Drlogy; 2020.
2. Syed Muhammad Nouman, Aamir Shehzad, Masood Sadiq Butt, Muhammad Issa Khan and Mahwish Tanveer. Phytochemical profiling of curry (Murraya koenijii) leaves and its health benefits. 25(4): 204-215. Pakistan Journal of Food Science; 2015.
3. Rajesh Kumar Mishra. Curry leaves (Murraya koenigii Spreng.). Vol. 5, No. 7&8. Tropical Forest Research Institute; 2018.
4. Suman Singh. CURRY LEAVES (Murraya koenigii Linn. Sprengal)- A Miracle Plant. (1): 46-52. Indian Journal of Scientific Research; 2014.
5. Novi Safriani, Normalina Arpi, Novia Mehra Erfiza and Rini Ariani Basyamfa. Antioxidant activities of curry leaves (Murayya koeniigi) and salam leaves (Eugenia polyantha). Volume 1 Number 1. Proceedings of The Annual International Conference; 2011.
6. Imad M Al-Ani, Rahajoe I Santosa, Muhammad H Yankuzo, Anil K Saxena. The Antidiabetic Activity of Curry Leaves “Murraya Koenigii” on the Glucose Levels, Kidneys, and Islets of Langerhans of Rats with Streptozotocin Induced Diabetes. 21(2): 54-60. Makara Journal of Health Research; 2017.
7. Manshu Jain, Ritu Gilhotra, Ravindra Pal Singh, Jitendra Mittal. Curry leaf (Murraya Koenigii): a spice with medicinal property. 2(3):236‒256. MOJ Biology and Medicine; 2017.
8. Sulman Basit. Vitamin D in health and disease: A literature review. 70(4):161-72. British journal of biomedical science; 2013.
9. Feng J He, Graham A MacGregor. Beneficial effects of potassium on human health. 133(4):725-35. Physiologia Plantarum; 2008.
10. Siva Krishnan. Traditional Herbal Medicines - A Review. Volume 5, Issue 4. International Journal of Research and Analytical Reviews; 2018.

Share