Sindrom Adams Oliver : Penyebab – Gejala dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Sindrom Adams-Oliver adalah penyakit langka yang ditandai dengan kelainan perkembangan kulit seperti kulit kepala dan malformasi kaki dan tangan. Penyakit ini disebabkan oleh kelainan mutasi genetik dan

Apa Itu Sindrom Adams Oliver?

Sindrom Adams Oliver merupakan sebuah kondisi penyakit bawaan lahir langka yang ditandai dengan kondisi aplasia cutis congenita (sejenis kelainan pada kulit) serta malformasi pada anggota tubuh [1,2,3,4,5,6].

Kelainan dapat terjadi pada sejumlah bagian tubuh, seperti tungkai, lengan, jari kaki dan jari tangan, serta kulit kepala [1,2,3,4,5].

Pada beberapa penderita, sindrom Adams Oliver yang dialami dapat bersifat ringan hingga benar-benar serius [1,4].

Sindrom ini pun digolongkan sebagai kelainan genetik dengan dominan autosomal, meski pada beberapa kasus lainnya dilaporkan bahwa penyakit ini juga berpotensi bersifat resesif autosomal [1].

Tinjauan
Sindrom Adams Oliver adalah penyakit langka bawaan lahir karena kelainan genetik yang ditandai dengan pembentukan abnormal pada anggota tubuh, khususnya jari tangan, jari kaki, kaki serta tangan hinga kulit kepala.

Fakta Tentang Sindrom Adams Oliver

  1. Sindrom Adams Oliver merupakan kelainan genetik yang sangat langka dengan kurang lebih 125 penderita yang dilaporkan dalam literatur medis [1].
  2. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki risiko sama besar dalam menderita sindrom Adams Oliver [1].
  3. Sebanyak 20-23% bayi yang lahir dengan sindrom Adams Oliver diketahui memiliki disfungsi kardiovaskular atau kelainan jantung bawaan, seperti VSD (ventricular septal defects/defek septum ventrikuler) [1,2].
  4. Di Indonesia, data epidemiologi dan prevalensi spesifik sindrom Adams Oliver belum diketahui.

Penyebab Sindrom Adams Oliver

Seperti pada kasus sindrom kelainan genetik langka lainnya, mutasi genetik menjadi penyebab utama dari sindrom Adams Oliver. Mutasi atau perubahan terjadi pada gen RBPJ, NOTCH1, EOGT, DOCK6, DLL4, atau ARHGAP31 [1,2,4].

Meski terdapat banyak gen yang memungkinkan untuk bermutasi, sindrom Adams Oliver sendiri seringkali dapat disebabkan oleh mutasi gen yang tidak teridentifikasi dan mutasi bukan dari salah satu gen yang telah disebutkan [1,2,4].

Setiap gen memiliki peran vitalnya masing-masing di dalam tubuh manusia dan ketika terjadi mutasi, maka hal ini akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh tertentu [1,2,4].

  • Gen DOCK6 dan ARHGAP31

Keduanya adalah gen penghasil protein di mana protein ini salah satu pengatur protein GTPase.

Kedua gen ini sangat vital sebagai pendukung perkembangan embrio dan protein dari gen-gen tersebut diperlukan selama perkembangan jantung, tengkorak dan anggota-anggota tubuh janin saat dalam kandungan [1,4].

GTPase sendiri dapat aktif dan non-aktif di mana prtein DOCK6 menjadi pengaktivasi sedangkan protein ARHGAP31 adalah yang menonaktifkannya [1,4].

Kemampuan DOCK6 sebagai penghasil protein untuk mengaktifkan GTPase akan berubah dan tidak berfungsi dengan baik ketika mutasi terjadi pada gen tersebut [1,4].

Hal ini disebabkan oleh protein DOCK6 yang diproduksi oleh gen DOCK6 terhasilkan pendek dan abnormal sehingga ketika sudah waktunya untuk GTPase aktif, aktivitas GTPase justru terbatas [4].

Ketika gen ARHGAP31 juga mengalami mutasi, maka aktivitas GTPase pun berubah dan cenderung berkurang karena protein ARHGAP31 yang dihasilkan oleh gen ini justru aktif secara abnormal di mana seharusnya dalam kondisi non-aktif [4].

Aktivitas GTPase yang menjadi terbalik, terganggu dan abnormal ini kemudian memicu kelainan pada pembentukan tulang, kulit, dan gejala umum dari sindrom Adams Oliver lainnya [4].

  • Gen RBPJ, DLL4, dan NOTCH1

Gen RBPJ, DLL4, dan NOTCH1 pun menghasilkan protein-protein yang mendukung perkembangan pertumbuhan embrio, khususnya bagian pembuluh darah saraf, otot, jantung dan tulang [1,2,4].

Perkembangan pembuluh darah pada janin akan sempurna ketika protein DLL4 dan NOTCH1 bekerja sama dengan baik [1,4].

Namun ketika mutasi terjadi pada kedua gen tersebut, kelainan atau keabnormalan dapat terjadi pada jantung dan pembuluh darah, di mana hal ini dialami oleh beberapa penderita sindrom Adams-Oliver [4].

Sementara itu, gen RBPJ sangat penting dalam mendukung perkembangan sel-sel dalam jaringan-jaringan di seluruh tubuh [4].

Jika mutasi terjadi pada gen ini, protein yang dihasilkan justru tidak dapat mendukung pembentukan DNA dan perkembangan sel-sel jaringan tubuh [4].

Sebagai akibatnya, pembentukan dan perkembangan tulang, kulit, dan jaringan tubuh lain pada janin akan terhambat [4].

Mutasi juga dapat terjadi pada gen EOGT di mana protein yang dihasilkan oleh gen ini berperan untuk memodifikasi protein-protein lain yang dihasilkan oleh gen lainnya [1,4].

Fungsi protein EOGT adalah sebagai pemindah molekul N-acetylglucosamine ke protein-protein lain [4].

Dampak dari mutasi gen ini belum diketahui secara jelas,  namun tetap dapat memengaruhi timbulnya gejala sindrom Adams Oliver [4].

Faktor Risiko Sindrom Adams Oliver

Apabila sindrom Adams Oliver merupakan kelainan genetik resesif autosomal, maka hal ini menandakan bahwa seseorang mewarisi dua salinan gen abnormal dari masing-masing orang tua (ayah dan ibu) [1].

Namun, seseorang akan hanya menjadi pembawa gen abnormal apabila ia hanya mewarisi satu gen abnormal dan satu gen normal dari masing-masing orang tua [1].

Jika menjadi pembawa gen abnormal saja, maka dirinya tidak mengalami gejala sindrom Adams Oliver; namun berkemungkinan besar nantinya ia akan menurunkan kembali gen abnormal ke anak-anaknya [1,2].

  • Terdapat 25% risiko anak mewarisi gen cacat dari kedua orang tua yang merupakan pembawa gen abnormal.
  • Terdapat 25% risiko anak mewarisi gen normal dari kedua orang tua pembawa gen abnormal.
  • Terdapat 50% risiko anak menjadi pembawa gen abnormal seperti kedua orang tuanya yang juga pembawa gen abnormal; dalam hal ini orang tua maupun anak tidak menunjukkan gejala sindrom Adams Oliver karena hanya menjadi pembawa gen abnormal.
Tinjauan
Mutasi atau perubahan pada gen RBPJ, NOTCH1, EOGT, DOCK6, DLL4, atau ARHGAP31 menjadi penyebab utama terjadinya sindrom Adams Oliver.

Gejala Sindrom Adams Oliver

Gejala fisik yang ditimbulkan oleh sindrom Adams Oliver pada penderitanya dapat berbeda-beda, termasuk tingkat keparahannya [1].

Namun secara umum, tanda-tanda sindrom Adams Oliver meliputi [1,2,3,4] :

  • Beberapa area menunjukkan adanya lesi pada kulit kepala, terutama area tanpa rambut.
  • Ukuran lesi berbeda-beda pada tiap penderita.
  • Lesi pada kulit kepala berpotensi berkembang menjadi ulkus atau terinfeksi.
  • Pada beberapa penderita, lesi dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan apapun, terutama pada usia beberapa bulan setelah lahir.
  • Pelebaran pembuluh darah secara abnormal pada beberapa bayi baru lahir di mana kondisi ini akan nampak di bawah lesi.
  • Pada kondisi yang sudah lebih parah, pembuluh darah yang melebar dapat lebih rapuh dan lebih mudah mengalami perdarahan.
  • Ketiadaan tulang pada beberapa area tengkorak.
  • Jaringan tertentu pada tengkorak dapat terlihat karena pembentukan yang tidak sempurna; hal ini pun mampu memicu perdarahan hingga meningitis.
  • Kaki, tangan, jari kaki dan jari tangan berpotensi tidak terbentuk sempurna pada bayi.
  • Jari tangan dan jari kaki tumbuh lebih pendek dari normalnya.
  • Ketiadaan tulang pada beberapa area kaki dan tangan karena pembentukan tidak sempurna.
  • Pada kasus sindrom Adams Oliver yang lebih parah, sebagian atau bahkan seluruh jari tangan, jari kaki, kaki dan tangan bisa saja tidak ada.
  • Pembentukan kuku kaki yang tidak sempurna.
Tinjauan
Gejala umum yang dijumpai pada penderita sindrom Adams Oliver adalah timbulnya lesi pada kulit kepala (khususnya di area tanpa rambut) serta keabnormalan pertumbuhan jari tangan, jari kaki, tangan serta kaki; bahkan pada beberapa kasus, penderita tidak memilikinya.

Pemeriksaan Sindrom Adams Oliver

Identifikasi gejala fisik yang dialami oleh bayi baru lahir menjadi salah satu metode pemeriksaan utama sindrom Adams Oliver [1,2,5].

Dokter akan mengecek kondisi kulit kepala dan keberadaan tengkorak yang abnormal, termasuk juga jari tangan, jari kaki, tangan dan kaki pasien yang mengalami ketidaksempurnaan [1,5].

Selain pemeriksaan fisik, seperti biasa dokter akan mengulik riwayat kesehatan dan penyakit genetik keluarga pasien [1].

Jika memang diperlukan, dokter akan menerapkan pula serangkaian metode pemindaian seperti CT scan dan rontgen dada untuk mengetahui kondisi bagian dalam tubuh pasien [1,3].

Para ibu hamil amat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pranatal melalui USG untuk mengetahui kondisi janin di awal kehamilan dan perkembangannya sebelum melahirkan [1,2].

Tinjauan
Pemeriksaan fisik serta riwayat kesehatan menjadi metode pemeriksaan utama untuk mendiagnosa sindrom Adams Oliver. selain itu, metode tes pemindaian juga akan diterapkan sebagai tes pendukung. Para ibu hamil pun sebaiknya melakukan pemeriksaan USG pranatal untuk memantau kondisi janin.

Pengobatan Sindrom Adams Oliver

Gejala yang nampak pada kulit kepala seperti lesi biasanya dapat hilang dengan sendirinya pada usia bayi yang masih beberapa bulan [1].

Meski demikian ada pula gejala yang tak juga hilang, dan penanganan untuk sindrom Adams Oliver biasanya disesuaikan dengan gejala-gejala yang dialami pasien.

Kondisi pasien pun membutuhkan perhatian dan perawatan dari dokter yang berbeda-beda, seperti dokter ortopedi, terapis fisik, dokter spesialis jantung, dokter bedah plastik, dokter anak, dan dokter spesialis lainnya tergantung dari gejala yang pasien miliki [1].

Untuk gejala yang tak kunjung mereda dengan sendirinya, beberapa penanganan berikut umumnya perlu ditempuh oleh pasien.

  • Operasi Kranial

Kraniotomi atau bedah kranial merupakan sebuah prosedur medis operasi otak yang dokter lakukan dengan membuka tulang tengkorak [1,2].

Pasien dengan perubahan dan kerusangan fungsi pada otak karena sindrom Adams Oliver kiranya memerlukan penanganan ini agar gangguan dapat diperbaiki segera [1,2].

  • Skin Grafting

Cangkok kulit atau skin grafting merupakan sebuah prosedur di mana dokter harus mengambil kulit pada area tubuh tertentu pasien lalu melakukan pencangkokan tepat di daerah kulit tubuh pasien yang mengalami kelainan [1,2].

Transplantasi kulit adalah istilah lain untuk prosedur ini meski tidak selalu berhasil dalam menangani masalah yang dihadapi pasien [1,2].

Jika tingkat keberhasilan rendah, maka ada kemungkinan bahwa infeksi telah terjadi, buruknya peredaran darah pada area kulit yang dokter akan cangkok, serta terjadi pembekuan darah tepat di bawah kulit yang dokter akan cangkok [1,2].

  • Penggunaan Pelindung Kepala

Dokter kemungkinan besar akan menyarankan anak untuk menggunakan helm khusus sebagai pelindung bagian kepala [1,2].

Tujuan penggunaan alat ini adalah agar kepala tidak mudah cedera maupun mengalami kerusakan lebih lanjut [1,2].

  • Terapi Fisik atau Prosthesis

Pada kasus pasien yang mengalami keabnormalan atau bahkan tidak memiliki tangan, kaki maupun jari, terapi fisik sangat dianjurkan [1,2].

Beberapa dokter mungkin akan menganjurkan supaya prosthesis dapat digunakan, yakni sebuah alat khusus yang menjadi pengganti bagian tubuh yang tidak sempurna atau tidak ada agar fungsi bagian tubuh yang hilang atau tidak sempurna tadi bisa kembali [1].

Penggunaan prosthesis pun memerlukan latihan agar pasien terbiasa ketika dipakai sehari-hari [1,2].

  • Evaluasi dan Pengobatan Jantung

Pada kasus pasien dengan keabnormalan jantung, biasanya dokter merujukkan pasien ke dokter spesialis jantung untuk evaluasi secara detail [1,2].

Penanganan untuk pasien akan disesuaikan dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan, tergantung pula dari jenis kondisi dan tingkat keparahan kondisi jantung pasien [1,2].

  • Konseling Genetik

Konseling genetik dapat dilakukan oleh pasien maupun keluarga pasien; dengan begitu, keluarga pasien dapat mengetahui adanya gejala yang berpotensi mengacu pada sindrom Adams Oliver [1,2].

Dengan deteksi dini, maka hal ini dapat dikonsultasikan dan ditangani secepatnya usai melalui evaluasi [1,2].

Tinjauan
Operasi kranial, transplantasi kulit atau skin grafting, penggunaan pelindung kepala, terapi fisik, prosthesis, pengobatan jantung dan konseling genetik umumnya diterapkan untuk mengatasi sindrom Adams Oliver.

Komplikasi Sindrom Adams Oliver

Ketika gejala-gejala sindrom Adams Oliver tidak segera memperoleh penanganan, beberapa risiko komplikasi dapat terjadi pada penderitanya, seperti [1,2,6] :

  • Gagal jantung kongestif (bagi pasien yang sejak lahir memiliki kondisi kelainan jantung bawaan)
  • Takipnea atau frekuensi pernapasan yang setiap menitnya 24 kali dan lebih.
  • Hipertensi paru atau tekanan darah tinggi pada arteri kanan jantung serta arteri di organ paru.
  • CMTC (cutis marmorata telangiectatica congenita)

Pencegahan Sindrom Adams Oliver

Belum diketahui bagaimana cara mencegah sindrom Adams Oliver karena penyebab terjadinya mutasi gen sendiri juga tidak jelas.

Namun bagi para pasangan menikah dan ingin punya anak, lakukan konsultasi dan tes genetik.

Hal ini juga perlu dilakukan pada para ibu hamil dengan usia kandungan awal untuk mengetahui kondisi janin dan perkembangannya.

Deteksi dan penanganan dini diharapkan dapat membantu meminimalisir risiko kelainan genetik, termasuk sindrom Adams Oliver.

Tinjauan
Belum terdapat cara pencegahan sindrom Adams Oliver, namun tes dan konsultasi genetik dapat dilakukan oleh pasangan menikah yang hendak memiliki anak maupun ibu hamil dengan usia kehamilan awal untuk meminimalisir serta menangani dini risiko sindrom Adams Oliver.

1. National Organization for Rare Disorders (NORD). Adams Oliver Syndrome. National Organization for Rare Disorders (NORD); 2021.
2. Anna Lehman, MD, Wim Wuyts, PhD, & Millan S Patel, MD. Adams-Oliver Syndrome. GeneReviews; 2015.
3. Jong-Keun Seo, M.D., Ju-Hyun Kang, M.D., Hyun-Jae Lee, M.D., Deborah Lee, M.D., Ho-Suk Sung, M.D., & Seon-Wook Hwang, M.D. A Case of Adams-Oliver Syndrome. Annals of Dermatology; 2010.
4. Anonim. Adams-Oliver syndrome. Medline Plus; 2021.
5. Amir Dehdashtian & Masoud Dehdashtian. Adams-Oliver Syndrome: A Case with Full Expression. Pediatric Reports; 2016.
6. Alwaleed M. Alsulaiman, Hamad M. Alsulaiman, Ahmad Almousa, & Sulaiman M. Alsulaiman. Adams Oliver syndrome: A mimicker of familial exudative vitreoretinopathy. American Journal of Ophthalmology Case Reports; 2020.

Share