Gagal Jantung A-Z – Penyebab – Gejala – Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Gagal Jantung

Gagal jantung juga dikenal dengan sebutan gagal jantung kongestif ini adalah kondisi ketika otot jantung tidak berfungsi sebagaimana mestinya sebagai pemompa darah.

Proses pemompaan darah menjadi terhambat karena otot jantung yang melemah. Karena hal ini, darah dan oksigen tak dapat tersuplai ke seluruh tubuh dengan baik.

Gagal jantung adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia yang saat ini penderitanya tidak memandang usia lagi. Siapapun berisiko terkena, jika tidak bisa mengendalikan gaya hidup dan pola makan.

Fakta Tentang Gagal Jantung

  1. Di Amerika Serikat, 1 dari 4 kematian disebabkan oleh penyakit jantung, di mana salah satu jenisnya adalah gagal jantung.
  2. Gagal jantung menjadi sebuah penyakit yang mampu memengaruhi kurang lebih 5,7 juta orang Amerika.
  3. Risiko tiga kali lipat terkena gagal jantung dimiliki oleh orang-orang dengan fibrilasi atrium.
  4. Prof. Stephen Ball dari BHF (British Heart Foundation) pada tahun 1900-an mampu membuktikan bahwa penderita gagal jantung usai serangan jantung dapat mengalami kondisi yang lebih baik dengan obat yang disebut ACE (angiotensin-converting enzyme) inhibitors.
  5. Gagal jantung diastolik rata-rata diderita oleh pasien wanita berusia lanjut yang mengidap diabetes dan hipertensi.
  6. Gagal jantung termasuk jenis penyakit jantung yang sebenarnya dapat dicegah, yakni dengan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat.
  7. Aktivitas aerobik 2,5 jam per minggu mampu mencegah obesitas dan diabetes yang merupakan faktor risiko gagal jantung.
  8. Oatmeal, salmon, tomat, buah sitrus, bluberi, kacang-kacangan, dan alpukat termasuk makanan ramah jantung. Diet ini membantu pasien gagal jantung.

Jenis-Jenis Gagal Jantung

Kegagalan fungsi jantung rupanya dibagi menjadi 4 jenis, kenali lebih jauh agar mampu mewaspadainya.

1. Gagal Jantung Kanan

Pemompaan darah menuju paru-paru adalah peran ventrikel jantung kanan supaya oksigen bisa terkumpul.

Namun ketika sisi kanan jantung efektivitas kinerjanya menurun, inilah yang disebut dengan gagal jantung kanan. Biasanya hal ini terjadi sebagai dampak dari gagal jantung kiri.

Ventrikel jantung kanan akan bekerja lebih ekstra setelah gagal jantung kiri menyebabkan darah menumpuk di paru-paru. Sisi kanan jantung jadi tertekan dan lama-kelamaan kehilangan fungsinya.

Namun, penyakit paru-paru juga dapat menjadi sebab gagal jantung kanan. Salah satu tandanya adalah bengkak di bagian perut, kaki, ataupun pergelangan kaki yang penuh cairan.

2. Gagal Jantung Kiri

Gagal jantung jenis ini adalah yang paling banyak orang alami. Tugas ventrikel jantung kiri sendiri adalah sebagai pemompa darah menuju seluruh tubuh.

Saat ventrikel jantung kiri tak lagi maksimal dan efisien dalam memompa darah, gagal jantung kiri adalah sebutan untuk kondisi ini.

Darah dan oksigen yang seharusnya dibawa ke seluruh tubuh menjadi terhambat dan berkurang. Darah bahkan bisa saja kembali ke paru-paru lalu mengakibatkan cairan menumpuk serta sesak nafas.

3. Gagal Jantung Sistolik

Gagal jantung sistolik adalah suatu kondisi yang terjadi saat kemampuan berkontraksi dari otot jantung telah turun atau bahkan hilang.

Istilah lain untuk gagal jantung sistolik ini adalah disfungsi sistolik di mana perkembangannya terjadi pada jantung yang membesar dan melemah.

Padahal, proses kontraksi jantung itu sangat diperlukan supaya darah yang membawa oksigen dapat terpompa dan mengalir ke seluruh bagian tubuh.

Pria lebih rentan menderita gagal jantung jenis ini walau tak menutup kemungkinan wanita bisa mengalaminya juga. Dan kondisi ini bisa terjadi pada dua sisi jantung.

4. Gagal Jantung Diastolik

Gagal jantung diastolik adalah kondisi saat kekakuan ekstrem terjadi pada otot jantung yang umumnya disebabkan oleh penyakit jantung.

Saat jantung dalam kondisi tak mudah terisi darah, aliran darah yang seharusnya terpasok ke seluruh sel jaringan tubuh menjadi berkurang.

Istilah lain untuk gagal jantung jenis ini adalah disfungsi diastolik dan lebih rentan menyerang wanita daripada pria.

Penyebab Gagal Jantung

Gagal jantung umumnya adalah hasil dari perkembangan kondisi jantung yang lemah atau rusak. Ventrikel kanan maupun kiri jantung dapat menjadi kaku.

Otot jantung pun dapat pula melemah atau rusak dengan kondisi ventrikel meregang sampai jantung tak lagi bisa bekerja memompa darah.

Beberapa faktor di bawah ini adalah kondisi yang paling berisiko membuat jantung lemah ataupun rusak lalu menyebabkan jantung gagal fungsi :

1. Hipertensi

Kondisi tekanan darah yang tinggi rupanya berpengaruh pada kinerja jantung yang jadi lebih ekstra juga agar sirkulasi darah tetap lancar.

Seiring waktu, kerja keras dari jantung dalam proses pemompaan darah malah membuat lemah atau kaku otot jantung.

2. Serangan Jantung dan Penyakit Arteri Koroner

Penyebab yang paling umum dari kegagalan fungsi jantung adalah penyakit arteri koroner yang berasal dari timbunan lemak/plak di arteri.

Pada kondisi ini, aliran darah akan berkurang karena pembuluh darah tertutup oleh plak sehingga serangan jantung pun bisa terjadi.

3. Kardiomiopati

Kerusakan otot jantung atau kardiomiopati mampu menyebabkan gagal jantung. Hal ini bisa berawal dari penggunaan obat terlarang dan proses kemoterapi.

Tak hanya itu, faktor genetik, faktor infeksi, penyalahgunaan alkohol hingga beberapa kondisi medis tertentu juga bisa menjadi alasan kerusakan otot jantung.

4. Kerusakan Katup Jantung

Fungsi katup jantung adalah membantu supaya aliran darah melalui jantung bisa ke arah yang tepat.

Katup jantung yang rusak lalu berakibat pada gagal jantung biasanya disebabkan oleh infeksi jantung, penyakit arteri koroner, atau penyakit jantung bawaan.

5. Cacat Jantung Bawaan

Cacat jantung bawaan atau sejak lahir bisa berupa belum sempurnanya bentuk bilik atau katup jantung sewaktu bayi masih di dalam rahim.

Ketika hal ini terjadi, bagian jantung yang sehat harus bekerja ekstra dalam proses pemompaan darah melalui jantung yang lama-kelamaan menjadi sebab jantung gagal fungsi.

6. Miokarditis

Otot jantung meradang karena virus bisa menjadi sebab jantung gagal fungsi, khususnya gagal jantung kiri.

7. Aritmia

Ketidakteraturan irama atau detak jantung dapat membuat jantung berirama terlalu cepat ataupun lambat bahkan bisa keduanya secara tak menentu.

Jantung pun akhirnya harus bekerja ekstra dalam proses memompa darah, apalagi jika detak jantung terlalu lambat.

8. Faktor Lainnya

Beberapa kondisi lainnya dapat menjadi penyebab dari gagal jantung, yaitu seperti :

  • Reaksi alergi
  • Amiloidosis (kelebihan protein)
  • Hemokromatosis (penimbunan zat besi)
  • Hipotiroidisme (hormon tiroid berkadar terlalu rendah)
  • Hipertiroidisme (hormon tiroid berkadar terlalu tinggi)
  • Anemia
  • HIV
  • Diabetes
  • Gumpalan darah di paru-paru
  • Infeksi serius
  • Penyakit Lupus
  • Emfisema (penyakit gangguan pernafasan kronis)

Bila sebelumnya adalah berbagai faktor penyebab jantung gagal fungsi, maka berikut ini adalah faktor pemicu yang juga penting untuk dikenali :

  • Obesitas
  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi minuman alkohol terlalu sering dan berlebihan
  • Konsumsi makanan yang kaya kolesterol dan lemak jenuh
  • Gangguan tidur berupa sleep apnea
  • Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obat anti-inflamasi nonsteroid, obat saraf, obat psikiatrik, obat kanker, obat hipertensi, obat infeksi, dan obat radang.

Gejala Gagal Jantung

Setelah mengenali penyebabnya, rangkaian kemungkinan gejala yang timbul secara umum pun wajib diwaspadai.

  • Kepala terasa ringan dan cenderung seperti melayang
  • Sesak nafas
  • Kelelahan fisik
  • Nyeri di bagian dada
  • Pembengkakan di perut
  • Pembengkakan di pergelangan kaki
  • Gangguan berpikir
  • Kebingungan
  • Kelelahan yang berlebihan
  • Jantung berdebar-debar, gagal jantung bisa jadi penyebab jantung berdebar kencang tiba-tiba
  • Batuk kronis
  • Mual
  • Mengi
  • Selera makan turun atau hilang
  • Sulit berkonsentrasi
  • Drastisnya kenaikan berat badan sebagai efek dari retensi air
  • Sering buang air kecil, apalagi di malam hari
  • Intoleransi olahraga

Kapan paling tepat untuk ke dokter dan memeriksakan diri? Segera cari bantuan medis apabila mengalami kondisi berikut :

  • Batuk berdahak dan berdarah
  • Detak jantung terlalu cepat atau tidak teratur yang disertai dada nyeri dan sesak nafas
  • Tubuh sangat lemah
  • Nyeri hebat di bagian dada
  • Kehilangan kesadaran

Komplikasi Gagal Jantung

Saat gejala gagal jantung telah dialami namun dibiarkan terlalu lama tanpa adanya penanganan, hati-hati kondisi bisa berkembang lebih parah dengan komplikasi seperti :

  • Gagal ginjal. Aliran darah menuju ginjal menjadi berkurang akibat gagal jantung sehingga ginjal ikut kehilangan fungsinya secara maksimal.
  • Kerusakan hati. Cairan dapat menumpuk terlalu banyak dan menekan organ hati karena gagal jantung. Fungsi hati pun menjadi turun akibat akumulasi cairan tadi.
  • Serangan jantung. Walau gagal jantung dapat terjadi karena beberapa kali serangan jantung, kondisi ini pun bisa sebaliknya, yaitu hasil dari komplikasi gagal jantung.
  • Gangguan irama jantung. Aritmia dapat menjadi penyebab tapi juga dapat menjadi risiko bahaya gagal jantung.
  • Masalah katup jantung. Saat gagal jantung, jantung yang mendapat tekanan berlebih ataupun melebar membuat fungsi katup jantung terganggu.

Pengobatan Gagal Jantung

Ketika gejala gagal jantung timbul, penting untuk segera memeriksakannya ke dokter di mana rangkaian metode diagnosa ini perlu ditempuh.

  • Pemeriksaan fisik
  • Elektrokardiogram : Bertujuan untuk mengkur aktivitas listrik jantung pasien.
  • Sinar-X dada : Bertujuan melihat kondisi jantung beserta organ-organ lain yang ada di sekitarnya.
  • Tes stres : Mesin elektrokardiogram digunakan selama tes ini bertujuan untuk memonitor fungsi jantung sementara pasien diminta melakukan olahraga atau lari di treadmill.
  • Angiogram koroner/kateterisasi : Bertujuan untuk memperlihatkan jumlah atau volume aliran darah melalui jantung dengan memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah pasien.
  • Scan nuklir : Bertujuan memeriksa katup jantung dengan menyuntikkan dosis kecil bahan radioaktif ke dalam tubuh pasien.
  • Holter monitoring : Bertujuan merekam aktivitas listrik jantung selama 24-48 jam dan mengevaluasi hasilnya.

Jika gejala benar-benar mengarah pada gagal jantung, dokter akan memberikan perawatan yang tepat bagi pasien.

Umumnya, pengobatan yang diberikan adalah berupa obat-obatan hingga anjuran untuk operasi jika obat tak efektif menangani gejala.

Melalui Obat-obatan

  • Diuretik : Pemberian obat ini bertujuan agar penumpukan cairan di paru-paru dapat berkurang sehingga pernafasan kembali lancar.
  • Antikoagulan : Obat ini mengatasi penggumpalan darah dengan mengencerkannya. Obat ini juga menjadi pencegah penyakit stroke yang sering digunakan.
  • ACE Inhibitors : Obat ini memberi efek rileks pada arteri sekaligus menstabilkan tekanan darah supaya pemompaan darah oleh jantung dapat menjadi lebih ringan.
  • Digoxin : Obat ini memperlambat irama jantung yang mengalami percepatan sekaligus ketidakteraturan.
  • Beta Blockers : Obat ini menurunkan tekanan darah, memperlambat detak jantung yang terlalu cepat, sekaligus mengurangi risiko kerusakan jantung, khususnya pada kondisi jenis gagal jantung sistolik.
  • Angiotensin II Receptor Blockers : Bagi pasien yang tak dapat menggunakan ACE inhibitors, alternatif yang kerap digunakan adalah obat ini.
  • Inotropes : Obat ini meningkatkan fungsi pemompaan darah bagi penderita gagal jantung yang sudah parah. Manfaat lainnya adalah menjaga tekanan darah tetap normal dan stabil.
  • Antiplatelet : Obat ini bertujuan mencegah pembentukan gumpalan darah. Umumnya, obat ini diperuntukkan bagi yang berisiko tinggi penyakit stroke dan serangan jantung.

Melalui Operasi

Tak semua pasien gagal jantung dapat ditangani dengan penggunaan obat-obatan tersebut. Tindakan operasi terkadang perlu dijadikan pilihan.

  • Operasi Katup Jantung : Kerusakan pada katup jantung yang membuat kinerja jantung menurun perlu diperbaiki agar kinerja jantung kembali optimal.
  • Operasi Bypass Jantung : Pengobatan ini tergolong paling umum, khususnya bila penyakit arteri koroner adalah sebab utama dari kegagalan fungsi jantung.
  • Operasi Pemasangan VAD (Ventricular Assist Device) : Jantung yang dalam kondisi terlalu lemah tak dapat berfungsi maksimal. Maka pompa buatan kiranya perlu dipasang agar jantung bekerja lebih baik.
  • Operasi Pemasangan Cardioverter Defibrillator : Pemasangan alat yang mirip dengan alat pacu jantung ini adalah solusi bagi kondisi aritmia. Ketika detak jantung tak beraturan, makin buruk hingga terjadi henti jantung, alat ini akan memacu jantung kembali agar iramanya kembali normal.
  • Operasi Transplantasi Jantung : Pada kasus gagal jantung parah, obat pun tak bermanfaat, jantung yang lama dan rusak perlu diganti dengan jantung yang sehat melalui transplantasi.

Melalui Gaya Hidup

Selama menggunakan obat-obatan, atau bahkan pasca operasi, gaya hidup perlu lebih diperhatikan agar jantung tetap sehat.

  • Pastikan asupan kalori terpenuhi dengan cukup tanpa berlebihan setiap harinya
  • Cek rutin tekanan darah
  • Perbanyak asupan sayuran dan buah segar
  • Perbanyak asupan gandum utuh
  • Perbanyak asupan protein tinggi rendah lemak
  • Perbanyak asupan produk olahan susu bebas/rendah lemak
  • Batasi asupan sodium/garam
  • Batasi atau hindari asupan minuman beralkohol
  • Batasi makanan berlemak jenuh, berlemak trans, dan berkolesterol tinggi
  • Jaga berat badan tetap stabil dan berada di angka idealnya
  • Hentikan kebiasaan merokok atau berada di sekitar perokok aktif
  • Cek setiap hari kondisi pembengkakan di bagian kaki dan pergelangan kaki
  • Hindari stres dengan mencari cara mengelolanya secara tepat
  • Rajin berolahraga dan tetap bergerak aktif (tanyakan kepada dokter olahraga yang paling aman untuk pasien gagal jantung)
  • Tidur cukup (bila perlu tambah ketinggian bantal jika punya masalah pernafasan)
  • Vaksinasi (untuk pneumonia dan penyakit flu)

Pencegahan Gagal Jantung

Umumnya, gaya hidup tidak sehatlah yang meningkatkan potensi kesehatan jantung menurun dan memicu gagal fungsi.

Maka dari itu, ambil keputusan untuk mencegah gagal jantung dengan pola hidup benar, seperti :

  • Mengurangi stres dengan melakukan hal-hal positif
  • Menjaga agar berat badan tidak lebih dari idealnya/menghindari obesitas
  • Makan makanan yang sehat bergizi tinggi
  • Aktif bergerak, latihan fisik atau olahraga
  • Kontrol kadar gula darah dan tekanan darah dengan baik
  • Tidak merokok

Dengan memilih menerapkan gaya hidup sehat, tubuh akan terhindar dari penyakit arteri koroner serta tekanan darah tinggi yang berujung pada gagal jantung.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment