Operasi Plastik: Fungsi, Jenis dan Prosedurnya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Fungsi Operasi Plastik

Operasi plastik merupakan prosedur yang berkaitan dengan pemulihan atau perbaikan dari bentuk dan fungsi untuk berbagai bagian tubuh.

Fungsi utama dari operasi plastik adalah mengembalikan fungsi jaringan dan kulit agar senormal mungkin. Sementara fungsi keduanya yaitu untuk memperbaiki penampilan bagian tubuh.[1,2]

Dokter akan merekomendasikan operasi plastik pada pasien yang memiliki kondisi seperti:[2]

  • Kelainan yang sudah ada sejak lahir, seperti bibir sumbing, jari jemari yang saling berdempet, dan tanda lahir.
  • Area yang rusak akibat pengangkatan jaringan kanker, seperti dari wajah atau payudara.
  • Luka bakar yang parah atau cedera serius lainnya.

Operasi plastik seringkali dapat membantu meningkatkan harga diri, kepercayaan diri, dan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan.[2]

Jenis-Jenis Operasi Plastik

Berdasarkan jenisnya, operasi plastik dibagi 6 yaitu:[1]

  • Microsurgery

Jenis operasi plastik yang membutuhkan mikroskop operasi untuk melakukan pembedahan pada saraf dan pembuluh darah yang sangat kecil.

Biasanya dokter menggunakan microsurgery untuk melakukan rekonstruksi rahang, mengobati kehilangan jaringan traumatis di sebagian besar tubuh, tidak adanya jaringan bawaan, dan pengangkatan sebagian atau seluruh payudara.

  • Hand Surgery

Jenis operasi ini digunakan untuk pemasangan kembali atau rekonstruksi anggota tubuh dan jaringan lunak di tangan.

  • Craniofacial Surgery

Biasanya dokter menggunakan jenis operasi ini untuk dilakukan pada tengkorak, kepala, wajah, rahang, leher, dan struktur terkait lainnya.

  • Reconstructive Surgery

Dilakukan di berbagai bagian tubuh, selain area kraniofasial, untuk memulihkan penampilan dan fungsinya. Operasi rekonstruksi biasanya direkomendasikan setelah trauma dan cedera parah, atau setelah menjalani pengobatan jenis kanker tertentu.

  • Burn Treatment

Perawatan luka bakar di bidang bedah plastik biasanya mencakup cangkok kulit, perluasan jaringan, dan bedah mikro untuk mengembalikan fungsi pembuluh darah dan saraf.

  • Cosmetic Surgery

Merupakan jenis operasi plastik yang paling populer. Sementara jenis bedah plastik lain berkaitan dengan perawatan yang disebabkan oleh cedera, penyakit, atau kecelakaan.

Cosmetic surgery bertujuan untuk memperbaiki penampilan pasien atau menghilangkan tanda-tanda penuaan yang terlihat. Prosedur kosmetik yang populer termasuk operasi kelopak mata, pembesaran payudara, pengencangan wajah, dan sedot lemak.

Apabila ditarik garis besar, berbagai jenis operasi plastik mencakup:[3]

  • Pengencangan wajah
  • Pengencangan alis/dahi
  • Pengangkatan kelopak mata
  • Rekonstruksi telinga
  • Operasi penggantian rambut
  • Rekonstruksi hidung
  • Implan dagu, pipi, atau rahang/wajah
  • Pembesaran bibir
  • Bibir sumbing
  • Mulut dan gigi
  • Rekonstruksi payudara
  • Pengecilan payudara pada pria
  • Pengangkatan payudara
  • Operasi perut (abdominoplasty)
  • Sedot lemak
  • Pengisian injeksi kolagen/lemak
  • Penyuntikan botox/filler
  • Penghilangan vena
  • Perbaikan bekas luka
  • Penghapusan tato

Persiapan Operasi Plastik

Jenis persiapan yang diperlukan sebelum operasi akan tergantung pada operasi apa yang akan dilakukan dan jenis anestesi yang akan diberikan.

Secara umum, persiapan yang perlu dilakukan pasien adalah:[3,4]

  • Memberitahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi
  • Berhenti makan dan minum pada waktu yang telah ditentukan
  • Berhenti mengonsumsi obat pengencer darah karena dapat meningkatkan risiko pendarahan saat operasi
  • Berhenti merokok selama beberapa minggu sebelum operasi, hal ini dilakukan karena nikotin dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi
  • Mengikuti petunjuk khusus tentang mandi, mencukur, atau membersihkan sebagian tubuh tertentu sebelum operasi.
  • Hindari memakai riasan dan kontak mata pada saat prosedur
  • Jika pasien menjalani operasi payudara, pastikan membawa pakaian yang nyaman seperti kemeja berkancing dan kardigan. Hindari kaos atau sweater.

Prosedur Operasi Plastik

Ada banyak teknik berbeda yang digunakan untuk melakukan prosedur bedah plastik, tergantung dari tujuan yang ingin dicapai oleh pasien.

Rekontruksi Tubuh

Jenis prosedur operasi plastik yang bertujuan untuk rekonstruksi bagian tubuh yang rusak, antara lain yaitu:[3]

  • Operasi Endoskopi

Jenis prosedur ini menggunakan alat yang disebut endoskop, yaitu sebuah tabung tipis yang dilengkapi dengan kamera dan cahaya di ujungnya. Alat ini terhubung ke monitor yang berada di dalam ruang operasi.

  • Operasi Flap

Melibatkan pengangkutan jaringan yang sehat dari satu lokasi tubuh ke lokasi lain, sering kali ke area yang kehilangan kulit, lemak, pergerakan otot, dan/atau tulang pendukung.

Ada beberapa jenis metode operasi flap yang dapat digunakan, tergantung pada lokasi flap dan struktur yang perlu diperbaiki.

  • Operasi Laser

Jenis operasi yang digunakan untuk meminimalisir pendarahan, memar, dan jaringan parut. Ada banyak jenis laser yang dapat digunakan, tergantung pada tujuan dan lokasi operasi yang akan dilakukan.

  • Cangkok Kulit

Digunakan untuk menutupi kulit yang rusak dan/atau hilang. Prosedur pembedahan ini melibatkan pengangkatan bagian kulit yang sehat ke bagian tubuh yang rusak untuk mengembalikan fungsinya

  • Perluasan Jaringan

Prosedur pembedahan yang memasukkan alat seperti balon (ekspander) di bawah kulit. Ekspander kemudian secara perlahan mengeluarkan cairan ke area yang akan diperbaiki agar meregangkan dan melebarkan kulit.

Tindakan ini berfungsi untuk “menumbuhkan” kulit ekstra agar memperbaiki kulit yang hilang atau rusak di dekatnya.

Memperbaiki Penampilan Tubuh

Sementara, jenis prosedur operasi plastik yang bertujuan untuk memperbaiki penampilan tubuh, yaitu:[5]

  • Sedot Lemak

Prosedur bedah kosmetik di mana tubuh dibentuk kembali dengan membuang lemak yang disimpan di bawah kulit. Prosedur ini dapat membuang hingga 17 liter lemak dan jaringan tubuh yang tidak diinginkan. Sedot lemak biasanya digunakan untuk pengecilan payudara, pengencangan atau pembentukan wajah, leher, paha, pantat, dan perut.

  • Prosedur Augmentasi

Prosedur di mana implan atau larutan injeksi ditambahkan ke area tubuh tertentu untuk meningkatkan ukurannya. Misal, pemasukan implan payudara untuk meningkatkan ukuran payudara wanita. Bagian tubuh lain yang dapat menggunakan prosedur ini adalah dagu, hidung, rahang, tulang pipi, dan bibir.

  • Body Contouring

Prosedur operasi plastik yang melibatkan pengangkatan kulit yang berlebih, atau kendur dari area tubuh tertentu, dan peningkatan warna kulit.

  • Dermabrasi

Teknik pembedahan di mana lapisan kulit atas dikikis. Tindakan ini dilakukan dengan tujuan mengurangi munculnya kerutan dan jaringan parut.

  • Penggantian Rambut

Prosedur bedah kosmetik yang bertujuan menggantikan rambut yang hilang karena kebotakan, trauma atau cedera.

Dalam prosedurnya dokter akan mengambil kulit dari area dengan pertumbuhan rambut yang sehat, dan mencangkoknya ke area botak atau area yang kehilangan penutup rambutnya akibat trauma.

Setelah selesai prosedur, area bekas operasi akan mengalami bengkak dan memar. Biasanya, memar berangsur membaik setelah tiga minggu, sementara pada bengkak membutuhkan waktu yang lebih lama.[8]

Waktu pemulihan bervariasi menurut kondisi kesehatan pasien dan prosedur yang dijalani, tetapi rata-rata pasien operasi kosmetik dapat beraktivitas normal minimal 6 hingga 12 minggu setelah prosedur.[8]

Risiko Operasi Plastik

Operasi plastik merupakan salah satu operasi besar yang memiliki berbagai macam risiko dan apabila indeks massa tubuh pasien adalah 30 atau lebih tinggi (obesitas) atau menderita diabetes, pasien mungkin berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi seperti pembekuan darah di kaki atau paru-paru. Merokok juga meningkatkan risiko dan mengganggu penyembuhan.[6]

Risiko yang mungkin terjadi pada pasien operasi plastik adalah:[7]

  • Hasil operasi yang buruk
  • Timbulnya jaringan parut yang tidak dapat diprediksi
  • Kerusakan saraf atau mati rasa
  • Infeksi
  • Hematoma, penumpukan darah di luar pembuluh darah. Hal ini biasanya mengakibatkan area yang tampak bengkak dan memar.
  • Nekrosis (kematian jaringan)
  • Pendarahan
  • Seroma, penumpukan cairan limfatik di dekat lokasi operasi
  • Trombosis vena dalam (DVT), penggumpalan darah yang berada di kaki. DVT menjadi berbahaya saat gumpalan darah berjalan ke paru-paru.
  • Reaksi alergi terhadap anestesi
  • Kematian

Cara untuk meminimalisir risiko operasi plastik adalah dengan memilih dokter yang berkompeten di bidangnya dan makan makanan yang sehat sebelum serta sesudah prosedur, karena dapat mempercepat penyembuhan dan meningkatkan penutupan luka, yang juga meminimalkan jaringan parut.[7]

Hasil Operasi Plastik

Hasil operasi plastik khususnya yang bertujuan untuk memperbaiki penampilan tubuh tidak permanen, dalam waktu 5 sampai 10 tahun setelah prosedur, pasien perlu kembali ke rumah sakit untuk melakukan perawatan kembali agar hasil operasi plastik tetap stabil dan optimal.[9]

Namun, ada juga hasil operasi plastik yang bertahan seumur hidup, seperti operasi hidung, sedot lemak dan body countouring dengan catatan khusus, pasien harus menerapkan pola hidup sehat.[9]

Apabila hasil operasi plastik tidak sesuai dengan ekspektasi pasien, perlu diingat bahwa tujuan dari operasi plastik adalah untuk memperbaiki bentuk tubuh bukan untuk mendapatkan bentuk tubuh yang sempurna.[8]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment