Obat

Sugammadex: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sugammadex merupakan obat yang digunakan untuk membalikkan kerja dari relaksan otot. Nama obat ini terdiri dari “su” (sugar), dan “gammadex” yang berasal dari struktur molekul obat ini sendiri yaitu gamma-cyclodextrin. [1]

Sugammadex diterima oleh FDA pada tanggal 15 Desember 2015. Obat ini membantu pasien pulih lebih cepat pasca menjalani prosedur operasi. [2]

Apa itu Sugammadex?

Di bawah ini adalah data tentang sugammadex seperti indikasi, kontraindikasi, peringatan dan lain-lain: [3,4]

Indikasi Pembalikan penghambatan neuromuskular
Kategori Obat resep
Konsumsi Anak-anak dan dewasa
Kelas Antidot dan agen detoksifikasi
Bentuk Larutan injeksi
Kontraindikasi Hipersensitif. Pasien dengan nilai CrCl <30 mL/menit termasuk pasien yang sedang menjalani hemodialisis.
Peringatan Pasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Sugammadex:
→ Pasien dengan resiko gangguan hemostasis (mis. koagulopati)
→ Pasien dengan penyakit jantung
→ Pasien dengan gangguan hati (khususnya jika terdapat koagulopati atau pembengkakan parah)

Manfaat Sugammadex

Sugammadex digunakan pada pasien dewasa selama proses bedah. Obat ini digunakan untuk membalikkan blokade/ penghambatan neuromuskular yang diinduksi oleh rocuronium bromide dan vecuronium bromide. [2]

Dosis Sugammadex

Sugammadex diberikan kepada pasien dewasa dan anak-anak. Berikut ini adalah dosis yang digunakan: [3]

Dosis Sugammadex Dewasa

Intravena/Injeksi
⇔ Pembalikkan blokade yang diinduksi oleh rocuronium atau vecuronium
→ Jika pemulihan telah terjadi sampai dengan kemunculan kembali second twitch (sentakan/ kejang kedua), berikan 2 mg/ kg
→ Jika pemulihan telah mencapai 1 s/d 2 post-tetanic count (PTC), berikan 4 mg/ kg
→ Jika blokade neuromuskular terjadi kembali pasca operasi, bisa ulangi pemberian dosis 4 mg/ kg
→ Pembalikkan segera blokade yang diinduksi oleh  rocuronium, berikan 16 mg/ kg
→ Pemberin segera dilakukan (sekitar 3 menit) setelah pemberian rocuronium
→ Dosis diberikan melalui injeksi bolus selama 10 detik

Dosis Sugammadex Anak-anak

Intravena/Injeksi
⇔ Pembalikkan blokade yang diinduksi oleh rocuronium atau vecuronium
→ Pembalikkan rutin blokade yang diinduksi oleh  rocuronium
→ Anak usia 2 s/d 17 tahun
→ 2 mg/ kg melalui injeksi bolus

Efek Samping Sugammadex

Pemberian sugammadex juga menimbulkan efek samping. Berikut ini adalah gejala efek sampingnya: [4]

  • Nyeri pada perut
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Nyeri pada bekas suntikan
  • Sakit pada lengan atau tungkai
  • Muntah
  • Begah
  • Sensasi gatal, terbakar, kebas
  • Mulut kering
  • Merasa sedih atau hampa
  • Irritabilitas (perasaan marah dan frustasi karena hal kecil)
  • Nyeri sendi atau otot
  • Selera makan berkurang
  • Kehilangan minat
  • Buang angin
  • Restlesness (perasaan gelisah dan tidak nyaman)
  • Sakit tenggorokan
  • Kelelahan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sulit tidur

Di bawah ini adalah gejala efek samping untuk tenaga medis: [4]

  • Umum: hipotensi (tekanan darah rendah), sakit kepala
  • Kardiovaskular
    • Umum (1% s/d 10%): grafik EKG abnormal, hipertensi (tekanan darah tinggi), hipotensi, takikardia (detak jantung cepat), bradikardia (detak jantung lambat), rentang grafik QT yang mengalami perpanjanga atau abnormal
    • Laporan pasca pemasaran: bradikardia dengan serangan jantung, fibrilasi atrium, blok atrioventrikular, serangan jantung/ kardiorespiratori, perubahan segmen ST pada grafik EKG, takikardia supraventrikular/ ekstrasistol, takikardia, fibrilasi ventrikular, takikardia ventrikular
  • Hipersensitivitas
    • Kurang umum (0,1% s/d 1%): anafilaksis (reaksi alergi yang dapat mengancam nyawa), reaksi hipersensitif
    • Laporan pasca pemasaran: syok anafilaksis (syok yang diakibatkan reaksi anafilaksis), reaksi anafilaksis, reaksi anafilaktoid (reaksi alergi yang tidak melibatkan antibodi IgE), hipersensitif tipe I
  • Sistem pencernaan
    • Umum (1% s/d 10%): mual (s/d 26%), muntah (s/d 15%)
    • Kurang umum (0,1% s/d 1%): nyeri pada perut bagian bawah, buang angin, mulut kering
  • Sistem pernapasan
    • Umum (1% s/d 10%): komplikasi jalur napas akibat anastesi, nyeri orofaringeal, batul
    • Frekuensi tidak dilaporkan: bronkospasme (pengetatan otot paru)
    • Laporan pasca pemasaran: laringospasme (pengetatan otot laring), dispnea (sesak napas), mengi (timbulnya bunyi freuensi tinggi dan nyari dari paru-paru), pembengkakan paru, serangan apru
  • Dermatologis
    • Umum (1% s/d 10%): pruritus (gatal), eritema (lesi kemerahanyang muncul di kulit)
  • Hematologis
    • Umum (1% s/d 10%): penurunan jumlah sel darah merah, hematoma (kumpulan darah di luar pembuluh darah yang dapat menimbulkan nyeri, pembengkakan, memar), anemia (kurangnya kadar sel darah merah dalam tubuh)
  • Lokal
    • Umum (1% s/d 10%): nyeri pada bagian bekas injeksi
  • Metabolisme
    • Umum (1% s/d 10%): hipokalsemia (rendahnya kadar kalsium dalam tubuh)
  • Muskoskeletal
    • Umum (1% s/d 10%): nyeri pada anggota gerak, nyeri muskoskeletal, mialgia (nyeri otot), peningkatan fosfokinase
  • Sistem saraf
    • Umum (1% s/d 10%): sakit kepala, pusing, hipoestesia (berkurangnya sensitivitas tubuh terhadap sentuhan), disgeusia (perubahan atau ganggguan pada indera pengecap)
  • Lain
    • Sangat umum (10% atau lebih): nyeri (s/d 52%)
    • Umum (1% s/d 10%): komplikasi selama prosedur bedah, komplikasi anastesi, pendarahan luka, pireksia (demam), menggigil, gangguan telinga dan salurannya
    • Kurang umum (0,1% s/d 1%): kambuhnya blokade neuromuskular
  • Psikiatri

Detail Sugammadex

Berikut ini adalah informasi lebih rinci tentang sugammadex seperti penyimpanan, cara kerja, interaksi dengan obat lain dan sebagainya: [3]

Penyimpanan Larutan injeksi
→ Simpanpada suhu 25 ° C.
→ Lindungi dari cahaya
Cara Kerja Deskripsi: sugammadex adalah gamma siklodesktrin yang termodifikasi yang menikat dan membentuk kompleks dengan agen pemghambat neuromuskular rocuronium dan vecuronium. Obat ini mengurangi jumlah agen penghambat neuromuskular yang tersedia untuk mengikat reseptor nikotinik di pesimpangan neuromuskular sehingga menyebabkan pembalikkan penghambatan neuromuskular.
Onset: kurang dari 3 menit
Farmakokinetik
Penyebaran: volume distribusi: 11 s/d 14 L.
Ekskresi: dikeluarkan melalui air seni (96% sebagai bentuk awal obat). Waktu paruh eliminasi: sekitar 2 jam.
Interaksi dengan obat lain → Tormifene (diberikan pada hari yang sama dengan hari operasi) dan fusidic acid (diberikan pra operasi) mampu menunda waktu pembalikan
→ Memberi efek tambahan dengan antagonis kalium, LMWH (heparin berbobot molekul rendah), heparin yang tidak difraksionasi, dabigatran, dan rivaroxaban terhadap peningkatan waktu tromboplastin parsial teraktivasi dan waktu protombin
Pengaruh pada hasil lab Mampu mempengaruhi pemeriksaan penetapan kadar serum progesterone

Pertanyaan Seputar Sugammadex

Bisakah sugammadex diberikan kepada pasien lansia?

Ya, bisa. Gunakan dosis dewasa walaupun waktu pemulihan lebih lama. [1]

Apakah sugammadex dapat diberikan kepada ibu menyusui?

Ya, bisa. Sugammadex dapat diberikan kepada ibu yang menyusui. [1]

Bisakah sugammadex diberikan kepada pasien yang memiliki gangguan hati?

Ya, bisa. Akan tetapi pemberian obat ini harus dilakukan secara hati-hati. [1]

Apakah sugammadex sama dengan sugammadex sodium?

Ya, sama. Sugammadex sodium adalah bentuk sugammadex yang tersedia di pasaran. [2]

Bisakah sugammadex menyebabkan kesemutan?

Pemberian sugammadex dapat menimbulkan efek samping salah satunya adalah menurunkan sensitivitas tubuh terhadap sentuhan. [4]

Contoh Obat Sugammadex (Merek Dagang) di Pasaran

Berikut ini adalah merek dagang sugammadex di pasaran: [2]

Brand Merek Dagang
Bridion

1. Kusha Nag, Dewan Roshan Singh, Akshaya N. Shetti, Hemanth Kumar, T. Sivashanmugam, dan S. Parthasarathy. Sugammadex: A Revolutionary Drug in Neuromuscular Pharmacology. Anesthesia Essays and Researches; 2013.
2. Anonim. Sugammadex. Drugbank; 2020.
3. Anonim. Sugammadex. Mims Indonesia; 2020.
4. Anonim. Sugammadex. Drugs; 2020.

Share