Tindakan Medis

Transplantasi Alis : Manfaat – Prosedur – Risiko

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Transplantasi Alis?

Transplantasi alis merupakan sebuah prosedur bedah kosmetik di mana rambut dari salah satu bagian tubuh akan dicangkok ke bagian alis [1,2].

Hasil pencangkokkan ini akan membentuk rambut baru pada alis yang semula tampak jarang [1,2].

Sama halnya dengan prosedur bedah pada umumnya, transplantasi alis perlu dilakukan usai pemberian anestesi (obat bius) lokal pada pasien supaya pasien tidak merasa sakit [1,2].

Dr. Okuda adalah yang pertama kali memperkenalkan prosedur transplantasi rambut untuk alis di tahun 1939 dan sejak itu tindakan medis ini semakin berkembang [3].

Karena hasilnya yang efektif dan baik dalam mengembalikan pertumbuhan alis dengan transplantasi, prosedur transplantasi alis semakin populer hingga kini [3].

Orang-orang pun kini dengan lebih mudah dapat memperoleh informasi mengenai transplantasi alis sebelum memutuskan menjalani prosedur medis ini [3].

Siapa saja yang memerlukan prosedur transplantasi alis?

Ada sejumlah alasan dan orang-orang tertentu yang paling membutuhkan prosedur transplantasi alis, yaitu [1,2,3] :

  • Penderita tumor
  • Memiliki bekas luka pada alis
  • Area alis memiliki luka bakar
  • Kehilangan bulu mata dan alis karena hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid karena tidak aktifnya kelenjar tiroid)
  • Menderita trikotilomania (dorongan tak terkendali untuk menarik atau bahkan mencabuti rambut, termasuk alis)
  • Mengalami alopecia areata (kondisi autoimun yang menyebabkan penderitanya menderita kerontokan dan kehilangan rambut)
  • Menderita hipervitaminosis A (keracunan vitamin A karena asupan berlebihan akan vitamin ini)
  • Memiliki riwayat komplikasi akibat menempuh bedah kosmetik.

Manfaat Transplantasi Alis

Masalah pada alis seperti yang telah disebutkan di atas mampu menjadikan seseorang mudah merasa tak percaya diri.

Karena alis merupakan salah satu pendukung penampilan fisik, seringkali masalah pada alis perlu ditangani dengan tindakan transplantasi alis.

Berikut ini adalah sederet manfaat atau keuntungan dalam menjalani transplantasi alis baik untuk kesehatan maupun penampilan.

1. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Beberapa orang terlahir dengan alis tipis dan jarang maupun orang yang memiliki masalah kesehatan yang memengaruhi alis memiliki kepercayaan diri yang rendah [4].

Seringkali pensil alis menjadi solusi instan untuk membuat alis tampak lebih penuh dan indah dengan menggambarnya.

Namun dengan transplantasi alis, seseorang dengan masalah alis mampu memiliki alis asli tanpa harus menggambarnya setiap waktu.

Oleh sebab itu, tindakan ini mampu menambah rasa percaya diri bagi orang-orang tersebut.

2. Menebalkan Alis

Salah satu manfaat dari transplantasi alis adalah membuat alis tampak lebih tebal dari sebelumnya [2,3,4].

Baik lahir dengan alis tipis maupun kehilangan alis karena gangguan kesehatan tertentu, transplantasi alis menjadi solusi yang dianjurkan.

Penampakan alis akan jauh lebih baik; tidak hanya tebal tapi juga terbentuk secara indah [3,4].

3. Mendapatkan Bentuk dan Panjang Alis Sesuai Harapan

Transplantasi alis merupakan salah satu solusi bagi orang-orang yang ingin memperbaiki atau meningkatkan penampilan alis, termasuk dalam hal bentuk dan panjang alis [3,4].

Tidak sekadar berfokus pada ketebalan alis, transplantasi alis merupakan prosedur yang mampu membentuk dan membuat panjang alis sesuai dengan harapan pasien.

4. Memperoleh Alis Permanen

Bagi beberapa orang dengan masalah alis seringkali menutupinya dengan pensil alis atau bahkan menempuh prosedur tato alis [1,4].

Padahal, transplantasi alis juga dapat menjadi solusi, terlebih efek alis yang permanen bisa pasien dapatkan.

5. Memperoleh Penampilan Alis Natural

Jika penggunaan pensil alis atau penempuhan jalur tato alis seringkali membuat penampilan alis kurang alami, transplantasi alis berbeda [4].

Prosedur ini walau bagi beberapa orang cukup mengerikan, nyatanya mampu memberikan penampilan alis natural atau alami.

Walaupun mampu menebalkan, ketebalan alis tidak akan berlebihan dan tidak terlalu menyolok.

6. Menutupi Bekas Luka

Selain dapat memperoleh penampilan alis yang lebih tebal, indah, dan alami, manfaat transplantasi alis adalah menyembunyikan bekas luka secara sempurna [1,2,3,4].

Bekas luka di area alis dapat tertutupi dengan lebih baik dengan prosedur transplantasi alis daripada hanya menggunakan pensil alis.

7. Menghembat Waktu dan Tenaga

Transplantasi alis adalah salah satu jalan terbaik untuk mendapatkan hasil alis permanen alami sehingga tak perlu menghabiskan banyak waktu dan tenaga dalam menata rias dir sendiri [4].

Untuk kepentingan menghadiri acara formal atau pesta, proses berdandan (khususnya menggambar alis) yang biasanya memakan waktu lama bisa sedikit terhemat [4].

Memiliki alis permanen alami yang terbentuk indah berkat transplantasi alis tentu tidak lagi perlu merepotkan diri dengan penggunaan produk kecantikan khusus alis [4].

8. Meningkatkan Ekspresi Wajah

Ketika berinteraksi dengan orang lain, ekspresi wajah menjadi satu hal penting yang mendukung kelancaran bersosialisasi [3,4].

Alis pun turut berperan secara signifikan dalam membentuk ekspresi wajah yang sesuai [3,4].

Oleh karena itu, adanya masalah pada alis dapat diatasi dengan menempuh prosedur transplantasi alis agar bentuk dan setiap sudutnya membantu mengekspresikan wajah secara sempurna [3,4].

Prosedur Transplantasi Alis

Seperti pada metode bedah pada umumnya, pemberian anestesi lokal akan dokter berikan kepada pasien lebih dulu [1,2,3].

Setelah itu, dokter akan membuat sayatan kecil pada area yang akan menjadi tempat pemindahan folikel rambut [1,2,3].

Transplantasi alis pun sebenarnya memiliki kemiripan prosedur dengan transplantasi rambut tradisional, namun pada transplantasi alis dokter akan mengambil rambut bawah telinga untuk dicangkokkan ke alis [1,2,3].

Transplantasi alis tidak sekadar memindahkan rambut dari bawah telinga ke alis, tapi juga memindahkan folikel rambut [1,2,3].

Folikel rambut disertakan agar rambut-rambut baru dapat tumbuh secara alami ke depannya sebagai alis [1].

Transplantasi alis pada keseluruhan prosedur adalah sekitar 2-3 jam dengan risiko pembengkakan dan memar pada area alis sekitar 5 hari setelahnya [1,2].

Pemulihan Pasca Transplantasi Alis

Usai menjalani prosedur transplantasi alis, biasanya pemulihan tidak memakan waktu lama [1,2,3].

Pada area alis tentu akan ada bekas luka, namun sebaiknya tidak disentuh apalagi tanpa mencuci tangan lebih dulu.

Bekas luka ini pun biasanya tidak bertahan lama, hanya beberapa hari dan tidak akan menjadi masalah asal tidak dipegang sering-sering [1].

Selain itu, pasien pasca transplantasi alis perlu menghindari juga latihan fisik atau olahraga secara berlebihan [1,2].

Dikhawatirkan area alis yang belum pulih benar akan mengalami pembengkakan, perdarahan, atau bahkan keluar nanah [1].

Untuk kurang lebih 5 hari setelah transplantasi alis, dokter umumnya memberikan resep obat steroid, antibiotik dan obat pereda nyeri [2].

Bahkan setelah beberapa minggu, rambut yang ditransplantasikan bisa saja mengalami kerontokan [1,2].

Kondisi ini merupakan hal biasa dan tergolong normal sehingga tidak perlu terlalu cemas [1,2].

Dalam waktu beberapa bulan ke depan, pasien akan melihat pertumbuhan alis pasca transplantasi alis [1].

Jika bingung dengan perawatan pada masa pemulihan, konsultasikan hal ini dengan dokter sedetail mungkin.

Risiko Transplantasi Alis

Seperti prosedur medis lainnya, walau tingkat keberhasilan tergolong tinggi, transplantasi alis tetap memiliki efek samping dan sejumlah risiko komplikasi.

Beberapa risiko komplikasi terkait prosedur transplantasi alis itu sendiri antara lain adalah [1,2,3] :

  • Pembengkakan pada area alis
  • Terbentuk bekas luka
  • Terjadi infeksi
  • Kerusakan saraf
  • Perdarahan berlebihan
  • Memar pada area alis
  • Folikulitis atau peradangan pada folikel rambut

Meski demikian, beberapa risiko tersebut justru tergolong berpotensi sangat kecil untuk terjadi.

Namun, risiko paling berpeluang terjadi yang pasien sudah harus tahu dan wajib mengonsultasikannya dengan dokter adalah tidak tumbuhnya folikel rambut baru [1,2,3].

Kasus seperti ini bisa saja terjadi yang kemudian menyebabkan pasien harus menjalani prosedur transplantasi alis lagi di kemudian hari [1].

Selain itu, komplikasi paling umum lain yang dapat ditanyakan kepada dokter adalah [2,3] :

  • Rambut tumbuh ke arah yang berbeda.
  • Rambut tumbuh dengan tekstur yang berbeda.
  • Pertumbuhan alis tidak sejajar karena alis diposisikan oleh anestesi selama prosedur bedah berlangsung.
  • Pertumbuhan rambut alis tidak merata.

Berapa biaya transplantasi alis?

Setelah mengetahui manfaat, prosedur, dan risiko transplantasi alis yang harus dihadapi, sangat perlu mencari tahu berapa biaya total menempuh prosedur transplantasi alis.

Biaya total transplantasi alis biasanya perlu disesuaikan dengan beberapa hal berikut ini [2] :

  • Berapa cangkokan yang dibutuhkan
  • Lokasi tempat tinggal pasien
  • Pasien memiliki asuransi kesehatan atau tidak
  • Asuransi kesehatan pasien apakah mampu menutup sebagian atau seluruh prosedur transplantasi alis
  • Waktu perawatan dan apakah penggunaan anestesi dibutuhkan

Di Amerika Serikat, orang-orang yang hendak menjalani prosedur transplantasi alis setidaknya perlu menyiapkan anggaran sebesar 3.000 sampai 6.000 dollar Amerika atau setara dengan sekitar 42 juta sampai dengan 85 juta bila dirupiahkan [1,2].

Sementara di Indonesia sendiri, transplantasi tergolong sebagai bagian dari prosedur operasi plastik yang mahal.

Biaya transplantasi alis diperkirakan mulai dari Rp 15 juta dan bahkan bisa jauh lebih mahal [5].

Implantasi tambahan sesudah tahap pemulihan pun memerlukan biaya lebih, maka seluruh kemungkinan biaya di luar prosedur awal juga perlu dipertimbangkan secara matang [5].

Di mana bisa menempuh prosedur transplantasi alis?

Pertimbangan untuk menempuh transplantasi alis dapat dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter bedah plastik, dokter spesialis kulit, atau dokter bedah kosmetik [1,6].

Sebelum mengambil keputusan menjalani prosedur transplantasi alis, sebaiknya tanyakan secara detail mengenai prosedur, perawatan, masa pemulihan, hingga risiko komplikasi sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh [1].

Apabila kesulitan untuk menemukan dokter bedah kosmetik yang profesional dan terpercaya, diskusikan hal ini dengan dokter spesialis kulit dan minta rekomendasi [1].

Transplantasi alis adalah tindakan medis yang tidak sebaiknya diputuskan secara terburu-buru.

Terdapat hasil jangka panjang yang bisa saja memuaskan atau justru tidak sesuai ekspektasi.

Hasil dari transplantasi alis juga bervariasi, sebab walau jarang terjadi dan berkemungkinan kecil, risiko efek samping atau komplikasi tetap ada [1].

Pertimbangan dapat dilakukan dengan meminta saran dari dokter sebelum kemudian mencari secara hati-hati dokter bedah plastik atau kosmetik yang memiliki reputasi baik [1].

1. Cynthia Cobb, DNP, APRN, WHNP-BC, FAANP & Kristeen Cherney. What to Expect from an Eyebrow Transplant: Procedure, Cost, and Side Effects. Healthline; 2019.
2. Dan Brennan, MD. What to Know About Eyebrow Transplants. WebMD; 2021.
3. Jyoti Gupta, Amrendra Kumar, Kavish Chouhan, C Ariganesh, & Vinay Nandal. The Science and Art of Eyebrow Transplantation by Follicular Unit Extraction. Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery; 2017.
4. Anonim. 10 advantages of getting an eyebrow transplant. Cosmetica Skin; 2020.
5. Dian Kartika. Update Biaya Cangkok Rambut Terbaru. Harga; 2020.
6. Eileen Spatz. Eyebrow Transplants and Other Crazy Beauty Trends. Prejuvenation; 2020.

Share