Penyakit & Kelainan

Anemia pada Bayi: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Anemia bisa terjadi pada bayi yang hanya disusui dengan normal ketika sudah berusia mulai 4 bulan. Saat berusia 12 bulan, bayi harus diskrining untuk mengetahui ada tidaknya penyakit anemia defisiensi besi. [1]

Fakta Seputar Anemia Pada Bayi

Berikut ini beberapa fakta seputar penyakit anemia pada bayi: [2,3]

  • Bayi dengan konsentrasi hemoglobin kurang dari 11 g / dL dianggap anemia.
  • Anemia secara signifikan berkorelasi dengan berat badan rendah, usia muda dan diagnosis penyakit saluran pernapasan bawah akut
  • Anemia dapat terjadi ketika terlalu banyak darah yang hilang, atau sumsum tulang tidak menghasilkan cukup sel darah merah.

Gejala Terjadinya Anemia Pada Bayi

Berikut ini merupakan gejala terjadinya anemia pada bayi: [4]

  • Kekurangan oksigen di dalam sel darah merah
  • Denyut jantung meningkat
  • Sesak napas
  • Kurang energi atau mudah lelah
  • Pusing, atau vertigo, terutama saat berdiri
  • Sakit kepala
  • Sifat lekas marah atau emosi labil
  • Siklus haid tidak teratur
  • Haid tidak ada atau tertunda
  • Lidah sakit atau bengkak
  • Penyakit kuning, atau menguningnya kulit, mata, dan mulut
  • Limpa atau hati membesar
  • Pertumbuhan dan perkembangan yang lambat atau tertunda
  • Penyembuhan luka dan jaringan yang buruk

Penyebab Terjadinya Anemia Pada Bayi

Anemia pada umumnya akan muncul apabila bayi memiliki kondisi: [4,5]

  • Bayi kehilangan sel darah merah dalam jumlah yang tidak normal
  • Tidak mampu memproduksi sel darah merah
  • Sel darah merah mengalami penghancuran di dalam tubuh
  • Darah yang diambil terlalu sering dapat menjadi salah satu pemicu

Faktor utama terjadinya anemia pada bayi dikarenakan kekurangan kadar hemoglobin. Hal ini bisa terjadi mungkin disebabkan oleh: [4]

  • Penyakit turunan dari orang tua, atau ikatan darah lainnya seperti cacat sel darah merah
  • Infeksi
  • Obat-obatan tertentu
  • Asupan makanan yang tidak memenuhi kategori empat sehat lima sempurna

Apakah Anemia Pada Anak Berbahaya?

Banyak bayi yang mengalami anemia tidak terlalu difokuskan untuk penanganan mendesak. Karena kondisi anemia pada bayi biasanya akan sembuh dengan sendirinya atau dengan bantuan obat-obat medis ringan. [6]

Akan tetapi, untuk bayi yang prematur dan kehilangan banyak darah, diwajibkan untuk mendapatkan penanganan darurat. Penanganan yang terlambat dan kurang tepat pada bayi yang mengidap anemia dapat menyebabkan kondisi darurat dan berujung kematian. [1,5]

Anemia pada bayi disarankan untuk segera dilaporkan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Kapan Harus Ke Dokter?

Bayi yang sudah atau mulai memunculkan tanda-tanda anemia sebaiknya untuk segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis dari dokter. [2]

Pengobatan Anemia Pada Bayi

Anemia pada bayi dapat berpotensi ringan atau bahkan membahayakan tergantung dari jenis anemia yang menyerang bayi. Berikut ini beberapa pengobatan untuk anemia pada bayi berdasarkan tipenya: [3]

  • Bayi dengan anemia yang disebabkan oleh kehilangan darah yang cepat atau bayi yang baru lahir kehilangan banyak darah
    • Dilakukan dengan penambahan cairan secara intravena diikuti dengan transfusi darah melalui vena
  • Bayi dengan anemia yang disebabkan oleh penyakit hemolitik
    • Pengobatannya bervariasi, terkadang dengan suplemen zat besi
  • Sebagian besar bayi prematur yang sehat mengalami anemia ringan
    • Kondisi terkadang hanya memerlukan perawatan ringan atau bahkan tidak memerlukan perawatan sama sekali

Anemia pada bayi lebih sering diobati dengan transfusi tukar. Tranfusi tukar dapat menurunkan kadar bilirubin dan meningkatkan jumlah sel darah merah. [3,4]

Pencegahan Anemia Pada Bayi

“Lebih baik mencegah daripada mengobati”. Frasa ini tentunya penting sekali untuk diterapkan sebelum terjadi hal yang serius. Berikut ini beberapa tips mencegah terjadinya anemia pada bayi: [7,8]

  • Bayi umur 4-6 bulan yang mendapatkan asupan ASI penting sekali untuk menambahkan beberapa zat besi ke dalam makanan anak, bisa dengan menggunakan sereal yang diperkaya zat besi atau vitamin tetes dengan zat besi.
  • Bayi prematur, sebaiknya diberikan suplemen zat besi pada usia 2 minggu hingga berumur 1 tahun.
  • Bayi usia 1-5 tahun, sebaiknya perlu untuk mengontrol asupan cairan susu formula-suplemen lebih dari 24 ons per hari.
  • Suplemen zat besi memang akan lebih lambat diserap oleh tubuh. Untuk mempercepat daya serap tubuh terhadap zat besi, bisa di formulasikan dnegan menawarkan makanan yang kaya vitamin C seperti buah jeruk, melon, tomat, dan sayuran hijau tua.

1. Jay Greenberg. Pediatric Anemia (iron-deficiency). Children's National Hospital; 2020.
2. Rosemary Ferreira dos Santos, Eliane Siqueira Campos Gonzalez, Emídio Cavalcanti de Albuquerque, Ilma Kruze Grande de Arruda, Alcides da Silva Diniz, José Natal Figueroa, dan Ana Paula Campos Pereira. Rev Bras Hematol Hemoter: Prevalence of anemia in under five-year-old children in a children's hospital in Recife, Brazil. National Center for Biotechnology Information: 2011.
3. Andrew W. Walter , MS, MD. Anemia in the Newborn. MSD and the MSD Manuals; 2020.
4. Anonim. Anemia in Children. Cedars Sinai; 2020.
5. Anonim. Anemia in Children and Teens: Parent FAQs. Healthy Children; 2020.
6. Anonim. Anemia in Newborns: Management and Treatment. Clevelandclinic; 2020.
7. Anonim. How to Prevent Iron Deficiency Anemia in Infants and Toddlers. American Academy of Family Physicians; 2020.
8. Mayo clinic staff. Iron deficiency in children: Prevention tips for parents. Mayoclinic; 2020.

Share